
Zack remaja membayar sepasang suami istri untuk menyamar menjadi ibu bapa yang ingin mengadopsi anak di panti asuhan dimana pak Santo berkunjung hari itu. Ini dia lakukan demi mencari tahu asal usul setiap anak yang di rawat di sana.
"Kalian mengerti tugas yang perlu di lakukan bukan! Uang di tangan kalian hanya sebagai uang muka saja, jika informasi yang saya inginkan berhasil kalian dapatkan, maka uang di tangan saya ini milik kalian..". Zack memamerkan uang kertas bewarna merah sebanyak lima ikat untuk mengompori semangat pasangan itu.
"Tuan jangan bimbang! Kami pasti akan keluar dengan membawa info yang tua inginkan". Ucap lelaki di hadapannya.
"Bagus".
Pasangan suami istri itu pun segera masuk ke dalam panti asuhan dan menjalankan tugas mereka. Mereka tidak tahu siapa yang menyuruh mereka itu, karena mengenakan masker hitam dan topi hitam menutupi wajahnya. Yang mereka pikirkan sekarang adalah bagaimana bisa mendapatkan uang di tangannya dengan cepat dan membayar hutang mereka segera sebelum nyawa mereka melayang.
Sementara Zack menunggu di luar gerbang dengan gelisah serta cemas jika dua orang suruhannya itu gagal mengorek informasi yang dia inginkan. Setelah berusaha mencari tahu sendiri ke dalam panti asuhan tapi tidak membuahkan hasil, ini adalah inisiatif kesekian kalinya mencari tahu siapa anak yang diculik oleh orang tua kandungnya.
Setelah menunggu sekitar dua jam di bawah pohon rimbun tidak jauh dari panti, akhirnya Zack bisa melihat pasangan itu keluar dengan wajah yang sumbringan ke arahnya.
"Bagaimana? Dapat tahu yang mana anak itu?". Tanya Zack antusias dengan suara dikecilkan.
Pasangan suami istri itu saling bertatapan. "Awalnya kami dibawa berkeliling memilih anak yang ingin kami adopsi oleh bu Fatimah, pemilik panti ini. Tapi nggak ada seorang pun anak yang serupa dengan wajah di foto yang tuan perlihatkan tadi,....". Ucap wanita itu tergantung. memang sebelum masuk, Zack sempat menunjukkan foto daddy Panji dan mommy Melodi demi mempermudah mereka mencari anak itu.
__ADS_1
"Jadi kalian gagal?". Potong Zack kecewa. Pikirnya mungkin anak itu sudah di adopsi oleh pasangan lain terlebih dahulu sebelum dia datang mencari tahu. Wajahnya tampak pasrah dengan keadaan yang dia terima tapi wanita di hadapannya kembali melanjutkan ucapannya.
"Tapi saat kami sudah pasrah dan ingin pulang, tiba - tiba seorang gadis cantik nabrak kaki saya, wajahnya mirip banget dengan wajah wanita yang didalam foto tadi, saya yakin pasti anak itu yang tuan cari...". Ucap wanita itu dengan sangat yakin.
"Benarkah? Kalian ada mengambil gambarnya?".
"Itu yang kami tidak bisa berikan, ponsel kami tiba - tiba mati saat berada di dalam dan tidak sempat memotret wajahnya karena keburu di ajak pergi oleh karyawan bu Fatima. Saat kami mengatakan ingin mengadopsi gadis cantik itu, bu fatimah berkata anak itu tidak untuk di adopsi...". Jawab lelaki di samping wanita itu.
Zack merasa lega mendengar ucapan mereka, tapi dia harus memastikan anak itu benar anak kandung dari orang tua angkatnya. "Bagaimana penampilan gadis kecil itu?".
"Dia sangat manis, umurnya sekitar sembilan atau sepuluh tahun, berkulit putih, di bahagian bawah ketiaknya seperti ada tanda lahir berwarna coklat terang. Saya tidak sengaja memperhatikannya saat dia mengangkat tangan mengambil sesuatu, bajunya kebetulan tidak berlengan tadi". Jelas lelaki itu.
"Tanda lahir itu ada di bahagian mana?". Tanya Zack dengan penuh harap di hatinya.
"Kiri...".
"Yakin?". Tanya Zack memastikan.
__ADS_1
"Saya sangat yakin...". Tampak wajah pasangan itu tidak berbohong.
Zack sangat yakin, gadis yang mereka katakan adalah bayi yang dia cari. Sebelum pergi, Zack memberikan uang yang telah dia janjikan pada pasangan di hadapannya. Mereka begitu bersyukur mendapat uang dari usaha mereka yang tidak seberapa.
Tapi bagi Zack itu adalah info yang begitu penting untuknya, dia bergegas pulang ke mansion utama keluarga Purbalingga di mana dia tinggal. Dia akan menyampaikan kabar bahagia ini langsung pada kedua orang tua angkatnya.
Sesampai di Mansion, kehadiran Zack tidak di ketahui oleh semua yang berada di ruang tamu, terdengar mereka berdebat mengenai anak yang hilang itu, di tambah dengan hadirnya Zack membuat seringnya pertengkaran terjadi di mansion itu.
"Mama tidak mau tahu! Kalian harus mencari cucu mama secepatnya!". Tegas Oma Dinda, ibu kepada mommy Melodi.
Tampak Wajahnya begitu kesal kepada anak dan menantunya. Kecewa dan merasa tidak di hormati oleh mereka.
"Kami sudah berusaha sekuat tenaga mah, berbagai cara kami kakukan! Tapi tetap tidak membuahkan hasil, mungkin memang takdir belum mengizinkan kita bertemu dengannya...". Lirih mommy Melodi dengan suara yang bergetar, menahan sesak di dadanya akibat tekanan yang dia rasakan.
"Dan satu yang mama tidak suka dari kalian! Di saat anak hilang belum di temukan sampai sekarang, kalian malah sibuk membesarkan anak orang lain. Itu yang membuat kalian tidak fokus mencari cucu mama, anak pungut itu sudah menyita banyak masa yang harusnya kalian gunakan untuk mencari cucu mama!". Ucap Oma Dinda dengan dada yang naik turun menahan emosi.
Daddy Panji dan mommy Melodi tertunduk merasa bersalah, mereka tidak mampu melawan wanita di hadapan mereka. Hanya air mata dan tangis lirih dari mommy Melodi yang terdengar di sela kemarahan oma Dinda.
__ADS_1
"Mama tidak ingin tahu, kalian harus menemukan cucu mama dan buang anak pungut itu segera! Paham!". Tegas Oma Dinda kemudian berlalu pergi dari hadapan anak dan menantunya karena ingin menenangkan pikirannya yang sudah di selimuti amarah.
Mommy Melodi ingin memohon seperti biasa di kaki oma Dinda agar tidak membuang anak angkatnya, tapi dia tidak sempat karena langkah orang tua itu lebih cepat dari geraknya.