
Hanya seorang yang menemani Pundas keluar lebih dulu. Yang lain pula sengaja ke ruangan berbeda untuk sementara waktu dan mencari alasan untuk keluar. Pria tadi sudah pergi, mereka kembali mengelabuhi orang lain yang ingin keluar dari pintu itu. Tapi setelah menuggu beberapa m3nit, tiada satu pun yang datang dan Pundas pula gelisah menunggu di luar sambil sesekali menghubungi mereka bertanya bagaimana keadaan di dalam.
Beruntung ada satu orang penjaga lagi datang dan itu bukan pria yang tadi sebab pria itu sedikit berbadan besar berbanding yang sebelumnya.
"Tampaknya dia ingin keluar, kita ikuti dia saja". Saran salah satu dari mereka.
"Iya".
Pergerakan mereka di perhatian oleh pria itu dan menatap mereka penuh selidik. "Kalian keluar mau ngapain?". Tanya pria itu.
"Hah, kami baru saja mendapat tugas untuk mencari dua orang penjaga yang sudah keluar beberapa menit yang lalu tapi sampai sekarang belum kembali". Balas nya.
"Untuk apa di cari, mereka sudah besar dan seorang polisi. Pandai - pandai lah mereka jaga diri". Kata pria itu julit.
"Tadi salah satu dari mereka tampak sangat pucat, manakala yang satu nya lagi menemani di membuang sampah, kami khawatir jika mereka ada apa - apa di luar sedangkan di sini merupakan kawasan rawang hewan buas". Sahut nya lagi.
"Baik lah, tapi ingat di larang berada di luar sini dalam waktu lama apa lagi sekarang belum waktunya pulang atau berkeliaran di luar. Saya pergi dulu sebab saya ada kerja di bahagian sana berseberangan arah dengan yang akan kalian tuju...". Pria itu meninggalkan mereka.
"Huh, ayo gerak cepat". Ucap nya pada yang lain.
"Lama sekali kalian, cepat naik. Kita harus segera pergi dari pulau ini segera sebelum mereka menyadari keberadaan kita...". Ucap Pundas saat melihat rekannya sudah datang.
__ADS_1
Mereka semua sudah ada di atas kapal, Pundas menyalakan mesin lalu melaju keluar ke laut dengan hati - hati. Baru beberapa menit mereka di lautan luas. Beberapa perahu penjaga terlihat dari arah belakang dan tampaknya sedang mengejar mereka.
"Tampaknya mereka sudah tahu jika ada penyusup yang berhasil lolos membawa tawanan penjara, bang". Seru rekan Pundas mulai waspada.
"Dan penyusup itu kita bodoh! Kamu di sini bawa perahu ini, biar aku dan yang lain menghadapi mereka. Pastikan perahu ini jauh di hadapan perahu mereka. Kamu mengerti!". Tegas Pundas menyerahkan kendali perahu pada rekannya.
Meskipun mereka bukan pihak keamanan negara, tapi perahu yang mereka naikin sekarang lebih canggih dari yang di miliki mereka. Perahu itu di lengkapi dengan bahan anti peluru memudahkan mereka bersembunyi dari semua serangan pihak keamanan penjara di pulau itu. Karena saiz nya lebih kecil makanya perahu yang membawa Pundas dan rekan - rekannya bisa melaju dengan kencang melebihi pihak keamanan.
Kini perahu mereka sudah tidak terlihat, perahu pihak keamanan juga mengalami kerusakan akibat menerima serangan dari Pundas yang menggunakan senjata api yang pelurunya bisa meledak jika sampai pada sasaran. Akhirnya mereka bisa bernafas lega sekarang tapi yang mereka tidak tahu sekarang mereka sedang di tunggu oleh polisi yang berada di kota.
Pihak polisi menerima pesan dari kantor penjara pulau untuk meminta bantuan menanggap penyusup yang sudah membawa lagi tahanan mereka. Sebelum sampai di pelabuhan, Pundas menyadari jika di sana tidak aman, mereka patah balik dan mencari pelabuhan yang lebih aman untuk mereka berlabuh.
"Kita tidak boleh tertangkap! Kita sudah berhasil sampai di sini maka jangan menyerah begitu saja!". Teriak Pundas penuh emosi.
Sementara di tempat lain, Zack mendapat kabar bahwa Pundas mengalami kendala saat ingin berlabuh. "Datang dan bantu lah mereka, aku tidak akan percaya pada anak buah Danish yang belum tentu datang membantunya. Saya yakin mereka hanya akan memprioritaskan Cleo berbanding kesalamatan Pundas dan yang lain". Titah Zack pada Dilan.
"Baik tuan, kami akan segera kesana". Sahut Dilan.
"Tapi jangan sampai kalian ketahuan oleh mereka". Imbuh Zack mengingatkan.
"Kami hanya akan membantu dengan mengelabuhi pihak polisi. Kami tidak akan munculkan diri di hadapan mereka". Balas Dilan mengiyakan perintah atasannya.
__ADS_1
Dilan dan beberapa rekannya sengaja mengikuti mobil polisi yang menuju lokasi Pundas saat ini, mereka sengaja memasang jebakan agar mobil polisi mogok dan ngalami kendala untuk menuju lokasi tepat waktu.
Sementara di tempat yang berbeda, Danish menunggu dengan tidak sabar kedatangan putri nya yang sebentar lagi akan hadir di hadapannya. Ia tidak memberi tahu kepada anggota keluarganya termasuk Robert dan Ronal tentang rencana nya ini. Tapi sebaik - baik tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah juga. Robert dan Ronal bukan orang yang bisa ia perbodohi.
Mereka datang menemui Danish untuk menanyakan hal ini. Mereka heran dengan aksi Danish yanh tiba - tiba meminta Pundas menyelamatkan Cleo dari penjara.
Prakkk...
Pintu di buka secara kasar oleh Robert membuat Danish kesal pada kedua anak ponakan istrinya itu.
"Kalian semakin hari semakin kurang sopan sama om yah. Mau kalian apa datang pakai dobrak - dobrak pintu segala. Nggak boleh ketuk dulu baru masuk? Buat orang kesal saja tahu nggak". Geram Danish.
"Om yang semakin tidak menghargai kami! Sekarang jelaskan kenapa om merahsiakan rencana om membawa Cleo keluar dari penjara? Apa muslihat yang om sembunyikan dari kami? Om pasti merahsiakan perkara penting dari kami sehingga Pundas lah yang di beri tugas itu. Katakan om! Atau kami akan mengatakan hal yang selama ini Om sembunyikan dari Tante Meranti". Cercq Robert dengan memberi ancaman pada Danish.
"Kalian lebih baik tenang dulu. Om tidak menyembunyikan apa - apa dari kalian. Masalah Cleo di keluarkan dari penjara itu semua ide Pundas. Dia yang begitu antusias membawa Cleo keluar dari penjara, mungkin dia suka dengan perempuan itu...". Bohong Danish menjadikan Pundas kambing hitam.
Robert dan Ronal tidak langsung percaya begitu saja. Mereka selama ini menghornati Danish karena tante kesayangan mereka adalah istri dari pria itu. Meranti memang tahu pekerjaan mereka tapi ia tidak menerima suatu kebohongan, apa lagi mereka tahu satu kebohongan yang merupakan ancaman untuk Danish agar tidak macam - macam pada dua orang adik beradik itu..
"Om jangan pikir kami bodoh! Kami tidak akan percaya begitu saja dengan alasan yang om berikan ini. Apa kaitannya om dengan Pundas yang menyukai wanita itu? Om jangan buat kami anggap om itu pria yang bodoh, ya. Atau om memang layak di sebut bodoh dengan alasan yang tidak masuk akal ini?". Tutur Ronal dengan sorot mata tajam.
Danish menggertakkan meja kesal dengan sikap dua pria muda di hadapannya ini. Dia tidak menyangka jika mereka sangat ikut campur dengan urusannya.
__ADS_1
"Jika kalian tidak percaya, silahkan! Cerita kan saja semua nya pada tante kalian, kalian pikir istri ku itu akan percaya begitu saja dengan perkataan kalian berbanding suami nya sendiri! Keluar kalian dari ruangan ku! Aku malas meladeni sikap kekanak - kanakan kalian berdua". Usir Danish dengan tegas.
Mereka berdua akhirnya keluar tapi Sebelum nya meninju cermin yang ada di ruangan itu sebagai bentuk pemberontakan mereka berdua.