
"tapi kita harus membalas nya bagaimana? Kekuatan kita saat ini hanya ayah kandung kamu, Danish. Tapi apa kah kamu setuju dengan rencana nya yang ingin mengubah identitas kamu dan wajah kamu?". Tanya Shela.
"Apa mami yakin jika pria itu adalah ayah kandungku? Selama ini aku selalu curiga pada Jasmin, kenapa dia tidak bisa menjadi target dan korban ku, ternyata di belakangnya ada pria itu menjaga nya". Imbuh Cleo kesal.
Shela sudah menceritakan hal sebenarnya pada Cleo. Seharian berada terkurung dalam aparteme di jadi kan waktu yang tempat untuk bercerita masa lalu pada Cleo.
"Kamu tidak boleh dendam pada Jasmin, Cleo. Apa lagi sampai ingin menyingkirkan nya, dia adalah saudara kamu, kalian mami kandung dalam waktu bersamaan. Kalian kembar meskipun tidak serupa. Mami yang tahu sebab mami yang mengandungkan kalian berdua. Cuma keadaan waktu itu memaksa mami memisahkan kalian berdua...". Jelas Shela.
Cleo membuang muka malas. Ia tidak menyala jika selama ini ia memiki saudara kembar. Dan wanita itu adalah salah satu wanita yang membuat nya kesal. Dia pernah berniat ingin membunuh Jasmin, dan keinginan nya itu tidak akan berubah meskipun status mereka saudara. Cleo, jika sudah membenci seseorang, maka ia tidak akan pernah puas jika tidak membunuh orang itu dengan tangan nya sendiri.
Mereka saat ini sedang menikmati hidangan mewah di mall tempat mereka berbelanja. Mereka memesan tujuh menu spesial yang tersedia di mall ini. Mereka menikmatinya tanpa takut sama sekali jika keberadaan Cleo terciduk oleh pihak polisi.
Pundas dan lainnya yang malah was - was di posisi mereka masing - masing. Saat Pundas ingin menghampiri Cleo dan Shela. Tiba - tiba ponsel nya berdering memaparkan Zack sebagai pemanggil.
"Katakan ada masalah apa yang sedang terjadi?". Cerca Zack saat panggilan berhasil terhubung.
"Cleo dan ibunya berhasil keluar dari Apartemen. Kami tidak kuasa menghalangi dan hanya bisa mengawasi pergerakan mereka selama di luar...". Sahut Pundas dengan berbisik..
"Sekarang posisi kalian di mana? Apa kah mereka masih aman?". Tanya Zack memastikan.
"Sekarang kami berada di Mall Starla Square. Satakat ini masih aman, cuma mereka saat ini sedang...". Kata Pundas.
Zack memotong ucapan Pundas dengan pertanyaan. "Cuma apa? Pasti kan mereka tidak menggalakan rencana kita!". Potong Zack kesal..
__ADS_1
"Mereka makan tanpa menggunakan masker, saya baru ingin menghampiri mereka untuk mengingatkan kemungkinan buruk yang akan terjadi tapi tuan malah menghalangi saya". Balas Pundas.
"Kurang ajar kamu! Sana lakukan tugas kamu dengan baik". Zack akhirnya mematikan panggilan sepihak. Ia bergegas menuju mall untuk memastikan keadaan Cleo dan ibunya.
Mbah Suryo kini sudah masuk ke dalam kamar nya istirahat, selepas ngobrol kosong sebentar bersama Zack.
Sesampai di mall, Zack memakai masker dan topi hitam agar menyamarkan identitasnya. Ia menghubungi Pundas untuk bertanya di mana keberadaanya saat ini. Setelah tahu, Zack bergegas ke lantai lima dimana mereka berada. Tapi saat menaiki lift, ia bertabrakan dengan dua orang pria yang berprofesi sebagai polisi. Bagaimana ia tahu, dari kartu identitas yang tidak sengaja mereka jatuh kan saat menabrak tubuh nya.
"Mereka polisi yang sedang memakai baju santai, mereka ingin naik ke lantai lima. Cleo dan Shela masih berada di sana tanpa menggunakan masker. Jika kedua polisi ini melihat Cleo, maka gagal semua rencana ku". Gumam Zack dalam hati.
"Bapak pasti polisi. Sedang santai jalan - jalan di sini ya pak?". Sapa Zack basa - basi.
"Sebenarnya kami sedang mencari buronan yang berhasil kabar dari penjara, pak. Ini wajah nya, jika anda melihatnya harap bisa tolong melapor ke kantor polisi segera atau panggil kami jika melihat mereka ada di mall ini...". Salah seorang polisi memperlihatkan foto Cleo yang sedang memakai baju biru khusus baju tahanan penjara di pulau itu.
Tapi pesan nya hanya bercentang satu abu - abu. Menandakan Pundad tidak membaca pesannya. "Semoga bapak polisi sekalian mendapat petunjuk. Saya harus bergegas pergi karena ada urusan penting mendadak...". Zack Pamit dan berlalu pergi meninggalkan kedua polisi itu di depan lift.
Zack kemudian menghubungi Pundas untuk meminta mereka segera pergi sebelum polisi menemukan keberadaan Cleo. Tapi nomer Pundas tidak aktif. Kemungkinan ponselnya mati kehabisan cash.
"Aku harus mencari mereka di sudut mana sekarang? Aku harus bergerak cepat sebelum polisi itu berhasil menemukan mereka". Batin Zack berlari kesana - kemari mencari Pundas.
Saat ia melihat kelibat Pundas dari kejauhan, ia sama sekali tidak melihat keberadaan Cleo dan Shela tapi Kedua polisi itu juga sedang berjalan mendekati mereka. Zack mendahului kedua polisi itu seolah tidak mengenali mereka.
"Kamu di sini ternyata, di hubungi tidak aktif. Dasar tidak becus kamu!". Zack memukul kepala Pundas kesal.
__ADS_1
"Maaf tu..., eh maaf. Aku tidak sempat mengecas ponsel ku karena terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain. Masalah mereka tapi aku yang selalu menyelesaikannya seorang diri". Balas Pundas mengeluarkan ketidakpuasan nya pada Zack.
Zack tercengang dengan yang dikatakan Pundas padanya. "Awas aja kamu Pundas! Berani kamu mengeluh padahal semua nya memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kamu". Kesal Zack dalam hati.
"Mana mereka sekarang? kamu lihat dua pria di sana. Mereka itu adalah polisi yang sedang melakukan penyamaran untuk mencari keberadaan Cleo di sekitar mall ini". Bisik Zack.
Pundas membulatkan mata nya syok. Karena posisi dua polisi yang di tunjuk Zack sangat berdekatan dengan meja Cleo dan Shela makan. Ia bergegas menghampiri mereka untuk segera membawa mereka pergi setidaknya memakai masker untuk menutupi wajahnya. Tapi sayang belum sempat ia memanggil kedua wanita itu. Ada yang menahan bahunya.
"Anda jangan menganggap mall ini milik anda. Seenaknya ada main tabrak - tabrak orang, lihat di belakang, seorang anak kecil menangis karena anda telah menabraknya". Ujar orang itu yang ternyata salah seorang polisi yang di tunjuk oleh Zack tadi.
Pundas baru menyadari, jika sikap nya tadi mengakibatkan ia tidak fokus pada orang di sekitarnya sehingga tanpa sengaja menabrak tanpa ia ketahui.
"Sana minta maaf! Malah bengong aja kayak orang linglung...". Teriak polisi satu nya lagi.
Pundas memberi isyarat pada rekan nya untuk membawa Cleo dan ibunya pergi dari sini sekarang, sementara dia akan mengelabuhi dua polisi itu. Tapi sayang nya tiada satu rekan nya yang paham mengapa mereka harus membawa kedua wanita itu pergi sementara di tempat ini aman - aman saja. Jadi mereka tidak tidak menghiraukan isyarat dari Pundas.
Zack menghela nafas berat karena ia yang harus turun tangan sendiri membawa kedua wanita itu pergi dari sini secepatnya sebelum kedua polisi itu mengetahui keberadaan Cleo.
"Maaf mbak. Kalian harus pergi dari sini secepatnya karena tempat tidak aman untuk kalian berdua". Imbuh Zack pada Cleo dan Shela dengan suara berbisik.
"Kamu siapa, hah? Kamu tidak berhak meminta kami pergi. Sana! Kamu saja yang pergi".
Di luar dugaan, Cleo malah membentak dan tidak mendengarkan ucapan Zack. Semua mata tertuju pada nya termasuk kedua polisi itu.
__ADS_1