
.Zack segera membuka pintu mobil dan langsung memeluk tubuh Aisyah erat. "Terima kasih, sayang". Ujar Zack antusias.
Aisyah bingung, tapi ia juga turut bahagia melihat Zack bahagia meskipun belum mengetahui penyebab nya.
"Kita harus kembali ke dalam rumah sakit". Imbuh Zack menarik tangan Aisyah keluar mobil.
"Tapi kenapa, Zack?". Tanya Aisyah sangat penasaran ..
"Nanti kamu juga pasti akan tahu. Sekarang ikut aku masuk lagi, yah. Kita tunda aja dulu pulang nya demi hal yang lebih penting ini". Sahut Zack.
Mereka berdua berlari beriringan menyusuri lorong rumah sakit ke ruang rawat Panji dan Mega tapi masih di batas perlahan karena Zack khawatir dengan kesehatan Aisyah yang baru sembuh. Wajah Zack tampak berseri sementara wajah Aisyah tampak bingung tidak mengerti dengan sikap aneh pria kesayangan nya.
Sesampai di depan pintu, Aisyah semakin bingung kenapa mereka kembali ke ruangan itu padahal mereka batu saja masuk tadi. "Kenapa kita ke sini lagi, Zack?".
Zack tak menjawab dan hanya mencium kening Aisyah dengan sangat dalam. Setelah puas ia pun membuka pintu ruangan dan terlihat lah kedua orang tua mereka sedang di periksa oleh dokter. Aisyah yang mulai mengerti pun hanya bisa tercengang sambil menunggu dokter selesai memeriksa kedua orang tua nya.
Setelah selesai, Dokter mundur memberi ruang pada pihak keluarga pasien untuk mendekat. Aisyah adalah orang yang paling antusias. Ia menghampiri Mega dan langsung memeluk nya hangat. "Alhamdulillah, khirnya ibu sadar, aku bahagia banget bu". Lirih Aisyah sambil menetaskan air mata.
Sementara Zack berdiri di antara mbah Suryo dan Panji. Ia juga nggak mau ketinggalan untuk memeluk lelaki yang sudah membesarkan nya itu. "Alhamdulillah daddy sudah sadar...". Hanya itu yang bisa Zack ucap kan. Sangat bersyukur karena beban yang harus ia pikul semakin berkurang dan hati nya tidak akan kosong lagi semenjak Aisyah sadar kan diri.
__ADS_1
Suasana haru menyelimuti ruangan itu, Aisyah tidak ingin melepas kedua orang tua nya. Bahkan keinginan nya untuk pulang ke mansion ia lupakan begit saja padahal tadi ia sangat ingin pulang. "Kenapa tubuh kalian kurus begini sayang? Apa kamu sangat tertekan dengan urusan perusahaan?". Mega sangat khawatir dengan kondisi kedua anak nya.
"Nggak kok bu. Ibu jangan terlalu memikirkan masalah kami, yang ibu harus tahu kalau sekarang kami berdua sangat bahagia. Kalian harus selalu sehat, agar kami berdua bahagia. Masalah perusahaan bukan masalah besar bagi kami". Imbuh Aisyah masih memeluk Mega.
Dokter menyarankan pada mereka semua untuk membiarkan pasien istirahat dulu. Kondisi kesehatan Panji dan Mega masih sangat rendah jadi masih memerlukan istirahat yang cukup dan harus sering di pantau.
Setelah Panji dan Mega kembali terlelap, Aisyah menatap Zack dan berlari memeluknya menumpahkan segala perasaan haru nya di tubuh pria itu. "Sebentar lagi kita akan berkumpul seperti dulu lagi. Aku juga akan menjemput Albar untuk menjenguk ibu dan Ayah. Aku akan meminta maaf pada mereka atas kesalahan yang sudah aku lakukan sehingga hal buruk terjadi pada mereka berdua. Semua ini salah ku, aku yang sudah menyebab kan mereka sakit seperti itu". Lirih Aisyah kembali merasa bersalah pada kedua orang tua nya.
Zack tercengang mendengar Aisyah menyebut nama Albar dan berniat untuk menjemput anak itu untuk berkumpul bersama mereka. Zack mengeratkan pelukannya. "Maaf kan aku, sayang. Karena pria yang kamu cintai ini nggak becus menjaga anak kita". Batin Zack sambil meneteskan air mata.
Aisyah menyadari sikap Zack yang menurutnya aneh. Firasat aneh kembali menyerang hati nya. "Kamu kenapa menangis, Zack? Apa ada rahasia yang kamu sembunyikan dari ku?". Tanya Aisyah.
"Cepat katakan, Zack. Melihat sikap mu ini aku tahu kalau kamu menyembunyikan sesuatu dari ku. Jangan diam aja, Zack! Bicara!". Teriak Aisyah..
Zack menghela nafas berat, "Baik, aku akan mengatakan nya tapi bukan di sini. Kita ke tempat lain, yah". Bujuk Zack sambil menggenggam tangan Aisyah lembut.
Aisyah menatap Zack lekat, ia sangat tidak bisa membantah ucapan pria yang sangat ia cintai ini. Meskipun sudah beberapa kali Zack melakukan kesalahan fatal tapi ia masih bisa memaafkan dan menganggap semua itu hal biasa saja. Selang beberapa hari mereka akan kembali berbaikan. Meskipun Aisyah sudah memiliki firasat jika Zack kembali melakukan kesalahan tapi ia tetap tidak kuasa untuk menatap Zack dengan tatapan kesal dan muak.
Zack membawa Aisyah ke taman kota yang terdapat danau indah tempat terakhir mereka ngedate. Meskipun sedang cemas, Aisyah masih juga tersenyum jika mengingat tingkah konyol Zack mengajaknya ngedate dengan menggunakan dua identitas yang sangat bertolak belakang.
__ADS_1
"Kenapa kamu membawa ku sini? Jangan bilang kalau kamu ingin aku mengingat kenanga kita berdua sehingga aku nggak akan marah atas kesalahan yang kamu sembunyikan dari ku!". Aisyah tiba - tiba merubah ekspresi nya karena berpikir Zack melakukan muslihat.
"Nggak sayang. Aku bawa kamu ke sini supaya kamu bisa lebih tenang saat mendengar hal yang ingin aku sampai kan ke kamu nanti. Kamu pernah bilang ke aku kalau danau di taman ini sangat indah dan menenangkan. Aku harap ketika kamu mendengar apa yang aku sampai nanti, kamu masih bisa tetap tenang. Kamu berhak marah pada ku, hukum aku sesuka hati mu, tapi ku mohon jangan sampai kamu drop lagi. Karena itu adalah hukuman terberat yang pernah aku rasakan...". Imbuh Zack lirih.
Aisyah tidak menjawab, ia belum bisa memastikan bagaimana nanti. Hati nya berdenyut nyeri merasakan firasat ini. Tapi dengan ada nya Zack di sisi nya, dan juga kata - kata manis membujuknya, ia menjadi luluh.
Sesampai di pinggir danau, semua pengawal meninggalkan mereka berdua dan berjaga dari jarak jauh seperti biasa nya. Zack menuntun Aisyah ke kursi panjang yang tersedia, lalu Zack berlutut di hadapan Aisyah sambil menggenggam lembut tangan wanita nya.
"Sebelum aku mengatakan hal ini, aku lebih dulu ingin meminta maaf pada mu, sayang. Ku mohon tenang kan dulu diri kamu agar bisa menerima kabar ini dengan lapang dada. Aku tahu aku sering melakukan kesalahan dan kamu selalu memaafkan semua kesalahan aku, tapi bukan berarti aku sengaja melakukan kesalahan karena yakin kamu pasti akan memaafkan. Aku sendiri merasa terpukul apa lagi kamu, sayang...". Lirih Zack..
"Katakan saja, Zack! Jangan berbelit begini, bukan nya aku merasa lebih tenang tapi cara kamu ini malah semakin membuat aku gelisah. Katakan apa yang kamu sembunyikan dari ku, Zack!". Sahut Aisyah mulai tidak sabar.
Sebelum kembali membuka bicara, Zack kembali menghela nafas. "Albar di culik dan di sembunyikan oleh tunangan Jasmin!". Jelas Zack dengan cepat. "Dan sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan keberadaan Albar. Maaf kan aku, aku memang nggak becus menjaga nya untuk mu". Sambungnya merasa bersalah.
Mata Aisyah membulat sempurna, ia tidak menyangka jika perkara yang di sembunyikan Zack adalah mengenai keberadaan Albar, putra sulung nya.
"Kenapa semua ini bisa terjadi, Zack? Anak aku...". Lirih Aisyah dengan tatapan kosong.
Meskipun Zack sudah berusaha supaya Aisyah tidak syok dan kembali drop. Buktinya Aisyah malah tiba - tiba pingsan, beruntung Zack sigap menangkap tubuh nya.
__ADS_1