
maaf seharian kemarin tidak update karena ada urusan di dunia nyata yang tidak bisa di undur. Harap reader sekalian tidak bosan menunggu updatan cerita amatirku ini.
*
Beberapa saat mereka larut dalam momen yang tidak terduga sama sekali, Zack yang menatap wajah Aisyah yang sedang tertawa seperti menghipnotis tubuhnya untuk mencium wanita itu. Sedangkan Aisyah yang awalnya gugup tapi saat menatap manik mata coklat milik Zack juga seakan tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan menerima begitu saja perlakuan lelaki itu terhadapnya.
"Ekhhm ekhhm". Seseorang berdehem menyadarkan mereka berdua. Zack dengan cepat menjauhkan wajahnya dari Aisyah dengan lembut. Serentak dua pasang mata itu melihat ke arah sumber suara.
"Kalian sedang apa?". Tegur Mega tampak bingung dengan pemandangan yang baru saja dia lihat.
"E - enggak kok mami, tadi ada sesuatu di wajah Aisyah jadi aku tolong mengusapnya". Jawab Zack gugup.
Bik Saras yang berada tak jauh dari brangkas tertunduk menahan tawanya. Dirimya sedari tadi berada di ruangan itu menyaksikan dari awal tapi seakan dirinya tidak terlihat oleh keduanya, ia hanya bisa menatap kaget dan tidak bisa berbuat apa - apa.
"Benar begitu bik?". Tanya Cleo dengan wajah kesalnya. Dia sedari tadi sengaja mengikuti calon mertuanya agar bisa masuk ke ruang rawat Aisyah. Tapi langsung di buat kesal dengan melihat tunangannya tampak mencium Aisyah meskipun posisi membelakangi mereka.
Bik Saras mendongak bingung, tapi ia mengangguk mengiyakan penjelasan lelaki yang menjadi tuannya.
"Jawab yang benar bik!". Bentak Cleo tidak puas dengan jawaban bik Saras.
"Benar non, tuan Zack hanya berusaha menyingkirkan sesuatu di wajah Aisyah aja kok". Bik Saras kembali menjawab yang lebih meyakinkan.
"Bohong!". Tapi Cleo tetap tidak percaya.
"Sudah, sudah kamu jangan kesal seperti itu, Zack pasti tidak kan berbuat seperti oitu dengan Aisyah, mereka berdua itu sudah seperti saudara sekarang. Kamu jangan cemburu dengan kedekatan mereka". Mega mencoba membujuk calon menantunya.
__ADS_1
Cleo memajukan mulutnya seperti mulut ikan kesal karena tidak mendapat pembelaan dari sang calon ibu mertua. Dia berjalan menghampiri Zack dan menarik lelaki itu keluar dari ruangan.
Mega menghampiri Aisyah dengan wajah khawatirnya. "Bagaimana keadaan kamu sekarang sayang?".
Aisyah yang di panggil dengan sebutan sayang langsung gugup, dia tidak pernah di perlakukan lembut seperti ini oleh seorang ibu selain Fatimah, wanita di hadapannya mengkhawatirkan seperti anaknya sendiri padahal mereka baru saja bertemu dan tidak terlalu akrap tapi sudah di angkat sebagai anak.
"Su - sudah lebih baik kok mami". Jawab Aisyah singkat. Rasa aneh yang ia rasakan saat bertemu pertama kali dengan Mega masih ia rasakan tapi dia malu untuk mengatakan atau memperlakukan layaknya seperti keinginannya
"Kamu jangan gugup seperti itu, anggap saja saya ini ibu kamu, jika memanggil saya dengan sebutan mami kamu tidak nyaman, kamu boleh memanggil saya dengan sebutan lain, bunda atau ibu begitu agar kita terasa lebih dekat lagi dan kamu tidak menganggap saya seperti orang baru asing yang baru ketemu". Saran Mega, ia melihat jelas di mata Aisyah begitu tidak nyaman dengan kehadirannya. Ia tahu tidak akan mudah mengatakan yang sebenarnya pada wanita itu tentang kenyataan yang terjadi di masa lalu.
Dari cerita yang ia dengar dari Aisyah tentang asal usulnya, ia mengetahui betapa bencinya wanita muda itu pada kedua orang tuanya yang telah tega membuangnya di panti asuhan. Aisyah hanya menganggap Fatima sebagai orang tuanya satu - satunya bukan sebagai ibu angkat seperti status mereka sebenarnya. Oleh karena itu, Mega memilih menutup mulut untuk sementara waktu tentang kenyataan yang sebenarnya pada anaknya sebelum berhasil membuktikan siapa dalang dari penculikan anaknya itu semasa masih bayi.
"Nggak kok mami, saya akan tetap memanggil anda mami seperti Zack memanggil anda mami karena itu yang paling nyaman". Jawab Aisyah dengan tersenyum tipis. "Daddy mana mami, kok nggak datang bareng mami ke sini?". Aisyah memang lebih akrap dengan lelaki paruh baya itu entah kenapa. Ia lebih nyama berbicara dengan Panji ketimbang Mega.
Jika orang lain pasti cemburu jika seorang wanita muda akrap dengan suaminya. Tapi tidak dengan Mega, dia yakin keakraban mereka pasti karena ikatan batin antara mereka. Keluarga yang lain banyak yang mewanti - wanti dirinya agar waspada dengan Aisyah yang kononnya kan merusak rumah tangganya bersama sang suami, dia hanya memilih tersenyum tidak menggubris ucapan keluarga nya karena lebih dulu mengetahui fakta sebenar tentang siapa Aisyah sebenarnya.
Sebelum pulang Mega lebih dulu menemui dokter untuk mengambil tes DNA rambut milik Aisyah. Saat pulang ke rumah Mega langsung menceritakan sosok Aisyah pada sang suami dengan antusias. Bahkan pasangan itu sama - sama menangis dalam kamar tidak menyangka akhirnya mereka menemukan anak mereka yang selama ini telah hilang. Mega sangat yakin Aisyah adalah anaknya dari perasaan aneh yang ia rasakan saat bertemu wanita muda itu pertama kali.
Keesokan harinya Panji juga datang kerumah sakit untuk melakukan tes DNA dan melakukan kontrol bersama dokter spesialis jantung.
Dan terbukti, sebelum majlis pertunangan Zack dan Cleo hasil DNA sudah keluar dan menyatakan Aisyah benar anak mereka berdua. Di dalam ruangan dokter Fahmi, pasangan paru baya itu menangis haru penuh kesyukuran karena akhirnya mereka bisa menemukan ana mereka yang selama puluhan tahun mereka cari.
Makanya saat bertemu pertama kali di malam pesta, Panji langsung memeluk anaknya dengan deraian air mata. Walau menadapat tatapan berbeda dari orang lain tapi ia tidak peduli dan tetap memilih menyembunyikan dulu identitas sebenar anak mereka untuk keselamatannya sesuai kesepakatan bersama antara Panji dan sang istri tercinta.
"Daddy kamu sedang istirahat di rumah kan, dia cuma menyampaikan salam untuk kamu agar cepat sembuh". Bohong Mega. Panji sebenarnya berada di rumah sakit yang sama sedang di rawat setelah melakukan transfusi darah pada sang anak.
__ADS_1
Mereka berdua lanjut bercengkrama hangat sambil memakan berbagai jenis buah bersama, sedangkan bik Saras duduk di sofa menjaga baby Albar agar tidak terjatuh saat tertidur.
Sementara di luar ruangan, tepatnya di di sudut yang jauh dari ruang rawat Aisyah. Zack menghempaskan tangan Cleo dengan kasar, setelah mengetahui hal sebenar, lelaki itu semakin membenci wanita bernama Cleo itu. Dengan tatapan tajam membunuh ia menatap wanita di hadapannya.
Cleo sedikit meringis. "Kamu kenapa sih kasar banget sama aku, sedangkan dengan orang lain kamu begitu lembut terlebih pada wanita sia lan itu". Teriak Cleo penuh emosi.
Zack tertawa yang begitu menakutkan untuk di dengar bahkan Cleo yang mendengarnya tampak kaget mengapa tungannya seperti itu, bahkan tatapannya sangat mengintimidasinya. Zack mengcengkram rahang Cleo dengan kuat dan mendorongnya hingga bersandar di dinding.
"Sudah tahu aku kasar sama kamu, tapi kamu tetap ingin bersama ku, jangan pikir setelah status kita berubah perlakuanku juga berubah, tidak akan! Aku selamanya akan kasar dan kejam sama kamu sampai kapan pun". Ujar Zack dengan tatapan melotot.
"Sekali lagi aku mendengar kau mengatai Aisyah dengan mulut busukmu itu, aku akan pastikan nyawamu tak akan berada di tempatnya detik itu juga, bukan dia yang patut di katai, tapi kau! Wanita sia lan, wanita berhati busuk, kau itu hanya akan membawa petaka dalam hidup orang lain". Sambung Zack melepas cengkeramannya dari rahang Cleo dengan kasar hingga perempuan itu tersungkur di lantai.
"Tega kamu memperlakukan ku seperti ini Zack". Lirih Cleo memegang rahangnya dengan deraian air mata.
"Berhenti bersandiwara di hadapanku, aku sudah tahu watak aslimu! Wanita yang sanggup melakukan apa saja demi ambisi dan obsesinya. Bahkan urat malu sudah tidak ada dalam diri, ingat! Ayah biologis saja belum tahu siapa". Cerca Zack sebelum meninggalkan Cleo dengan sejuta dramanya.
Cleo menghapus air matanya dengan kasar, kata - kata Zack yang terakhir berhasil membuatnya semakin emosi. "Dasar lelaki tak berguna!". Maki Cleo setelah Zack tidak terlihat. "Lihat saja! Aku akan balas semua ini jauh lebih sadis, aku akan buat hidup lo menderita!". Teriak Cleo dengan geram.
Drama sedihnya kini bertukar dengan kekesalan yang sangat mengganggu jiwanya, rasanya ia begitu ingin membunuh seseorang detik ini juga. Dengan langkah gusar, dia keluar dari gedung rumah sakit bertemu sahabatnya bersama - salam menuju markas mereka untuk menenangkan diri dengan cara nya tersendiri.
*
*
*
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah, dengan menekan like dan komen.
eh jangan lupa juga beri vote dan hadiahnya yah supaya author semakin semangat updatenya.