Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 236 Pasangan yang licik


__ADS_3

Shela tercengang, ia tidak menyangka jika Dani berniat mengambil anak nya dari nya. Ia tidak akan menuruti keinginan itu, anak yang ia lahir kan sangat ia dambakan selama ini tapi jika ia berani menolak maka Dani akan menjadi penghalang kebahagiaan nya bersama suaminya. Ia tidak mau jika suami nya kecewa dengan hadirnya Dani dalam hubungan mereka.


Sebuah ide melintas di benak nya untuk menjadi solusi masalah di antara mereka berdua. Ia menghela nafas terlebih dahulu sebelum ia benar - benar menyanggupi permintaan Dani untuk mengambil anak nya.


"Baik, kamu bisa mengambil anak itu tapi dengan syarat kamu tidak akan muncul lagi dalam hidup ku dan mas Anjas...". Ujar Shela sedikit berat hati melepas anak nya tapi demi keharmonisan ruma tangganya ia rela melakukan apa saja termasuk jauh dari buah hatinya.


Dani tidak menyangka jika Shela menyanggupi syarat yang ia beri. Ia berpikir jika selama ini wanita itu sangat menginginkan seorang anak dalam hidup nya. Tidak di sangka demi suaminya ia rela kehilangan anak nya.


"Kamu ibu yang sangat tega pada anak sendiri, Shela. Makanya tuhan lambat memberikan seorang anak, karena kamu tidak becus menjadi seorang ibu. Hanya demi kebahagiaan kamu sendiri, kamu rela memberikan anak itu kepadaku. Sekarang aku sadar dan menyesal telah mencintai mu. Kamu seorang wanita yang tidak layak di pertahankan....". Tutur Dani tidak percaya dengan keputusan Shela.


"Jangan banyak bicara! Kamu mau mengambil anak itu kan, maka ambil lah. Aku tidak peduli dengan ana itu...". Potong Shela berusaha tegar.


"Panggil suster untuk membawa nya ke sini, aku tidak mengenali anak kita". Imbuh Dani masih memancing emosi Shela.


"Baik lah, aku akan meminta suster membawa nya ke sini". Sahut Shela terlihat tanpa beban. Ia mengirim pesan pada seseorang melalui ponsel nya untuk membawa anak yang baru beberapa jam tadi ia lahir kan.


Dani tidak habis pikir dengan yang sedang di pikirkan Shela. Ia tidak menyala jika wanita yang ia cintai sampai hati memberikan anak nya begitu saja tanpa tampak beban sedikit pun di wajah nya.


Tok,,, tok,,, tok,,,


Beberapa saat diam dalam pikiran masing - masing, pintu di ketuk oleh suster yang sedang mendorong brangkas khusus bayi masuk ke dalam ruangan. Dani menatap lekat wajah bayi yang di bawa suster itu, ia tersentak kaget.


"Wajah nya sangat mirip dengan ku. Makanya Shela begitu tega menyerahkan bayi itu pada ku, jika Anjas melihat wajah bayi ini ia pasti langsung curiga. Kamu memang sangat tega, Shela". Batin Dani sedih.


"Saya datang membawa bayi anda, bu. Dia begitu menggemaskan, dari tadi hanya diam saja, sangat sabar padahal tadi popoknya sempat penuh dengan kotoran. Bahkan sekarang pun dia tetap sabar menunggu untuk di susui. Tampak nya di lapar, bu. Tidak seperti kem..". Imbuh suster itu.

__ADS_1


Shela segera mencela ucapan suster itu dengan mengusir kan keluar dari ruangan.


"Kamu boleh pergi! Aku tidak suka mendengar celotehan kamu yang nggak jelas itu. Sana keluar!". Usir Shela.


"Oh, ba baik, kalau begitu saya pamit dulu melihat bayi yang lain nya...". Pamit Suster itu pada Shela. Ia kemudian beralih pada Dani yang ia pikir suami pasien.


"Saya harap emosi istri bapak di jaga yah. Jangan buat dia stress dulu karena dalam sama ini ibu rawan terkena baby blues. Jika terjadi seperti itu, maka bayi kalian yang akan jadi korban nya...". Ujar suster itu pada Dani.


Dani hanya membalas dengan anggukan.


"Kalau begitu saya pamit dulu. Jangan lupa tolong bayi nya menyusu pada ibunya". Pamit suster pada Dani.


"Itu anak kamu! Ambil lah dia dan pergi dari sini sekarang!". Usir Shela ketus.


"Dia sedang lapar, izin kan ia menyusu dulu untuk yang pertama dan terakhir kali nya sebelum aku benar - benar membawa nya pergi dari sini...". Pinta Dani.


Shela membuang muka. Ia tidak mau menyentuh bayi itu karena takut tidak kuat untuk menahan kesedihannya.


"Aku tidak mau dia kelaparan selama bersama ku, Shela. Aku takut terlambat memberinya susu formula sedangkan sekarang aku mesti mempelajari nya dari awal terlebih dahulu untuk merawatnya. Ku mohon izinkan ia menyusu sebentar saja". Bujuk Dani dengan sangat memohon.


Shela juga berpikir seperti itu. Meskipun mereka akan berpisah, tapi ia tidak mau membiarkan anak nya mati di tengah jalan akibat terlambat di beri makan oleh ayah nya. Dengan pura - pura terpaksa, Shela mengambil anak iti dari Dani dan mulai membuka kancing bajunya.


"Menghadap sana! Aku tidak mau kamu melihat tubuh ku lagi!". Ujar Shela ketus.


Dani nurut, ia membalik kan tubuhnya membelakangi Shela. Meskipun berat hati memisahkan anak dan ibu itu, tapi Dani harus tetap pada pendirian nya. Ia akan menjadikan anak ini senjata untuk membuat Shela datang kepada nya suatu hari nanti saat wanita itu sadar kesalahannya.

__ADS_1


Dalam diam, air mata Shela menetes mengenai pipi anak nya. "Maaf kan mami, nak. Mami terpaksa melakukan ini untuk keutuhan rumah tangga mami dengan papi Anjas. Mami harap suatu hari nanti saat kamu sudah tahu semua, kamu bisa mengerti dan tidak menyalahkan mami sepenuhnya...". Bisik Shela pada bayi yang sedang lahap mengisap air susu nya sehingga bayi itu tertidur dengan sendiri nya saat perut nya penuh.


Shela menghapus sisa air matanya dan mencium pipi anak nya dengan hangat sebelum menyerahkan nya pada Dani. .


"Dia sudah kenyang dan tertidur. Kamu bisa membawanya sekarang!". Ucap Shela dengan suara yang di rendahkan.


Dani mengambil anak itu lalu berkata, "sekarang aku membawa anak nya, suatu hari nanti aku akan membawa ibu nya. Aku menunggu kamu untuk datang pada kami berdua. Sampai kapan pun kami akan sabar menunggu". Imbuh Dani sebelum meninggalkan Shela sendirian.


Sebelum Dani keluar dari pintu, "Tunggu!". Shela memanggil nya. Dani tersenyum senang.


"Kamu jangan pernah bermimpi kalau aku akan datang mencari anak itu. Mulai sekarang dia bukan anak ku, dia hanya anak mu seorang. Ingat syarat yang ku berikan tadi, jangan lagi muncul di hadapan ku dan mas Anjas. Jangan cerita kan pada bayi itu jika aku adalah wanita yang melahirkan nya. Rawat lah dia, cari ibu yang baik untuk nya". Kata Shela mengingatkan Dani akan perjanjian di antara mereka berdua.


Dani tidak menggubris, ia pergi meninggalkan Shela sendiri di ruangan itu. Saat ia berjalan melewati ruang bayi baru lahir. Terdengar tangisan bayi yang sangat nyaring di dalam. Tanpa di sengaja Dani melirik ke ruangan berbatas kaca itu dan mendapati bayi itu sedikit mirip dengan wajah Shela. Suster cepat membawa bayi itu menuju ruang ibu nya untuk di beri susu.


"Mungkin aku hanya salah lihat, bayi yang aku peluk ini adalah anak kami, wajah nya sangat mirip dengan wajah ku. Aku yakin bayi ini lah anak ku yang sebenarnya..". Gumam Dani meyakinkan dirinya.


Flashback OFF:


Danish baru paham sekarang, ia selama ini di perbodohkan oleh Shela, wanita yang melahirkan Jasmin dan Cleo.


"Pantas ia begitu tega menyerahkan Jasmin padaku dulu sedangkan ia sangat menginginkan seorang anak selama ini. Ternyata dia melahirkan anak kembar tidak identik dari benih ku. Seorang persis wajahku, yaitu Jasmin sedang kan yang satunya sedikit mirip dengan nya yaitu Cleo". Gumam Danish mulai paham.


"Benar bos, Shela sengaja menyamarkan tarik lahir Cleo setahun lebih muda dari non Jasmin. Ia bersekongkol dengan pihak rumah sakit untuk menyembunyikan perkara ini dari semua orang termasuk suami nya. Pak Anjas waktu itu masih bekerja di Amerika dan juga di perbodohkan oleh istrinya. Setahu saya juga, pak Anjas sebenarnya sudah tahu jika dirinya mandul dan mengaja menjebak istrinya tidur dengan pria lain supaya bisa hamil....". Jelas Pundas.


"Kalau itu saya sudah tahu maka nya saya tidak lagi memperdulikan wanita itu. Saya pikir anak yang bernama Cleo itu hasil jebakan Anjas tapi ternyata Cleo juga .merupakan darah daging ku sendiri. Selicik - liciknya Anjas, Shela lebih licik. Mereka sangat sepadan menjad sepasangan suami istri". Sahut Danish bertepuk tangan.

__ADS_1


__ADS_2