
Aksi mereka yang sedang berusaha memasukkan Aisyah ke dalam mobil yang berbeda terlihat jelas di mata Zack.
"Lepas nya dia! Kalau kalian tidak mau mati hari ini maka berikan ia padaku!". Ancam Zack dengan tatapan mematikan.
Aisyah kini berhasil di masukkan, para pembunuh bayaran itu berbagi tugas. Tiga orang dari mereka masuk ke dalam mobil membawa Aisyah pergi dari sini. Sedangkan yang lain dengan percaya diri tersenyum sinis ingin melawan Zack dengan senjata api mereka.
"Apa berikan dia padamu? Ha ha ha. Dia sedang bercanda bro. Hadapi kami baru kamu bisa mengejarnya, itupun kalau masih sempat". Ejek salah seorang dari pembunuh bayaran itu.
Pin...
Klakson dari anak buah Zack terdengar, mereka datang tepat waktu untuk mengganti kan posisi bos mereka menghadapi pembunuh bayaran ini. Mereka memiliki jumlah yang cukup banyak untuk menghadapi pembunug bayaran itu.
"Tuan pergi saja. Serahkan mereka pada kami. Tuan pergi selamatkan non Aisyah". Titah Dilan dengan percaya diri.
Zack nurut dan menyerahkan pembunuh bayaran itu pada anak buah nya. "Aku pergi dulu!". Pamit Zack memasukkan dirinya ke dalam mobil miliknya.
Baru saja Zack masuk ke dalam mobil, tiba - tiba sebuah mobil datang dengan penampilan klan musuh bebuyutan mereka. "Sialan. Aku barus pergi cepat sebelum mereka berhasil menghalangiku untuk mengejar Aisyah". Gumam Zack.
Zack dengan keahlian menyetir super yang ia miliki, lorong sempit ini pun sangat mudah baginya untuk keluar. Ia tidak peduli dengan keadaan mobil mahal miliknya yang ia pikir kan sekarang hanya keselamatan Aisyah. Tapi sial nya anak buah Danish juga berhasil mengejarnya. Tembak menembak berlaku dengan sengit di lorong sempit itu. Zack sendirian melawan mereka yang berjumlah empat orang pada mobil yang musuh.
"Sial! Mereka sudah merencanakan semua ini dengan sangat matang. Tapi mereka yang menculik Aisyah bukan bagian dari mereka, pasti di bayar oleh seseorang untuk menculik Aisyah..". Zack terus bergumam sambil menyetir, membalas tembakan mereka dan menghindari peluru yang di kirim padanya.
"Kalau begini terus yang ada mereka berhasil membawa Aisyah jauh dari sini. Aku tidak akan biarkan itu terjadi. Aku harus menghindari mereka dan fokus pada mobil yang membawa Aisyah tadi. Tapi bagaimana?". Zack terus berpikir sehingga datang bala bantuan melegakan perasaan nya.
"Tuan pergi saja. Kami sudah datang, biar kami yang membasmi mereka oara tikus pengacau ini...". Ujar Rafa yang sedang mengendarai sepeda motor.
__ADS_1
"Kita gantian, kamu bawa mobil ini, menggunakan motor lebih mudah mengejar mereka". Sahut Zack punya ide.
"Baik tuan tapi berhenti sangat tidak aman dan semakin memperlambat pergerakan kita...". Imbuh Rafa. "Kamu masuk ke dalam mobil mengambil alih kemudi, biar aku yang membawa tuan mengejar mereka. Kamu paham kan?". Saran nya pada rekan nya yang sedang sibuk menembak lawan.
"Baik lah". Rekan nya setuju dan langsung lomba masuk kedalam mobil dan menggantikan Zack menguasai kemudi mobil.
Sementara Zack dengan lincahnya lomba keluar dari mobilnya dan naik ke atas motor dengan selamat. "Sekarang kejar mobil itu!". Tegas Zack.
"Baik tuan". Sahut Rafa.
Kejar - mengejar terjadi di jalan raya utama. Mereka tidak berani menembak karena takut terkena pada penumpang lain. Begitu pula dengan si pembunuh bayaran, mereka tidak mau menarik perhatian penumpang lain dengan aksi mereka. Anak buah Zack menyakit semua mobil yang me jadi penghadang motor nya dengan mobil para pembunuh bayaran.
Tapi karena berada di jalan tol, mobil sangat banyak sedangkan motor tidak di benarkan melewati jalan ini. Akibatnya aksi mereka yang menerobos jalan tol mengundang perhatian pihak polis.
"Kita sedang dikejar oleh polis tuan". Imbuh Rafa.
"Mereka tampak nya sengaja hanya berputar - putar di jalan tol, berkemungkinan mereka ingin kita di tangkap polisi baru mereka akan membawa non Aisyah menuju tempat mereka. Sekarang mobil polisi semakin banyak mengejar kita. Kita harus bagaimana sekarang?". Ucap Rafa meminta pendapat.
"Aku akan menghubungi yang lain untuk membawa mobil ke sini. Aku tidak akan membiarkan mereka membawa Aisyah pergi. Aku tidak akan mengampuni mereka jika hal buruk terjadi pada Aisyah!". Seru Zack geram.
Ia menghubungi anak buah nya untuk membawa mobil ke jalan tol sekarang. Ia harus mengelabuhi para pembunuh itu supaya keluar dari jalan tol ini agar tidak membahayakan penumpang lain saat pertarungan mereka.
Beberapa menit menunggu posisi motor dan mobil sudah dekat sehingga aman untuk Zack masuk kedalam mobil dan seorang dari anak buah nya keluar menemani Rafa mengelabuhi polisi dan para pembunuh itu. Kini Zack tidak sendiri, ia di temani oleh lima anak buahnya mengejar mobil para membunuh.
Tebakan Rafa tadi benar ada nya. Para pembunuh akhirnya memutar mobil mereka menuju jalan yang sedikit sunyi setelah memastikan motor Rafa sudah tidak terlihat lagi begitu pula dengan mobil polisi yang mengejar mereka.
__ADS_1
Sementara itu, Aisyah kini sudah sadar dari pengaruh obat bius yang di berikan padanya. Matanya perlahan terbuka dan mendapati dirinya sedang berada di mobil yang sangat asing baginya.
"Zack tolong aku". Lirih Aisyah ketakutan. Ia tidak berani bangun dan memperlihat kan jika diri nya sudah sadar. Ia terus menangis memohon agar Zack menolongnya.
"Ini semua salah ku sendiri. Aku begitu mudah percaya dengan ucapan orang lain, ikut saja dengan semua omongan nya. Aku memang sangat bodoh, aku memang bodoh!". Gerutu Aisyah memaki diri nya sendiri.
"Zack aku mohon, tolong selamat kan aku. Aku takut". Lirih nya semakin deras mengalirkan air mata.
"Kita akan membunuh wanita ini di mana?". Tanya salah seorang dari mereka.
"Kita bawa dia ke jurang, kita buang saja dia di sana..".
Suara itu Aisyah kenal. Dia lah pria yang menghubungi tadi sehingga ia nurut saja dengan pemintaan nya. "Mereka ingin membuang ku ke jurang? Zack cepat datang tolong aku. Akunggak mau mati mengenaskan seperti ini apa lagi tidak di kebumikan dengan layak. Aku tidak mau mati seperti ini Zack. Tolong datang selamat kan aku". Mohon Aisyah dalam hati..
"Tampaknya ada mobil yang mengikuti kita. Mereka ternyata tidak menyerah dan masih berusaha mengejar kita sampai ke sini. Sial!". Gumam ketua para pembunuh.
"Jadi kita harus bagaimana sekarang bos?". Bingung anak buahnya.
"Diam lah! Kamu nyetir aja, jangan banyak tanya!". Teriak ketua dengan sangat frustasi.
Aisyah tercengang ternyata ada yang datang untuk menyelamatkan nya dari para pria yang ingin mengambil nyawa nya ini. "Aku tahu kamu pasti datang untuk menyelamatkan ku Zack. Kamu memang kakak yang terbaik yang pernah ku miliki. Ya tuhan, terima kasih telah mengirim seorang pria yang selalu menjaga ku dan mau memeptaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan ku". Ucap Aisyah bersyukur.
Meskipun ia sudah tahu jika ada yang akan menyelamatkan nya, tapi Aisyah masih tetap merasa takut karena Ia masih berada di tangan para pembunug bayaran ini.
"Bagaimana kalau kita bunuh aja dia di dalam mobil ini dan buang dia keluar, persetan dengan keinginan klien yang menginginkan mayatnya sebagai bukti. Jika ia tidak percaya maka kira bunuh aja dia sekalian. Lagi pula bayaran yang ia berikan sebagai uang muka udah lebih dari cukup". Saran ketua para pembunuh.
__ADS_1
Hati Aisyah semakin berdebar katakutan. Mereka berencana ini membunuhnya sekarang lalu di buang begitu saja. "Aku harus bagaimana sekarang? Aku mau mati konyol begitu saja di tangan kejam mereka". Gumam Aisyah ketakutan.