
Beberapa menit berjalan kaki menuju gerbang Mansion Purbalingga, Zack saat ini termenung memandang kehadapan, bangunan megah nan besar di hadapannya tersimpan begitu banyak kenangan manis bersama kedua orang tua angkat nya. Meskipun hanya seorang anak adipsi tapi ia di sayangi sama seperti anak sendiri.
Bahkan ia tidak pernah merasakan kasih sayang lebih dalam dari orang lain meskipun itu dari orang tua kandungnya sendiri karena sudah dari kecil di buang. Menjadi anak yang tidak di harapkan bisa turut merasakan kasih sayang dari pasangan baik hati.
Walau pun tetap ada yang tidak menerima baik kehadirannya di mansion ini seperti contoh oma tapi tidak membuat Zack menyesal masuk dalam keluarga itu. Hanya Kenangan indah yang terekam dalam ingatannya saat ini, tiada satu pun kenangan buruk yang terlintas dalam ingatannya saat ini.
"Terima kasih atas segala kenangan indahnya mom, dad! Setelah ini kalian berdua ingin membenci ku, aku ikhlas dan sama sekali tidak akan menyalahkan kalian karena itu, aku sedari siapa lah diri ku ini". Gumam Zack dalam hatinya.
Setelah puas menatap bangunan itu, Zack pun melanjutkan langkahnya menuju pintu masuk yang berjarak sekitar 250 meter dari posisinya saat ini. Halaman yang luas membuat siapa saja yang berjalan kaki akan merasa pegal beru lah akan sampai, apalagi Zack yang sudah melewati begitu banyak jarak sebelum menaiki angkot lanjut berjalan setelah jaman menuju gerbang tapi penyesalan yang ia rasakan saat ini membuatnya tidak merasakan lelahnya berjalan kaki, bahkan langkah nya begitu ringan terasa sambil di guyur hujan.
Tubuh mulai menggigil tapi ia harus tetap melangkah hingga akhirnya bertemu dengan kedua orang tuanya.
Sesampai di depan pintu Zack kembali terdiam, tidak mungkin masuk kedalam ruangan dalam keadaan basah kuyup, ia memutuskan menuju taman kaca melalui jalan di sekeliling mansion karena ia yakin jik kedua orang tuanya sedang asik merawat tanaman mereka di sana.
Sepanjang kakinya melangkah tidak habis ia menggerutu ki dirinya sendiri kenapa bisa berbuat tega dulu pada keluarga yang sangat baik ini, "Sekarang saat nya kamu menebus kesalahan itu dan terima konsekuensi yang akan kamu terima dari mereka". Katanya pada diri sendiri.
Taman kaca sudah tampak di depan mata, di dalam terlihat Mega yang berdiri sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya di balik tanam - tanaman yang mekar dengan sangat cantik.
Zack berhenti sejenak menyemangati dirinya, ia harus tabah menerima setiap perkataan dan perlakuan kasar yang kemungkinan akan ia terima. Setelah merasa sangat kuat ia pun menlanjtkan langkahnya masuk ke taman kaca dengan pakaian yang basah.
Sekarang Zack sudah berada di belakang Mega, bahu bergetar dan kaki yang membeku, tidak sanggup jika jujur pada wanita itu ia akan kehilangan cinta yang ia terima selama ini tapi ia harus tetap mengatakan yang sebenarnya sekarang karena ia tidak bisa selamanya menyimpan rahasia ini seumur hidup, sebagai lelaki ia harus berani menanggung akibat dari perbuatannya.
"Mo mommy!". Panggil Zack dengan suara bergetar akibat kedinginan.
__ADS_1
Mega segera mengusap wajahnya lalu menatap ke arah Zack. Ia kaget melihat Zack yang basah kuyup dengan wajah yang kini pucat, tubuhnya bergetar akibat kedinginan.
"Kamu kenapa basah begini, nak?". Tanya Mega dengan perasaan khawatir.
Zack tersenyum kecut sambil menggeleng perlahan. "Aku habis kehujanan ibu". Jawabnya. "Ibu sedang apa di sini sendirian, mana daddy?". Tanya Zack.
"Da daddy kamu udah masuk duluan, kamu cepat masuk juga ganti pakaian sebelum kamu jatuh sakit..". Jawab Mega.
Zack baru sadar jika mata Mega merah seperti habis nangis. "Mami nangis? Siapa yang sudah menyakiti perasaan mami?". Zack mengusap wajah Mega benar saja kulit wanita itu lembab habis nangis.
"Nggak usah pikir kan, yuk kita masuk! Mami nggak mau kalau kamu jatuh sakit nanti karena memakai baju basah kayak gini dalam waktu lama". Ajak Mega pada Zack.
Awalnya Zack nurut tapi saat ingin melangkah memasuki rumah baru lah Zack teringat dengan tujuan sebenarnya menemui Mega. Ia pun menghentikan langkahnya membuat Mega menatap nya bingung.
"Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan sama mami...". Ucap Zack tertunduk.
Mega kembali terpukul, melihat wajah Zack yang seperti itu kembali membuatnya sedih, kata - kata Aisyah tadi kembali terngiang di kepalanya. Ia tidak ingin percaya tapi Zack yang bersikap aneh di hadapannya ini membuatnya yakin jika yang di katakan Aisyah tadi benar adanya.
"Lebih baik kamu ganti baju dulu, mami akan membuatnya wedang jahe untuk kamu untuk lebih hangat". Tawar Mega mengelak. Sudah cukup ia tahu tidak perlu membuktikan, tidak ingin kehidupan harmonis yang susah paya ia pertahankan runtuh hanya karena masa lalu yang sudah mendapatkan jalan keluar..
"Tapi mami....". Zack berniat menolak dan tetap pada pendirian nya untuk jujur tapi tubuhnya di dorong oleh Mega masuk ke dalam Mansion menuju kamar mandi dapur.
"Masuk lah, mami akan kembali membawakan handuk untuk mu". Kata Mega kemudian menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
Setelah menutup pintu rapat, Mega menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara saat menangis. Tapi tetap saja suaranya tetap keluar dengan sangat memilukan bagi yang mendengarnya.
Zack di dalam pun tersadar jika Mega sebenarnya sudah tahu apa yang ingin ia sampaikan. "Maaf kan aku mami!". Lirihnya turut meneteskan air mata. Tubuhnya lemas dan tersandar di pintu kamar mandi. Ia tidak bisa lagi membendung kesedihannya setelah beberapa waktu ia tahan demi menjaga perasaan sang wanita yang di sayangi.
Beberapa saat kemudian Mega kembali dengan membawa handuk dan baju ganti untuk anak angkatnya. Mengetuk pintu kamar mandi tapi sudah beberapa kali tetap tidak mendapatkan respon, sebagai ibu yang sudah membesarkannya meskipun bukan dari rahimnya sendiri tapi Mega tetap bisa merasakan ada yang tidak beres yang sedang terjadi pada anaknya di dalam.
"Tolong! Siapa pun tolong datang ke sini cepat!". Teriak Mega penuh cemas.
Seorang ART yang sedang membersihka dapur bergegas menghampiri majikannya. "Ada apa nyonya?". Tanya nya.
"Cepat panggil lelaki untuk mendobrak pintu ini, cepat!". Titah Mega tidak sabar.
"Emang siapa yang berada di dalam?". Tanya ART itu lagi.
"Jangan banyak tanya, cepat pergi panggil seseorang untuk dobrak pintu ini, cepat!". Teriak Mega dengan cemas.
"Iya nyonya, tapi nyonya sabar yah". Kata ART itu pun mulai ikut cemas. Berlari keluar mencari seseorang dan dari kejauhan tampak seorang satpam dan beberapa pengawal sedang ngobrol di depan pintu utama.
"Hey kalian cepat masuk ke dalam, nyonya sedang cemas dan ingin meminta agar pintu kamar mandi di dobrak". Imbuh ART itu dengan cepat.
Tanpa bertanya dan tanpa pikir panjang tiga orang pengawal bergegas lari masuk dimana majikan mereka berada sedangkan satpam tetap berjaga di depan pintu.
Melihat kedatangan pengawal Mega segera meminta agar pintu kamar mandi di rusak kan saja. "Zack ada di dalam, dari tadi saya memanggil tapi tidak mendapatkan balasan, saya risau dia kenapa - kenapa di dalam, kalian dobrak saja pintu". Titah Mega dengan raut wajah cemas.
__ADS_1
"Nyonya mundur dulu biar kami cek di mana posisi tuan Muda sekarang". Ujar salah satu pengawal. Salah satu dari mereka mendapati Zack sedang bersandar persisi di belakang pintu, jika pintu di dobrak dari luar maka akan menyakiti Zack.