Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 282 Terharu


__ADS_3

Kami bisa masuk untuk menunggu nya kan dokter?". Tanya Mawar mengalah Zack.


"Sudah tentu, saya keluar juga ingin mengajak kalian untuk masuk bersama menunggu mome"n bahagia ini bersama..". Imbuh Dokter. "Tapi sebelum nya saya ingat kan sekali lagi, sebelum Aisyah sadar di harap tetap tenang dan jangan menimbulkan keributan, cukup memberi nya dorongan agar bangun dengan perlahan". Pesan Dokter. .


"Baik lah dokter, kami paham". Seru mereka.


"Kalau begitu kita bisa masuk sekarang". Ajak dokter mempersilahkan semua nya untuk masuk.


Saat dalam ruangan, seperti permintaan Dokter, mereka semua tidak menimbulkan suara yang bisa mengganggu Aisyah. Bu Saras, Mawar dan pak Sabaruddin memutuskan untuk membaca Alqur'an untuk kesembuhan Aisyah dan kedua orang tua nya. Sementara mbah Suryo memutuskan untuk ke mushola dulu untuk melaksanakan sholat Dzuhur sekali gus mendoakan Aisyah. Dokter tadi pula pamit beberapa menit kemudian karena harus memeriksa pasien lain.


Sementara Zack setia berada di samping Aisyah, menggenggam tangan lembut wanita itu sambil membisikan semua yang terjadi saat ini ke telinga Aisyah sebagai perangsang agar ia sadar.


"Kamu tahu, Syah. Sekarang kami begitu bahagia karena sebentar lagi kamu akan sadar kembali. Bu Saras, Mawar dan pak Sabaruddin seperti biasa kalau datang menjenguk kamu mereka pasti akan membacakan Alquran, mbah Suryo juga tak kalah perhatian juga loh sama kamu. Dia memang nggak ada di sini nungguin kamu tapi ia sekarang lagi ke musholah doain kamu agar cepat sembuh dan kembali menemani hari - hari kami. ..". Bisik Zack antusias.


Tiba - tiba Zack teringat satu perkara yang sebelumnya berhasil membuat Aisyah memberi respond.


"Jika kamu ingin mendengar kabar Albar, aku nggak bisa bilang apa - apa Syah. Aku belum bisa menemukan dia untuk kamu. Jadi ku mohon sadar lah agar kita bisa sama - sama mencari keberadaan nya. Pastk dia saat ini sedang menunggu kita untuk datang menyelamat kan nya. Jadi ku mohon sadar lah, aku nggak sanggup menjalani semua ini tanpa kamu di samping ku". Imbuh Zack benar - benar sedih.


Bukan hanya untuk merangsang Aisyah sadar, tapi ia benar - benar memerlukan Aisyah untuk menemani nya menjalani semua masalah ini. Mengenai Albar, ia tahu Aisyah akan kecewa pada nya karena gagal menjaga putra nya. Tapi ia bisa apa semua nya terjadi di luar kendali nya.


Benar dugaan nya. Tangan Aisyah jari jemari Aisyah kembali bergerak membuat Zack mendongakkan kepalanya menatap lekat wajah wanita itu yang sedang meneteskan air mata. Perlahan tapi pasti mata Aisyah perlahan terbuka.

__ADS_1


Semua yang berada di dalam ruangan fokus me arah Aisyah. Bu Saras, Mawar dan pak Sabaruddin mengakhiri bacaan alquran nya dan menghampiri Aisyah. Kedua wanita beda generasi itu saling berpelukan sambil meneteskan air mata dalam senyap. Sementara pak Sabaruddin melontarkan senyuman yang indah sebagai penyambutan kembali nya majikannya.


"Aisyah!!". Lirih Zack memanggil Aisyah.


Aisyah menatap bingung ke arah Zack dan juga semua yang ada di ruangan ini. Zack tampak cemas jika hal buruk terjadi Aisyah sehingga wanita itu bersikap seperti itu pada mereka..


"Kamu masih ingat dengan kita semua kan, Syah?". Tanya Mawar yang sepemikiran dengan Zack.


Aisyah hanya menghela nafas berat. Lalu kembali menatap Zack dengan lekat kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaan Mawar. Zack tidak bisa membentuk rasa gembira nya, memeluk Aisyah dengan erat dan meneteskan air mata yang sedari tadi ia tahan dengan susah paya.


"Alhamdulillah". Seru .mereka serentak.


"Akhir nya kamu sadar juga, sayang. Kamu tahu betapa tersiksa nya aku selama ini karena kamu...". Lirih Zack sedih.


"Sudah Zack, lepaskan pelukan mu dulu. Lihat Aisyah dia pasti merasa kesakitan kamu peluk dengan sangat erat seperti itu, dia itu bar sadar tubuh nya pasti belum cukup fit". Imbuh Mawar mengingatkan Zack kalau Aisyah masih kurang nyaman.


Pintu di ketuk dari luar dan memperlihat kan mbah Suryo yang sudah kembali dari musholah. Zack segera melepas pelukan nya karena khawatir mbah Suryo juga akan mengkritik nya.


"Alhamdulillah, kamu sudah sadar nak". Sapa mbah Suryo.


"Ini semua berkat pertolongan kakek". Sahut Aisyah membuat semua nya menatap bingung pada nya.

__ADS_1


"Semua yang terjadi atas kehendak Allah. Kakek hanya menjadi perantara saja. Apa yang kamu rasakan sekarang?". Tanya mbah Suryo pada Aisyah.


Meskipun semua nya bingung tapi tiada siapa pun ingin mencela obrolan keduanya termasuk Zack.


"Tapi aku merasa aneh kek, kenapa aku saat ini merasa sangat sedih padahal seharusnya aku bahagia...". Kata Aisyah membuat Zack tertunduk merasa bersalah. Ia ingin jujur pada Aisyah saat ini juga tapi mbah Suryo menghalangi nya untuk mengatakannya sekarang.


Zack paham kode yang di berikan pada nya, jadi sebisa mungkin ia menunggu kondisi Aisyah membaik sebelum ia menceritakan semua nya secara detail.


"Nggak papa itu semua hanya perasaan kamu saja. Jangan banyak pikiran supaya fisik kamu semakin membaik dan kamu bisa beraktifitas seperti sebelum nya. Jangan pikir yang sedih - sedih dulu. Yakin lah, saat ini pasti semua nya dalam keadaan baik - baik saja". Ujar mbah Suryo dan di pahami oleh semua orang.


Mereka ngobrol dan menjadikan Zack sebagai bahan pembicara an. Zack tidak keberatan asal Aisyah bisa tersenyum bahagia sekarang. Zack segera meminta pada anak buah nya untuk memanggil dokter, ada sesuatu yang ingin ia pastikan.


Beberapa menit kemudian dokter masuk dan langsung memeriksa kondisi Aisyah. "Syukur lah, semua nya dalam keadaan baik". Imbuh Dokter membuat semua nya bernafas lega.


"Bila dia bisa di bawa keluar dari rumah sakit dan melakukan rawat jalan saja, dok?". Lagi - lagi Mawar mendahului Zack untuk bertanya, tapi Zack tidak keberatan karena itu menandakan mereka berdua sama - sama menginginkan hal yang sama.


"Seminggu lagi pasien sudah bisa rawat jalan. Tapi kalau bisa tetap selalu menjaga pola makan nya..". Sahut Dokter.


"Benar kah". Zack tampak antusias membuat Aisyah tersipu malu.


Semua nya tidak bisa menyembunyikan rasa bersyukur mereka. semua nya memutuskan untuk pulang setelah Aisyah di suntikkan obat tidur agar ia istirahat dengan tenang. Hanya Zack yang memilih tetap tinggal di samping nya. ia bertekat tidak ingin meninggalkan Aisyah sedetik pun.

__ADS_1


sementara yang lain pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan sambutan meriah untuk Aisyah saat kembali nanti. Mbah Suryo pula menuju ruangan Panji dan Mega untuk memeriksa kondisi mereka berdua.


__ADS_2