Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 197 menuju gubuk mbah Suryo


__ADS_3

Dilan bersama beberapa anggota nya kini menuju lokasi yang di berikan oleh Zack. Mereka di hukum untuk tinggal di pinggir hutan bersama mbah Suryo dan mboh Darmi selama tiga hari. Sebenarnya Zack ingin menghukum mereka lebih lama tapi Zack memerlukan mereka untuk menyelesaikan masalah nya dengan Danish.


"Sekarang kita harus merasakan apa yang sudah tuan Zack lalui selama beberapa bulan terakhir. Tuan juga berpesan agar kita melakukan apa saja yang di perintahkan oleh mbah yang bernama Suryo itu. Katanya mbah Suryo dapat melatih kita menjadi lebih kuat dan bertenaga bahkan teknik bertarung kita akan meningkat jika dilatih oleh nya...". Ujar Dilan pada yang lain sambil berjalan menyusuri jalan kecil perkebunan.


"Saya ingat - ingat kan, kita pernah ke sini mencari tuan Zack tapi sama sekali tidak ketemu. Mungkin pasangan tua itu tidak mau memberi tahu kita keberadaan tuan Zack karena khawatir kita ini musuh yang ingin membunuh tuan...". Ujar yang lain bernama Arpa.


"Yang di lakukan pasangan tua itu adabenar nya juga, siapa suruh penampilan kita waktu itu kayak preman, mau di bilang pahlawan tapi seram kan nggak lucu menurut mereka. Bagi saya pribadi sih, memang lebih baik tuan tinggal di sini, lebih aman jauh dari jangkauan klan Black tiger...". Seru yang lain bernama Pama.


"Benar, tuan bisa memulihkan diri dan membina kembali kekuatannya menjadi lebih tinggi berbanding sebelumnya. Lihat tuan Zack sekarang, aura membunuhnya semakin terlihat, aku akan berlatih dengan sungguh - sungguh agar bisa di andalkan tuan Zack suatu saat....". Sahut Arpa membenarkan ucapan Pama.


"Apa kalian membawa air, aku haus sekali sekarang...". Ujar Dilan dengan nafas yang tersengal - sengal.


"Aduh bang Lan. Maka nya jangan sombong jadi orang, tadi kami pesan awal - awal bawa air minum tapi bang Lan bilang tak perlu. Sekarang minta air kami, kami juga mau minum...". Pama keberatan memberikan air minumnya yang tinggal sedikit, ia segera menghabiskan air minumnya tanpa tersisa sebelum Dilan merebut nya dari tangan nya.


"Kamu memang kurang ajar yah, awas kamu aku akan membuat mu lenyap detik ini juga!". Ujar Dilan dengan sangat geram.


Melihat Dilan akan berubah menjadi 'HUCK', mereka pun segera menghabiskan air minum mereka tanpa tersisa. Dilan semakin geram dan mengejar semua anggotanya..


"Lark kalian! Lari sekuat tenaga kalian, jika aku bisa mendapatkan kalian maka kalian akan mati di tangan ku detik itu juga!". Teriak Dilan mengancam.


"Kejar aja bang Lan yang kencang! Kaki kaki kecil dan pendek kayak gitu mau kejar kami, ha ha ha". Arpa malah berteriak menghina kaki Dilan yang memang lebih kecil dari kaki mereka.


Yang lain ikut tertawa dengan ucapan Arpa barusan.

__ADS_1


"Apa kalian bilang! Kalian memang nggak ada akhlak sama sekali! Aku tidak akan peduli lagi pada kalian mulai sekarang". Teriak Dilan kesal.


"Ampun bang Lan. Kamu cuma bercanda kok, bang Lan jangan ambil hati ucapan kami".


"Maaf kan kami bang Lan!". Teriak Pama dan Arpa bergantian.


"Kalau minta maaf tuh berhenti, dasar kalian tiada hormat - hormatnya sama aku, kurang ajar!". Bukannya mulai tenang, Dilan malah semakin kesal. Semua anggota seolah - olah tidak menghormatinya.


"Stop!!!!!!". Arpa berhenti dan menahan rekan - rekan nya juga.


"Tahu pun kamu takut". Dilan berseru gembira. .


"Bang Lan jangan senang dulu, aku meminta kalian berhenti karena kita sudah hampir sampai di depan gubuk yang tuan Zack maksud. Kalian ingat kan pesan tuan Zack sebelum kita ke sini, jangan menimbulkan keributan sedikit pun, bersikap sopan lah karena mereka tidak suka sikap orang yang bar - bar seperti kita...". Arpa mengingatkan semuanya.


"Kali ini kalian bebas, tapi ingat lain kali kalian tidak akan aku biar kan hidup tenang lagi. Aku akan memastikan kalian berlima akan diam di tangan ku". Imbuh Dilan mengancam.


"Aduh, bang Lan nih pendendam banget sih jadi orang. Kami minta maaf bang Lan, kami hanya bercanda kok tadi supaya bang Lan semangat larinya dan terbukti tanpa minum air pun bang Lan tetap sampai ke sini bahkan lebih awal dari waktu yang telah kita perkirakan...". Pama menjelaskan maksud nya yang sebenar pada Dilan.


"Halah,,, alasan aja kalian. Pulang nanti awas aja kalian akan aku musnahkan satu persatu..". Dilan sama sekali tidak mengindahkan permintaan maaf dari anggotanya.


"Terserah bang Lan saja lah. Sekarang kita harus akur dulu supaya pasangan tua yang tinggal di gubuk tua itu bisa menerima kita tinggal bersama mereka sesuai permintaan tuan Zack". Arpa pun tidak ingin berdebat dan mengiyakan saja pertengkaran ini.


"Assalamualaikum"..

__ADS_1


Tiba - tiba seorang kakek tua menyapa mereka dengan tatapan bingung tapi sangat menyeramkan di mata mereka..


"Wa wa waalaikumsalam kek eh mbah eh nek...". Jawab mereka serentak dengan gugup.


"Mbah Suryo, panggil aja mbah Suryo. Kalian ke sini, ke pinggir hutan terpencil ini mau cari siapa?". Tanya kakek itu yang ternyata pria tua yang mereka cari.


Keenam mereka saling menatap, "Akhirnya kami ketemu dengan mbah, kami ke sini di utus oleh seorang pria yang pernah mbah rawat selama beberapa bulan terakhir. Ini kami ada rekaman suara dari nya jika mbah ragu dengan ucapan saya". Sahut Dilan merasa lega kemana bertemu dengan pria yang tepat.


"Maksud kamu, nak Zack mengirim kalian ke sini? Bagaimana kabarnya sekarang? Apa dia sampai ke kota dengan selamat?". Cercq Mbah Suryo sama sekali tidak ragu dengan dengan ucapan segerombolan anak muda di hadapannya.


Mbah Suryo masih ingat dengan jelas wajah mereka, mereka lah yang dulu nya datang ke rumah bertanya tentang keberadaan Zack. Tapi sayang nya dia malah tidak mengatakan yang sejujurnya karena takut jika mereka adalah musuh pria yang ia tolong. Tapi setelah Zack menjelaskan jika mereka adalah bagian dari dirinya, mbah Suryo jadi tidak ragu lagi.


"Mbah tidak meragukan kami? Sila dengarkan rekaman ini dulu untuk meyakinkan mbah dulu". Saran Dilan mengeluarkan ponsel nya untuk memutar rekaman suara Zack yang di berikan padanya.


"Nggak perlu, saya percaya sama kalian kok. Tapi saya juga mau dengar suara nak Zack untuk melepas rindu, istri saya pasti senang mendengar suaranya". Balas mbah Suryo. "Kalau begitu kita ke rumah saya saja, saya ingin mendengar suara nak Zack bersama istri saya yang tercinta". Tawar mbah Suryo.


"Iya mbah, mari". Jawab mereka serentak..


"Tapi maaf yah kalau rumah saya kecil dan terlihat sangat sederhana. Maklum lah, tinggal di pinggir hutan ini asal untuk bia berteduh dari hujan dan panas matahari saja, dan yang lebih penting selamat dari hewan buas dari hutan. Tapi kalian tenang saja, selama saya tinggal di sini hanya beberapa kali di hampiri hewan liar dan buas, seperti harimau, gajah, rusa dan banyak lagi, selagi kita tidak mengusik mereka, mereka juga tidak akan mengganggu kita". Jelas mbah Suryo sepanjang perjalanan mereka menuju gubuk.


Mereka membatin salut dengan perjalanan hidup mbah Suryo yang penuh kekurangan tapi dengan kekurangan itu bisa membuat pria tua itu kuat dan cerdas dalam menjalani hidup di pinggir hutan ini berdua dengan istrinya, sementara yang sudah pada hijrah membina pedesaan yang lebih modern. Mbah Suryo bukan seperti orang asli yang kita ketahui, karena ia bisa berbahasa layaknya orang lain cuma mereka lebih suka tinggal di pinggir hutan ini dari pada harus hidup bersama yang lain nya di pedesaan..


"Mas? Mas bawa siapa ke rumah nya kita?". Mboh Darmi kaget dan tampak takut.

__ADS_1


__ADS_2