Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 26


__ADS_3

Ucapan Aisyah yang berupa sindiran pedas membuat Rehan terdiam, selama ini dia memang tidak mengambil pusing dengan tanggapan orang lain ketika dia merangkul Desi di halayak ramai bahkan di hadapan istri sahnya sendiri.


Perasaan bahagianya setelah kehadiran Desi membutakan mata dan telinga di tulikan dari mendengar omongan orang lain. Bahkan di kantor dia begitu memperlihatkan kemesraan mereka dengan sering berduaan di ruangannya tanpa ingin di ganggu siapa pun. Sudah pasti karyawan akan ngegosip ria dirinya dan Desi, tapi dia tidak peduli.


Tapi mengetahui Aisyah ketemu dengan salah satu kerabatnya, dengan penampilan yang kemas tidak jauh berbanding jauh dari nya. Tiba- tiba hatinya menjadi khawatir bila Aisyah dekat dan akan meninggalkan nya.


"Kamu jangan lagi berkomunikasi dengannya lepas ini!". Bentak Rehan memberi peringatan keras pada Aisyah.


Aisya menatapnya dengan intens, dia bingung dengan ucapan suaminya itu. Bahkan dia juga tidak tahu harus mengatakan apa untuk menjawab perkataan suaminya.


"Kau ingin aku tidak berkomunikasi dengan dia! Tapi apa kamu juga mau jika aku meminta kamu untuk tidak lagi berhubungan dengan Desi?". Dia hanya mampu mengatakan itu dalam hati.


Karena pikirnya pasti percuma dia mengutaran secara langsung, jika kenyataan dia masih tetap kukuh ingin berpisah.


"Tidak bisa begitu dong mas! Aku baru saja ketemu dengan kerabat aku, tapi udah di larang aja berkomunikasi..". Ucapnya mendapat tatapan sinis dari Rehan.


"Dari mana kamu yakin dia kerabat kamu?...". Rehan bertanya dengan ketus.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa memastikan dia betul kerabat aku atau bukan, jika baru saja ingin menyelidiki udah di larang komunikasi dari awal seperti ini..". Aisyah tidak ingin mengalah dan terus membuat suaminya mati kata melawannya.


Dia begitu kesal, jika selama ini dia selalu tunduk pada suami dan mertuanya, tidak untuk sekarang. Dia akan mencoba melawan dengan cara halus dan lembut.


"Kamu jangan membantah ucapanku! Kamu itu di besarkan di panti asuhan, tiada siapapun yang datang melawatmu, jangan gunakan alasan ini untuk dekat dengan pria lain!". Bentak Rehan.


Aisyah terdiam mendengar ucapan suaminya, benar apa yang di katakanya, selama ini tiada yang berusaha mencari nya atau menemui nya sebagai kerabat. Caranya ini sangat bisa terbaca oleh suaminya. Dia memilih diam tidak menggubris perkataan Rehan lagi, karena ucapannya pasti akan mendapat tentangan pasti dari suaminya itu.


Mobil berhenti di depan sebuah gedung perbelanjaan, kebetulan wahida juga baru saja keluar dan langsung masuk ke dalam mobil dengan barang belanjaan di tangannya.


"Kenapa ibu tidak memesan taksi online saja seperti biasa?". Tanya Rehan yang turut kesal dengan ibunya yang hanya memanggilnya untuk di jemput ke dari belanja. Tapi dia menggunakan alasan itu untuk membawa Aisyah pergi dari ruangan itu.


Aisyah membulatkan mata mendengar permintaan mertuanya, selama menjadi istri Rehan, permintaan mertuanya selalu dituruti oleh suaminya. Sedangkan dia ingin meminta pembantu saja membantunya mengurus rumah banyak alasan, konon nya ingin berjimat.


"Lihat nanti dulu ibu, aku akan mengusahakan nya!". Balas Rehan.


Aisyah hanya menahan perasaan jengkel dengan Rehan dan mertuanya. Dia tidak akan lagi memprotes segala yang ingin Rehan lakukan. Dia hanya akan fokus dengan rencana masa depannya bersama Albar kelak.

__ADS_1


Mobil terus melaju kembali ke rumah sakit.


*


*


Sesampai di rumah sakit, Aisyah dengan antusias kembali ke ruangan biasa dia menunggu Albar. Sesampai di sana, sudah tidak terlihat dua manusia yang dia tinggal kan tadi.


"Kemana mereka? Jangan sampai Zack termakan bujuk rayu Desi hingga mau di ajak....". Dengan cepat dia menggeleng kepalanya mengusir segala prasangka buruk di otaknya.


Tidak berselang lama, Wahida dan Rehan juga sudah berada di dekatnya. Mertuanya itu ngedumel dengan suara pelan memaki sikap tidak sopan Aisyah yang jalan lebih dulu tanpa mempedulikan keberadaannya tadi.


"Kemana mereka berdua?". Tanya Rehan saat mengetahui kekasihnya dan lelaki tadi sudah tidak ada di tempat. "Tapi bagus lah, setidaknya aku tidak lagi melihat pria tadi...". Gerutu Rehan membuat Wahida bingung dengan ucapan anaknya.


"Lelaki siapa maksud kamu Rehan?". Jiwa kepo Wahida meronta - ronta.


"Itu lelaki yang mengaku kerabat Aisyah, datang tadi kononnya ingin menjenguk Albar...". Rehan menatap Aisyah dengan tajam, seolah perkataanya bermaksud menyindir istrinya itu.

__ADS_1


"Kerabat Atau...". Wahida turut menatap Aisyah dengan tatapan selidik. Yakin itu hanya akal - akalan Aisyah saja agar bisa dekat dengan lelaki lain.


Aisyah memilih tidak menghiraukan tatapan itu, walaupun kini suami dan mertuanya menjadi curiga padanya, tapi rencananya berhasil membuat suaminya gentar dengan kehadiran Zack tadi. Dia yakin suaminya itu merasa tercabar dan pasti lelaki itu akan kurang fokus dengan kekasihnya, Desi.


__ADS_2