
Aisyah yang mendengar pujian mereka hanya bisa menggeleng kepala menyangkal semua yang terdengar di telinga. Menurutnya mereka terlalu over memuji, padahal dia yakin dirinya tidak lah seperti yang mereka ucapkan.
Dia tidaklah secantik itu sampai di sama kan dengan putri raja.
"Mari sini mbak! Mbak harus lihat sendiri penampilan mbak sekarang..". Kak Rendra tanpa segan menarik tangan Aisyah menuju cermin yang berukuran besar lebih tinggi dari tubuhnya.
Melihat pantulan dirinya di cermin, Aisyah langsung tercengang sambil menutup mulutnya saking tidak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang.
Dress selutut berlengan panjang ini amat sesuai di gunakan untuk menyembunyikan tubuh kurus penuh dosa nya itu. Rambutnya tidak lagi lurus sampai ke pinggang, sekarang bergelombang dan sangat cantik di pandang dengan warna sedikit kecoklatan. Wajahnya yang sudah di rias tipis sedemikian rupa namun terlihat sangat mengubah wajahnya.
"Apa kah ini benar diriku?". Gumamnya dalam hati masih tidak mempercayai perubahannya.
"Percaya sekarang! Mbak itu hanya kurang modal, makanya sering minta modal dengan laki untuk perawatan, toh ini juga untuk nyenengin mata mereka para lakik agar tidak kepincut wanita lan di luar sana, iya kan Zaini?". Kak Rendra menyenggol lengan karyawan di sampingnya.
Suara parau nan di lembutkan itu, menyadarkan Aisyah dari keterkejutan.
"Moga dengan melihat perubahan ini, mas Rehan kembali mencintaiku dan mau meninggalkan selingkuhannya..". Harap Aisyah dalam hati.
Seseorang sedari tadi sedang memperhatikan nya dari belakang, Aisyah menyadari itu saat tidak sengaja menoleh pada kaca samping dan memantulkan sosok yang terdiam di belakangnya.
__ADS_1
Tubuh mungilnya kembali terpaku, dia adalah seseorang yang selalu menemaninya berbalas pesan setiap ada urusan pekerjaan dan kadang juga mengobrol ringan sebentar. Beberapa minggu tidak bertemu, tidak dapat di pungkiri hatinya ada sedikit terdesir rasa rindu pada pria itu.
Uweekk
Uweeek
Uweeekk
Tangis baby Albar yang nyaring membuat Aisyah sadar dan kembali fokus ke kehidupan nyata. Dia mengambil anaknya masuk kedalam pelukannya lalu mencoba menenangkannya. Saat bersamaan, tubuhnya berbalik ingin melihat langsung sosok pria tadi yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Tapi kok...
Cup
Cup
Cup
"Mbak cari siapa, sih?". Ka Rendra turut ikut mengitari sekeliling ruangan salonnya.
"Kamu lihat ada pria sedang berdiri tadi di sini memakai setelan jas abu - abu? Tapi sekarang kok dia nggak ada sih?". Aisyah tampak bingung begitu juga dengan semua yang ada di sana juga turut bingung dengan apa yang di katakan Aisyah.
__ADS_1
"Tiada siapa - siapa tadi berdiri di sini mbak? Mungkin hanya halusinasi mbak aja kali, nggak mungkin kan di sini ada hantunya, eke jadi takut!". Sahut Ka Rendra merinding.
"Nggak, dia bukan hantu tapi dia itu kenalan aku, dia berdiri tepat di sini tadi, masak kalian tiada yang pada lihat orangnya?". Aisyah semakin kebingungan.
"Tapi kami benar nggak lihat mbak, iya kan gaisss?". Kata kak Rendra mendapat anggukan dan semua yang ada.
"Mungkin benar yang dia katakan, aku hanya berhalusinasi saja". Gumam Aisyah masih tampak bingung.
Setelah membayar tagihan yang perut dia bayar, Aisyah pamit kepada semua teman yang baru di temui di salon itu. Aisyah tidak sabar memperlihatkan perubahannya ini pada suaminya, Rehan. Sangat berharap suaminya kembali bertekuk lutut menyembah cintanya.
Namun wajah pria tadi sering menggangu pikirannya, karena ingin menyingkirkan dilema yang mendera hatinya. Aisyah dengan cepat menggelengkan kepala agar wajah itu cepat hilang dan dia bisa fokus dengan tujuan utamanya, yaitu mengambil hati suaminya kembali.
*
*
Sesampai di rumah sambil menggendong baby Albar. aisyah menapaki lantai menuju dapur yang terdengar suara canda tawa di sana. Ini saatnya jam makan siang, jarang suaminya pulang hanya untuk makan siang di rumah, di sela kebingungannya dia tetap senang karena bisa cepat memperlihatkan perubahannya sekarang pada Rehan.
Mendengar ada suara suami dan ibu Wahida membuat langkahnya semakin bersemangat. Rehan sedang tertawa lepas bersama ibunya di meja makan. Entah apa yang membuat mereka geli terbahak sampau tidak menyadari kehadirannya di ruangan itu.
__ADS_1
Aisyah menjatuhkan barang bawaannya tanpa sadar ke lantai. Membuat kericuhan mereka yang asik tertawa sampai tiba - tiba hening dan langsung menatap ke arahnya.
"Desi? Kamu.....".