Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 93 Vila di pulau Dewata


__ADS_3

"Kamu jangan menebak yang aneh - aneh, Aish! Aku juga tadi sempat kaget kalau rumah makan ini sudah menjadi milik Alena secara aku baru datang lagi ke sini setelah 4 tahun lamanya. Jadi tebakan kamu salah besar". Jawab Zack.


"Em, ngeles aja tau nya. Tapi ya udah aku tunggu aja tanggal main nya". Ucap Aisyah tidak percaya tapi memilih diam demi menjaga nama baik Zack.


*


*


Desi menyambut Rehan yang baru saja pulang dari kantor dengan wajah kesal.


"Kenapa dengan wajah kamu itu? Udah ketemu dengan Aisyah, apa yang kalian obrolkan?". Tanya Rehan penasaran.


"Jangan kan ngobrol, kenal aja tidak. Dia sudah jadi sombong, mentang - mentang udah kaya, pura - pura lupa sama aku. Aku sudah rela berpanas - panasan nungguin dia eh dianya malah cuek mau mati. Aku doakan dia bangkrut, perusahaan nya gulung tikar biar tau rasa siapa suruh bersikap tida baik dengan Desi Mulan Sari". Gerutu Desi kesal.


"Eh, eh mulut iu di jaga. Kalau perusahaan dia gulung tikar kan mas juga hilang pekerjaan, bagaimana sih? Nggak mikir apa kalau mau mendoakan orang". Rehan tampak tidak terima.


"Ya iya juga yah, soalnya aku kesal banget dengan perempuan belagu itu. Kenapa juga dia yang menjadi anak dari pemilik perusahaan temoat kamu kerja, kenapa nggak aku aja? Tuhan mah nggak adil, orang lupa diri seperti itu yang di angkat menjadi orang kaya. Kalau aku kan pasti bagus, aku akan banyak kan bersedekah pada orang miskin, bangun mesjid besar menggunakan nama aku supaya semua orang tahu aku adalah wanita yang murah hati dan dermawan". Imbuh Desi berandai - andai.


"Mimpi itu jangan ke tinggian, walaupun kamu bukan anak orang kaya kamu sekarang juga bisa bersedekah, harta yang kamu miliki sudah cukup banyak". Celah bu Wahida muncul dari dapur membawa nampan yang berisi tiga cangkir minuman panas.


"Ibu apa apa an sih! Harta aku sekarang belum cukup banyak tauk, masih banyak barang branded yang belum sanggup aku beli kecuali aku jual dulu salah satu aset yang aku miliki". Balas Desi melipat tangan di dada.


Bu Wahida tercengang, 'jika dia mau menjual salah satu aset miliknya sama saja dengan dia menjual aset milik Rehan yang jatuh ke tangannya, nggak - nggak boleh, enak aja dia jadi istri Rehan dasar menantu benalu'. Gumam bu Wahida dalam hati.


"Jangan! kamu kan boleh tunggu Rehan gajian kalau mau membeli sesuatu, kalau kamu mau jual aset kamu kan rugi kamu nanti". Halang bu Wahida.


Desi tidak peduli, ia beralih menatap suaminya dan meminta pendapat. "Vila yang di pulau dewata itu kita jual aja gimana? Uang nya pasti banyak tuh mas".

__ADS_1


"Jangan!". Teriak bu Wahida tidak terima.


Desi dan Rehan sampai kaget mendengar teriakannya.


"Ibu nih apa - apa anak sih! Sakit telinga aku dengar teriakan ibu. Kenapa sih ibu dari tadi selalu ikut campur urusan aku sama mas Rehan? lebih baik ibu pergi masak karena aku sudah lapar, mas Rehan juga pasti sudah lapar. Sana ke dapur aja!". Usir Desi pada mertuanya.


"Pokoknya ibu nggak setuju kalau vila di pulau dewata itu dijual! Titik". Sahut bu Wahida dengan nada serius.


"Bu, Vila itu sudah jadi milk aku jadi terserah aku dong mau di apakan, sana jangan ikut campur!". Desi kembali mengusir mertuanya dengan tatapan tajam.


Bu Wahida tiada pilihan, tatapan mencekam yang dilayangkan menantunya berhasil membuat nyalinya cuit. Setelah bu Wahida sudah pergi, Desi kembali bertanya pada Rehan tentang niatnya menjual vila itu.


"Kamu setuju kan mas?". Tanya Desi.


"Mas tidak setuju kalau vila itu di jual". Jawab Rehan.


"Kamu lebih mendengar pendapat ibu kamu berbanding aku istri kamu. Aku boleh saja tidak memerlukan izin kamu mas, karena kepemilikan vila itu atas nama aku, tapi aku masih menghargai kamu sebagai suami aku tapi ini balasannya. Setuju atau nggak aku tetap akan jual vila itu! Aku mau beli mobil baru yang lebih mewah dari yang dimiliki Aisyah, si perempuan belagu itu". Cerca Desi geram.


Rehan menggenggam tangan istrinya lembut berniat ingin membujuk. "Bukan itu maksud mas, sayang. Kamu masih ingatkan dengan misi kita berdua mengelabuhi Aisyah sampai dia mau rujuk dengan mas dan kamu juga nanti pasti akan merasakan kemewahan dari kekayaan yang dia miliki, jadi kamu sabar dulu yah". Bujuk Rehan.


"Tapi itu masih lama mas". Rengek Desi.


"Kita harus berusaha lebih supaya hari yang kita tunggu - tunggu itu cepat tiba". Balas Rehan.


"Gimana cara mas? Aku begitu iri melihat penampilan mantan istri kamu itu, dari hujung rambut sampai hujung kaki yang dia gunakan pasti barang branded semua. Aku juga mau seperti dia mas". Rengek Desi.


"Kita bercerai secepatnya". Jawab Rehan.

__ADS_1


"Apa mas? Ulang kembali!". Desi kembali di buat geram dengan ucapan suaminya.


"Maksud mas akting bercerai nya harus di percepat, dengar dulu yang mas ingin sampaikan jangan main emosi aja yang kau tau!". Bujuk Rehan lagi.


"Mas sih lupa kata aktingnya, aku kan jadi salah paham. Terus?". Imbuh Desi.


"Kamu datang temui Aisyah lagi. Mohon maaf saha dia dengan mengiba dan katakan sama dia kalau kita sudah pisah lama, alasannya kamu pikir sendiri saja lah. Setelah itu, kamu pamit pergi bilang aja kamu nggak sanggup melihat aku terus saja memikirkan dia...". Saran Rehan.


"Aku sudah pikirkan alasan yang tepat. Tapi jika dia menyelidiki dan tahu jika sebenarnya aku masih tinggal di kota ini bagaimana?". Desi masih belum mengerti.


"Makanya mas tadi melarang kamu jual vila itu, bukan karena mas lebih memihak pada ibu berbanding padamu, sayang. Setelah kamu berpamitan pada Aisyah mas akan mengirim kamu ke pulau Dewata, kamu akan tinggal di sana untuk sementara waktu di Vila milik kita sampai situasi memihak pada kita berdua. Kamu setuju kan, sayang?". Jelas Rehan.


"Oh, jadi itu maksud mas yah. Maaf kan aku tadi yang salah paham dengan kata - kata kamu yah, iya aku setuju melakukan salan kamu dan tinggal di vila itu". Mohon Desi merasa bersalah.


"Gitu dong, mas makin sayang sama kamu kalau selalu nurut gini. Lagi pula yang mas lakukan juga untuk keluarga kecil kita, kamu dan anak kita pasti akan merasa bahagia dan berlimpah dengan harta jika misi kita berjalan dengan lancar. Walau pun nanti hubungan kita akan terjalin secara sembunyi - sembunyi tapi mas janji jika hati dan kasih sayang mas hanya untuk kalian berdua. Semua kebutuhan dan keinginan kalian nanti akan mas penuhi bahkan lebih dari yang kamu impikan". Janji Rehan dengan yakin.


"Semoga kamu berhasil rujuk dengan Aisyah ya mas". Doa Desi tulus.


"Terima kasih doanya, sayang". Ucap Rehan memeluk istrinya.


Mereka berpelukan dengan senyuman misterius di bibir mereka masing - masing.


*


*


Seorang wanita berjalan menghampiri pintu ingin membukakan nya. Telinganya sudah sangat risih mendengar ketukan pintu bertubi - tubi yang dari tadi tiada hentinya membuatnya ingin mencingcang orang itu saja.

__ADS_1


Saat pintu sudah terbuka, tangannya yang sudah siap memukul tiba - tiba membeku di udara melibat siapa yang ada di hadapannya.


"Maaf dengan apa ini rumah ibu Santi, istri dari pak Santo?".


__ADS_2