Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 76 Ruang introgasi


__ADS_3

"Ummi". Seru Aisyah girang, ia langsung bangkit dari kasur setelah menyadari siapa yang masuk ke kamarnya bersama bik Saras.


Aisyah berlari dan memeluk Fatimah erat dan kembali menumpahkan kesedihannya akibat rasa bersalah telah berpikir buruk tentang wanita yang telah merawatnya dari bayi itu.


"Sudah sedih nya nak! Wanita tua ini tidak mau melihat bulir air itu keluar dari mata indahmu". Ucap Fatimah membujuk sambil menyeka wajah Aisyah dari air mata.


"Maaf aku tidak pernah menjenguk ummi di penjara gegara terhalang sakit, maaf aku yang sudah salah sangka dengan ummi, aku akan pastikan ummi tidak akan di penjara...". Ujar Aisyah.


Fatimah tersenyum haru lalu menjawab ucapan Aisyah.


"Nggak papa kok, semua itu pantas Ummi terima karena sudah bersekongkol menyembunyikan kamu dari kedua orang tuamu selama ini, tapi satu yang kamu harus tahu nak, Ummi menyayangimu seperti anak sendiri, terpaksa melakukan semua itu juga lantaran terpaksa karena panti saat itu sangat membutuhkan dana untuk kelangsungan hidup kita semua...". Ucap Fatimah pasrah dengan ikut menahan bulir bening di matanya.


"Tapi ummi...". Ucapan Aisyah terpotong melihat senyum di wajah Fatimah.


"Biar la Ummi menebus dosa yang telah ku lakukan, karena ummi sadar jika selama ini uang haram la yang ummi gunakan untuk mempertahankan kalian anak - anak ummi, lagi pula tinggal di hotel prodeo itu senang kok, hidup lebih terjamin karena tempat tinggal di sediakan kan dan makan gratis, ikhlaskan ummi tinggal di sana yah agar hidup Ummi lebih terjamin...". Canda Fatimah berusaha melihat senyum di bibir Aisyah,


Dan benat saja senyuman itu walau tipis. Aisyah kembali memeluk Fatimah erat seperti tidak ingin melepas wanita itu pergi dari sisinya.


Mega dan bik Saras turut menatap iba dua wanita yang saling berpelukan itu. Mereka memberikan waktu pada Aisyah dan Fatimah untuk saling melepas kerinduan dan memberi ketenangan pada mereka sebalum ...


Drrrt drrrt


Ponsel Mega berdering, ia terus menggeser tombol hijau dan menjauh agar tidak terdengar oleh yang lain.


"........"


"Iya mas, iya sebentar lagi bisa? Mereka masih berpelukan tidak tega untuk melerai pasti Aisyah akan kembali sedih, tolong izin pada mereka tambah waktu lagi dong, takut Aisyah kembali drop loh mas". Bujuk Mega dengan suara berbisik.


"......"


"Ih, tega banget sih kalian, iya deh, tunggu bentar lagi yah, sayang usaha menyampaikan nya dulu". Ujar Mega sebelum mengakhiri panggilan.

__ADS_1


Mega kembali melangkah mendekat ke arah tiga wanita beda usia di dekat tempat tidur dengan perasaan tidak enak karena akan kembali membuat putrinya merasa sedih.


Fatimah yang mengerti dengan ekspresi wanita cantik yang merupakan ibu kandung wanita yang sedang ia peluk langsung mencoba melepas pelukannya dari Aisyah dan berpamitan untuk pergi.


"Sudah jangan sedih lagi, kamu harus bahagia nak jangan buat keluarga mu sedih melihatmu seperti ini, sangat tidak pantas wanita cantik dan terhormat jatuh sakit hanya untuk wanita tua ini, Ummi harus pergi jaga kesehatan kamu yah!". Pesan Fatimah pamit.


Aisyah menatap bingung, pikirnya wanita yang telah merawatnya ini tidak jadi di tahan tapi nyatanya hanya izin keluar untuk menemuinya. "Aku akan berusaha mengeluarkan Ummi dari sana selamanya". Janji Aisyah dalam hati.


Pertemuan ini membuat Aisyah kembali bersemangat seperti sedia kala. Tiada gunanya terus bersedih tidak akan bisa membantu ibu angkatnya bisa keluar dari herat pasal, ia harus mencari cara untuk membebaskan wanita itu.


*


*


"Maaf sebelumnya jika Aisyah mengganggu aktifitas semua hanya untuk berkumpul di ruang keluarga, terutama kamu Zack". Ucap Aisyah merasa bersalah. Ia tahu Zack sibuk mengurus banyak hal, perusahaan bahkan kasus Cleo dan ayahnya semakin hari semakin menguras tenaga dan masa untuk mencari bukti kongkrit.


"Nggak papa kok, Aish. Untuk kamu semua bisa aku usahakan, apa yang ingin kamu sampaikan pada kamu semua?". Zack maklum dan to the point.


Panji hanya diam menunggu Aisyah membuka suara menyampaikan keinginannya. Aisyah tertunduk membenarkan terkaan ibunya.


Aisyah sebenar kan tidak sampai hati mengutaran ini, lantaran ini menyangkut kasus yang sudah begitu lama terjadi dan pastinya sangat membuat kedua orang tua dan keluarga nya terpukul. Pasti mereka akan sedih setelah mendengar permintaanya untuk membebaskan ibu angkatnya yang juga ikut andil menyembunyikannya selama ini.


Tapi ia tidan bisa memungkiri jika yang di lakukan bu Fatimah lantaran sayang padanya dan hanya terpaksa bekerja sama dengan pak Santo untuk menyelamatkan dan mempertahankan panti asuhan.


Panji, Mega dan Zack tampak menghela nafas berat.


"Kami faham kamu sangat menyayangi bu Fatimah Aisyah, tapi untuk membebaskannya dari tahanan itu mustahil sayang". Bujuk Mega.


Aisyah mendongak menatap penuh pengharapan pada sang ibu. "Aku mohon ibu, aku tahu Ummi hanya terpaksa melakukan itu semua untuk mempertahankan panti asuhan miliknya agar tidak di usir karena menanggung banyak hutang yang tidak bisa ia bayar, aku mohon cabut laporan ibu padanya bu, aku mohon!". Ucap Aisyah memohon sambil menggenggam tangan Mega.


"Iya sayang, ibu juga sebenarnya tidak tega melihatnya mendekap di hotel prodeo itu, yang kamu ucapkan itu benar nak, buktinya bu Fatimah pun sebarnya hanya menggunakan uang kerja sama yang pertama dari pak Santo". Mega melirik Zack karena takut anak angkatnya itu terpojokkan karena ulah ayah biologis nya.

__ADS_1


Tapi untungnya Zack tampak tidak berubah mimik wajah merasa bersalah akibat perbuatan ayahnya.


"Uang yang di kirimkan oleh pak Santo yang berikutnya terbukti tidak pernah ia gunakan lagi bahkan uang yang pernah ia gunakan sudah ia kembalikan dan kumpulkan di akun bank dengan uang yang lain. Meskipun ia menutup semua itu, tapi asisten bu Fatimah di panti telah memberi kesaksian dengan bukti yang ada".


" ibu sudah mencabut mencabut laporan terhadapnya karena ibu sayang sama kamu nak dan ia juga sebenarnya tampak tulus menyayangimu terbukti ia berhasil menjagamu sampai besar dan hebat seperti ini. Lagi pula ia menyembunyikanmu lantaran pak Santo mengatakan banyak yang mengincar nyawamu di luar sana, makanya ia mau bekerja sama. Tapi lantaran pak Santo sudah menyerahkan diri dan mengakui semua itu tanpa sengaja harus menyeret bu Fatimah kedalamnya sebagai bukti, lagi pula bu Fatimah sendiri tidak ingin keluar dari sana dan tetap merasa ia juga ikut andil dalam kasus ini, jadi...". Kata Mega panjang lebar menjelaskan pada Aisyah agar putrinya itu tidak salah faham dengan terus memenjarakan Fatimah.


"Kita tunggu saja keputusan pengadilan yah nak. Kita berdoa saja agar bu Fatimah tidak terjerat hukuman yang berat dan kalau bisa bebas tanpa ada kasus yang menjerat nya, Allah pasti memberikan yang terbaik untuk hambanya". Potong Panji ikut menenangkan putrinya.


Aisyah tidak lagi bersuara, hanya isak tangis yang terdengar dalam pelukan Mega.


*


*


Di sebuah ruangan introgasi, dua orang introgator sedang di buat emosi dengan seorang nara pidana dengan kasus berlapis yang sedang menjerat dirinya.


Cleo hanya tersenyum melihat dua orang lelaki di hadapannya menatapnya dengan emosi yang memuncak. Ini adalah keahlian tersembunyi miliknya, selain pandai menyembunyikan semua kebusukannya dengan perilaku ayu dan sikap manja di luar sana, ia juga cukup ahli membuat petugas penyelidik emosi dengan sikap dan ucapannya.


"Anda jangan memancing emosi kami terus nona, itu semakin membuktikan nona memang layak melakonkan pelbagai peran sekaligus dalam sin drama kehidupan nyata, wanita ayu tapi pembunuh berantai, gadis lugu tapi pandai melawak di tempat yang tidak tepat kan tidak lucu, bahkan orang tidak tertawa sama sekali malah emosi dengarnya". Salah satu introgator mengomentari. Sangat jelas di wajahnya emosi karena wajahnya merah padam.


Cleo hanya tersenyum sinis, tidak mungkin ia memudahkan kerja polisi dan penyelidik dengan pengakuannya. Biar mereka bekerja keras membuka kasusnya, alangkah beruntung jika ada yang terkorban saat itu.


"Sudah! Jangan terpancing emosi, itu hanya akan menguras tenaga kita...". Ucap rekannya.


"Iya, tapi lihat sudah berjam - jam kita di ruangan ini tapi tidak mendapatkan informasi apa pun darinya, buang - buang masa tahu nggak, lebih baik kita nggak usah panggil dia lagi untuk interogasi, bukannya dia yang merasa takut nalalh kita yang dibuat emosi". Ujarnya lagi masih menahan amarah.


Setelah Bertemu dua introgator itu, kini giliran Cleo akan bertemu dengan pengacara yang menangani kasusnya.


"Bagaimana dengan surat yang itu, apa sudah kamu sampaikan pada orangnya?". Tanya Cleo dingin pada seorang lelaki di hadapannya.


Tanpa ada basa basi terlebih dahulu, setelah pengacara itu duduk Cleo langsung mencercanya dengan pertanyaan menohok.

__ADS_1


__ADS_2