
Sepanjang perjalanan pulang ke mansion, sunyi hanya suara deru mesin mobil yang menghiasi pendengaran mereka berdua. Cleo yang duduk di bangku tengah sedang menahan kesal karena lelaki yang baru saja di nobatkan sebagai tunangannya itu lebih akrab dengan wanita yang duduk di sampingnya berbanding dengannya.
Sesekali dia memergoki Zack melirik penuh makna kepada Aisyah. Panas, sungguh panas yang di rasakan Cleo. Tapi dia harus tetap sabar dan memberi balasan nanti ketika ada kesempatan.
Setelah sampai di mansion, Zack sama sekali tidak peduli dengan Cleo, lelaki itu hanya membukakan pintu untuk Aisyah dan masuk ke dalam meninggalkan Cleo sendiri di dalam mobil. Sampai di dalam pun, Cleo hanya di layani oleh ART dan tidak lagi melihat batang hidung dua manusia yang telah menyakiti perasaannya.
Sementara Aisyah sudah berada di dalam salah satu kamar tami yang di tunjukkan oleh Zack. Tubuhnya yang sangat kelelahan dia paksakan untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur. Selesai membersihkan diri dan mengenakan baju tidur yang tersedia di dalam lemari, Aisyah melihat gambar yang terletak di meja rias. Wajah wanita yang di dapat pastikan itu adalah Mega, wanita yang baru beberapa jam tadi mengangkatnya menjadi anak.
"Lelaki di sampingnya ini kok mirip aku waktu aku masih berambut pendek yah? Cuma dia terlihat maskulin lelaki banget, apa bener ini pak Panji yah? Foto ini fi ambil pasti sudah lama banget mungkin sekitar 30 tahun lalu..". Gumam Aisyah.
"Mungkin mereka orang tua kandungku, terlihat banget wajah ku sama di antara mereka..". Sambil melirik wajahnya di cermin. "Beruntungnya aku menjadi anak dalam keluarga konglomerat ini, sudah banyak uangnya, banyak aset penunjang kesuksesan, baik hati pula tuh, tapi...". Senyum yang ada di bibir Aisyah tiba - tiba sirna.
"...sayang sekali, jika mereka benar orang tua kandungku, mereka adalah orang yang paling aku benci di dunia ini, aku tetap anak mereka yang tega mereka buang karena tidak di inginkan keberadaannya. Orang tua yang aku anggap hanya satu dalam dunia ini sebagai orang tua yang sudi membesarkan ku meskipun berada di dalam panti asuhan, Ummi aku rindu". Gumamnya lagi.
"Apa sih yang aku pikir kan ini? Mustahil juga kali yah mereka itu orang tua biologis ku, ada - ada saja yang aku pikirkan...". Aisyah berubah ekspresi menjadi ceria kembali karena tersadar dari kekonyolannya. Dia kemudian beranjak ke kasur dan menghubungi bik Saras jika dia tidak tahu pulang jam berapa besok. Sudah pukul 3 malam, Aisyah sudah melelapkan matanya masuk ke dalam mimpi miliknya.
*
*
Keesokan harinya, Aisyah terbangun dengan sakit kepala yang menyerang kepalanya, efek terlalu kecapean semalam. Dia memaksakan Tubuhnya bangun dan membersihkan diri sebelum keluarga kamar. Selesai mengenakan baju yang tersedia di dalam lemari, pintu kamar di ketuk fan Aisyah membersihkan orang itu masuk.
"Maaf non, semua sudah ada di bawah menunggu non aja untuk makan siang, jika ada sesuatu yang non perlu kan, biar mbak yang ambilkan...". Ujar Yani, salah satu pelayan di mansion ini.
"Nggak kok mbak, ini saya sudah may turun juga sekalian pamit pulang. Mbak nggak perlu panggil saya begitu, saya bukan siapa - siapa kok, Cuma tamu yang menumpang tidur di rumah Mega ini aja...". Tolak Aisyah segan.
"Baik...". Sahut Yani.
__ADS_1
Setelah merapikan rambut dan wajahnya, Aisyah turun ke lantai dasar menuju orang makan dengan mengikuti langkah Yani di hadapannya.
"Besar juga rumah ini, kalau aku jalan sendirian mungkin bisa sesat dalam rumah ini". Batin Aisyah kagum Tapi tetap dengan gaya santai tidak norak.
"Hei, anak mami udah bangun dan cantik banget, sink sayang! Duduk dekat mami, sini...". Saja Mega hangat menepuk kursi di sebelahnya.
Semua mata tertuju pada Aisyah, terutama Cleo. Tak sangka wajah Aisyah terlihat rupawan meskipun tanpa polesan. Wajahnya benar - benar natural, warna bibir yang sudah merah alami, wajah glowing membuatnya terlihat seperti wanita korea selatan yang sudah melakukan oplas. Semua mata terpukau termasuk Zack. Sesekali menelan slavina melihat betapa indahnya ciptaan tuhan yang satu ini.
"Nggak perlu mami, saya harus segera pulang sekarang, anak saya pasti sudah menunggu di rumah...". Tolak Aisyah sopan.
"Ada anak toh, janda kesepian...". Sindir Cleo Sambil menatap tidak suka.
"Makan aja dulu, ntar aku yang nganterin pulang". Tawar Zack mendapat jelingan tajam dari tunangannya.
"Apa maksud kamu Zack? Terus aku siapa yang hanterin? Kamu itu sudah menjadi tunangan aku, kamu nggak boleh perhatian sama perempuan pain apa lagi seorang janda kesepian kayak dia!". Kesal Cleo menunjuk tepat ke arah Aisyah.
"Kamu makan aja dulu, nanti baru kita bicarakan lagi ok, kamu tidak boleh pulang sebelum makan di rumah ini, ayo duduk lah!". Bujuk Panji.
Aisyah akhirnya menurut, ia makan bersama keluarga Purbalingga di meja makan yang cukup besar yang di hidangkan begitu banyak hidangan mewah. Selesai makan, Aisyah kembali pamit ingin pulang pada Mega dan Panji.
"Baik lah, Kamu sering - sering datang ke sini yah! Kamu sudah kami anggap anak kami sendiri sama seperti Zack, kalau kamu mau, tinggallah di sini bersama kami bawa anak kamu! Kami begitu ingin melihat wajah anak kamu, siapa namanya?". Tanya Mega antusias.
"Muhammad Albar mami, nanti kapan - kapan saya bawa main ke sini...". Jawab Aisyah.
"Albar yah, unik nama itu, mami teringat sebuah film melayu lucu yang di lakon kan oleh P.Ramlee berjudul muhammad Albar...". Imbuh Panji.
"Saya ambil namamu itu juga terinspirasi dari film P. Ramlee itu kok daddy, saya suka banget nonton semua film yang di ciptakan atau di lakon kan sendiri oleh P. Ramlee, lucunya ada pengajarannya ada, terhibur terus dan tak pernah bosan bahkan sampai sekarang saya menunggu film terbaru dari beliau tapi sayang....". Sahut Aisyah se frekuensi dengan minat Panji.
__ADS_1
"Sayangnya beliau sudah lama wafat, bahkan saat usia daddy baru anak - anak, daddy saja tidak sempat ingin bertemu beliau, jadi kamu ini peminat filem - filem jadul P. Ramlee juga yah, saya dengan daddy, suka banget, putar berapa kali pun tidak pernah bosan sampai sekarang....". Imbuh Panji antusias.
Mega hanya menggeleng - geleng kan kepala melihat keakraban keduanya yang baru saja berkenalan semalam. Panji jika bertemu dengan seseorang yang minatnya sama dengan dirinya, maka mengobrol sampai tidak ingat waktu, apalagi Aisyah juga seperti itu jika bersangkut tentang film jadul favoritnya itu.
"Hey, kenapa malah ngobrol film dulu - dulu sih? Aisyah kamu jadi pulang kan?". Sindir Zack yang sudah siap mengantar Aisyah ke desa seberang.
"Eh, maaf sampai lupa, jadi dong..". Jawab Aisyah, kembali menoleh pada Panji. "Lain kali kita ngobrol lagi ya daddy, jika perlu kita nonton bareng, sekarang saya harus pamit pulang dulu dad, mami". Pamit Aisyah.
"Kamu hati - hati di jalan yah, Kalau Zack ngebut kamu pukul aja dia, tapi jangan kuat - kuat nanti sakit anak mami..". Canda Mega.
Aisyah mengangguk sopan dan menyalami keduanya dan menyusul Zack menuju mobil.
"Aku ikut!". Desi tiba - tiba berlari dan masuk ke bangka samping kemudi. Senyum sinis dilayangkan untuk Aisyah yang masih di luar.
Aisyah membalas senyuman itu seadanya, dia beralih membuka pintu belakang tapi di cepat oleh Zack yang mencegatnya dan menarik tangannya menuju mobil yang lain.
"Tapi Cleo tampaknya mau ikut kita". Ucap Aisyah.
Zack tidak menjawab, dia membukakan pintu mobil samping kemudi dan mempersilahkan Aisyah masuk cepat. Dia puji sedikit berlari masuk ke dalam mobil sebelum Cleo berhasil menyusul.
"Zack! Kamu nggak boleh memperlakukanku seperti ini Zack! Aku tunangan kamu, aku yang berhak kau hantar pula, bukan dia!". Teriak Cleo frustasi. "Buka pintunya, aku mau masuk!". Pinta Cleo dengan kesal.
Dengan sedikit membukakan kaca jendela, Zack berteriak. "Pak Sudirman, tolong antar Cleo pulang! Saya ada urusan..". Tegas Zack langsung tancap gas meninggalkan mansion.
"Aku akan membalas perbuatan kalian!". Teriak Cleo melepas kepergian mobil Zack hingga hilang dari pandangannya.
"Ada apa ribut - ribut ini Cleo? Biar kan Zack hantar Aisyah pulang, lagi pula kami khawatir jika terjadi sesuatu di jalan dengan Aisyah sama seperti hilangnya yang lain...". Jelas Mega membujuk Cleo yang sedang kesal
__ADS_1
Cleo membalik badan dan menatap nyalang penuh dendam pada Mega dan Panji dia begitu kesal pada keduanya.