
Zack kini sudah terlihat berbeda. Wajahnya yang basah membuat wajah nya sama sekali tidak terlibat bengis seperti sebelumnya. Wajah penuh cahaya membuat Dilan yang baru pertama kali melihatnya juga sampai tidak bisa berkedip.
"Kami kenapa lihat aku seperti itu? Kayak lihat hantu saja kamu. Kamu yang jadi imam yah. Aku sedikit lupa dengan bacaan sholat". Imbuh Zack mempersilahkan Dilan berada di hadapan.
Dilan membulatkan mata. Ini kali pertama dia memimpin seorang pemimpin. Memimpin sholat seorang ketua klan yang selama ini ia hormati dan mereka takuti. "Ini adalah sebuah sejarah yang cukup berharga untuk ku". Gumam Dilan bangga dalam hati.
"Eh mala bengong aja kamu. Cepat lah". Zack tampak heran dengan sikap Dilan yang menurutnya aneh. Ia hanya meminta Dilan mengimani sholatnya, tapi anak buah nya itu sudah bersikap berbeda.
"Maaf tuan, saya sampai terbawa suasana. Ini merupakan kali pertama saya mengimani tuan, berada di hadapan tuan merupakan suatu kehormatan bagi saya. Terima kasih tuan". Ujar Dilan berterima kasih.
"Aku juga hanya manusia biasa. Jangan bersikap berlebihan seperti itu. Cepat, aku tidak punya waktu banyak!". Cerca Zack sedikit kesal.
"Baik tuan". Dilan nurut. Ia melangkah menuju sejedah yang digunakan seorang imam. Dengan tenang Dilan melaksanakan tugasnya yang sangat mulia menurutnya. Mengimani Zack, seorang pria yang memiliki pengaruh besar di kota ini..
"AllahuAkbar. Bismillahirrahmanirrahim....". Dilan mulai membacakan ayat suci alquran.
Zack yang mendengarnya sambil melaksanakan sholat dengan khusuk pun meneteskan air mata kesedihan, penyesalan dan penuh merasa dosa. Ini kali pertama ia melakukan sholat menggunakan hati yang ikhlas. Selama ini ia hanya melakukan dua kali setahun itu pun sholat idul fitri dan idul adha. Ia sama sekali tidak pernah mau mendalami sholat yang ia lakukan itu, berbeda dengan yang dia laksanakan saat ini..
Sepanjang Dilan mengimani sholat nya, ia tidak habis - habis bergetar haru. Hati benar - benar ter sentil oleh sang maha kuasa sekarang. Setelah menyelesaikan doa penutup, Dilan melanjutkan mendoakan Aisyah secara khusus.
Mendengar Dilan menyebut nama Aisyah dalam doa mereka membuat Zack semakin tertusuk. Ia merasa bersalah pada Aisyah, semua yang terjadi ini tidak luput dari kesalahannya, akibat ia yang memiliki banyak musuh, keluarga dan orang terdekat nya yang menjadi korban.
"Amin, ya Rabbal Al amin". Imbuh Dilan mengakhiri doa nya.
__ADS_1
Zack masih betah menengadah tangan pada sang Ilahi. Dilan memutuskan untuk memberi waktu pada tuan nya meluapkan kesedihannya. Ia akan pergi agar Zack leluasa menangis.
"Tuan pasti memerlukan waktu sendiri. Semoga ini merupakan awal yang baik untuk kebahagiaan tuan. Kami akan turut bahagia jika tuan juga bahagia". Gumam Dilan. Dilan memutuskan untuk berjaga di luar pintu musholah untuk memastikan tiada siapa pun yang memanfaatkan momen ini untuk menyingkirkan Zack.
"Ya Allah. Aku tahu aku banyak dosa padamu. Tapi ku mohon jangan ambil Aisyah dari sisi ku untuk menyakiti perasaan ku yang sanagt berdosa ini. Ku mohon selamatkan dia, jangan ambil dia dari sisi ku. Dia adalah wanita yang sangat berharga bagiku, ya Allah. Ku mohon jangan siksa batin ku dengan kehilangan dirinya. Aku tidak akan sanggup menjalani hidup ini tanpa dirinya. ..".
Zack mengusap air mata yang sudah membasahi seluruh pipinya dan lendir yang keluar dari hidungnya dengan kasar lalu melanjutkan kembaku6 doanya.
"Aku sudah banyak melakukan kesalahan pada Aisyah. Izinkan aku menenus kesalahan itu dengan membahagiakan nya. Selama hidupnya tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kedamaian hidup. Dia selalu saja di timpa kesedihan dan kesengsaraan selama hidupnya. Ku mohon izin kan aku menjadi sumber kebahagiaan nya. Aku berjanji akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan nya. ...". Zack terus saja berdoa untuk kesembuhan Aisyah.
Ia juga sesekali teringat akan dosa - dosa yang telah ia lakukan selama hidup ini. Sama ada pada Aisyah, kedua orang tua angkatnya atau oada se siapa pun itu. Ia sangat menyesal berada di dunia hitam ini tapi ia tidak akan berhenti sebelum musuh bebuyutannya mati di tangan nya. Ia tidak menyingkirkan semua musuh yang ia punya lalu hengkang dari dunia gelap dan memulai hidup yang tenang bersama keluarganya.
Zack mengakhiri doanya dengan perasaan yang mulai tenang. Benar yang di katakan orang ramai, jika tempat yang tepat untuk menangis adalah di atas sejadah selepas sholat. Pikirannya sekarang sedikit lebih tenang dan tidak lagi penuh dengan amarah seperti sebelumnya. Tubuhnya juga terasa lebih ringan untuk melangkah seakan - akan beban yang sedang ia pikul hilang seketika bersama kesedihannya.
Saat membuka pintu, Zack tersentak karena Dilan masih berada di sini menunggunya. "Sedang apa kamu di sini?". Tanya Zack bingung.
"Oh, bagus. Kamu memang bisa diandalkan. Sekarang pergi lah, selesai kan tugas mu yang sempat tertunda akibat panggilan ku. Aku juga nitip pesan pada yang lain untuk mendoakan agar Aisyah lekas selamat dan sembuh". Imbuh Zack ramah.
"Baik tuan. Saya akan sampaikan pesan ini pada yang lain. Kami akan .elakukak6 sholat berjemaah untuk mendoakan non Aisyah. Tuan di sini baik - baik. Jangan lengah sedikit pun. Saya yakin tuan Danish dan anak buah Clear tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan mengambil kesempatan pada saat anda terpuruk seperti ini. Saya harus pergi untuk mencari tahu penyebab utama perseteruan ini. Jadi saya tidak bisa dua puluh empat jam melindungi tuan". Pesan Dilan perhatian.
"Kamu juga hati - hati. Katakan pada yang lain juga untuk terus hati - hati. Aku harus ke ruangan Aisyah sekarang. Hatiku tiba - tiba merasa cemas...". Sahut Zack meninggalkan Dilan.
"Tunggu tuan!". Cegah Dilan mengejar Zack.
__ADS_1
"Ada apa lagi?". Tanya Zack.
"Pakai ini". Dilan memberikan kaca mata hitam miliknya oada Zack.
"Terima kasih". Zack langsung memakainya untuk menutupi mata nya yang sudah lebam akibat terlalu banyak menangis tadi.
Zack terus saja berlari menuju ruangan operasi di mana Aisyah di tangani tadi. Hatinya tiba - tiba terasa nyeri dan gelisah. "Semoga kamu baik - baik aja, Syah!". Batin Zack penuh harap.
Sesampai di sana terlihat Mawar sedang menangis sambil di tenangkan oleh dua orang suster. Zack semakin cemas, ia menghampiri Mawar untuk bertanya apa yanv telah terjadi.
"Kamu kenapa? Apa yang telah membuat kamu menangis seperti ini?". Tanya Zack dengan lembut.
Mawar tidak menjawab, ia hanya menatap Zack dengan tatapan sedih.
"Kamu jangan diam aja Mawar! Katakan ada apa sampai kamu menangis seperti sekarang?". Cerca Zack sedikit meninggi kan suaranya.
"Ka kamu tenang dulu, yah Zack. A aku harap kamu bisa tabah menerima semua ini, semoga kita bisa menerima ini dengan lapang dada". Balas Mawar.
"Maksud kamu apa? Jangan buat pikiran aku melayang kemana - mana! Katakan dengan jelas, Mawar! Aku tidak suka melihat kamu bersikap seperti ini!". Kesal Zack, air matanya juga tiba - tiba mengalir deras tanpa tahu kejadian yang sebenar.
Zack beralih bertanya pada dua orang perawat, bertanya pada Mawar yang sedang terisak sangat menguras emosi. "Katakan, apa yang sedang terjadi?". Tegas Zack pada mereka berdua.
"Maaf tuan, kami sudah melakukan yang terbaik tapi tuhan berkehendak lain. Pasien sudah tidak bisa di selamatkan". Jawab salah satu dari suster itu.
__ADS_1
Bagai di sambar petir, Zack berlari masuk membuka pintu dengan kasar. Ia tercengang melihat kain putih sudah menutupi wajah Aisyah.
"Aisyah!!!".