
"Itu sebab aku tidak mengenali mu! Jika aku tahu kamu adalah pria brengsek itu, aku tidak akan pernah sudi dekat - dekat dengan kamu". Tutur Jasmin.
"Sudah lah, sayang. Jangan pungkiri jika kamu nyaman dekat dengan ku. Memang awal pertemuan kita tidak menyenangkan. Tapi setelah kenal kamu sendiri merasa nyaman, kan? Apa lagi anak kita tahu dari dulu jika aku adalah ayah nya. Jangan pisahkan aku dari anak ku, aku juga tidak akan memisahkan kamu dari anak kita. Bagaimana kalau kamu melupakan dendam kamu itu demi anak kita". Rafa berubah lembut dan memohon pada Jasmin.
"Jangan harap!!!". Teriak Jasmin menolak.
"Kamu jangan degil, Jasmin. Atau semua orang yang dekat dengat mu yang menerima akibatnya". Rafa kembali kasar dan mengancam Jasmin..
Jasmin meneteskan air mata karena tiba - tiba kepalanya berdenyut sakit. Rafa melepas geramnya dengan menghantam dinding. Ia sadar telah menyakiti wanita yang ia cintai. Sejak pertama kali melihat Jasmin, wanita itu berhasil menguasai diri dan jiwanya. Tapi karena efek obat yang di berikan oleh Danish membuat nya khilaf dan tidak sengaja merenggut mahkota berharga Jasmin.
Ia sangat menyesal dan mencoba menebus kesalahan itu dengan melakukan pendekatan pada Jasmin tanpa mengatakan identitas sebenarnya. Tapi sayang, meskipun Jasmin sedikit sebanyak sudah mulai menyukai nya tetap saja tidak akan mengubah bahwa dia adalah pria yang sangat di benci oleh wanita itu.
"Yang mana yang sakit? Sini biar aku lihat". Tanya Rafa penuh perhatian..
"Nggak perlu, sana keluar! Aku muak lihat muka penipu kamu itu. Hantar aku menemui Zack sekarang, aku ingin bertemu dengan nya". Sahut Jasmin mengelak dari di sentuh Rafa.
"Zack!! Zack! Zack! Kenapa kamu selalu saja menyebut nama pria itu? Apa lebih nya dia dari aku? Selama ini dia hanya menganggap kamu sahabatnya tidak lebih. Untuk apa kamu menggantungkan diri kamu pada pria yang sama sekali tidak peduli sama kamu?". Rafa kembali terpancing emosi mendengar Jasmin menyebut nama Zack.
"Kamu sama sekali tiada apa - apa nya jika di banding dengan Zack. Dia pria yang tulus. Meskipun wajah nya tanpa ekspresi sama sekali tapi dia tidak pernah munafik. Nggak kayak kamu, terlihat saja baik tapi sebenarnya penipu. Pembohong ulung!". Ujar Jasmin jujur.
Telinga Rafa semakin panas mendengar Jasmin memuji - muji Zack secara langsung. Selama ini dia hanya bisa berpura - pura tunduk pada Zack untuk menjalan kan misi keluarganya. Tapi tidak mulai saat ini. Ia akan mengakhiri semua drama yang telah ia lakoni dari dulu. Ia sudah benar - benar muak.
"Kamu jangan khawatir, jika saat aku berhasil membunuh Zack, aku akan memenggal kepalanya dan memajangnya di dalam kamar tidur kita agar kamu bisa setiap hari menatap wajah yang menurut kamu tulus itu...". Ucap Rafa dengan senyum sinis menghiasi wajah nya.
Jasmin tiba - tiba pingsan membayangkan apa yang di katakan Rafa benar - benar terjadi. Tapi untung saja Rafa sempat menyambut tubuh gembul nya dan berusaha membawanya ke kasur agar bisa beristirahat dengan nyaman. Rafa kemudian meminta seorang wanita untuk membersihkan ruangan itu yang berantakan akibat pertengkaran mereka.
Rafa bingung harus bagaimana sekarang, Jasmin sedang pingsan tapi mustahil jika ia membawa dokter untuk memeriksanya di kota mati ini. Tapi keadaan dua orang wanita yang mengalami luka bakar yang cukup parah juga harus di cek.
"Aku tampaknya harus bekerja sama dengan seorang dokter agar bisa merawat mereka di tempat ini...". Gumam Rafa memutuskan untuk mencari dokter yang bisa di ajak kerja sama.
__ADS_1
*
*
Mbah Surya sudah menemukan semua herbal yang di perlukan untuk menyembuhkan Panji dan Mega. Para pengawal tidak pernah sedetik pun meninggalkan mbah Suryo. Keadaan di kota mengenai penyerangan musuh di rumah sakit dan aksi penculikan semua orang di desa sudah sampai di telinga mereka. Jadi demi berjaga - jaga, mbah Suryo harus di kawal ekstra.
Rafa juga mengetahui lokasi ini dan semua informasi tentang mbah Suryo. Jadi kemungkinan besar jika Rafa akan datang untuk menyerang mereka juga dan merebut mbah Suryo dari tangan mereka.
"Semua sudah lengkap mbah?". Tanya Alfa.
"Iya sudah. Kita nginap aja lagi yah di sini. Besok baru kita berangkat ke kota lagi". Tawar Mbah Suryo.
Para pengawal saling melempar tatapan. "Nggak bisa mbah, kita harus segera ke kota hari ini juga mumpung masih siang". Bujuk Alfa menyembunyikan semuanya dari mbah Suryo.
Mbah Suryo menghela nafas berat, ia tidak akan membantah meskipun ia masih sangat merindukan rumah nya dan almarhumah istrinya. Mereka akhirnya memutuskan untuk segera berangkat kembali ke kota tapi menggunakan jalan yang berbeda dari biasanya. Mereka takut jika tiba - tiba anak buah Rafa datang mencegat jalan mereka dan merebut mbah Suryo dari tangan mereka.
-
"Untuk berjaga -jaga mbah. Mbah nurut aja yah, jangan banyak mengeluarkan suara!". Pinta Alfa lagi.
Mbah Suryo mengerti dan menebak pasti terjadi sesuatu pada Zack di kota sehingga mereka juga harus berjaga - jaga. "Semoga kamu baik - baik saja, di sana nak Zack". Gumam mbah Suryo penuh harap.
Peng...
Terdengar suara tembakan entah dari arah mana. Seorang di antara mereka terkena tembakan tersebut dan langsung tumbang di tempat.
"Yusri!!". Seru yang lain melihat rekan nya tergeletak tak berdaya sambil memegang dada nya yang terkena tembakan..
"Semua menunduk, tampaknya ada yang mengikuti kita dan menargetakan mbah Suryo!". Titah Alfa. "Sial!! Kita sudah mati - matian ikut jalan ini, tetap saja tidak dapat mengelabuhi mereka". Sambungnya kesal.
__ADS_1
"Seorang rekan kita sudah tumbang, jangan sampai kita lengah! lindungi mbah Suryo dengan segenap jiwa kalian. Ingat apa yang menjadi tanggung jawab kita, mbah Suryo harus kembali ke kota dengan selamat. Nggak guna jika diri kita selamat tapi yang perlu kita lindungi malah tidak dapat kita lindungi. Kalian paham maksud saya?". Tegas Alfa mengingatkan anggotanya.
"Paham bang!!". Seru mereka serentak.
"Hush, jangan kencang - kencang bodoh. Kalau mereka dengar bagaimana?". Imbuh Alfa.
"Maaf bang...". Sahut mereka serentak.
"Mbah nggak papa kan?". Tanya Alfa pada mbah Suryo yang terlihat biasa saja. Biasanya kalau orang tua melihat sebuah kejadian seperti sekarang akan syok, tapi tidak dengan mbah Suryo.
"Semoga amal ibadah rekan kalian itu di terima oleh Allah...". Tutur mbah Suryo. "Kalian lebih baik pulang saja, mbah nggak papa di sini, jangan korban kan nyawa kalian hanya untuk melindungi orang yang sudah hampir menjemput ajal ini. Kalian masih muda, hidup lah dengan tenang". Pesan mbah Suryo pada Alfa dan rekan - rekannya.
"Nggak mbah, tugas kami melindungi mbah sampai ke kota dengan selamat. Jika kami nggak bisa melaksanakan tugas kami ini, maka percuma kami kembali ke kota dalam keadaan hidup". Tolak Alfa dengan percaya diri..
Peng...
Terdengar lagi suara tembakan tapi meleset.
"Semua berlindung, pastikan mereka semua mati detik ini juga!". Titah Alfa Tegas.
"Beri mbah senjata juga. Mbah akan melindungi kalian". Imbuh mbah suka rela. Tiada yang membantah, mereka tahu jika pria tua ini bukan orang yang sembarangan. Keahlian seni bela diri nya di atas rata - rata bahkan masih bisa mengalahkan mereka jika bertarung.
"Baik".
Mbah Suryo di giring ke dalam semak - semak belukar untuk berlindung. Posisi musuh sudah di ketahui, yaitu bagian barat dari posisi mereka saat ini. Alfa dan dua orang lain nya melihat keliat tiga orang yang bersembunyi di balik pohon. Dan dua orang sedang merangkap memegang senjata ke arah mereka.
"Jumlah mereka ada lima orang. Kita saling melindungi, yang terpenting lindungi mbah Suryo. Jangan sampai mbah terluka akibat mereka..". Seru Alfa memberi perintah.
Peng...
__ADS_1
Terdengar suara tembakan tapi bukan dari arah musuh tapi dari salah satu dari mereka. Semua tercengang mengetahui jika mbah Suryo menembak tepat ke arah seorang pria yang sedang merangkak. Seorang musuh tumbang, mereka pun tidak ingin kalah dan mulai menyerang. Suara sahutan senjata dari dua pihak saling bertempur terdengar jelas sehingga para hewan liar pada kabur menjauh.