
"Kamu nggak capek ladenin mantan suami kamu terus - terusan seperti itu. Kan apa nggak langsung aja sih nolak ajakannya untuk rujuk? Kamu juga sering kesal kan dengan pesannya yang sering mengganggumu tidak kenal waktu, nggak menghibur sama sekali kenapa masih di ladenin? Heran deh". Sahut Alena yang bosan melihat wajah Aisyah yang sering badmood.
"Siapa bilang? Aku terhibur apa! Kamu jangan iri dengan hiburanku ini". Imbub Aisyah membengkak tapi wajahnya tetap murung meskipun ia bilang terhibur.
"Terus kenapa dengan wajah kamu itu? Muram durjana aja kayak nggak di beri nafkah setahun oleh suami". Kata Alena.
"Apa an sih? Aku kan memang nggak bersuami untuk apa menunggu nafkah? Kamu aja kali yang kebelet nikah udah tua banget juga belum punya pacar". Goda Aisyah.
"Hei, jomblo gini gue bahagia kali, bisa bahagiain orang tua gue dengan hasil kerangat gue sendiri lah elo cuma kerja untuk diri elo sendiri karena mereka udah pada kaya duluan. Ada pernah ngerasain bahagia lihat mereka tersenyum kerana kita, rungu banget loh". Balas Alena tidak mau kalah.
"Mulut tuh tolong di jaga yah! Mereka bahagia tauk sekarang, aku adalah harta mereka yang paling berharga jadi nggak perlu repot kerja untuk membahagiakan mereka cukup dengan aku bahagia aja udah cukup". Sahut Aisyah.
"Iya deh, ngalah gue tapi kamu sampai sekarang belum bahagia kan? Bagaimana mereka mau bahagia kalau kamu aja bahagia?". Tanya Alena.
"Entah lah, dulu aku ada pasangan ada anak tapi merasa kosong karena tidak pernah ngerasain kasih sayang orang tua sendiri, sekarang aku udah di limpahkan kasih sayang mereka tapi hati aku tetap merasa kosong, entah kenapa?". Bingung Aisyah.
"Itu karena lo sekarang nggak ada pasangan. Coba lo cari pacar lagi pasti kehidupan lo akan terasa semakin manis". Saran Alena.
"Aku udah trauma memiliki pasangan apa lagi suami. Dulu aja saat aku nggak memiliki apa - apa, mendedikasikan seluruh waktu untuk mengurus rumah dan keluarga masih aja di selingkuhin, tidak di hargain. Sekarang makin sulit, mencari yang tulus itu susah apalagi sekarang status gue janda anak satu pasti mereka hanya ingin mengincar harta aku, menikmati fasilitas yang aku miliki seperti mantan suami aku". Curhat Aisyah sedih.
"Nggak semua kalik, tapi memang sulit sih melihat ketulusan lelaki. Dari hasil penglihatan aku ada satu orang yang tulus mencintai kamu dalam diam dan siap mempertaruhkan nyawa ngelindungin kamu, cuma nggak terlibat oleh mata tapi aki yakin dia cocok untuk kamu". Seru Alena mengingat sosok yang terlihat sangat mengagumi sahabatnya.
"Ah, kamu ada - ada aja, lagi pula dia melindungi aku kan sudah tanggung jawabnya bukan karena menaruh hati sama aku". Elak Aisyah..
__ADS_1
"Emang kamu tahu siapa orang yang aku maksud?". Tanya Alena.
"Pundas si ketua pengawal aku itu kan maksud kamu". Jawab Aisyah dengan sangat yakin..
Alena menepuk jidatnya dengan sedikit kesal. Ia tidak menyangka jika Aisyah sama sekali tidak melihat perhatian yang di berikan oleh orang itu pada nya. Dia yang buta atau memang perasaan Alena saja yang berlebihan melihat perhatian orang itu jika di tafsir kan sebagai kekaguman pada Aisyah.
"Udah ah, kita lupakan aja masalah pasangan untuk kamu. Bagaimana kalau kamu cari kan aku pasangan aja, kamu kan udah merasakan apa cinta dan benci sekarang giliran aku tapi cuma cinta yah aku mah ogah ngerasain di sakiti hingga mengubah rasa cinta menjadi benci". Saran Alena membuat Aisyah terbelalak.
"Kamu menyindir aku?". Kesal Aisyah.
"Nggak bos, ampun! Jangan tatap aku seperti aku aku takut, ha ha ha". Goda Alena merasa geli dengan tatapan tajam Aisyah.
"Tapi kamu mau ka tolong aku PDKT dengan seseorang?". Mohon Alena dengan wajah mengiba.
"Lihat dulu siapa lelaki nya takut nanti musuh ku mana aku mau nolong kamu, bahkan kamu pun aku jadikan musuh sekalian". Ujar Aisyah.
"Semua yang sudah nyakitin aku terutama Rehan". Jawab Aisyah enteng.
"Tapi aku nya suka sama dia gimana dong?". Balas Alena.
"Mulai sekarang kamu aku pecat!". Tegas Aisyah nyolot. "Pantesan kamu mau aku segera bagi kepastian sama mantan aku itu, ternyata kamu ada hati sama dia? Awas aja kalau kamu serius maka aku akan pecat kamu bukan hanya dari perusahaan dari persahabatan kita pun aku tidak keberatan". Sambungnya nyolot.
"Ha ha ha, kamu serius amat sih tanggapannya, siapa juga yang suka sama lelaki sejenis dia? Udah tau bagaimana sifat aslinya malah suka, kamu pikir aku ini bodoh?". Geli dan kesal beradu menjadi satu dalam diri Alena dengan sikap Aisyah yang tidak mengenal dirinya bagaimana.
__ADS_1
"Bagus deh kalau begitu, tapi yang aku katakan tadi serius aku sama sekali tidako
Mata Alena terbelalak tidak percaya dengan ucapan Aisyah, selama ini ketika mereka bercanda dan Aisyah jadi kesal pasti akan memecatnya tapi semua itu hanya gurauan semata tidak pernah serius menanggapi.
"Kamu pasti main - main kan, Cha?". Tanya Alena bimbang.
"Kamu pikir aku ini hanya pandai bermain, tidak reti serius begitu! Selagi kamu tidak mengatakan siapa pria idaman kamu maka anggap saja ucapan aku tadi itu serius". Tegas Aisyah dingin.
Alena menelan slavina kasar, ia tidak menyangka jika Aisyah akan menganggap serius ucapannya tentang lelaki yang ingin ia PDKT. "Tapi kalau aku katakan kamu jangan marah yah". Pinta Alena.
"Selagi itu bukan orang yang aku benci aku janji tidak akan marah". Janji Aisyah masih dengan wajah dingin.
"Nggak, kamu nggak benci orang ini malah kalian selalu kompak dalam menyelesaikan masalah bersama, tapi aku tetap takut kalau kamu marah sebab kalian...". Ucapan Alena gantung karena masih ragu mengatakan yang sebenar nya.
Alena takut jika ia mengatakan siapa yang ingin dia dekati Aisyah menjadi marah dan semakin murka. Selama ini kedekatan Aisyah dengan lelaki itu tidak dapat di ragukan lagi, bahkan saat Aisyah mengatakan ingin rujuk dengan mantan suami lelaki itu sempat kesal dan berusaha menghindar dari Aisyah. Tapi saat di tanya perasaan mereka masing - masing semua serentak mengatakan tiada yang istimewa.
Alena yang merupakan teman dekap Aisyah sedikit bisa merasakan getaran cinta antara keduanya yang sama - sama memendam tapi di satu sisi Alena bingung harus bagaimana dengan dirinya sendiri. Walau pun Aisyah hanya mewanti - wanti dirinya agar jangan menyukai pria yang ia benci tapi tetap saja Alena bimbang mengatakan pada Aisyah siapa pria idamannya itu.
"Kami kenapa, pria idaman kamu itu dekat dekat denganku atau ia salah satu dari anak buahku yang selalu berada di baris depan melindungi aku sehingga kamu ragu karena takut ia tewas saat menyelamatkanku?". Tebak Aisyah.
Alena menggeleng kepala membantah ucapan sahabatnya.
"Kamu jangan ragu, Lena! Aku akan menempatkan ia di tempat yang lebih selamat jika kamu khawatir dengan keselamatannya. Apa sih tidak untuk kamu? Katakan saja dan aku akan mencoba memberi yang terbaik untuk memenuhi keinginanmu". Bujuk Aisyah mengalah, melihat Alena tertunduk takut dengan sikap dingin nya membuat ia iba dan merasa bersalah sudah membuat sahabatnya ragu mengatakan isi hatinya sedangkan ia sendiri yang suka rela tadi ingin meminta pertolongan pada Aisyah.
__ADS_1
"Pria itu sangat dekat dengan.mu dan perhatian banget sama kamu. Aku takut kamu akan merasa tersaingi jika tau aku juga sebenarnya menyim....". Alena tertunduk lesu dan tidak sanggup melanjutkan ucapannya pada Aisyah.
Aisyah mulai paham dan menjauhkan diri dari Alena, syok sudah tentu. "Kamu suka sama Zack?". Seru Aisyah menutup mulutnya tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui.