Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 199 Perbincangan antara dua hati


__ADS_3

Zack sedang berada dalam kamar nya yang baru, ia sedang menunggu Aisyah mengangkat panggilan dari nya. Sudah beberapa panggilan dan kontak Aisyah terus saja sibuk dan tidak bisa di ganggu untuk sementara waktu.


"Ini anak kok sibuk terus? Udah kelima kalinya aku nelpon dalam jarak waktu lima belas menit sekali tapu tetap saja setiap di hubungi sibuk, sibuk, sibuk mulu...aku mulai bosan tahu nggak....". Ujar Zack kesal.


Ia kemudian melemparkan ponsel nya ke kasur, baru saja ia hendak melangkah keluar ponsel tiba - tiba berdering. Dengan menahan kekesalannya, ia menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilam dari orang kepercayaan itu. .


"Hem, ada apa?". Sapa Zack ketus.


"Ini pasti momen yang kurang pas untuk membincangkan sesuatu dengan tuan Zack. Cara menyapa nya aja ketus git kayak mau makan orang aja dia". Batin Pundas di seberang sana.


"Begini tuan, saya ingin menyampaikan berita buruk jadi harao tuan fokus dengan apa yang akan saya sampai kan ini. Saya tidak mungkin datang menemui tuan dalam waktu terdekat untuk menyampaikan hal ini karena saya sedang di awasi dengan ketat oleh anak buah Danish. Jadi saya harap tuan tidak keberatan membincangkan hal penting ini hanya melalui panggilan telepon...". Jelas Pundas.


"Boleh Nggak jangan bertele - tele kalai ngomong, kamu pikir saya ini anak kecil di ajar - ajar segala. Cepat katakan sebelum aku menghampiri kamu di tempat Danish!". Kata Zack mengancam.


"Ampun tuan, ampun! Saya kan cuma menjelaskan tiada maksud lain. Lagi berantem dengan non Aisyah, yah?". Tanya Pundas penuh selidik.


"Cepat katakan apa yang ingin kamu sampai kan sebelum aku benar - benar melakukan apa yang aku ancam kan tadi". Tegas Zack terpancing emosi.


"Iya, saya hampir lupa. Begini tuan, Danish dan anak buahnya berencana memasukkan beberapa orang mata - mata ke dalam klan kita, mereka di tugaskan untuk member bantuan yang sangat tuan butuhkan yaitu anggota baru. Tuan jangan menolak mereka, terima saja tapi jangan sesekali membicarakan rencana tuan yang sebenarnya di hadapan mereka. Cukup membuat mereka berasa di hargai dengan cara tuan sendiri, jadi pandai - pandai lah tuan menyimpan rahasia klan kita dari mereka". Imbuh Pundas panjang lebar.

__ADS_1


"Kamu pikir aku ini anak baru kemarin, hah! Tanpa kau jelaskan pun aku sudah tahu apa yang perlu aku lakukan. Jangan mencoba menggurui ku!". Zack mematikan panggilan sepihak.


"Ini orang kenapa malah marah - marah, sih? Bukan nya ia udah bertemu dengan non Aisyah untuk melepas rindu nya tapi kok malah marah - marah. Datang bulan kut". Batin Pundas bingung. "Nasip banget yah. Niat menolong tapi malah kena semprot tanpa sebab. Kalau udah di mabuk cinta perasaan pun jadi tidak menentu. Kharisma yang ia miliki seketika hilang hanya akibat di cinta". Gumam Pundas lagi.


"Aku tahu siapa yang di maksud oleh Pundas barusan. Aku sudah menduga sebelumnya jika mereka datang hanya untuk mencari keuntungan sendiri dan ternyata benar mereka adalah salah satu suruhan Danish, si pria tua bangka sia lan itu". Kesal Zack.


Ponsel nya kembali berdering. Tanpa melihat siapa nama yang tertera ia mengangkat panggilan itu dengan masih menahan kekesalannya.


"Apa lagi? Kamu pikir aku ini anak kecil yang harus di ajar terus!". Teriak Zack berpikir Pundas menghubungi nya kembali karena tadi ia mematikan panggilan secara tiba - tiba.


"Kamu kenapa sih, Zack? Maaf kalau kamu kesal tadi nelpon tapi aku sibuk terus, soal nya aku lagi video kolan dengan Albar di kampung, gitu aja kamu udah marah - marah nggak jelas kayak gini. Kamu pikir aku nggak kesal sama kamu yang udah mengabaikan panggilan aku tadi siang? Kalau kamu nggak mau di ganggu ya udah aku matiin aja panggilan nya lagi". Kesal Aisyah.


"Aduh, maaf Syah. Tadi aku habis bicara dengan orang lain terus emosi. Kamu jangan ambil hati ucapan aku tadi yah! Terus kabar Albar gimana sekarang? Mereka sehat - sehat aja kan di sana?". Ujar Zack mengalihkan pembicaraan.


"Tadi aku sempat berbicara dengan Jasmin, dia ternyata sedang hamil empat bulan. Sangat ingin bicara sama kamu katanya tapi dia malu, dia ingin bilang tolong jangan bilang ke siapa - siapa tentang hal ini apa lagi ayah dari bayi yang ia kandung. Dia ingin memulai hidup nya berdua saja bersama anak nya nanti. Aku kaget banget setelah dengar berita ini langsung dari mulutnya. Aku memang sempat curiga ke arah sana tapi aku menunggunya jujur sendiri takut dia malah marah sama aku kalau aku nekat menanyakannya. ..".


Zack syok mendengar penjelasan Aisyah tentang Jasmin. Ia tidak menyangka jika Danish tega menjebak putrinya sendiri sampai benar - benar hamil seperti sekarang.


"Dasar pria bangsat memang kamu Danish! Kamu sama sekali tidak pantas di anggap sebagai seorang ayah untuk gadis baik seperti Jasmin". Batin Zack. Tangan nya mengepal erat menahan kesal.

__ADS_1


"Aku curiga kalau kamu adalah ayah dari anak yang dia kandung sekarang". Tiba - tiba Aisyah menaruh curiga pada Zack.


"Ukhhhh,,, ukhhhh..,,". Zack sampai tersedak akibat tuduhan itu.


"Yang benar saja kamu, Syah. Kok kami curiga sama aku? Sedangkan aku sama sekali tidak per....". Zack ingin menjelaskan tapi dengan cepat di potong oleh Aisyah.


"Jangan mengelak lagi, Zack! Aku kecewa sama kamu yang tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan. jasmin. Memang aku awalnya syok juga dan sangat kecewa sama kamu karena aku, aku,. . ...". Aisyah hampir saja keceplosan mengatakan jika ia mencintai Zack tapi dengan cepat ia menyadari ucapannya dan menutup mulutnya.


"Karena kamu kenapa? Katakan Syah, kamu kenapa?". Zack menekan Aisyah untuk melanjutkan perkataan nya.


"Apa sih! Emang kamu berharap aku bilang apa hah? Jangan pikir macam - macam. Bila kamu akan kembali, jangan bersembunyi terus - menerus seperti itu! Keluarga kita sedang mengalami masalah besar dan kamu dengan santainya menyelamatkan diri kamu sendiri, dasar pengecut!". Aisyah berusaha mengalihkan pembicaraan dengan topik yang lebih serius..


"Aku bukan sekedar bersembunyi untuk menyelamatkan diri aku seorang, Syah. Kamu tenang saja di sana yah. Fokus Rawat mommy dan daddy aja yah. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini. Kamu juga jangan sesekali keluar tanpa pengawasan yang ketat, aku khawatir mereka malah menargetkan kamu sebagai korban seterusnya". Ujar Zack mengingatkan Aisyah.


"Aku cemas kan kamu di sana, Zack. Aku di sini banyak yang jaga sedangkan kamu di sana sendiri, tanpa pengawal. Kalau terjadi apa - apa gimana?". Mata Aisyah mulai berkaca - kaca mengkhawatirkan Zack.


"Kamu perhatian sama aku?". Tanya Zack membuat Aisyah sontak malu.


"A a aku, ya aku perhatian sama kamu. Kan aku saudara kamu, memang seharusnya kita saling perhatian antara satu sama lain kan. Apa aku salah!".

__ADS_1


"Bila kamu mau jujur tentang perasaan mu, Syah? Apa kamu menungguku mengatakannya lebih dulu?". Batin Zack.


__ADS_2