
Kenyataan pahit terpaksa di telan oleh bu Wahida, mantan ibu mertua Aisyah, begitu pula Rehan, mantan suaminya. Sementara Desi, pelakor dalam rumah tangga mereka dulu kini hidup di pedesaan bersama keluarga dan buah hatinya bersama Rehan. Terus bagaimana keadaan Aisyah sendiri? Apa kah ia sekarang bahagia setelah menempuh pelbagai rintaan dan cobaan hidup.
***
Berita kematian Aisyah tersebar luas ke seluruh penjuru negara bahkan di luar negara juga sedang asik di perbincangkan. Motif pembunuhan dirinya kini menjadi buah bibir orang ramai, dalam kalangan pengusaha maupun rakyat biasa. Tidak kurang di antara mereka mensyaki Zack sebagai dalang di sebalik nya untuk menguasai harta warisan keluarga tersebut.
Bahkan keadaan pasangan Panji daan Mega juga turut di lemparkan ke muka nya. Banyak yang mengira hilangnya Zack dulu hanya lah sebuah trik agar ia tidak di syakira sebagai pelaku.
Mendapat tudingan kejam tersebut, Zack sama sekali tidak ambil pusing. Ia hanya fokus pada misi nya tanpa memperdulikan pendapat orang lain meskipun seluruh dunia menghakimi nya sebagai anak tidak kenang budi. Rencana nya harus tetap berjalan di jalur yang sepatut nya sekarang. Melindungi semua orang yang ia sayangi dari musuh nya yang persebaran di mana - mana, dan mengembalikan lagi hak mereka yang sempat di ambil oleh orang lain yaitu Rehan dan ibu nya.
Bu Wahida pula kini harus berperang dengan uang dan kesehatan putra semata wayang nya. Ia harus kehilangan banyak sekali harta hanya untuk menanggung semua kerugian korban, memberi papasan pada keluarga korban yang meninggal dan sudah tentu itu tidak akan membuat mereka mencabut kembali tuntutan mereka terhadap Rehan.
Semua itu bu Wahida lakukan hanya agar Rehan tidak mati di hajar warga waktu di kantor polisi. Warga juga menerima uang yang tidak sedikit untuk kerendahan hati mereka telah memberikan Rehan pada nya. Posisi Rehan dan bu Wahida sangat tersudut oleh warga bahkan seluruh rakyat indonesia.
Beralih ke sin yang jarang kita perbincangkan yaitu kondisi Shela, ibu Cleo. Setelah suami nya di tanggap polisi dan di fonis penjara seumur hidup, segala aset yang mereka miliki di sita oleh bank. Anjas ternyata memiliki hutang yang cukup banyak sehingga bank terpaksa menyita semua harta milik nya.
Kini Shela hidup melarat di sebuah rumah kontrakan kecil di sekitar kota. Ia bekerja sebagai pelayan salon. Tidak kurang juga di antara pelanggan mereka meminta pelayanan plus karena wajah Shela yang sangat awet muda. Shela yang kekurangan uang pun menerima saja tawaran pelanggan nya tanpa harus berhubung dengan bos nya supaya harga nya tidak terpotong.
"Sebenarnya usia kamu udah berapa, sih? Aku kayak nya nggak percaya kalau sekarang kamu udah berusia 40 tahunan. Wajah kamu dan keulekan kamu dalam melayani ku tadi bertolak belakang dengan usia kamu itu". Kata pria muda sehabis melakukan asusilah bersama Shela.
__ADS_1
"Kamu mau percaya atau tidak terserah kamu saja. Yang penting bayaran aku sesuai kesepakatan...". Imbuh Shela dingin.
"Sabar dong sayang. Aku masih ingin melakukannya lagi sama kamu..". Bujuk pria itu pada Shela.
"Cukup! Bayar sekarang dan pergi dari sekarang juga. Aku capek ingin istirahat, jika kamu menginginkan aku lagi sila datang lain waktu". Tegas Shela menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Pria itu kesal, ia mengeluarkan beberapa lembar uang dan meletakkan nya di meja. Segera memakai baju lalu keluar dari kamar kontrakan milik Shela meninggalkan wanita itu sendirian. Dalam selimut Shela menangisi nasipnya malang setelah suami dan anak nya masuk penjara. Kini ia terpaksa menjadi hidup yang hina.
"Bagaimana keadaan putri ku itu? Ku harap ia hidup dengan layak bersama ayah nya. Dari dulu aku ingin melacak keberadaan ya tapi nama nya saja aku tidak tah siapa, dia tinggal di mana jaub dari sini atau malah sangat dekat dengan ku, aku sangat merindukan mu nak". Lirih Shela teringat anak yang ia berikan pada Dani.
Tiba - tiba pintu kontrakan nya di ketuk dengan tidak sopan dari luar. Shela bangkit dengan kesal dan memakai baju nya dengan terburu - buru sehingga ia tidak sadar jika ia memakai baju terbalik.
"Kamu ternyata masih sama yah. Kalau udah kuda - kudaan pasti malas memakai pakaian, langsung tidur aja. Ada orang datang akan ada kejadian seperti ini". Bukan nya menjawab pertanyaan Shela pria itu malah meledek Shela dengan kebiasaan buruknya. Ia menata Shela dari hujung rambut hingga hujung kaki.
Shela heran dengan ucapan pria itu, ia meneliti setia sudut muka pria itu tapi ia tetap tidak bisa mengenalinya. "Kamu siapa? Jangan sok mengenalku! Kenal pun tidak". Kesal Shela menganggap pria itu hanya iseng padanya.
"Perkenalkan aku Danish, pelanggan kamu yang selanjutnya. Kamu masih kuat kan?". Pria itu mengulurkan tangan nya ingin berkenalan dengan Shela.
"Maaf aku nggak nerima lagi. Aku capek! Sana pergi". Usir Shela ingin menutup pintu rumah nya tapi Danish segera menahan pintu itu.
__ADS_1
"Ini cek, kamu bisa menulis berapa saj dominal yang kamu ingin kan untuk bayaran servis nya....". Danish menyelitkan cek kosong ke belahan dada Shela.
Shela tercengang menerima cek itu, tapi ia tidak akan percaya begitu saja pada pria yang baru saja ia temui ini. "Kamu pikir aku perempuan bodoh! Ambil cek ini dan pergi sekarang. Aku tidak lagi memerlukan duit!". Tolak Shela mengembalikan cek itu pada Danish.
"Kamu tetap sama yah, tidak berubah sama sekali. Aku suka dengan sikap keras kepala kamu ini. Kalau kamu nggak terima cek, bagaimana kalau uang cash saja. Dalam sini ada uang sebanyak lima puluh juta, kalau masih kurang aku akan meminta anak buah ku untuk mengambilkan nya dengan syarat kita bisa berbincang di dalam...". Ucap Danish menyerahkan tas berisi uang sebanyak 50 juta pada Shela.
Mata Shela terbelalak, ini pertama kalinya setelah sekian lama ia tidak pernah lagi melihat uang yang begitu banyak.
"Boleh aku masuk?". Tanya Danish.
Shela bergeser dari pintu. Ia hanya fokus menghitung uang yang baru saja ia terima dari pria bernama Danish tanpa mengeluarkan suara apa pun. Ia kini tidak peduli dengan Danish, yang ada dalam benak nya apa saja yang akan ia lakukan pada uang itu.
"Kamu senang?". Tanya Danish.
Tanpa sadar Shela mengangguk senang. Tapi beberaa detik kemudian ia beralih menatap ke arah berbeda menghilangkan perasaan malu yang ia rasakan.
"Nggak perlu malu, aku tahu kamu sekarang lagi susah. Aku akan memberikan berapa saja yang kamu inginkan asal kamu mau berkata jujur tentang kisah silam kamu". Imbuh Danish.
"Nggak perlu aku ceritakan, pasti seluruh Indonesia tahu apa yang terjadi pada keluargaku. Anak dan suami ku di penjara akibat perbuatan keji yang mereka lakukan. Perusahan bankrut, banyak hutang, seluruh aset di sita bank. Apa lagi yang ingin kamu ketahui dari ku? Semua sudah di ketahui orang di seluruh negara ini. Nggak perlu aku jelaskan lagi". Sahut Shela dingin.
__ADS_1
Danish melemparkan sebuah dokumen di meja tepat di hadapan Shela. "Baca dan katakan yang sebenarnya tentang anak kamu yang bernama Cleo itu...". Ketus Danish.