
Dilan kini sudah sampai di rumah sakit milik keluarga Purbalingga. Sore tadi Aisyah sudah di pindahkan ke sana agar Zack mudah menjaga Aisyah dan kedua orang tuanya. Di rumah sakit iti juga ada kemudahan khusus untuk keluarga besar mereka yaitu satu lantai yang di khusus kan untuk kamar perawatan dan peristirahatan mereka.
Tidak sebarang orang yang bisa naik ke lantai ini. Hanya orang yang memiliki kartu keamanan khusus yang di benar kan masuk secara automatik. Termasuk Dilan, ia sudah memilik sebuah kemudahan itu. Hanya dengan menempelkan kartu itu pintu terbuka secara langsung tapi bukan sampai di situ saja. Keamanan di lantai itu sudah di tingkatkan, dengan menggunakan berbagai macam saringan keamanan baru lah Dilan berhasil berjalan ke kamar rawat Aisyah.
"Sudah melakukan janji temu sebelum nya?". Tanya pengawal yang berjaga di depan pintu ruang rawat Aisyah.
"Apa - apa kalian ini, kalau saya sudah ada di sini yah atas permintaan tuan Zack lah. Kalian pikir saya saja - saja ingin datang tanpa tujuan". Kesal Dilan.
Sudah melakukan berbagai macam saringan keamanan dengan menahan kesabaran, mereka malah menahan nya setelah ia sudah lelah melakukan semua itu. Mata nya menatap tajam ke arah pengawal itu.
"Tunjukkan bukti nya. Kami hanya menjalan kan tugas kami, tolong beri kerja sama". Ujar pengawal lagi.
Dengan kesal, Dilan mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan chat nya bersama Zack tadi. "Ini bukti nya. Buk pintu iu cepat!". Geram Dilan..
Mereka dengan senang hati pun membuka kan pintu itu setelah menekan kode keselamatan ruangan itu. Hanya mereka berdua yang tahu kode itu dan beberapa orang lain nya termasuk bu Saras, Mawar dan Zack sendiri. Jika tidak ada hal penting maka tidak boleh masuk kecuali tiga orang itu dan dokter khusus yang merawatnya.
Dengan wajah sinis, Dilan melewati dua pengawal itu. Di dalam, Zack sudah menunggunya dengan penasaran. Aisyah berada di ruang kaca agar virus tidak mudah tertular padanya. Jika Zack menemui tamu nya dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Bagaimana sistem keselamatan lantai ini? Apa kamu puas?". Sindir Zack melihat kekesalan di wajah tangan kanan nya itu.
"Sangat puas, Tuan. Jika ada perkara penting yang ingin saya sampai kan lebih baik tuan yang datang menemui saya. Saya sudah cukup lelah seharian tanpa istirahat, menemui anda saja saya harus mengiras emosi terlebih dahulu. Saya nyerah, tuan. Lebih bak saya pulang tidur". Cerca Dilan kesal.
"Jangan banyak mengeluh, sekarang katakan apa yang ingin kamu tunjukkan pada ku?". Balas Zack cuek.
"Saya datang cuma ini menyerahkan ponsel ini pada tuan". Imbuh Dilan menyerahkan ponsel yang ia terima daru rekan nya pada Zack.
"Ponsel siapa ini?". Tanya Zack memastikan.
"Ini merupakan ponsel dari pembunuh bayaran yang di sewa Rehan, Rafa dan yang lain menemukan ponsel ini di lokasi kecelakaan non Aisyah. Tuan bisa membaca dan melihat rekaman dan setiap isi di dalam nya untuk lebih meyakinkan...". Ujar Dilan.
"Ternyata mereka yang menculik Aisyah merupakan anak buah suruhan Cleo? Dan orang yang sengaja menembak mereka baru lah orang suruhan Rehan. Mereka sama sekali tidak bersekongkol dan sengaja membunuh Aisyah dengan cara itu melainkan mereka dari orang yang berbeda. ..". Ucao Zack meyakinkan dirinya.
"Dan hebatnya, pembunuh bayaran yang di sewa Rehan merupakan pembunuh profesional, ia berhasil menyelidiki semua masalah yang sedang di hadapi klien dan korban nya. Di ponsel itu menunjukkan semua nya. Ia sengaja menghubungi Aisyah agar datang ke lokasi di mana anak buah Cleo sering melakukan pertemuan. Saat melihat kesempatan emas di depan mata mereka, non Aisyah datang seorang diri ke pada mereka pun langsung menculik nya. Sesuai yang ada di ponsel itu. Ponsel itu terhubung langsung ke kamera yang ia sering bawa di pada tubuh pemilik ponsel ini". Jelas Dilan.
"Kamu memang benar, Lan. Tapi di sini tidak terekam jelas wajah pembunuh bayaran itu. Ia sering memakai topeng waja yang berbeda. Jadi kita kurang pasti yang mana wajah asli dirinya. Tapi berkat dia kita bisa mengetahui semua yang di rencana kan oleh anak buah Cleo. Yang membuat aku heran, bagaimana dia bisa tahu semua hal ini?". Bingung Zack.
__ADS_1
"Itu yang menjadi misteri saat ini. Pria ini sangat misteri. Dia bisa tahu semua nya dalam sekejap saja. Tapi yang saya bisa lihat dari sifatnya, siapa yang membayarnya maka dia akan berkerja sama dengan orang itu, dia tidak terikat sama siapa pun. Dia bekerja sendiri, jika tugas nya selesi maka kerja sama selesai. Dia bisa kita manfaat kan". Imbuh Dilan menerka sesuai yang ia perhatikan melalui rekaman suara dan video yang ada.
"Kamu benar, cari orang ini dan lakukan kerja sama dengan kita. Jika perlu pertemukan aku dengan nya. Aku ingin lihat siapa dia sebenarnya. Aku sangat penasaran dengan sosok nya...". Kata Zack setuju dengan saran yang di sampaikan Dilan.
"Jika tuan setuju maka saya akan segera menyelidiki siapa pria misterius ini. Saya akan membuat temu janji dengan nya. Kalau begitu saya pamit pulanh dulu, izin kan saya tidur dulu ya tuan. Sudah beberapa hari ini saya kurang tidur untuk menyelidiki kecurigaan saya ini dan akhirnya menemukan petuntuk juga. Sekarang baru lah saya bisa sedikit merasa tenang untuk beristirahat sebentar saja...". Ujar Dilan dengan penuh harap.
"Siapa bilang kamu bisa tidur dengan tenang sekarang. Kamu bilang tadi yang menemukan ponsel ini adalah Rafa dan rekan - rekannya tapi kenapa malah kamu yang memberikan nya padaku? Kamu pasti ingin memanfaatkan mereka bukan. Aku menganggap penyelidikan kamu belum membuahkan hasil. Kamu harus bekerja lebih keras lagi untuk membuktikan kecurigaan kamu ini. Kita harus menyingkir kan si Cleo itu agar bisa segera hidup tenang dan damai". Ujar Zack Cuek dengan permintaan Dilan..
Dilan membulatkan mata mendengar perkataan Zack. Ia tidak menyangka jika Zack akan berlaku sangat kejam padanya. "Baik lah jika itu yang tuan ingin kan. Saya siap laksanakan". Imbuh Dilan tanpa semangat.
Zack sampai tercengang dengan balasan Dilan. Ia tidak menyangka jika pria itu malah akan pasrah begitu saja dengan apa yang ia perintahkan.
"Ha ha ha. Aku hanya bercanda. Kamu bisa istirahat, aku tidak pernah memaksa mu melakukan semua ini untuk ku. Tapi aku sangat berterima kasih pada kalian semua yang sudah berkerja keras membantu ku. Kamu dan yang lain nya sangat baik padaku". Imbug Zack penuh syukur.
Dilan terheran - heran dengan sikap Zack saat ini. Ia tidak menyangka jika Zack benar - benar akan berubah ke arah yang lebih baik. Sebelumnya ia sudah berjanji untuk tidak mengekang mereka semua. Jika ada yang memilih mundur dan hidup normal seperti orang lain maka dia tidak akan melarang malah ikut senang dengan keinginan mereka.
Sekarang Zack dengan lembutnya menyampaikan jika ia bersyukur dengan bantuan yang di berikan oleh Dilan dan yang lain nya.
__ADS_1
"Semua yang kamu lakukan sudah tanggungjawab kami tuan. Tuan tidak perlu segan seperti itu. Kami juga senang bisa menolong tuan dan keluarga kok. Anggap saja yang kami lakukan ini adalah balas budi kami karena tuan sudah menolong kami dulu nya. Kami yang harus nya berterima kasih pada tuan karena sudah mengubah hidup kami jadi lebih bermakna". Balas Dilan dengan senyum bahagia.