Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 242 memanas - manasi


__ADS_3

Keesokan harinya, sebanyak lima orang datang memenuhi panggilan Zack untuk membantu nya menyelesaikan pengebumian jenazah mboh Darmi. Mbah tidak mau jika orang di desa tahu akan berita kepergian istrinya, ia tidak suka dengan kerumunan orang - orang desa di sekitar tempat tinggal nya. Ia sebelumnya pernah mengalami kejadian yang mengerikan bersama sang istri sehingga mereka trauma bertemu dengan penduduk desa.


Pukul sepuluh bagi, proses pengebumian sudah selesai. Dua orang anak buah yang pernah datang berguru pada mbah Suryo di tugaskan memasak untuk mereka semua. Mereka tampak lihai melakukan perkejaan di gubuk itu seperti rumah mereka sendiri. Sementara menunggu hidangan siap, Zack, mbah Surya dan yang lainnya duduk di teras sambil ngobrol.


Mbah Suryo masih banyak diam atas kepergian sang istri tercinta. Ia berpikir berat bagaimana ia akan menjalani hidupnya mulai sekarang tanpa kehadiran istri di sisi nya. Usia merek yang sudah tua tapi cinta di hati keduanya tidak pernah termakan usia, tetap kuat seperti saat masing muda - muda dulu.


"Mbah, maaf kalau saya lancang. Tapi saya harus mengatakannya sekarang". Imbuh Zack dengan berhati - hati.


Dengan senyum cerah di wajah nya, mbah bertanya. "Katakan saja, nak. Nggak usah sungkan. Jangan enggak kepergian mboh mu ini sebuah musibah yang membuat hubungan kita sedikit meregang. Apa yang ingin kamu sampaikan pada mbah?".


Zack menghela nafas. "Saya tidak boleh berlama - lama di sini menemani mbah. Tapi saya juga nggak tega kalau ninggalin mbah sendirian di sini...". Zack memulai ucapannya.


"Bagaimana kalau mbah ikut saya ke kota?". Ajak Zack pada mbah Suryo.


Mbah Suryo bangkit dari duduk nya dengan susah paya. "Bukan nya mbah tidak ingin ikut, nak. Tapi mboh kamu baru saja meninggal dan mboh tidak mungkin meninggalkan nya sendirian di sini. Kasihan...". Imbuh Mbah Suryo berat hati meninggalkan makam istrinya.


"Mbah istighfar, kita boleh mengadakan tahlilan di kota atas kepergian mboh. Lagi pula mboh Darmi juga pasti akan sedih jika melihat mbah dari sana masih tinggal di gubuk ini sendirian. Mboh pasti akan sedih, mbah. Meskipun kita tinggal di kota, tapi kita masih bisa mengirimkan doa untuk mboh di sini. Yang di butuhkan mboh sekarang hanya doa dari kita semua dan kita tetap hidup bahagia meskipun mboh sudah nggak ada...". Bujuk Zack.


Mbah Suryo merenung jauh ke hadapan. Yang di katakan memang benar ada nya. Ia juga tahu akan hal itu, tapi hati nya sangat berat meninggalkan tempat ini, di sini adalah semua kenangan nya bersama sang istri. Jika ia tetap tinggal di sini, hati nya akan terus merasa kehilangan karena kenangan - kenangan terus teringat di bayangan nya.


"Mbah akan pikirkan. Tapi mbah tidak boleh ikut kamu besok, setelah tiga malam baru lah mbah akan memberi keputusan, sama ada mau tinggal di sini atau ke kota tinggal bersama kalian...". Sahut mbah Suryo setelah lama berpikir.

__ADS_1


Zack menghela nafas lega mendengar perkataan mbah Suryo yang ingin mempertimbangkan permintaan nya. Ia berharap setelah tiga malam, mbah Suryo memutuskan mau ikut tinggal bersama nya di kota.


Keesokan hari nya, Zack meninggalkan gubuk itu setelah berpamitan pada almarhum mboh Darmi di makam nya. Kelima anak buahnya di minta untuk bergilir menemani mbah Suryo untuk beberapa malam sehingga orang tua itu mau tinggal ke kota.


Sesampai di kota, Zack mendapat kamar dari Pundas jika ia dan beberapa orang lain nya kini bergerak untuk misi menyelamatkan Cleo dari penjara di pulau terpencil. Misi ini merupakan misi yang beresiko karena melibatkan pihak berkuasa dan tenaga keamanan internasional. Keamanan di sana sangat ketat dan susah untuk di terobos masuk. Tapi bagi Pundas tiada hal yang mustahil untuk dia lakukan.


Jika ia berhasil menyelamatkan Cleo, bukan hanya Jasmin yang akan terbebas dari pernikahan paksa Danish, tapi ia juga akan semakin di percaya dalam di percaya. Cleo juga bisa membantu Zack dalam menyingkirkan Danish, mereka akan membuat skenario untuk membuat keluarga itu berseteru dan berperang antara mereka sendiri.


Sementara di perusahaan, Zack mendapati penurunan harga saham akibat gosip - gosip yang beredar di luar sana. Tapi Zack malah tersenyum senang, dengan penurunan harga saham maka akan memudahkannya merebut kembali saham yang di pegang oleh Rehan dan bu Wahida.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit menemui bu Wahida untuk merundingkan hal ini. Setahu saya, pak Rehan sekarang memerlukan uang yang cukup banyak untuk melakukan operasi otak. Mana lagi pihak korban menuntut untuk di tambahkan pampasan atas kehilangan ahli keluarga mereka. Jadi ini adalah saat yang tepat untuk kita membeli saham perusahaan yang di pegang oleh mereka". Imbuh Direktur bernama pak Zulkifli. L


"Baik tuan". Sekertaris baru Zack bergegas mengerjakan perintah Zack.


"Kalau begitu kami pamit keluar dulu tuan. Kami juga harus mempersiapkan diri untuk pergi bersama anda ke rumah sakit". Pamit pak Zulkifli.


Zack hanya melambaikan tangan nya sebagai isyarat agar pak Zulkifli bisa keluar. Tiba - tiba pintu si ketuk dan memperlihatkan seorang wanita yang tidak asing bagi nya.


"Tante Shela?". Seru Zack menatap dingin ke arah Shela.


"Maaf tuan, kami sudah berusaha menahan ibu ini agar tidak naik keruangan tuan. Tapi dia ngotot dan memaksakan kehendak. Jadi kami minta maaf tuan". Imbuh sekuriti.

__ADS_1


Zack menghela nafas berat tapi ia ingin tahu apa penyebab Shela datang menemuinya. "Kalian boleh pergi!". Titah Zack pada dua orang sekuriti itu.


Setelah hanya ada mereka berdua, Shela menghampiri Zack dan duduk di hadapan nya dengan sorot mata tidak bersahabat.


"Katakan ada perlu apa tante ke sini?". Tanya Zack tanpa menatap wajah Shela.


"Di mana kamu menyembunyikan putri ku? Aku ingin bertemu dengan nya". Ujar Shela to the point.


Zack tergelak mendengar pertanyaan Shela. "Aku tidak tahu maksud tante apa? Bukan kah tante sendiri tahu kalau putri anda ada dalam penjara saat ini. Tapi tetang saja, sementar lagi pasti dia akan berada di hadapan anda dengan wajah yang berbeda. Lebih tepatnya serupa dengan wajah seseorang...". Balas Zack dingin.


Shela manatap bingung pada Zack. "Maksud kamu apa?".


"Aduh, ternyata tante tidak tahu yah apa yang sedang di rencanakan untuk putri anda. Sayang sekali, anda sebagai ibunya sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang hal ini. Saran saya saja yah tante lebih bali berhati - hati dengan pria bernama Danish itu. Dia hanya akan melakukan sesuatu yang menguntungkan bagi nya. Termasuk mendekati anda kembali...". Imbuh Zack dengan sinis.


Nafas Shela berhembus berat. Ia tidak menyangka jika Zack tahu semuanya bahkan lebih tahu dari nya. Ia geram dan menggerakkan meja dengan kuat.


"Kamu jangan coba - coba mempengaruhi ku! Aku datang ke sini hanya untuk mengetahui keberadaan putri ku yang bernama Jasmin, kamu sembunyi kan di mana dia?". Gertak Shela kesal.


Zack hanya tersenyum mencemooh. Ia berhasil mempengaruhi Shela. Ia yakin saat ini wanita itu mulai menaruh curiga pada Danish.


"Sabar, tante. Sesuai permintaan putri anda sendiri ia tidak ingin keberadaan nya di ketahui orang lain. Apa lagi anda, seorang yang tidak pernah ia kenal sama sekali. Jadi maaf, saya tidak bisa memberi tahu kan kepada anda". Jelas Zack dengan sinis.

__ADS_1


__ADS_2