
Akhirny ketiga pengawal memutuskan untuk merusak tingkap yang ada pada kamar mandi untuk menyelamatkan tuan muda mereka. Setelah berhasil masuk, mereka bergegas menggeser tubuh Zack sedikit menjauh dari pintu agar pintu bisa di buka dan Zack segera di larikan ke rumah sakit terdekat.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit!". Titah Mega cemas. Ia turut berlari di punggung pengawal yang mengangkat tubuh gagah milik anaknya.
Panji baru saja menuruni tangga tampak heran dengan apa yang terjadi. Melihat Zack di Popong oleh dua orang pengawal membuat ikut cemas, ia lebih dulu menghampiri sang istri untuk bertanya yang sudah terjadi.
"Ada apa ini Melodi?". Tanya nya pada amg istri.
"Zack, mas! Zack pingsan dalam kamar mandi, kita sama - sama hantar dia ke rumah sakit yah?". Ajak Mega sangat cemas.
Panji yang melihat penampilan istrinya yang masih memakai baju kebun lantas memintanya bertukar pakaian terlebih dahulu.
"Tapi kamu masih memaka ini, kamu tukar pakaian dulu yah, biar anak kita di bawa oleh pengawal ke rumah sakit". Balas Panji.
"Nggak perlu! Hati ku nggak akan tenang, aku mau mengantarnya peduli apa orang bilang tentang penampilanku saa t ini yang penting aku ingin menemani anakku yang sedang sakit". Tolak Mega menarik tangan suami menuju mobil yang sudah tersedia..
Panji tiada pilihan selain menyetujui permintaan istrinya. Walaupun istrinya terlihat kurang segar dan tercium bau aneh di tubuhnya akibat peluk sehabis berkebun tapi Panji sama sekali tidak keberatan apa lagi merasa jijik berdekatan dengan sang istri. Baginya istrinya itu istimewa dan semua yang di miliki adalah kelebihan termasuk apa yang terjadi saat ini.
Aisyah keluar dari persembunyiannya hanya bisa tersenyum haru melihat keharmonisan keluarga nya, mereka tampak sangat menyayangi Zack sama seperti mereka menyayangi Aisyah. Seketika ia menyesal berniat memberi tahu pada kedua orang tuanya tentang rahasia yang selama ini Zack sembunyikan. Ia yakin jika ayah nya tahu maka ia tidak kan lagi melihat pemandangan yang menghangatkan seperti tadi. Semua nya pasti kan berubah drastis karena Panji tidak mungkin memaafkan perbuatan Zack tidak sama dengan Mega yang tidak peduli dengan masa lalu, yang terpenting saat ini ia bahagia bersama seluruh ahli keluarganya dan ia tidak ingin kehilanga seorang pun lagi.
(Kembali ke adegan dalam mobil)
Mega memilih duduk bersama sang nak di jok belakang, kepala Zack di letakkan di pangkuannya agar Zack merasa nyaman sambil diolesi minyak kayu putih ke hidungnya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan tiada habisnya Mega berteriak meminta supir agar meningkatkan kelakuan mobil. Panji dan supir tidak bisa membantah selain diam dan hanya geleng kepala memaklumi kecemasan wanita paruh baya itu.
Sering Panji memintanya untuk tenang bukannya mendengar perkataan suaminya, Mega malah marah dan mencerca dengan banyak pertanyaan.
"Apa mas nggak cemas melihat anak kita sakit seperti ini? Kalau mas nggak cemas jadi jangan paksa aku ikut seperti mas yang tidak peduli dengan nya! Dia adalah putra ku, selama nya menjadi putra ku!". Tangis Mega kembali pecah dengan sikap Panji yang sangat santai menanggapi masalah ini.
"Bukan seperti itu melodi, mas cuma nggak mau kamu turut jatuh sakit karena terlalu cemas seperti ini, tolong kawal emosi kamu, anak kita itu pria yang kuat lihat aja tubuhnya kekar seperti itu. Kalau pingsan pun InsyaAllah nggak akan mati kok". Balas Panji membujuk sang istri.
"Mas lebih baik diam aja di situ! Apa mas tahu tentang apa yang aku rasakan, aku seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya tidak seperti kamu seorang ayah yang tidak peduli sama anak sampai sekali...". Imbuh Mega kesal tapi air matanya tetap menetes membasahi pipinya.
"Siapa bilang mas tidak peduli, mas juga peduli, cemas juga tapi mas bisa mengontrolnya tidak bersikap berlebihan seperti kamu ini. .". Sahut Panji tidak terima jika di katakan tidak peduli.
"Kalau kamu peduli maka apa pun kesalahan yang pernah ia lakukan, kamu bisa memaafkannya?". Mega malah bertanya dengan ketus.
Mega membuang muka kesal, tapi sudut bibirnya sedikit terangkat mendengar pujian dari sang suami tercinta. Semua yang berada dalam mobil yang sam hanya bisa tersenyum dan geleng kepala dengan sikap romantis majikan mereka. Walau pun bertengkar tapi tetap terdengar lucu dan menggemaskan, tidak melulu mesra baru terlihat harmonis, kadang pertengkaran itu yang membuat pernikahan langgeng.
Sesampai di rumah sakit, Zack langsung di tangani oleh pihak rumah sakit. Panji memeluk istrnya diluar pintu ICU, Mega tidak habis menumpahkan air matanya membuat Panji heran dengan sikap berlebihan istri nya itu tapi karena tidak ingin kembali bertengkar ia pun memilih diam.
Bukan karena kondisi Zack saat ini yang membuat Mega bersikap berlebihan seperti ini tapi ketakutannya tentang sebuah perpisahan yang membuat dirinya lemah dan tak berdaya.
*
*
__ADS_1
Sekarang Zack sudah di pindahkan ke ruang rawat berkelas, di samping nya Mega setia menemaninya. Wajahnya juga tampak pucat dan lemas karena terlalu lama bersedih. Aisyah di terus saja membujuk meminta ibunya membersihkan diri lalu turut istirahat, ia sengaja meminta kamar yang terdapat dua kasur untuk memudahkan ibunya istirahat di samping Zack.
"Ibu pergilah bersihkan diri dulu, Aish membawakan baju ganti untuk ibu lalu istirahat lah di kasur itu. Ibu tidak mau kan kalau Zack sadar nanti malah cemas melihat kondisi ibu yang seperti ini?". Tanya Aisyah mencoba membujuk.
Mega menggeleng sambil memegang tangan Aisyah. "Janji lah sama ibu, nak! Jangan sampai keluarga ini pecah". Mohon Mega pada putrinya.
"Aku janji ibu". Jawab Aisyah setuju.
Mega akhirnya setuju untuk membersihkan diri lalu istirahat bersama putranya di ruangan ini.
*
*
Sikap Mega yang berlebihan membuat Panji heran dan memilih mencari tahu sendiri penyebab nya. Menghubungi mata - mata nya yang berada di kantor yang udah lama tidak ia hubungi untuk mencari tahu informasi apa aja yang tidak dia ketahui.
Di hadapannya duduk seorang lelaki kurus yang hanya terlihat punggungnya aja tanpa di perlihatkan wajahnya. Ia menceritakan semua yang terjadi di kantor selama beberapa hari terakhir termasuk yang terjadi di rooftop tadi pagi.
Wajah Panji tampak dingin mendengar setiap penjelasan dan info dari lelaki itu, ia tidak menyangka jika selama ini sebuah rahasia berhasil di sembunyikan dengan sangat rapi oleh Zack. Setelah mengatakan semua yang di ketahui nya pada bosnya, lelaki itu pun keluar dari ruangan, hanya bibir nya yang tersenyum sinis yang diperlihatkan.
Setelah kepergian lelaki itu, Panji meremas kertas yang berada di hadapannya dengan sangat kesal. Matanya tampak sangat menunjukkan kebencian dan dendam.
"Ternyata meskipun aku yang membesarkannya, memberinya kasih sayang, sering mengajarkannya menjadi orang yang baik tapi jika memang bibitnya jahat maka tetap akan jahat. Licik sekali dia sama seperti kedua orang tua kandungnya...". Gumam Panji dengan wajah yang geram.
__ADS_1
"Tunggu saja pembalasanku!".