
"Sekarang apa yang akan bos akan lalukan setelah mengetahui hal ini? Non Cleo di vonis hukuman mati, beberapa hari lagi tanggal hukuman mati nya akan tiba. Apa kah anda tega mendengar kabar jika putri anda mati?". Imbuh Pundas bertanya.
"Aku harus membebaskan nya dari penjara segera. Aku tidak akan membiarkan darah daging ku mati sia - sia. Sifat kejam nya menurun dan ku dan ibunya, dia perpaduan yang sangat bagus untuk perkembangan bisnis kita...". Sahut Danish.
"Jika bos meminta Robert dan Ronal yang melakukannya maka bos harus rela mereka tahu semua perkara ini. Mereka akan tahu masa lalu bos dan akan menyebab perang dalam keluarga besar anda bersama nyonya. Mereka tahu nya bos seorang duda beranak satu dari wanita yang sudah meninggal, jika mereka tahu jika Jasmin dan Cleo adalah hasil perselingkuhan anda bersama seorang majikan maka kisah silam anda akan terbongkar...". Ujar Pundas mengingatkan Danish.
Danish terdiam dan berpikir, ia tidak akan membiarkan istri dan keluarga besar istrinya tahu kisah silam nya. Ia sudah bersusah paya merebut hati seorang putri konglomerat untuk menolak bisnis nya. Jika mereka tahu maka hidup nya akan kembali hancur seperti dulu.
"Mereka tidak boleh tahu hal ini, tapi aku juga nggak akan membiarkan darah daging ku mati di penjara. Aku harus menolong nya keluar dari negara dunia itu. Dia juga bisa aku manfaat kan untuk memajukan bisnis kita, dia bisa menggantikan posisi Jasmin menikahi putra Mikhael. Setelah ia berhasil bebas dari penjara, aku akan membujuk nya melakukan operasi plastik menjadi wajah Jasmin. Aku yakin di setuju untuk keamanan nya". Gumam Danish menyampaikan ide yang terlintas di benak nya.
Pundas bersorak dalam hati nya, Danish ternyata benar - benar melakukan semua yang terlintas di benak nya. Jika seperti itu, maka Jasmin bisa tetap aman kemana posisi nya sudah tergantikan oleh saudara kembarnya yang jahat.
"Ternyata yang ada dalam pikiran orang tua ini hanya keuntungan belaka. Meskipun ia baru saja mengenal pasti darah dagingnya, yang ia pikirkan hanya bisnis dan keuntungan saja. Kasihan non Jasmin terlahir dalam keluarga yang sangat kejam seperti mereka". Batin Pundas mengasihani Jasmin.
"Benar bos, mereka merupakan perpaduan yang sangat bagus untuk memajukan lagi bisnis bos. Non Cleo dan putra si Mikhael itu sama - sama kejam, mereka pasti bisa menyingkirkan musuh - musuh klan termasuk Naga Merah..". Seru Pundas membenarkan ucapan Danish.
"Tugas membebaskan Cleo, saya serahkan pada kamu, Pundas. Aku mau kamu membawa anak ku kembali dengan dengan selamat. Aku akan memberikan apa saja yang kamu ingin kan kalau kamu berhasil membawanya kehadapan ku dalam keadaan tidak kurang apa pun". Titah Danish menggenggam bahu Pundas dengan penuh harap.
__ADS_1
Pundas tersenyum kentut dengan permintaan Danish pada nya.
*
*
Rehan kini sudah di rawat di rumah sakit dengan penjagaan ketat oleh pihak polisi. Tangan nya di borgol bersama brangkas rumah sakit. Berbagai jenis penopang hidup di pasangkan di sekujur tubuhnya. Bu Wahida juga setia berada di samping putranya untuk menemani dan merawat nya. Meskipun keadaan sudah tidak memungkinkan untuk menjalani sidang, tapi keluarga korban bahkan warga seluruh Indonesia tidak ingin melepaskannya dari hukuman.
Persidangan nya akan tetap di laksanakan meskipun keadaan Rehan tidak memungkinkan untuk hadir. Meskipun pengacara telah mengatakan kemungkinan hukuman yang akan di terima Rehan, bu Wahida tetap ingin rawatan yang terbaik untuk putranya. Ia selalu berdoa tuhan bermurah hati memberi mereka mukjizat dan putranya tetap selamat dari hukuman berat.
"Selamat sore bu Wahida". Sapa pak Hasin.
"Lusa adalah sidang pertama kasus yang menjerat pak Rehan. Saya harap and bisa datang untuk mewakili putra anda". Ucap Pak Hasin dengan nada yang berhati - hati.
"Bukan kah ketika di sidang tidak bisa di wakili oleh orang lain? Saya malas ke sana. Anda bisa pergi sendiri, saya tidak ingin membiarkan anak saya sendirian di sini. Semua orang sedang kesal padanya, bisa saja mereka menyelinap masuk dan membunuh anak ku yang malang ini". Lirih bu Wahida seperti tidak berjiwa.
Hati ibu mana yang tidak sakit melihat keadaan anak satu - satunya sedang berperang dengan kesembuhannya, bahkan ketika ia sembuh ia harus menghadapi hukuman berat dari pengadilan. Hidup nya kini benar - benar sia - sia. Mati segan hidup tak mau.
__ADS_1
"Saya menyarankan agar anda tidak perlu terlalu memikirkan pak Rehan lagi. Kesempatan untuk sadar sangat tipis, jika ia sadar sekali pun ia harus menghadapi kenyataan pahit. Jadi saran saya lebih baik anda nggak usah melanjutkan lagi pengobatan pak Rehan karena pasti akan si....". Imbuh Pak Hasin.
Bu Wahida balik menatap tajam ke arah pak Hasin. Ia tidak menyangka jika pengacara nya itu tega mengatakan ucapan yang sangat tega pada putranya.
"Kamu sudah aku bayar untuk melakukan yang terbaik untuk kebebasan anak saya. Kamu harusnya meyakinkan saya kalau kamu itu seorang pengacara yang bagus. Bukan nya malah mengatakan hal seperti tadi. Itu sama saja kamu yakin jika kamu tidak mampu menjadi seorang pengacara untuk membela klien kamu. Apa pun yang kamu prediksikan, aku tetap berdoa semoga Rehan mendapat mukjizat dari tuhan". Sahut Bu Wahida kesal.
Pak Hasin ingin mencela tapi ia mengerti dengan keadaan bu Wahida yang saat ini pasti sangat terpukul melihat keadaan putranya. Bukan nya mampu tapi kasus Rehan ini sangat tidak mungkin untuk hidup bebas seperti sedia kala. Bu Wahida hanya akan membuang - buang uang untuk putra nya yang tiada harapan lagi hidup lama di muka bumi ini akibat kesalahan nya sendiri.
Tok,,, tok,,, tok,,,
Seorang dokter dan seorang suster datang memasuki ruangan dan menyapa mereka berdua. "Maaf ya bu, saya datang memeriksa pasien". Ujar dokter itu meminta bu Wahida sedikit bergeser.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?". Tanya Bu Wahida setelah Dokter selesai memeriksa Rehan.
Sang dokter menghela nafas berat lalu menjawab pertanyaan bu Wahida. "Menurut rekor kesehatan Pasien sebelumnya memiliki gangguan pada mental, ketika emosi ia pasti akan berbuat di luar kendali. Berkemungkinan besar, sebelum kejadian waktu itu ada yang membuatnya kesal sehingga tidak sadar membawa mobil dengan kecepatan tinggi sehingga mengakibatkan banyak korban. Hanya itu yang bisa saya simpulkan sepakat ini...". Jawab dokter itu.
"Saya yakin dengan alasan kesehatannya ini, anak saya bisa mendapatkan keringanan di persidangan. Dia melakukan semua itu tidak dalam sadar nya. Tapi apa kah anak saya bisa sehat seperti sedia kala dokter?". Seru bu Wahida seperti mendapatkan angin segar.
__ADS_1
"Maaf bu, yang saya katakan tadi hanya dugaan saya saja akan kesehatan yang di alami oleh pasien. Sama ada bisa di guna pakai untuk meringankan hukuman nya saya tidak bisa menentukan. Lagi pula kesehatan pasien saat ini sangat tidak memungkin kan. Hanya ada 20persen kemungkinan untuk dia sadar kam diri. Saat dia sadar pun ia akan mengalami gangguan otak seperti lupa ingatan secara total atau gila secara permanen...". Jelas dokter.
Seketika perasaan bu Wahida hancur mendengar penjelasan dokter. Ia tidak bisa menopang tubuhnya sehingga jatuh pingsang di pangkuan pak Hasin.