Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 57 ternyata


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Cleo terus memikirkan apa yang di ucapkan sahabatnya tadi. Jika benar si Jasmin merupakan salah satu musuh bebuyutannya selama ini, maka makin sulit untuknya menjadi wanita terkuat di dunia mafia negara ini.


Sesampai di rumah, Cleo kembali mendengar keributan di dalam rumahnya. Kejadian seperti ini yang membuatnya bosan pulang ke rumah, selain karena rindu kepada kedua orang tuanya, tiada lagi yang bisa menahannya dari terus berpikir untuk pulang jika hanya akan di suguhkan pertengkaran antara keduanya.


"Sekarang apa lagi yang membuat kalian bertengkar?". Cleo masuk dengan santainya ke ruang kerja Anjas dan duduk menyilang kan kaki di sofa.


"Cepat katakan padaku, siapa yang telah melakukan semua kejahatan itu?". Bentak Shela pada suaminya.


"Aku sudah katakan, Sayang. Jika ada yang ingin aku lakukan pasti melibatkanmu, kamu adalah penasihat semua renacanaku. Aku sudah katakan itu sebelumnya bukan!". Bujuk Anjas.


"Aku bukan bodoh akan percaya dengan kebohongan mu itu, aku masih muda Anjas untuk mengetahui kejahatan apa saja yang telah kamu lakukan tanpa sepengetahuan ku...". Sahut Shela dengan ketus.


"Siapa lagi yang sanggup melakukan sema itu demi ambisinya? Hanya kamu mas, bahkan saat kamu mandul pun kamu sanggup membuat aku tidur dengan lelaki lain hanya demi memiliki seorang anak...". Cercanya lagi penuh emosi.


Cleo yang awalnya terlihat santai kini tampak syok setelah mendengar perkataan mamanya. "Maksud mama apa?". Tanya Cleo ingin memastikan ucapan mamanya.


"Diam kamu Shela! Cleo adalah anakku, kamu jangan sesekali mengatakan yang tidak - tidak!". Anjas kini berubah geram.


"Sampai kapan kita harus menyembunyikan hal sebenar dari Cleo Anjas? Bahkan sekarang kamu menjerumuskannya jauh ke dalam dunia kotor itu, dia sudah menjadi jahat sama seperti kamu bahkan jauh lebih jahat. Meskipun dia terlihat lembut dan manis di hadapan kita semua, tapi di belakang dia telah menjadi wanita yang tidak punya perasaan simpati sedikit pun, itu semua karena didikan mu Anjas!". Bukannya diam, Shela semakin membuka semua rahasia yang mereka simpan selama ini dari anaknya.


"Aku bilang diam, diam!". Anjas sudah gelap mata karena emosi mendengar teriakan istrinya, dia mencekik leher Shela dan mengangkatnya hingga tidak menapak pada lantai.


"Aku berikan segalanya padamu supaya nurut, tapi kamu semakin di beri hati semakin ngelunjak...". Ucap Anjas mengeratkan cekikannya.


"Ma - mas, lepas mas". Pinta Shela yang hampir kehabisan nafas, bahkan lehernya semakin terasa sakit.


"Kamu memang pantas mendapatkan semua ini perempuan tak tahu diuntung!". Anjas tidak mengindahkan ekspresi kesakitan istrinya.


"Lepaskan mama, paham!". Kini Cleo tidak sanggup hanya berdiam diri melihat mamanya akan di bunuh oleh lelaki yang selama ini dia anggap papa. "Apa pun yang diucapkan mama tadi? Aku tetap anak papa, hanya papa lelaki yang pantas menjadi ayahku selamanya...". Bujuk Cleo datar.


Tapi benar saja, Anjas langsung menurunkan Shela dan melepaskan tangannya dari leher wanita itu. Anjas kemudian keluar dari ruangan itu dengan kesal dan menghempaskan pintu dengan kuat.


"Apa papa Anjas benar bukan ayah aku?". Tanya Cleo tanpa menatap mamanya. Bahkan Shela yang meringis kesakitan pun dia tidak peduli. Kenyataan pahit yang baru saja dia ketahui membunuh simpatinya terhadap sang mama.

__ADS_1


"Setelah mama melahirkan kamu, mama baru tahu jika papamu mandul dari surat yang dia sembunyikan, mama pernah ingat sekali waktu itu mama seperti sengaja di beri obat perangsang oleh papamu dan malah di tinggal pergi karena ada urusan, mama yang saat itu merasa sangat membutuhkan sentuhan seorang lelaki, terpaksa memanggil pengawal pribadi mama untuk melayani mama sampai benar - benar hilang efek obatnya. .. Dan ternyata hal itu di ketahui papamu tapi anehnya dia tidak keberatan..". Jelas Shela susah payah.


Cleo bangkit dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Shela yang masih terlihat memegang lehernya karena sakit.


*


Di dalam sebuah rungan perkantoran yang begitu luas. Zack baru mengetahui sebuah fakta mengejutkan tentang Anjas dari salah satu bawahannya.


"Jadi Cleo itu anak siapa? Jelas banget wanita itu hanya dijadikan alat untuk mencapai ambisi orang tuanya..". Gumam Zack.


"Pastikan mereka berkata jujur tentang siapa yang membayar mereka...". Tegas Zack pada Danial.


"Baik tuan". Jawab Danial langsung menghubungi seseorang untuk melanjutkan penyiksaan pada tawanan mereka.


Tok


Tok


Tok


"Ini semua yang tuan minta tadi". Imbuh Pak Jefri meletakkan berkas itu di hadapan Zack.


Zack membaca dengan cermat semua isi yang tertulis di setiap kertas. Dia akhirnya menemukan sebuah kejanggalan yang menyebabkan semua pemegang sahamnya memilih mundur dari menanam saham di perusahaannya.


"Ada kan meeting bersama mereka dua hari dari sekarang, pastikan semuanya hadir untuk menyingkirkan hama perusak diantara mereka!". Tegas Zack pada pak Jefri.


"Baik tuan". Jawab Pak Jefri.


"Sekarang keluarlah, kerjakan tugasmu yang terbengkalai karena masalah ini". Usir Zack.


Pak Jefri sedikit menunuduk, "saya permisi tuan". Dan berlalu keluar dari ruangan CEOnya.


"Apa yang akan kita lakukan pada keluarga itu tuan?". Tanya Danial tentang keluarga besar Cleo yang sudah helas mengibarkan bendera perang antara mereka meskipun sekarang dia remi menjadi tunangan wanita itu, tapi tetap saja perusahaan milik Purbalingga tidak di lepaskan.

__ADS_1


"Kita tetap pada rencana awal, sama - sama kita lihat tanggapan mereka setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya...". Jawab Zack tersenyum misterius.


"Kamu urus yang lain, aku ingin ke rumah sakit sekarang. Tentang keluarga Mawar yang ingin menjenguk, pastikan dengan pengawasan yang ketat". Tegas Zack memaki jasnya dengan benar.


"Baik tuan, pasti saya lakukan dengan baik". Jawab Danial membungkuk melepas kepergian Zack.


Mereka berpisah dengan jalur perjalanan yang berbeda dan bertentangan, Danial menuju markas sedangkan Zack menuju rumah sakit di mana pujaan hatinya di rawat.


Sesampai di rumah sakit, Zack langsung menuju ke ruang rawat eksklusif tempat Aisyah di rawat. Di sana sudah lengkap dengan beberapa pengawal untuk menjaga wanitanya. Dia langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Hal yang dia sudah prediksi sebelumnya terjadi, kedua orang tau angkatnya sedang bercengkrama hangat bersama wanitanya.


"Hey anak nakal! Apa mami tidak pernah mengajarkanmu tentang sopan santun! Ketuk dulu pintunya sebelum masuk....". Omel Mega.


"Maaf, aku tak akan melakukannya lagi". Santai Zack.


"Aisyah cerita bahwa orang yang menyerang kalian adalah orang suruhan dari suaminya, apa itu benar nak?". Tanya Mega.


"Belum pasti, tapi lelaki bang sat itu juga harus menerima akibat dari semua ini...". Ucap Zack.


"Bilang sama Jasmin, tolong selesaikan perceraian mereka secepatnya, mami paling tidak suka bila seorang lelaki selingkuh, apa lagi yang mami dengar jika lelaki itu selingkuh terang - terangan tanpa ada erat malunya sama sekali... Mami akan pastikan lelaki itu hancur telah menyakiti wanita yang begitu baik seperti Aisyah". Tekat Mega dengan wajah sinis nya.


"Mami tenang aja, pengadilan sedang memproses gugatanku kok, mungkin beberapa hari lagi surat dari pengadilan akan sampai di rumahnya". Imbuh Aisyah.


"bagus lah kalau begitu, secepatnya kamu akan bebas dan kurang tekanan lagi...". ucap Mega melirik suaminya yang sedang asik bedain dengan ponselnya.


*


*


*


terima kasih atas dukungannya, maaf jika ada tersalah ejaan, alur cerita yang berbelit - belit, tapi saya usahakan meminimkan kesalahan pada tulisan saya. saya usahakan memberi alur cerita yang menarik sehingga membuat reader merasa nyaman dan senantiasa rindu dengan update cerita ini.


Terima kasih sekali lagi, saya tunggu hadiah dan vote nya bagi yang sudi memberikan sebagi bentuk semangat dari anda.🥰

__ADS_1


__ADS_2