Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 235 kisah silam Danish


__ADS_3

Mengerti keinginan Pundas. Danish segera mengisyaratkan agar dua ponakannya dan anak buahnya keluar dari ruangan nya. Robert dan Ronal terlihat keberatan dengan pengusiran ini.


"Hei, maksud kamu apa meminta kami keluar dari sini? Kamu mau menipu om Danish, kan? Sekali lagi saya tekan kan, kami akan tetap ada di sini mendengar wpw saja yang akan kamu sampai kan pada om Danish..". Imbuh Ronal tidak ingin keluar.


Meskipun Danish sudah menatapnya sinis tapi Ronal tetap bersikeras tidak ingin keluar. Ia khawatir Pundas memperbodoh om nya.


"Saya di sini tidak ada niat sama sekali untuk menipu bos Danish. Selama ini informasi yang saya berikan benar - benar akurat, kalian sendiri yang membuktikannya....". Jelas Pundas membela diri.


"Selama ini kalau ada yang ingin kamu katakan kami juga selalu dengar, jadi kenapa sekarang kami perlu keluar terlebih dahulu. Aku tahu selama ini kamu hanya ingin mendapatkan kepercayaan om Danish, maka selalu menyampaikan informasi yang benar, sekarang pula baru kamu ingin menipu nya makanya kamu tidak mau kami mendengarnya. Iya kan? Ngaku saja kamu!". Sahut Robert turut menyudutkan Pundas.


"Maaf, saya tetap tidak akan menyampaikan informasi ini jika kalian masih ada di sini. Setelah bos Danish mengetahui hal ini, terserah dia mau mengatakan pada kalian atau tidak. Karena ini menyangkut masalah pribadi bos Danish". Pundas beralih menatap Danish meminta pendapat.


Danish penasaran dengan yang ingin di sampai kan Pundas padanya. "Masalah pribadi aku?". Batin nya teringat sesuatu yang merupakan aib nya yang tidak ada satu pun yang mengetahui nya.


"Kalian keluar saja dulu...". Tegas Danish pada mereka semua.


Robert dan Ronal tiada pilihan lain. Danish tampaknya tidak ingin mereka tahu masalah ptibadinya yang ingin di katakan oleh Pundas. Sebelum keluar, Robert dan Ronal memberi tatapan mengancam pada Pundas agar tidak macam - macam pada Danish.


"Katakan apa yang kamu ingin sampaikan tadi! Saya tidak ingin mendengar sebuah lolucon dari mulut mu tentang masalah pribadi ku". Kata Danish setelah ruangan hanya ada dirinya dan Pundas.


Pundas mengatur nafas nya terlebih dahulu sambil melangkah mendekati Danish. "Saya mendapat tahu jika anda dulu pernah menjadi seorang pengawal pribadi istri pak Anjas, sahabat pak Panji. Apa itu benar?..". Bisik Pundas.


Danish membulatkan mata tidak menyangka jika rahasia yang selama ini ia sembunyikan dengan rapi dapat di ketahui oleh orang lain. Sudah dua lima tahun ia mengganti identitas nya dari pria bawahan menjadi seorang kaya raya seperti sekarang. Entah siapa lagi yang mengetahui hal itu selain Pundas, jika ada maka orang itu akam segera lenyap di tangan nya.

__ADS_1


"Dari mana kamu mengetahui hal itu?". Tanya Danish ketus.


"Saya mengetahui nya dari hasil tes DNA yang di lakukan Zack terhadap anda dan Jasmin. Ia juga ternyata melakukan tes DNA pada Cleo, dan hasil nya sama. Dan yang lebih mengejutkan lagi Jasmin dan Cleo ternyata adalah saudara kembar tidak identik. Saya sudah menyelidiki semua nya sebelum datang ke sini, dan saya yakin tiada yang tahu kecuali saya saja. Mereka tidak akan bisa mengalahkan keahlian ku dalam bidang ini". Tutur Pundas dengan percaya diri.


Danish syok mendengar perkataan Pundas. Ia tidak menyangka jika selama ini ia telah di bohongi oleh seorang wanita yang selama ini ia cintai. Majikan wanita nya yang selalu ia lindungi bahkan ia beri kehangatan saat majikan wanita nya merasa kesepian. Ia terbawa suasana sehingga ia ingin memiliki nya seutuhnya, tapi bodohnya ia hanya di manfaatkan oleh majikan wanita nya untuk mengisi kesepian nya saja tanpa ada sedikit pun perasaan yang terselit di hatinya.


Danish yang patah hati menghilang secara tiba - tiba dari hadapan semua orang membawa kekecewaan hatinya. Tekat nya sekarang adalah menjadi orang sukses mengalahkan Anjas, suami wanita yang di cintai nya. Hinaan Shela sangat menyayat hatinya, pekerjaan nya sebagai pengawal pribadi membuat wanita itu tega memanfaatkan benih nya untuk mendapatkan seorang anak.


"Sebelum kamu menceritakan semua yang kamu ketahui, aku ingin memastikan apa benar hanya kamu yang mengetahui hal ini?". Tanya Danish memastikan.


Pundas mengeluarkan sehelai kertas dari saku baju yang ia pakai. "Ini adalah hasil tes DNA yang belum sempat di baca oleh Zack. Saya sudah memanipulasi surat ini sehingga isinya dapat di samarkan. Yang di pegang oleh Zack adalah hasil yang palsu sedangkan yang ini lah aslinya...". Sahut Pundas meyakinkan.


Danish membawa hasil tes DNA itu dengan wajah yang di tekuk. Ia kembali teringat kejadian puluhan tahun yang lalu, saat ia berusaha mengambil anak nya dari Shela.


Di ruang VIP rumah sakit, Shela sedang terbaring lemas selepas melewati masa menegangkan melahirkan buah hatinya. Meskipun terlahir dari benih seorang pengawal pribadi, tapi anak yang ia lahirkan tetap ia idam - idam kan selama ini. Seorang puteri yang persis sama dengan wajah nya.


Prakkkk....


Pintu di buka secara kasar oleh seorang pria dengan tatapan yang menyeramkan terhunus padanya.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau selama ini anak yang kamu kandung adalah anak ku, darah daging ku?". Cerca pria itu menghampiri Shela.


"Da Dani? Da dari mana saja kamu?". Shela tampak ketakutan, air matanya sudah basah akibat cemas dengan diri nya sendiri.

__ADS_1


Tidak terduga, pria itu tidak menyakiti Shela melainkan memeluknya hangat sambil menangis haru. "Terima kasih kamu sudah bersusah paya melahirkan buah hati kita. Aku tahu selama ini sebenarnya kamu juga mencintaiku, pekerjaan ku saja yang menjadi penghalang kita untuk tidak bersatu..". Lirih pria bernama Dani itu. Ia kemudian melepas pelukannya dan menatap wajah Shela lekat.


"Sekarang aku sudah sukses, sayang. Aku bisa membuat mu bangga terhadapku. Aku bisa membahagiakan mu dan anak kita mulai sekarang, aku ingin memiliki mu seutuhnya, kamu kamu kan?". Seru Dani antusias.


Mata Shela membulat sempurna, permintaan Dani sangat tidak mungkin untuk dia penuhi. Bagi nya suami nya adalah dunia nya, ia akan melakukan apa saja untuk membahagiakan suami nya. Jadi tidak mungkin ia meninggalkan Anjas hanya untuk hidup dengan pria lain, meskipun dia adalah ayah dari anak yang ia lahirkan.


Shela menggelengkan kepala menolak permintaan Dani.


Dani murka dan melepas bahu Shela perlahan, ia melepaskan kekesalannya pada barang - barang di sekitarnya saja.


"Katakan apa lagi kurang ku sehingga kamu tidak mau hidup bersama ku? Aku tidak miskin lagi seperti dulu, sekarang aku sudah bergelimang harta bahkan lebih banyak berbanding yang di miliki suami sialan kamu itu. Aku juga berhasil memberi mu anak sementara dia hanya lah seorang pria mandul!". Teriak Dani penuh frustasi.


Ia kembali memegang bahu Shela kuat. "Katakan apa kurang ku?". Tanya Dani dengan nafas yang tidak bisa di kontrol.


"Ka kamu tidak kurang apa - apa, Dani. Cuma...". Shela mencoba menenangkan Dani tapi ucapannya di potong oleh Dani.


"Cuma apa? Katakan, Shela cuma apa?". Tanyq Dani geram.


"Aku hanya mencintai suami ku, aku sama sekali tidak mencintai mu! Aku tidak bisa mencintai pria lain selain suami ku". Jelas Shela ketakutan.


Dani melangkah pasrah menjauhi Shela. Setelah lama berpikir dalam diam. Dani akhirnya tidak memaksa Shela lagi tapi dengan syarat yang tentunya membuat Shela tidak bisa berkutik.


"Aki tidak akan memaksamu untuk ikut bersama ku tapi anak yang kamu lahirkan harus bersama ku....". Imbuh Dani dengan wajah tegas.

__ADS_1


__ADS_2