Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 204 Alena berubah


__ADS_3

"Kamu menyindir ku?". Tanya Rehan ketus.


"Eh, ada yang terasa berarti benar kan. Kami sebenarnya tiada urusan dengan kamu, apa lagi sikap kamu yang seperti seorang ibu - ibu yang mengawasi anak gadis nya. Sedangkan Alena sendiri tampak keberatan dengan kehadiran mu di antara kami. Apa kamu tidak malu terus duduk di situ?". Imbub Syakir dingin.


Aisyah sampai syok, sikap Syakir sama persis dengan sikap Zack saat menghadapi Rehan. Tapi ia kembali menggeleng kepala karena lagi - lagi Zack yang menguasai akal pikirannya hanya karena sikap Syakir yang hampir mirip dengan kakak angkatnya itu.


"Aku di sini sebagai tunangan Alena. Aku berhak menjaga nya dari pengaruh buruk kalian berdua". Balas Rehan tak kalah ketus.


Ha ha ha. Syakir tergelak dengan ucapan Rehan. Sedangkan Aisyah dan Alena menatap bingung pada Rehan. "Yang membawa pengaruh buruk itu kamu, bukan orang lain apa lagi Aisyah". Batin Alena membantah ucapan Rehan.


"Kami atau kamu yang membawa pengaruh buruk pada nya. Orang yang nggak tahu pun kini semakin yakin jik di antara kita berempat ada yang sedang mengidap sakit mental dan kini sikap nya mengalahkan ibu - ibu..". Sahut Syakir membalas ucapan Rehan dengan sindiran..


"Apa kamu bilang? Kamu siapa, hah? Berani merendahkan aku. Aku tidak kenal siapa aku?". Rehan bangkit dari duduk nya dan menghantam meja dengan kuat.


Alena sampai habis pikir dengan sikap berlebihan yang di perlihatkan oleh Rehan. "Jika di biarkan yang ada penyakit Rehan malah kambuh. Aku tidak mau jika itu terjadi dan keselamatan Aisyah terancam karena emosi Rehan tidak bisa terkendali". Batin Alena takut.


"Kamu tenang dong, mas. Jangan terpancing emosi gini dengan ucapan pria itu. Dia pasti sengaja memancing emosi kamu agar orang lain tahu tentang kekurangan kamu yang satu itu. Mas jangan bimbang, aku sama sekali tidak akan terpengaruh dengan ucapan nya kok. Jadi mas tenang saja yah. ..". Bujuk Alena sambil mengelus - elus lengan Rehan berharap pria itu kembali tenang.

__ADS_1


"Tapi setiap perkataan nya sengaja membuat aku naik pitam dan emosi, Alena. Dia harus terima ganjaran dari ucapannya. Dia belum tahu aku siapa sehingga berani mengusik hidup ku. Hanya karena sekarang ia menjadi pacar Aisyah, ia bisa naik kepala....". Rehan beralih menatap Aisyah. "Atau jangan - jangan dia hanya ingin menikmati harta milik kamu bukan karena dia tulus dan cinta sama kamu. Kamu harus hati - hati dengan pria miskin seperti dia...". Pesan Rehan terdengar prihatin pada Aisyah.


Aisyah malah mempererat pelukan nya pada Syakir, bahkan tanpa di sengaja ia mencium pipi pria itu dengan mesra. "Mau dia tulus atau tidak sama aku, yang pasti aku tulus dan cinta berat padanya. Kalau dia mau harta aku, maka aku akan memberikan semuanya agar ia tetap berada di samping, menjaga ku, memanjakan mu dan mungkin semua aset kekayaan ku akan aku alihkan atas nama nya. Kamu mau kan sayang?". Tanya Aisyah pada Syakir meminta persetujuan.


Alena sampai tidak habis pikir dengan jala pikiran Aisyah. "Segitu bucin nya sama pria ini. Siapa dia sebenarnya sehingga bisa menak luki hati hati batu Aisyah dan melupakan perasaan nya pada tuan Zack". Batin Alena bingung.


"Udah mas, lebih baik mas pulang aja. Aku takut penyakit mas kambuh jika meladeni mereka. Lagi pula aku bisa kok meladeni mereka berdua. Di sini ada ibu, ayah dan pekerja yang lain yang bisa tolong mengawasi aku. Jadi mas tenang saja dan pulang yah". Bujuk Alena bimbang dengan keselamatan Aisyah.


"Nggak Alena! Aku akan tetap di sin nemenin kamu. Aku tidak mau membiarkan kamu sendiri meladeni pasangan tidak tahu malu ini...". Tolak Rehan.


Rehan menelan slavina kasar dengan sikap Alena. Ia tidak bisa membuat Alena marah padanya karena mereka harus segera menikah sebelum aksinya membunuh Aisyah dan seluruh keluarganya diketahui oleh wanita itu.


"Baik lah, tapi aku ada satu permintaan yang tidak bisa kamu tolak". Tawar Rehan.


"Iya, iya terserah kamu saja deh mas. Aku nurut aja apa kata kamu asal kamu pergi aka dari sin dulu. Urusan kita nanti lagi kita bincang...". Tutur Alena setuju.


"Baik lah aku pergi. Tapi kamu harus janji jangan terpengaruh dengan bujuk rayu mereka. Aku akan datang jemput kamu besok". Rehan setuju dengan permintaan Alena. Ia beralih menatap Syakir. "Aku tegas kan sama kamu yah lelaki tidak tahu malu, jangan coba - coba mencuci pikiran tunangan ku. Akan aku pastikan nyawamu di tangan ku jika terjadi sesuatu padanya. Kamu mengerti!". Tegas Rehan sambil me layangan jari telunjuknya ke wajah Syakir.

__ADS_1


Syakir hanya tersenyum sinis dengan ancaman dari Rehan. "Nyawa mu yang akan berada di tangan ku Rehan tak guna!". Batin Syakir kesal.


Aisyah tersenyum menang. Rencana mereka untuk membuat Rehan pergi lebih dulu berhasil. Ia dan Alena leluasa berbicara berdua tanpa hambatan pria songsong itu lagi.


Rehan benar - benatr pergi sesuai keinginan Alena. Sedangkan Aisyah kini menatap lekat tepat ke arah mata Alena. "Kenapa kamu mau menikah dengan pria itu? Bukan nya dulu kamu bilang benci dan jijik pada nya kenapa sekarang malah kamu ingin menjadi bagian penting dalam hidupnya? Jawab aku Alena! Apa yang sudah ia lakukan pada kamu sehingga kamu harus menikah dengan nya?". Cerca Aisyah setelah Rehan sudah pergi membawa mobilnya.


Alena merasa tersentuh dengan perhatian sahabatnya, tapi ia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya pada Aisyah karena tidak mau membebani pikiran sahabat nya itu. Cukup dia selesaikan sendiri masalahnya dengan si pria brengsek Rehan itu..


"Dia tidak melakukan apa pun padaku. Aku memang udah mencintai nya tanpa paksaan atau ancaman sekali pun. Aku dan dia tulus saling mencintai, jadi kamu lebih baik nggak udah sibu ngurusin hidup aku, fokus aja dengan keluarga kamu yang udah berantakan. Aku bukan Alena yang kamu kenal dulu, aku Alena yang baru, yang sangat mencintai mas Rehan tanpa Syarat". Imbuh Alena dengan ketus.


Aisyah sampai tercengang dengan sikap berbeda yang di perlihatkan oleh sahabatnya itu. Alena benar -benar berubah, dia yang dulu sangat lembut kini berubah kasar padanya.


"Aku tahu kamu seperti apa, Len. Tolong jangan siksa aku seperti ini. Jika kamu butuh bantuan maka jangan segan minta bantuan pada ku. Jika Rehan mengancam hidup mu da n keluarga mu maka mulai sekarang kalian lebih baik tinggal bersama ku saja di Mansion. Tolong Alena jangan menikah dengan Rehan apa pun sebab nya". Bujuk Aisyah mencoba menggapai tangan Alena.


"Stop, Non Aisyah! Kamu tidak berhak mengatur jalan apa yang perlu aku ambil untuk hidup ku. Tiada alasan aku menolak mas Rehan, kami sudah sama - sama cinta. Aku tidak akan menghancurkan perasaan pria yang aku cintai hanya demi seorang yang nggak penting seperti kamu. Aku tidak akan tinggal diam jika ada yang mengusik hubungan kami berdua termasuk kamu, mantan teman baik". Tolak Alena membuat Aisyah sedih.


"Kamu udah berubah banget, Len. Aku tidak menyangka selama aku tidak ada kamu bisa berubah drastis seperti saat ini. Aku kecewa dengan mu, Len". Air mata Aisyah mulai berjatuhan membasahi pipinya akibat sikap Alena yang kasar da tidak sopan padanya.

__ADS_1


__ADS_2