Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 48 Rasa yang aneh


__ADS_3

Dengan perasaan was - was, Zack menghampiri dua wanita yang sedang saling menatap dalam diam penuh kebingungan karena perasaan aneh yang tiba - tiba menjalar di hati mereka saat tanpa sengaja bertemu. Perasaan yang mereka sendiri susah untuk mengartikan nya.


"Mami kenapa malah ada di disini tidak langsung ke ruang rawat?". Tegur Zack seakan berusaha mengalihkan perhatian dua wanita itu.


Mendengar Zack memanggil wanita itu dengan sebutan 'mami', Aisyah langsung tahu bahwa mereka pasti pasangan anak dan ibu. Meskipun heran dengan wajah mereka yang sangat jauh berbeda. Dia hanya tersenyum ramah kepada dua orang di hadapannya itu yang sedang bercengkrama layaknya anak dan ibu.


Wajah wanita paruh baya tidak luput dari pandangannya, dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan hatinya saat melihat wanita itu dengan jarak yang dekat. Kerinduan dengan lelaki di hadapannya seakan sirna tergantikan dengan rasa yang aneh menurutnya. Keinginan untuk memeluk itu sangat tinggi. Tapi karena baru bertemu dan sama sekali tidak kenal antara satu sama lain, dia urung dan hanya menatap wanita itu dengan intens.


"Siapa yang kamu jenguk di sini?". Tanya Zack pada Aisyah membuat wanita itu sadar dari lamunannya.


"Hah, Aku kesini menemani bibik ku menumui anaknya yang sedang sakit. Kamu sendiri, siapa yang sedang sakit?". Aisyah balik bertanya.


"Kalian saling kenal?". Mega tampak cemas tapi masih penasaran dengan sosok wanita di hadapannya.


"Oh, maaf mami! Sampai lupa memperkenalkan kalian. Dia Aisyah teman Zack. Aisyah perkenalkan wanita cantik yang telah membesarkan ku, Nyonya Mega!". Imbuh Zack memperkenalkan mereka. Matanya tak lepas dari terus menatap wajah teduh pujaan hatinya.


Walaupun sebenarnya dia sangat merindukan wanita muda itu, ingin mengobrol lebih lama ditempat yang nyaman dan santai, ingin memeluk meluapkan kerinduan yang menderanya. Bahkan sekarang dia sangat membutuhkan sentuhan wanita itu untuk mengontrol emosinya karena semua masalah yang dia hadapi sekarang sungguh membuatnya stress dan lepas kendali.


Tapi dia tidak boleh gegabah, harus menahan gejolak hatinya lagi sebentar saja. Apa lagi sekarang ada mami di antara mereka, membuatnya tidak boleh berlama - lama berapa dalam kondisi mencekam seperti ini. Dia belum siap memperkenalkan identitas Aisyah yang sebenarnya.

__ADS_1


Sesuai pesan Jasmin juga. Aisyah tidak boleh terlihat akrap dengan mana - mana pria sebelum keputusan sidang perceraiannya selesai. Karena itu dapat memicu lawan mereka mendapat celah untuk menyerang balik di pengadilan.


Aisyah mengulurkan tangannya ke hadapan Mega untuk bersaman. "Aisyah tante".


"Teman kamu cantik sekali, persis seperti mami waktu masih muda dulu". Sahut Mega menyambut tangan Aisyah. Dengan reflek Mega memeluk wanita muda dihadapannya. Ternyata perasaan sama yang dirasakan oleh Mega saat menatap Aisyah. Tapi pikirnya mungkin karena wanita ini adalah pujaan hati anaknya, terlihat dari cara menatap anaknya itu pada wanita yang bernama Aisyah ini.


Tanpa sepatah katapun keluar dari mulut keduanya, pelukan erat membuat keduanya larut dalam perasaan aneh yang mereka sendiri tidak bisa menjelaskannya seperti apa? Ini kalian pertama keduanya merasakan hal aneh itu.


"Mami! Kita harus segera keruang rawat sekarang, aku begitu ingin melihat keadaannya". Ucap Zack pada Mega, terpaksa kedua wanita di hadapannya melerai pelukan yang menurut mereka sangat singkat. Lalu lelaki itu beralih menatap Aisyah yang tampak berat melepas pelukannya bersama sang ibu angkat. "Kami permisi dulu yah, Syah! kami harus memastikan kondisi keluarga kami". Ucapnya langsung menarik tangan maminya menjauh.


Aisyah membalas dengan seutas senyuman di paksakan. Dia masih begitu ingin dekat dengan wanita paruh baya itu. Wajahnya itu begitu menenangkan jiwa, entah disebabkan apa? Tapi dia merasa begitu nyaman berada di pelukan wanita yang baru dia kenal itu. Aneh bin Membingungkan. "Baru pertama kali bertemu tapi kok aku merasa sudah lama kenal yah? Jantungku juga berdegut tidak karuan tapi aku merasa bahagia bisa bertemu dengannya, aneh!". Gumamnya, lalu melangkah keluar dari rumah sakit menuju parkiran di mana bik Saras dan baby Albar susah lama menunggu.


Mega tanpa merasa curiga langsung menurut saja masuk sendiri ke ruang rawat itu yang sudah lengkap dengan pengawalan ketat. Meskipun dia masih banyak pertanyaan yang mengitari kepalanya untuk di katakan pada Zack, tapi sekarang yang da harus mengurung dulu niatnya untuk melihat keadaan Mawar.


"Kenapa wanita itu tidak mencegah Aisyah datang ke kota ini lagi? Jika keberadaannya terendus oleh mereka bagaimana?". Geramnya oada sang asisten.


"Maaf tuan! Ibu itu juga ingin melihat keadaan anaknya! Bukankah ini merupakan kesepakatan di antara tuan dengannya, saat mendapat kabar dari rekannya, dia cemas dan langsung pamit pergi, Aisyah yang melihatnya dalam keadaan seperti itu pun khawatir dan ikut menyusul..". Jawab Danial.


Setelah berbincang banyak dengan Danial dan telah memastikan wanita tua itu tidak sampai bertemu dengan ibu angkatnya, barulah Zack bisa bernafas lega. Sebelum masuk ke ruangan, dia kembali menegaskan semua yang perlu asistennya itu lakukan lagi.

__ADS_1


Saat membuka pintu ruangan, dokter tampak menjelaskan keadaan Mawar pada Mega. Menurut penjelasan dokter, wanita itu mengalami keretakan yang sangat parah di beberapa bagian tulang akibat hentaman bentar tumpuk, usus besar di dalam perutnya mengalami pecah yang teruk, pasien juga kemungkinan mengalami gegar otak yang kemungkinan membuatnya koma dengan jangka waktu yang tidak bisa diprediksi, bahkan mungkin saat sadar pun dia akan mengalami amnesia.


Mendengar itu, seketika darah Zack kembali memuncak ke ubun - ubun. Lelaki itu mengepalka tangannya menahan getaran hebat akibat amarahnya yang kembali menguasai dirinya. Dendam pada pelaku kekejaman itu semakin dalam, jika sebelumnya dia tidak terlalu ambil pusing dengan kehilangan orang sebelumnya yang berakhir pada tragedi mengenaskan, Zack hanya menyerahkan kasus itu sepenuhnya pada pihak polisi, tidak untuk saat ini. Dia akan membalas dendam karena sudah berani menyentuh orang terdekat baginya, bahkan darah yang mengalir dalam diri mereka sama karena dari benih lelaki yang sama. Dia tidak peduli dengan keadaan ayah dan ibu kandungnya yang sudah tega membuangnya, tapi saudara nya sudah tentu dia peduli karena dia sama sekali tidak bersalah. Bahkan ikatan persaudaraan antara mereka begitu kental. Kasih sayang antara mereka tidak neko - neko.


"Sabar tuan!". Danial menepuk bahu Zack untuk menyadarkan bosnya itu untuk tetap mengontrol emosinya di depan nyonya besar.


Hufh


Zack mencoba meredam amarahnya dengan menarik nafas dalam kemudian membuangnya kasar. Nasib dia masih bisa tenang.


"Kami dokter akan melakukan yang terbaik untuk semua pasien kami. Harap ibu juga keluarga pasien yang lain bisa tabah menerima kenyataan ini. Saya secara pribadi mendoakan pasien cepat sadar dan sembuh". Ucap dokter Zaki. "Saya harus pamit, ada pasien yang lain yang harus saya tangani". Pamit dokter itu mendapatkan anggukan perlahan saja dari Mega.


Di brangkas terbaring wanita dengan begitu banyak penopang hidup yang di sekujur tubuhnya. Wajahnya sudah tidak terbentuk, karena begitu banyak lebam dan jahitan di sana. Sungguh menyayat hati siapa saja yang melihatnya, termasuk Mega yang menangis histeris dengan suara tertahankan di samping brangkas.


Sesekali menyeka air mata yang menetes dengan deras, Mega menceritakan sesuatu yang kembali menghiris sanubarinya. "Waktu kalian masih kecil, Mawar selalu menangis sendiri sedangkan kamu asik bermain sendiri. Mami selalu menghampiri untuk menanyakan apa penyebab dia selalu menangis, tapi dia hanya menggeleng kepala menolak mengatakannya dan malah memaksakan diri tersenyum ke arah mami. Dia gadis yang baik dan tak enakan orangnya". Mega kembali tertunduk menangis.


Meskipun sedang diselimuti amarah, Zack tetap sabar mendengar curhatan ibu angkatnya. Hati juga ikut tersayat menyadari petapa menyedihkan hidup saudaranya dulu.


"Saat dia pergi menyambung pendidikannya di pesantren, buku harian miliknya terjatuh dari rak buku di kamarnya. Mami membaca satu persatu lembaran yang tertulis dalam lembaran itu. Dan setiap lembaran juga mami sedih membacanya, hingga mami menemukan sebab mengapa dia selalu bersedih dan itu karena.....". Ucapan Mega kembali terpotong disebabkan hatinya semakin sesak mengingat apa yang tertulis di lembaran buku harian milik Mawar semasa kecil.

__ADS_1


Zack mengusap bahu Mega mencoba menyalurkan semangat melalui sentuhannya. Dia begitu penasaran dengan isi dari lembaran itu. Tapi dia harus menunggu wanita itu tenang terlebih dahulu. "Apa yang tertulis di buku harian itu sampai mami sedih seperti ini?


__ADS_2