
Sementara di dalam kamar, Rehan dengan nafas yang tak beraturan sudah merebahkan tubuhnya di samping kekasihnya yang juga tampak sangat kelelahan selepas pertempuran hangat mereka. Entah berapa kali mereka mencapai ******* bersama hingga pengaruh obat itu benar - benar hilang.
"Minuman yang di berikan istri kamu tadi pasti ada sesuatu mas!". Ujar Desi penuh selidik.
Rehan tidak menggubris, dia sudah tertidur pulas, tubuhnya begitu lelah dan langsung ambruk selepas menuntas habis gai rahnya.
Desi meliriknya dan mendengus kesal. Tapi karena tubuhnya juga begitu lelah, matanya pun ikut terpejam dan langsung terbuai dalam mimpi tanpa terlebih dahulu menyelimuti tubuh bu gil lelaki di samping itu.
Tak selang berapa lama saat dua insan itu tertidur pulas, datang beberapa orang lelaki memasuki kamar itu dengan wajah tak percaya. Tak habis pikir aja, kenapa ada suami tega membawa wanita lain datang ke rumah di mana sang istri sah berada. Bodohnya lagi mereka sampai melakukan asusila, sudah tentu sakit hati lah sang istri sah ya kan...
"Pak Rehan!...". Panggil lelaki paruh baya yang mengenakan baju kokoh lengkap dengan kopiah di kepalanya.
Orang yang di panggil tidak menggubris dan tetap terpejam dengan keadaan yang amat memalukan, nasib wanita yang berada di samping nya sudah di tutupi dengan selimut tebak. Jika tidak, pasti mereka akan menikmati pemandangan indah secara gratis secara langsung dan lengkap.
Lelaki paruh baya itu melangkah mendekat ke arah Rehan dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang sama yang digunakan oleh wanita disampingnya. Sedangkan yang lain hanya berdiri di ambang pintu menyaksikan apa yang akan dilakukan lelaki paruh baya itu. Kemudian tapak kaki Rehan di elus - elus perlahan untuk menimbulkan sensasi geli pada lelaki itu agar segara bangun.
Bukannya merasa terganggu, Rehan malah tersenyum dengan mata terpejam sambil berkata "Desi sayang, jangan jahil ah! Mas mau tidur nih". Ucapnya dengan suara manja.
semua yang ada menahan gelak.
"Aldo! Ambil air di dalam kamar kecil! Tampaknya mereka sangat kelelahan sekarang sampai tidak menyadari kedatangan kita di sini!". Imbuh lelaki paruh baya itu pada rekannya.
"Baik pak RT..". Jawab Aldo langsung menjalankan perintah.
Lelaki paruh baya itu ternyata pak RT yang sengaja dipanggil datang oleh bik Saras dengan perantaraan Aldo untuk menggrebek dua manusia tak berakhlak yang sedang me sum di rumah ini.
__ADS_1
.
Aldo kembali dengan mene teng air di dalam gelas dan di berikan pada pak RT. Air itu kemudian di siram ke muka Rehan oleh lelaki paruh baya itu.
Karena merasa tidak nyaman, Rehan langsung mengusap wajahnya dan tampak sangat marah. "Kenapa dengan kamu Desi! Apa masih belum puas?". Bentak Rehan saat belum menyadari siapa yang menyiramnya.
Dengan masih mengumpulkan nyawanya Rehan bangkit duduk mengucek - ucek matanya.
Mendengar teriakan kekasihnya, Desi juga ikut membuka mata dan perlahan membuka mata. Alangkah kagetnya dia melihat ada seorang lelaki sedang berdiri di bawah kaki nya sekarang. Dia mencengkram ujung selimut yang menutupi tubuhnya dengan kuat lali melirik Rehan yang juga tampak syok setelah menyadari apa yang terjadi.
"Apa yang kalian lakukan di rumah ku? Lancang kalian masuk tanpa seizin pemilik rumah!". Bentak Rehan sambil melayangkan telunjuknya ke arah pak RT dengan mata yang melotot kesal.
"Maaf pak Rehan, kami mendapat laporan di rumah ini sedang ada seseorang yang melakukan perzinaan. Jadi kami langsung datang, Jika pak Rehan mengatakan kami lancang masuk ke dalam rumah ini, anda salah! malah kami sangat di alu - alu kan datang oleh seseorang yang juga tinggal di rumah ini". Jelas pak RT.
Rehan tampak semakin emosi mendengar penjelasan lelaki di hadapannya. Dalam benaknya tidak lain adalah sang istrinya sendiri yang telah merencanakan ini semua. Sebelumnya dia tak menyadari semua, mulai dari Aisyah yang tiba - tiba berubah baik, melayani mereka sangat baik bahkan minuman sebelumnya juga dia tidak menaruh curiga sedikitpun. tapi dengan datangnya mereka menggerebek dirinya, membuat dia yakin siapa yang telah menjebaknya.
"Kami akan pergi jika pak Rehan dan wanita di samping anda juga ikut bersama kami!". Tolak pak RT. "Kalian harus segera di nikahkan malam ini juga!". Sambungnya lagi.
Sementara Desi masih baring sambil memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya. Dia bisa menebak siapa dalang semua ini juga, berbeda dengan Rehan, wanita itu memang sudah tahu pasti istri sah kekasihnya itu sedang merencanakakn sesuatu, tapi bodohnya dia tetap terperangkap dalam permainan itu. Di satu sisi dia bahagia karena Rehan akan segera menikahinya tapi di sisi lain dia juga malu.
"Ada apa ramai - ramai di rumah anak saya? Pakai masuk segala di kamar ini, minggir!". Suara bu Wahida terdengar ketus mencoba menerobos masuk melewati semua orang yang berdiri di ambang pintu.
Setelah berada di dalam, matanya langsung membulat sempurna melihat siapa yang berada di dalam, dia adalah pak RT yang sedang menghadap anaknya di atas kasur bersama seorang wanita yang bukan istrinya. Dia sudah bisa menebak apa yang terjadi sekarang. Dia kemudian melirik kerumunan lima orang lelaki di belakangnya, seseorang sedang mengarahkan ponselnya kehadapan lebih tepatnya merekam putranya.
"Cepat matikan ponsel kamu!". Teriaknya pada orang itu. "Kalian semua pasti sengaja datang ingin mempermalukan anakku, kan! Ini pasti ulah menantu gila itu, di mana dia sekarang?". Bu Wahida tampak marah dan mengitari seluruh ruangan mencari keberadaan Aisyah. Tapi nihil, hanya Desi seorang wanita di dalam kamar ini.
__ADS_1
"Kalian lebih baik cepat keluar dari rumah ini sebelum aku lapor polisi karena kelancangan kalian masuk ke rumah ini tanpa izin..".usir Bu Wahida dengan menunjuk semua lelaki asing itu.
"Maaf bu Wahida, kami datang karena ada laporan di dalam rumah ini sedang terjadi perzinaan, meskipun orang itu adalah pemilik rumah ini sendiri, tapi kamu datang menggrebek siapa saja yang berbuat salah di kompleks ini karena memang ini tugas kami. Jika ibu ingin kami pergi, baik! kami akan segera pergi dari sini tapi dengan syarat, mereka juga harus ikut, mereka harus kami nikahkan malam ini juga....". Jelas pak RT panjang lebar.
"Tapi mereka memang sudah merencanakan pernikahan sebentar lagi, semua persiapan sudah hampir selesai....". Bu Wahida terdengar sedikit lembut tapi sebenarnya masih menahan emosi dengan semua orang termasuk anaknya sendiri. Kenapa sampai lalai seperti ini. Dia harus sabar karena kejadian ini memang kesalahan anaknya.
"Tapi mereka sekarang masih belum sah kan. Jadi masih haram untuk bersentuhan apa lagi melakukan hubungan intim, jika memang sedang mempersiapkan pernikahan tetap saja mereka harus menikah siri terlebih malam ini juga...". Pak RT tetap pada pendiriannya.
"Apa tidak bisa besok aja pak RT? Ini sudah cukup malam...". Bujuk bu Wahida. "Mereka pasti akan menikah besok secara siri dulu, pak RT bisa datang lagi besok membawa penghulu dan saksi yang pak RT sudah siap kan. Lagi pula mereka sekarang tampaknya belum bersiap juga". Sambung bu Wahida melirik tajam pada anaknya memberi kode agar membenarkan ucapannya.
Rehan tidak mengeluarkan suara, hanya anggukan kecil di layangkan pada pak RT membenarkan semua yang di ucap ibunya.
Pak RT pun langsung setuju dengan cadangan bu Wahida. Mustahil juga mereka di nikahkan di malam buta ini karena penghulu pasti sudah tidur. Tadi hanya cara pak RT memberi gertakan pada dua orang pezina itu. Ke semua orang yang datang mengrebek Rehan pun pergi meninggalkan rumah dengan wajah yang juga sudah lelah.
Tring...
Di saat bu wahida dan pasangan me sum itu melepas kepergian semua orang itu, sebuah pesan masuk ke ponsel Rehan. Dengan gerak malas memakai ****** ***** dengan cepat lalu mengambil ponselnya dan membaca pesan yang baru masuk itu.
"Ibu harus menemui Aisyah sekarang! Dasar istri tak tahu di untung tega sekali dia membuat suaminya malu di rumah sendiri, ibu akan memberi pelajaran pada perempuan itu sekarang juga". Bu Wahida tampak sangat dendam dan semakin membenci Aisyah. Dia melangkah ingin beranjak keluar kamar, tapi....
"Berhenti ibu! Nggak perlu mencari nya...". Cegah Rehan dengan sorot mata tajam menatap layar ponselnya.
*
*
__ADS_1
*
Terima kasih pada kalian yang mendukung cerita ini. Jika ada yang ingin menyumbang sedikit rezeki pada author nya dengan memberi saweran berupa hadiah atau vote amat di alu - alu kan yah. 🥰