Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 178 pertengkaran dua wanita tua


__ADS_3

"Kamu pergi pinjam changer ponsel milik Mulan dan bawa segera ke sini. Aku beri kamu waktu lima menit untuk kembali membawa benda itu kesini, kalau lambat maka kamu akan menerima akibatnya". Anacam wanita itu anak lelaki yang di yakini anak nya sendiri.


"Ba ba baik". Anak lelaki itu langsung lari kencang meninggalkan toko setelah mendapat ancaman dari ibunya.


"Maaf ya lama menunggu, itu anak mbak ku suka banget panggil aku mamak sedangkan lihat saja aku masih muda gini masak udah punya anak segede itu...". Jelas wanita itu berbohong untuk memikat hati pria muda di hadapannya.


Zack hanya bisa tersenyum untuk menanggapi ocehan wanita itu.


"Perkenalkan nama saya Susi. Nama kamu siapa?". Wanita itu memperkenalkan dirinya sambil menyodorkan tangan ke hadapan Zack.


Tangan yang sudah penuh dengan keriput malah mengatakan dirinya masih muda. "Ada - ada saja tingkah wanita ini". Batin Zack..


"Sosis". Jawab Zack memperkenalkan diri nya dengan nama samaran yang menurutnya lucu.


"Sosis? Kok aneh ya dengar nya?". Goda Susi.


"Saya juga bingung kenapa nama saya seperti sebuah makan? Tapi saya hanya bisa menerima nama pemberian orang tua karena itu semua keinginan mereka". Tutur Zack.


"Oh, tapi nggak papa kok. Mungkin ibu kamu waktu mengandung kan kamu mengidam makan sosis tapi tidak kesampaian maka saat kamu keluar di nama sosis". Imbuh Susi mencoba berpikira dewasa tapi kok sikapnya tetap genit yah.


"Kamu kok seperti nya sangat paham tentang wanita mengandung? Pasti kamu sudah melaluinya kan makanya paham soal itu". Kata Zack membuat Susi salah tingkah.


"Eh, eh, bukan seperti itu. Saya ini masih perawan kok, benar deh! Saya tahu semua itu karena mbak saya dulu saat mengandung kan anak tadi itu seperti itu. Ia seperti itu". Tutur Susi salah tingkah.


Zack mengangguk tanda ia percaya.


"Ini changer nya. Saya tidak terlambat kan?". Anak lelaki tadi kembali sambil membawa changer di genggamannya.


"Iya, udah sana pergi. Tapi jangan jauh - jauh lepas ini saya akan mengajak mas ini makan bakso di depan sana kamu tolong jaga toko". Teriak Susi tidak terkendali, ia lupa jika Zack saat ini masih berada di hadapannya sambil menutup sebelum kupingnya.

__ADS_1


"Maaf kan saya tidam sengaja. Kupingnya sakit yah?". Susi mencoba mencari perhatian pada Zack.


Zack segera menghindar kerana merasa jijik dengan Susi. "Maaf, ponsel saya benar - benar harus di chas sekarang".


Wanita itu salah tingkah dan langsung mencolokkan changer tadi di colokan dan menyambungkan nya pada ponsel Zack.


"Ini udah masuk, changer nya sangat cocok. Kalau begitu kita tinggal aja dulu, bagaimana kalau kita pergi makan di warung bakso di depan sana dulu sambil menunggu ponsel nya penuh". Tawar Susi pada Zack.


Zack terdiam sejenak, jujur ia juga sangat menginginkan makan bakso, udah beberapa bulan tinggal di gubuk dengan makan makanan seadaanya saja membuat nya begit ngiler jika di ajak makan bakso. "Tapi apa kah ponsel nya akan di sini?". Zack khawatir ponsel nya hilang di curi orang.


"Tenang si Joni yang akan menjaga toko ini jadi aman kok". Ujar Susi membujuk..


Zack masih ragu. "Begini saja, lebih baik Joni yang beli di warung depan sana lalu bungkus aja dan kita makan bareng di sini aja gimana?". Tawar Zack.


Susi terdiam sejenak memikirkan tawaran Zack. "Tapi kalau makan di sini harus sambil melayani pembeli, nggak romantis dong". Gumam Susi nggak setuju.


"Kalau kamu takut banget ponsel kamu hilang, kita bawa aja sekalian ke warung. Di sana juga ada kemudahan mengecas ponsel kok, jadi kita bisa ngobrol lebih leluasa tanpa kebimbangan lagi. Kamu mau yah". Ajak Susi membujuk.


"Kamu tenang saja, simpan uang kamu itu. Aku yang traktir kok dan kamu nggak perlu bayar kalau mau ambil bahan dapur di toko saya ini tapi dengan sarat kamu mau makan bareng dengan saya di depan sana". Susi malah memberi keuntungan yang sangat besar untuk.Zack.


"Kalau bukan karena ingin berhemat aku ogah - ogah aja mau di ajak dengan nenek - nenek ini. Malah genit banget lagi". Batin Zack tiada pilihan lain selain menurut permintaan Susi lagi pula ini menguntungkan nya juga.


"Baik lah". Zack akhirnya setuju.


Susi mengambil beberapa lembar uang biru dari nakas lalu mengambil ponsel milik Zack beserta changer nya. "Ayoh kita pergi". Susi menggandeng lengan Zack keluar dari toko.


"Masuk jaga toko, saya mau pergi makan sebentar". Ujar Susi pada Joni yang asik bermain mobil - mobilan.


"Baik, saya pesan satu mangkuk juga yah". Pinta Joni memelas.

__ADS_1


"Iya asal kamu jaga toko dengan baik, bawel". Kesal Susi. "Ayoh Sosis kita lanjut ke sana". Ajak nya sambil menarik lengan Zack dengan girang.


Zack tidak bisa menolak dan pasrah saja di seret ke warung bakso itu.


"Wih dapat brondong dari mana kamu itu Susi?".


"Udah move on yah dari mas Arya?".


"Pasti pria itu di bayar, mustahil banget deh ada yang mau sama nenek - nenek tua seperti si Susi. Hei mas, berapa si Susi bayar kamu untuk kencan dengan nya? Sini duduk sama aku, aku bayar dua kali lipat dari yang di bayar oleh Susi".


Begitu banyak ocehan yang terdengar dari pengunjung warung. Ada yang terdengar mencibir ada juga yang sampai meminta Zack beralih padanya untuk memanas - manasi Susi.


"Hey, Markona! Bilang aja kamu iri kan sama aku, aku sudah dapar pengganti dari suami kamu itu, dia lebih muda dan lebih segala nya dari mas Arya kamu itu. Kamu jangan asal panggil aku nenek - nenek deh, cermin wajah kamu sendiri, cantik cuma karena balutan bedak doang...". Susi melepas lengan Zack dan beralih pada wanita yang mneyerannya tadi.


Perang mulut terus terjadi antara keduanya. Yang lain hanya duduk menghabiskan pesanan mereka sambil menikmati drama pertengkaran mereka secara live.


Manakala Zack duduk di kursi kosong berhampiran dengan Susi dan mulai mengecas ponselnya kembali. Ia lalu memanggil pelayan untuk memesan dua mangkuk bakso dan satu lagi di bungkus sesuai pesanan Joni.


Tiba - tiba seorang pria paruh baya datang menghampiri meja wanita bernama Markona dan Susi bertengkar.


"Kamu kenapa malah datang ke sini membuat keributan saja Markona? Tadi kamu bilang ingin datang membantu anak saya jualan tapi ini malah hanya buat pelanggan pulang saja". Cerca pria parub baya yang tadi Zack temui sebelum menemukan toko milik Susi.


"Tuh dengan apa yang suami kamu bilang! Bukannya datang menolong anak tirinya malah datang ke sini habisin jualan anak tiri nya aja. Tuh lihat! Udah lima mangkuk habis di makan oleh nya sendiri, badan udah sebesar badak, menyusahkan keluarga suami aja. Kalau aku sih tidak akan seperti itu". Imbuh Susi memanas - manasi pertengkaran antara Markona dan suami nya.


"Benar kamu datang hanya menghabiskan dagangan anak saya tanpa membantu?". Pria paruh baya yang di kenal sebagai pak Arya itu mulai terpancing emosi karena percaya begitu saja dengan ucapan mantan gebetannya.


"Tidak mas, aku tadi memang tumpang makan tapi hanya semangkuk saja, niatnya tadi saya mengumpulkan piring milik pelanggan lain dan membawa nya masuk untuk di cuci...". Markonah mencoba menjelaskan, mencoba menggapai tangan suaminya tapi pak Arya segera menepis.


"Kok makin ribet yah urusannya? Lebih baik aku habisnya cepat bakso ini lalu pergi". Gumam Zack mulai menyantap semangkuk bakso hingga kandas. Ia beralih pada mangkuk kedua yang harusnya di maka oleh susi dan menghabisinya lagi.

__ADS_1


Setelah habis Zack bergegas pergi meninggalkan Susi yang mulai lupa pada diri nya semenjak datang nya pak Arya. Tampaknya ia hanya ingin di jadikan bahan untuk membuat pelanggan lain cemburu. Sesampai di toko milik Susi, Zack memberikan sebungkus bakso pada Joni untuk di makan manakala ia mengambil beberapa bahan dapur yang perlu ia bawa pulang.


"Katakan sama ibu kamu, mas pulang dulu. Mas udah bayar semua nya pada ibu kamu tadi. Katakan juga sama ibu kamu kalau mas akan datang lagi untuk berkunjung seminggu lagi". Ujar Zack pada Joni yang asik menikmati baksonya.


__ADS_2