
Tiga hari selepas kematian mboh Darmi. Mbah Suryo memutuskan untuk tinggal bersama Zack di kota. Belum di pastikan sepanjang sisa umur nya atau hanya hingga ia bisa berdamai dengan kepergian ang istri. Hari ini adalah hari di mana anak buah Zack membawanya ke kota dengan perjalanan yang cukup memakan waktu.
Mbah Suryo tidak menyangka jika jarang tempat tinggalnya dengan kota kelahiran Zack akan sejauh ini. Tapi ia bertekat untuk datang ke kota.
Sementara Zack sudah menuju Mansion Purbalingga untuk menyambut kedatangan Mbah Suryo. Ia sudah meminta pada Bu Saras dan chef Renata untuk menyajikan makanan ala desa, yang sederhana saja karena di khawatirkan mboh Suryo tidak menyukai hidangan kekinian.
Zack lebih dulu sampai di depan mansion, ia tidak masuk ke dalam dan langsung menunggu kedatangan mereka di depan pintu. Ia juga meminta beberapa orang pengawal dan beberapa pekerja lain untuk menemani nya. Dari kejauhan terlihat sebuah mobil yang tidak asing memasuki gerbang.
Bibir Zack tidak habis mengukirkan senyuman bahagia akan kesudian mboh Suryo tinggal bersama nya di kota ini.
Mbah Suryo menatap takjup pada hunian Zack. Ia memang tahu jika Zack adalah orang kaya tapi ia tidak menyangka jika Zack sekaya ini, pikirnya "presiden saja pasti kalah dengan kekayaan Zack". Gumam Mbah Suryo takjub.
Mobil berhenti dan mboh Suryo tak habis - habis menatap takjub ke rumah mewah ini. "Kita sudah sampai Mbah". Ujar Zack membuka kan pintu untuk nya.
Penampilan Zack yang sangat berbeda membuat Mbah Suryo pangling dan hampir tidak mengenali Zack. "Kamu Zack, kan?".
"Iya, Mbah. Ini aku, Zack. Mari turun, kita ngobrol di dalam". Tawar Zack meregangkan tangannya.
Mbah Suryo keluar dari mobil dan menyapa semua dengan menundukkan kepala. "Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam". Seru semua serentak..
__ADS_1
"Mbah nggak perlu bersikap sungkan seperti itu, di sini adalah rumah baru Mbah. Mereka semua adalah keluarga kita, ini bik Saras dan ini anak nya, Mawar saudari ku". Zack memperkenalkan Bu Saras dan Mawar pada Mbah Suryo.
Mbah Suryo bingung dengan ucapan Zack tapi ia tidak bertanya lebih banyak nanti dia juga pasti akan tahu sendiri..
Bu Saras merapatkan tangannya menyapa begitu pula dengan Mawar.
"Yang ini pula pak Sabaruddin, kalau Mbah Ingin kemana saja di luar gerbang itu minta hanya sama dia aja. Tapi kalau boleh di temani oleh salah satu dari mereka agar mbah tidak kesunyian. Aku tidak boleh memperkenalkan semuanya sekarang, nanti Mbah akrap - akrapkan diri aja dengan mereka sambil berkenalan. Kita masuk dulu makan lepastu istirahat. Mbah pasti lapar dan capek selepas perjalanan". Zack memeluk bahu Mbah Suryo dan menuntun nya masuk ke dalam mansion.
"Ini rumah atau istana, nak? Kok besar banget, beda jauh dengan rumah Mbah di perkebunan sana. Kamu pasti hidup menderita saat tinggal bersama Mbah dan mboh mu. Kehidupan kita jauh berbeda, nak". Mbah Suryo tiba - tiba berubah sedih karena mengingat almarhumah istrinya.
"Udah, udah. ..sekarang ikut aku kita ke ruang makan sekarang, kita makan bareng ramai - ramai untuk menyambut kedatangan mbah di rumah ini. Mari". Zack menuntun Mbah Suryo ke ruang makan yang jaraknya seperti Padang bola.
Saat pintu ruang makan di buka terlihat lah ruangan megah dengan pelbagai fasilitas mewah dan sangat luas. "Kalau Mbah tinggal di sini pasti akan timbul otot pada kaki Mbah. Itu pun kalau Mbah masih kuat untuk berjalan". Imbuh Mbah Suryo membuat semua yang mendengarnya menahan tawa.
"Mbah bisa saja, bukan kah itu bagus. Mbah kayak nggak biasa pula. Sini duduk di sini. Ini kursi khusus untuk Mbah, yang lain bisa duduk serta di meja ini asal jangan di tiga kursi ini, jika tidak cukup bisa duduk di mana pun kalian mau, di sofa itu juga bisa. Silakan duduk kita makan sama - sama". Tawar Zack pada semua nya.
Mbah Suryo sudah mengumpulkan banyak pertanyaan untuk Zack. Tapi bukan sekarang saat yang tepat, ia akan mengatakannya saat waktu ngobrol nanti.
Tiba - tiba ponsel Zack berdering memaparkan Pundas sebagai pemanggilnya. Zack menolak panggilan itu karena ia harus fokus menemani Mbah Suryo makan dulu. Ia hanya mengirim pesan pada Pundas untuk tidak mengganggunya sementara waktu.
¹(Aku akan menghubungi nanti, jangan ganggu aku sekarang).
__ADS_1
Setelah mengirim pesan itu, Zack melanjutkan makan bersama mereka semua. Ia tidak mau saat bersama mereka yang sangat jarang terjadi ini terganggu oleh perkara lain meskipun itu sangat lpenting. Ia yakin jika Pundas bisa menghandle nya untuk sementara waktu sampai ia bisa di hubungi.
Sementara di tempat lain, Pundas membuang nafas berat karena Zack tidak mau di ganggu sedangkan sekarang terjadi masalah besar. Cleo memberontak di Apartemen nya sehingga hampir membunuh ibunya karena ingin keluar dari sana. Ia tidak suka di kurung, ia tidak pernah betah tingga sehari saja di dalam ruangan tertutup tanpa bertemu dengan orang lain termasuk anak buah nya, Lana..
Cleo berhasil keluar dari apartemen setelah melakukan ancaman dengan berusaha membunuh ibunya sendiri. Mereka berdua sekarang sedang berada di pusat kota. Cleo tampak ingin melepas kelegaan nya selepas bebas dari penjara. Ternyata Shela bersekongkol dengan putri nya untuk menjadi umpan agar mereka bisa keluar.
Danish sebelumnya sudah memberikan Shela sejumlah uang untuk kesepakatan mereka berdua dan itu yang saat ini mereka gunakan untuk berbelanja sepuas hati.
Pundas dan anak buah nya hanya bisa mengawasi dari jarak yang bisa menjangkau mereka jika terjadi sesuatu di luar dugaan.
"Bagaimana jika mereka kabur? Bos Danish pasti akan marah pada kita semua". Ujar anak buah Danish yang kini bekerja sama dengan Pundas menjaga Cleo dan Shela.
"Mereka tidak akan kabur dari bos Danish. Hanya bos Danish yang menjadi ATM mereka berdua untuk saat ini. Tanpa bos Danish mereka pasti akan terlunta - lunta seperti kehidupan yang di jalani Bu Shela sebelum bertemu bos Danish. Mereka akan berpikir seribu kali untuk kabur, saat ini mereka hanya ingin menghibur diri mereka yang sebelumnya merasakan perit nya hidup...". Sahut Pundas dengan santai.
"Betul yang dikatakan Pundas. Mereka pasti tidak akan kabur dan meninggalkan semua fasilitas yang di sediakan bos Danish. Mereka bukan wanita bodoh". Sahut yang lain nya.
Mereka mengobrol sambil mengintai pergerakan Cleo dan Shela yang asik berbelanja di Mall favorit mereka sebelum berpisah.
Pundas memang tidak mengkhawatirkan mereka kabur, cuma yang ia khawatirkan saat ini adalah jika keberadaan mereka saat ini di ketahui oleh pihak polisi. Cleo saat ini masih menjadi buronan, ia masih di cari - cari oleh pihak berkuasa di seluruh kota dan sekitarnya. Jika hal itu terjadi bukan hanya Danish yang akan murka tapi Zack juga akan geram padanya.
"Semenjak kamu dan papi kamu masuk penjara akibat pria tidak guna itu, hidup mami jadi menyedihkan. Semua aset keluarga kita di sita oleh bank karena ternyata perusahaan papi kita sudah hampir bangkrut, perusahaan mengalami banyak hutang. Papi di penjara malah semakin memperburuk repotasi perusahaan makanya semua klien kita memutuskan kontrak secara serentak...". Lirih Shela curhat pada putrinya.
__ADS_1
"Kita harus membalas dendam pada Zack, mam! Aku akan membuat hidupnya menderita seperti yang dia lakukan pada kita sekeluarga". Sahut Cleo dendam.