Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 209 Zack!


__ADS_3

"Zack". Lirih Aisyah dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi ia seneng bisa lihat saudara angkatnya itu lagi. Tapi di sisi yang berbeda ia bingung harus bersikap bagaimana. Sekarang ia sedang bersama Syakir dan tidak mungkin ia akan bersama dua pria yang sama - sama mampu membuat nya deg - degan..


"Kamu apa kabar?". Zack menghampiri Aisyah dengan senyum menawan khas dirinya.


Aisyah menoleh ke belakang mencari keberadaan Syakir tapi pria itu sama sekali tidak ia temui. "Kemana dia pergi?". Bingung Aisyah. "Tadi dia mengejarku tapi sekarang menghilang".


Zack tersenyum dengan sikap lucu adik perempuan nya. Ia memeluk Aisyah dari belakang penuh rindu. Mata Aisyah membulat sempurna dengan sikap Zack yang tiba - tiba itu. Di kawasan ini benar - benar hanya ada mereka berdua tiada pengunjung yang lain. Aisyah bertambah bingung harus berbuat apa.


"Aku rindu dengan, Syah. Sangat rindu, setiap saat aku hanya ingin selalu bersama mu. Di dekat mu, bukan sekedar menatapmu tapi aku ingin selalu memeluk mu seperti ini. Apa lah daya aku hanya seorang kakak yang tidak pantas memiliki perasaan padamu". Gumam Zack dengan suara lmbut tepat di telinga Aisyah.


Aisyah tidak bergeming, ia tidak menyaka jika Zack berbicara seperti itu saat ini. Ia juga memiliki perasaan yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Zack tapi status mereka sebagi kakak adik menghalangi perasaan mereka untuk menyatu. Mata kedua nya sama - sama meneteskan air bening kesedihan akan nasip cinta mereka.


"Sudah Zack, lepas kan pelukan mu. Jika ada yang melihat kita sekarang sangat tidak pantas. Apa lagi kita ini adalah kakak dan adik. Aku tidak mau timbul fitnah di antara kitme Cukup masalah yang kita hadapi sekarang jangan di tambah lagi. Ku mohob lepas kan aku". Pinta Aisyah dengan berat hati.


Zack nurut melepas pelukannya secara perlahan. Ia tidak ingin memaksakan kehendak nya untuk terus memeluk Aisyah. Ia tidak ingin membuat Aisyah ilfeel padanya. Sekarang identitas yang ia gunakan adalah sebagai Zack bukan Syakir. Ia memang bisa leluasa memeluk Aisyah tanpa membuat Aisyah murka tapi sebagai Syakir ia bisa berbuat sesuka hati nya tapi status mereka yang meregangkan kedua nya.


"Kalau begitu aku pamit pergi dulu. Aku tidak bisa berlama - lama muncul di tempat umum seperti ini. Kamu jaga diri baik - baik. Aku harus cepat pergi untuk menyelesaikan masalah keluarga kita. Aku titip kamu pada Syakir, jika ia berani macam - macam sama kamu langsung katakan sama aku. Aku akan memecatnya jika kamu keberatan dengan keberadaan nya di sisi kamu". Ujar Zack.


Setelah mengatakan itu Zack langsung berlari pergi meninggalkan Aisyah sendiri di taman itu. Sebelum masuk kedalam mobil ia memastikan jika di sekitar Aisyah ada pengawal yang manjaganya secara diam - diam.


Aisyah mencari sosok Zack yang berlari menjauh dari nya. Tapi sampai sudah cukup jauh ia berlari ke arah yang sama dengan arah Zack berlari tetap tidak menemukan pria itu.

__ADS_1


"Kamu kemana Zack? Aku masih ingin berbicara dengan mu. Aku masih rindu Zack. Kembali lah, kita ngobrol lagi, ku mohon kembali lah...". Lirih Aisyah mulai meneteskan air mata dengan deras.


Tiba - tiba bahunya di sentuh oleh seseorang dari belakang membuat Aisyah langsung memeluknya karena ia berpikir itu adalah Zack.


"Ku mohon jangan tinggalin aku lagi. Aku mau kamu terus di dekat ku menyelesaikan masalah ini. Jangan lakukan nya sendiri, kongsi beban mu padaku. Biar aku menolong mu, Zack. Aku mohon jangan biar aku sendirian". Lirih Aisyah memohon.


Syakir tersenyum kecut mendengar perkataan Aisyah untuk Zack. Tadi Aisyah yang memohon agar Zack melepas pelukan nya pada wanita itu, tapi sekarang malah Aisyah yang ingin memeluknya sangat kuat seperti ini.


"Kamu baik - baik saja kan. Ini aku Syakir bukan tuan muda. Jika ada yang lihat kita pasti mereka ngira kita benar - benar pacaran. Kamu mau jadi pacar aku yang sesungguhnya?". Tanya Syakir memastikan perasaan Aisyah..


Aisyah yang salah mengenali orang langsung mendorong Syakir menjauh darinya. Syakir sudah mempersiapan diri nya agar tidak terjatuh seperti tadi.


"Kemana bekas luka di dahi kamu tadi? Ini koh bisa bersih tanpa noda sedikit pun di wajah kamu kayak gini. Tadi kan dahi kamu sedikit terluka tapi kok tiba - tiba hilang gini bekas nya...". Bingung Aisyah mencari menyentuh dahi Syakir untuk mencari luka tadi.


Syakir segera menghindar, "hampir saja Aisyah mengetahui jika wajah ini wajah palsu...". Batin Syakir.


"Bi biasalah, setiap kulit seseorang kan berbeda - beda. Genetik aku memang istimewa, banyak kok yang bilang seperti itu bukan hanya orang awam, dokter pun banyak yang ingin meneliti kulit wajah ku". Bohong Syakir.


"Oh, begitu yah. Bukan penyakit kan? Kalau penyakit lebih baik kamu menjauh dari ku, aku tidak suka dekat - dekat kamu takut tertular kulit aneh kayak gitu". Aisyah berekspresi jijik membuat Syakir gemas.


"Jadi kamu jijik nih sama aku? Sini aku cium kamu biar cepat menular nya..". Syakir menggoda Aisyah dengan memanyumkan bibirkan ke hadapan.

__ADS_1


Aisyah yang awalnya cuma bercanda langsung benar - benar jijik jika Syakir serius ingin menciumnya. "Stop, Syakir! Aku cuma bercanda tadi. Tolong jangan mendekat atau aku laporkan sikao kurang ajar kamu ini pada Zack, biar kamu di pecat sekalian, biar tahu rasa kamu!". Ancam Aisyah berlari menjauhi Syakir.


Bukan nya berhenti mendengar ancaman Aisyah, Syakir malah mengejar Aisyah dengan mimik waja yang lucu tapi menjijik kan menurut Aisyah.


"Berhenti Syak. Aku udah nggak kuat lari". Lirih Aisyah dengan nafas yang ngos - ngosan.


Mereka terus berlarian seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Para pengawal yang menjaga mereka dari berbagai tempat yang berbeda turut mengikir senyum bahagian melihat tingkah romantis mereka. Mereka semua serentak mendoakan perasaan kedua nya segera di satu kan di sebuah ikatan yang sah. Mereka yakin jika mereka akhirnya di persatukan maka kebahagian yang akan mereka rasakan. Beban mereka pasti akan terasa ringan karena di hadapi bersama.


*


*


Aldo hera udah jam hampir malam tapi Desi belum juga kembali. Ia sudah menatap kan peraturan yang harus Desi jalan kan salah satu nya berada di rumah sebelum pukul lima sore. Ia tidak suka jika saat ia pulang dari kerja tapi Desi tiada untuk menyambutnya.


"Kemana perempuam sialan itu. Hanya membawa Hansi pada bapak nya sendiri selama ini. Atau jangan - jangan dia malah tinggal di sana merayu mantan suaminya. Rehan kan sekarang udah lebih kaya dari ku jadi mungkin saja Desi ingin kembali rujuk pada pria itu. Dasar perempuan matrek!". Kesal Aldo.


Ia mencoba menghubungi nomer Desi tapi tidak aktif. Beberapa kali percobaan tapi tetap saja sama. "Kok nggak aktif. Pasti ia sengaja mematikan ponselnya agar leluasa menggoda mantan suaminya". Pikir Aldo.


"Mbak Eda! Mbak!". Panggil Aldo pada mbak Eda.


Mendengar teriakan penuh frustasi dari majikannya membuat mbak Eda merinding kerakutan. Ingin menghindar tapi itu mustahil, jika Aldo lama memanggil nya dan tidak mendapat jawaban maka tamat lah riwayat nya.

__ADS_1


"Ya pak. Sebentar saya datang". Teriak Mbak Eda menghampiri majikan nya.


"Apa yang Desi katakan sama kamu tadi? Jangan sembunyikan apa pun! Kalau aku tahu kamu berbohong maka kamu tahu sendiri akibat nya". Tegas Aldo.


__ADS_2