Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 40


__ADS_3

Semenjak kejadian itu, Rehan sama sekali tidak pulang ke rumahnya, dia sudah tidak perduli dengan perasaan Aisyah bahkan anaknya sendiri. Tapi dia tidak rela jika menceraikan istrinya itu lantaran wanita itu lah yang membantunya bangkit dari keterpurukan beberapa tahun lalu. Bahkan wanita itu sangat berjasa dalam prestasinya sekarang.


Hari ini kantor Rehan kedatangan seorang pria muda nan karismatik, tak lain Tuan Zack Purbalingga, CEO perusahaan tempatnya bekerja.


Dia kembali mendapatkan pujian dari CEOnya itu karena berkat kerja kerasnya, perusahaan cabang yang dikelola olehnya semakin meningkat pesat. Meskipun sering melakukan pelanggaran disiplin, tapi lantaran prestasinya itu, Rehan masih di beri kesempatan lagi dan lagi.


"Terima kasih atas kemurahan hati tuan Zack! Saya janji tak akan melakukan pelanggaran lagi, semakin disiplin dan menjadi panutan untuk yang lainnya...". Imbuhnya dengan senyum hangat. Meskipun sebenarnya dalam hatinya begitu meremehkan atasannya itu. Dia yakin meski apapun kesalahan yang dia lakukan, perusahan pasti tidak akan sanggup memecatnya karena menurutnya dia begitu berjasa


Terbukti hingga sekarang, meskipun selalu berjanji dan kembali melakukan kesalahan yang sama, dia tetap masih menduduki jabatan ini.


"Ini kali terakhir saya mendengar kamu melakukan pelanggaran, jika kamu melakukannya lagi, saya sebagai CEO baru pasti tidak akan segan - segan memecatmu dan memblack list nama kami". Wajah Zack berubah seratus delapan puluh derajat.


Jika tadi dia masih melontarkan pujian dan memberi peluang kesekian untuk Rehan. Kini dia menatap tajam ke arah lawan bicaranya dengan wajah dingin . Jika dia tidak memiliki strategi, sudah lama lelaki di hadapannya ini di tendang keluar dari perusahaan milik keluarga yang telah mengadopsinya.


"Baik tuan! Saya pasti tak akan melakukannya lagi". Imbuh Rehan sedikit gentar. Tak dapat di pungkiri, melihat wajah tuan Zack di hadapannya yang tiba - tiba berubah itu membuat lelaki bernama Rehan sontak kaget dan bingung dalam bersamaan.


Zack berlalu pergi bersama asistennya setelah memberi ancaman pada Rehan. Dia terpaksa menahan lelaki itu di perusahaan ini untuk sementara dan tiba saat menjatuhkan lelaki itu di jarak yang paling tinggi nanti. "Nikmati dulu jabatan kamu sekarang, jika sudah tiba waktunya, kamu pasti akan meraung karena penyesalan". Gumamnya dengan penuh dendam.


Sementara Rehan menatap punggung Tuan Zack hingga menghilang dari pandangannya dengan kesal. "Dasar anak pungut belagu, baru juga menduduki tahta CEO di udah ngelunjak aja. Aku doakan semoga anak kandung tuan Panji Purbalingga segera di temukan, sehingga secepatnya kamu akan di tendang dan di singkirkan dari kedudukan yang membuatmu sombong seperti itu". Gumam nya kesal.

__ADS_1


Jika sebelumnya dia merupakan bawahan terpercaya Tuan Panji, CEO sebelumnya. Tidak kini, anak pungut atasannya dulu, CEO yang sekarang memperlakukannya layaknya seorang musuh bebuyutan.


"Kamu kenapa cemberut gitu sayang? kena tegur oleh tuan CEO yah?". Desi merangkul lengan kekasihnya yang tampak lagi emosi.


"CEO baru itu sangat sombong! Tadi aku pakai di ancam - anam segala olehnya karena beberapa kali tidak masuk kantor tanpa alasan muhasabah hingga membuat klien komplain di kantor pusat. Apa dia tidak menghargai aku yang telah berjuang mati - matian memajukan perusahaan miliknya ini". Ucap Rehan kesal.


"Kamu yang sabar yah sayang! Mau aku pijitin bahunya nggak biar relaks?". Tawar Desi manja.


Semakin hari wanita itu tidak pernah mengenal waktu untuk melakukan hubungan suami istri bersama Rehan. Rehan mengangguk perlahan dan menunjukkan bahunya untuk segara di pijit oleh Desi.


"Kamu pijit yang serius yah! Sekarang kita tidak bisa terlalu bermain - main seperti sebelumnya...". Elak Rehan saat Desi mulai meraba dadanya.


"Baik lah sayang! Maaf yah!". Desi melongos kesal karena di tolak. Tapi dia tetap harus mematuhi perkataan kekasihnya itu. Dia juga tidak ingin sampai Rehan kehilangan jabatannya.


"Mas Rehan nggak berencana pulang ke rumah?". Tanyanya dengan suara mendayu.


"Untuk apa pulang ke rumah itu jika hanya untuk membuatku kesal!". Jawab Rehan sedikit meninggi.


"Tapi aku begitu rindu dengan ibu mas! Kita ke sana malam ini yah, kita nginap di sana bersama..". Bujuk Desi.

__ADS_1


Rehan terdiam memikirkan ajakan kekasihnya. Sebenarnya dia juga rindu dengan Aisyah, tapi dia terpaksa menghukum istrinya itu dengan tidak pulang ke rumah. Biar wanita itu rindu padanya dan mengemis minta di sentuh olehnya saat pulang. Tapi jika Desi ikut, dia pasti harus menjaga perasaan kekasihnya itu dari cemburu padanya.


"Jika kita menginap di sana, sudah tentu mas tidak akan tidur dengan kamu malam ini. Mas harus menjaga perasaan Aisyah..". Pancing Rehan.


"Kamu nggak perlu khawatir sayang! Kamu kan suaminya, sudah tentu harus menjaga hatinya kan". Balas Desi pengertian meskipun sebenarnya dia tidak suka mengatakan itu. Dia tahu Rehan pasti tidak akan menyentuh Aisyah, karena perempuan itu sering mengelak entah kenapa bahkan Rehan sampai sangat emosi hingga membuat lelaki itu sempat cemburu buta.


Niat sebenarnya ingin membuat Rehan makin emosi dengan sikap Aisyah dan menghukum istri sahnya itu telat di depan matanya. "Pasti seru lihat mereka bertengkar depan mata". Gumamnya antusias dalam hati.


*


*


Sepulang kerja, Rehan dan Desi berangkat bersama - sama menuju ke rumah milik Rehan seperti yang mereka rencanakan.


Dalam perjalanan, Rehan tak habis - habis cengingisan tak jelas sambil fokus menyetir. Pasti dia begitu tidak sabar ingin bertemu dengan Aisyah setelah beberapa hari tidak pulang ke rumah.


Sesampai di tempat tujuan, mereka di sambut dengan senyum hangat bu Wahida di depan pintu. Desi telah mengirim pesan jika mereka akan datang, jadi bu Wahida bisa mempersiapkan makan malam yang lezat untuk mereka.


"Aisyah di mana ibu?". Tanya Rehan penasaran. Biasanya istrinya itu selalu menunggunya di depan pintu saat mendengar bunyi mobilnya datang. Tapi semenjak kejadian terakhir saat dia menampar Aisyah, dia tidak lagi pernah pulang dan iIni kali pertama dia pulang.

__ADS_1


"Untuk apa kamu tanya keberadaan perempuan stress itu?". Jawab bu Wahida tidak suka.


u


__ADS_2