
Zack sedang termenung di samping brangkas Mega. Berharap wanita yang telah membesarkan nya itu bangun memberi nya dukungan. Beban yang ia pikul sekarang sungguh berat untuk ia jalani, tapi sebagai anak lelaki ia harus tetap terlihat tegar dan kuat melawan semuanya sendiri.
Ia beralih menatap Panji, "Jika Daddy bangun dan mendengar segala cerita yang beredar di luar sana, saya berharap daddy mengerti maksud semua yang ku lakukan. Tiada maksud menguasai harta daddy tanpa sepertujuan daddy tapi ini adalah satu - satu nya cara agar membuat mereka gentar padaku. Tak peduli lah tanggapan orang lain terhadapku, asal kalian berdua tetap berada di pihak ku". Gumam nya meyakinkan.
Zack selalu menyempatkan dirinya datang mengajak kedua orang tuanya ngobrol dan menceritakan semua yang terjadi pada nya akhir - akhir ini. Walau pun sekarang ia di sibukkan oleh perusahaan dan klan miliknya, tapi yang menjadi prioritas utamanya adalah kedua orang tuanya dan Aisyah. Setelah beberapa menit di ruang rawat itu, Zack beralih ke ruang rawat Aisyah yang terletak bersebelahan saja.
Ruangan nya sengaja di asing kan dan keamanan nya di perketat karena statusnya saat ini di mata masyarakat sudah meninggal. Keberadaan nya tidak boleh di ketahui oleh orang lain selain orang terdekat, pengawal terpercaya dan pihak medis yang merawatnya.
Keadaan Aisyah saat ini sudah stabil cuma sampai sekarang ia belum sadar di sebabkan hal tertentu yang hanya bisa di jelaskan oleh dokter spesialis otak. Benturan di kepalanya menyebabkan ia tidak bisa sadar. Hanya bisa berdoa pada tuhan agar di berikan mukjizat.
"Assalamualaikum, bidadari hati ku. Tiga hari ini kamu pasti kesepian, kan? Maaf yah aku sangat sibuk sehingga tidak sempat datang jenguk kamu di sini. Kamu tenang saja yah. Semua orang yang berusaha mencelakai kamu akan menerima akibat dari perbuatan mereka tanpa terkecuali. Kamu tahu siapa aku, kan? Aku Zack Purbalingga, pria yang selalu berada paling hadapan untuk melindungi kamu". Lirih Zack sambil menggenggam tangan dingin Aisyah.
Tatapan Zack berubah sendu. "Maaf kalau waktu itu aku lambat menyelamatkan mu, aku memang pria paling bodoh dan tidak bisa di harap kan. Bangun lah, dan beri hukuman pada pria tidak berguna ini". Gumam Zack merasa bersalah.
Ia terus mengajak Aisyah bercerita, meluapkan perasaan nya yang bisa merangsang Aisyah untuk sadar, tapi sayang nya setiap usaha yang ia lakukan sama sekali tidak membuah kan hasil. Tiba - tiba ia teringat pada pasangan tua yang menolongnya waktu itu, Zack teringat bahwa mereka adalah orang tua yang sangat ahli dalam mengobati sakitnya dulu. Padahal luka yang di alaminya sangat parah, jika di rawat di rumah sakit maka sangat lama untuk sembuhnya tapi mereka hanya memerlukan waktu beberapa bulan untuk menyembuhkan luka dalam yang ia alami akibat terhempas ke jurang yang cukup tinggi.
__ADS_1
"Semoga mereka bisa mengobati mu, Syah. Aku akan membawa mereka datang menemui mu di sini. Aku akan melakukan apa saja untuk kesembuhan kamu, Syah". Sahut Zack terasa mendapatkan angin segar dalam hatinya..
Ia bergegas keluar dari ruangan setelah berpamitan pada Aisyah. Ia akan datang langsung ke perkebunan pinggir hutan itu untuk membujuk mbah Suryo dan Mboh Darmi datang ke kota bersama nya. Karena sebelumnya ia sudah meminta anak buah nya untuk membawa mereka tapi pasangan tua itu menolak karena sebuah alasan yang tidak ia ketahui.
Menghubungi Pundas dan Dilan untuk menggantikan nya untuk beberapa hari kedepan. Ia mengamanahkan perusahaan dan beberapa urusan penting pada Pundas, sedangkan Dilan di amanah kan untuk menjaga markas senjata dan membantu Pundas jika memerlukan bantuan. Sedangkan penjagaan ketiga orang yang dia sayangi di berikan pada Rafa sebagai pengawal di rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan yang agak menegangkan, Zack kini sudah sampai di desa KarangJati. Ia memilih datang sendirian agar tidak menimbulkan kecurigaan pada penduduk lain. Waktu kini sudah menunjukkan pukul lima sore. Semua warga kebanyakan sudah berada di dalam rumah masing - masing. Zack tidak perlu repot menghadapi introgasi warga yang tidak sengaja melihatnya nanti.
Sebelumnya Rafa dan rekan nya yang lain sudah bilang kalau mereka sudah memperbaiki jalan menuju gubuk tempat tinggal mbah Suryo dan mboh Darmi agar mudah di lewati.
Terdengar samar - samar dari dalam suara tangis seseorang yang terdengar sangat menyayat hati. Tanpa menunggu jawaban, Zack menerobos masuk untuk memeriksa. Betapa tersayat nya hati melihat mbah Suryo sedang duduk sambil memangku kepala mboh Darmi yang sudah tidak bergerak lagi..
"Mbah Suryo?". Gumam Zack syok dengan pemandangan di hadapan nya. Ia langsung terduduk lemah di samping mbah Suryo.
"Nak Zack? Kapan kamu datang, nak? Maaf kalau mbah tidak bisa menyambut mu". Imbuh Mbah Suryo dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
Zack menggeleng kepala, "Izinkan aku memeriksa keadaan mboh Darmi, mbah". Ucap Zack meminta izin.
Mbah Suryo menggeleng kepala melarang. "Tidak perlu, nak. Mboh mu sekarang udah nggak sakit lagi. Semua sakit, kesedihan, kesengsaraan dan penderitaan yang ia derita sudah pergi dari tubuhnya. Ia kini sudah sembuh, ia tidak merasakan sakit lagi, kini ia sudah hidup tenang di sisi pencipta nya, amin!!!". Jelas mbah Suryo tanpa ada beban sedikit pun terdengar dari ucapannya.
Mendengar itu, seketika air mata Zack menetes dengan deras. Pertahanan nya sebagai seorang pria runtuh sudah atas kepergian seorang wanita yang cukup berjasa dalam hidup nya. Wanita yang memberinya kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah ia dapati dari ibu kandung nya sendiri. Kenangan - kenangan indah yang mereka bertiga toreh bersama seketika kembali berputar dalam ingatannya.
"Besok aku akan meminta anak buah ku datang membawa kita ke kota. Biar mboh Darmi di kebumikan di sana...". Ujar Zack.
Mbah Suryo menggenggam tangan Zack. "Maaf, nak Zack kalau mbah terpaksa menolak keinginan baik kamu ini. Tapi mboh kamu pernah menyatakan keinginan nya untuk di kebumilan di sekitar gubuk ini saja, jangan di tempat lain apa lagi di kota. Ia tidak mau meninggalkan rumah nya ini. Di sini lah ia tinggal seumur hidup nya, jadi ia tidak ingin pergi dari sini...". Tolak mbah Suryo.
Zack terdiam, jika mboh Darmi di kebumikan di sini, maka akan sukar membawa mbah Suryo pergi k kota untuk mengobati Aisyah dan kedua orang tuanya. Tapi untuk sekarang yang harus ia fokus kan adalah mengebumikan jenazah Almarhum mboh Darmi terlebih dahulu. Masalah iktiar pengobatan tradisional untuk mereka akan ia pikir kan kemudian.
Sepanjang malam Zack mau pun mbah Suryo tidak pernah tidur, matanya mereka terus terjaga sambil membacakan ayat suci AlQuran untuk almarhum mboh Darmi. Mbah Suryo sudah meminta Zack untuk tidur saja tapi Zack menolak karena memang tidak dapat tidur, ia ingin terus menatap wajah teduh wanita tua itu untuk yang terakhir kalinya.
Sama juga dengan mbah Suryo, tidak menyangka seorang wanita satu - sat mu nya yang menemani masa tuanya kini sudah berpulang ke rahmatullah mendahului nya. Meskipun akan merasakan kesepian tapi ia tetap berusaha tegar agar almarhum bisa tenang di alam sana.
__ADS_1