Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 222 kembali damai


__ADS_3

Dilan segera ke rumah sakit menemui Zack di rumah sakit. Tak lupa juga ia membawakan makanan sesuai pesanan daru bos nya itu. Ia akan memberikan ponsel ini pada Zack agar tuan nya itu tahu jika kecurigaan nya selama ini benar. Cuma baru sekarang ia mendapatkan bukti sekaligus petunjuk.


Selepas menerima pesanan makan ia lekas membayar tagihannya dan langsung tancap gas ke lokasi yang ia ingin kan. Sesampai di rumah sakit, ia mendapati ruangan tanpa penjagaan pengawal, padahal sekarang sudah pukul sepuluh malam. Waktu paling tepat untuk menyerang.


Tapi Dilan tidak berpikir apa pun, ia tetap masuk untuk menemui Zack. Saat pintu terbuka tiba - tiba ia di serang oleh beberapa orang bertopeng. Tapi dengan sigap ia menepis serangan itu. "Kalian siapa? Apa yang kalian lakukan di sini? dasar pecundang!". Gertak Dilan.


"Kamu masuk tanpa menyebutkan kode rahasia. Siapa pun kamu, kami tetap akan memusnahkan kamu!". Tegas salah satu pria bertopeng itu.


Dilan mulai paham akan sesuatu, Zack telah merencanakan perangkap untuk musuh mereka yang ingin datang menyerang atau membunuh Aisyah. Tapi sekarang ia tidak di beri tahu dan mereka hanya menjalankan tugas mereka yang di tugaskan oleh Zack. Mereka tidak akan melepas kan nya begitu saja sebelum menyebutkan kode rahasia itu atau salah satu di antara mereka akan mati dalam pertempuran ini.


Dilan berusaha mengingat apa saja kode rahasia yang klan punya. Ia terpikirkan satu kode yang jarang di gunakan tapi merupakan kode penting klan mereka.


"Jangan diam saja. Ingat apa yang di perintahkan oleh tuan Zack, lumpuhkan siapa saja yang datang ke tempat ini tanpa menyebutkan kode rahasia yang di berikan tuan pada kita termasuk anggota klan kita sendiri. Meskipun bang Lan merupakan tangan kanan tuan Zack, tapi ia sama sekali tidak menyebutkan kode itu, terbukti jika tuan tidak mengundangnya datang untuk membantu kita...". Ujar yang lain nya ingin mulai menyerang Dilan.


Dilan memang bodoh, ia datang begitu saja tanpa menghubungi Zack terlebih dahulu. Zack meminta nya datang menghantar makanan tadi siang tapi ia baru datang sekarang. Karena kebodohannya ini ia harus menghadapi mereka sekarang.


"Tunggu - tunggu, aku seperti nya tahu kode rahasia yang kalian gunakan kode itu adalah....". Dilan menyebutkan kode rahasia itu dengan sangat percaya diri.


Mereka malah tertawa terbahak - bahak menertawakan Dilan. Bukan nya menjauhi Dilan mereka malah semakin mendekati Dilan. Dilan bingung dengan sikap mereka. Ia menjadi ragu jika kode yang ia sebut kan bukan kode yang sebenar.


Mereka semakin dekat sehingga tanpa jarak dengan Dilan. Tapi ia sama sekali tidak memperlihatkan kegentaran yang ia rasakan. Ia adalah Dilan, tangan kanan seorang Zack Purbalingga, pantang bagi nya terlihat lemah di depan orang lain termasuk bawahannya di klan Naga Merah.

__ADS_1


"Bang Lan jangan tegang begitu, dong. Kode yang bang Lan sebutkan benar kok. Bukti kalau bang Lan memang orang kepercayaan tuan Zack. Meskipun tidak di beri tahu oleh tuan tentang perangkap ini tapi bang Lan tetap bisa tahu kode itu jauh - jauh hari...". Mereka membuka topeng yang menutupi wajah mereka.


"Kalian?". Dilan kaget karena ternyata mereka adalah rekan - rekan terdekat nya yang baru saja berseteru dengan nya tadi di markas.


"Iya kami di tugaskan oleh tuan Zack untuk berjaga di sini, siapa tahu ada datang ingin membunuh non Aisyah". Jelas Arpa pada Dilan.


"Tapi kenapa kalian tidak memberi tahu aku tadi?". Tanya Dilan.


"Kami di peringati agar tidak mengungkit hal ini di luar, kami pikir bang Lan sudah tahi jadi kami juga tidak bisa berbuat apa - apa". Jelas Arpa.


"Beruntung bang Lan bisa terlepas dari serangan kami semua, keahlian bela di kami juga sudah sebanding dengan keahlian bela diri bang Lan berkat tunjukan ajar mbah Suryo...". Kata Rafa membanggakan diri.


"Itu berkat topeng yang kami gunakan ini, sangat bermanfaat untuk penyamaran...". Jelas Pama.


"Jadi sekarang kalian tetap akan berada di sini berapa lama? Aku harus pergi sekarang untuk menyerahkan ponsel yang kalian berikan tadi pada tuan Zack. Jika kalian berkenan maka ikut lah dengan ku". Ajak Dilan pada rekan - rekannya.


"Bang Lan pergi saja, kami masih harus berjaga di sini sampai batas waktu yang di berikan. Lagi pula kami tidak berhak menyerahkan ponsel iti kepada tuan Zack. Selama ini bang Lan lah yang sudah mencurigai tentang hal itu, kami cuma beruntung menemukan ponsel itu". Ujar Rafa merendah diri.


"Yang di katakan bang Rafa itu benar. Pergi saja serahkan ponsel itu sendiri tanpa kami. Kami sama sekali tidak terlalu peduli kok. Malah kami merasa senang jika yang selama ini menjadi kecurigaan bang Lan terbukti sudah berkat bantuan kami juga, ha ha ha". Gelak Arpa.


Dilan membalas dengan senyum senang. Rekan - rekan nya sama sekali tidak dendam pada nya. Mereka masih menerima Dilan meskipun ia sudah mengabaikan mereka semua. Bukan maksud merendahkan mereka tapi, ia lebih suka bergerak sendiri tanpa menyusahkan orang lain dalam pergerakannya. Bukan berarti dia tidak membutuhkan mereka tapi ia tahu jika mereka akan selalu berada di pihaknya jika terjadi sesuatu padanya..

__ADS_1


"Terima kasih karena kalian tidak marah padaku, aku sama sekali tidak bermaksud merendahkan kalian semua. Aku cuma kesal tadi, aku pikir kalian benar - benat hanya mempermainkan ku sementara aku sudah mengatur banyak rencana untuk menjebak anak buah Danish dan juga anak buah Cleo si psikopat itu". Jelas Dilan merasa bersalah.


"Kami juga paham, kok. Kami juga salah telah bercanda secara berlebihan tadi. Kesal ya kesal juga, sih. Tapi kami mengerti kok dengan sifat kamu yang lebih suka gerak sendiri. Kamu akan meminta bantuan jika memang kamu tidak bisa melakukan nya sendiri. Benar begitu?". Tanya Rafa memastikan pendapatnya.


Dilan terharu dengan pengertian yang di berikan rekan - rekannya. Tapi ia tidak bisa berlama - lama bersama mereka semua. Ia harus segera menemui Zack untuk menyerahkan ponsel yang sedang ia genggam penyerahan rekan nya.


"Aku harus gerak sekarang, kalian bersenang - senang la di sini sambil berjaga. Aku harus bergerak cepat sebelum masalah baru terjadi lagi dalam keluarga tuan kita yang di sayangi". Pamit Dilan pada rekan - rekannya.


"Pergi lah. Bang Lan memang sangat bucin pada tuan Zack. Yang ada dalam pikirannya hanya ada nama tuan Zack Purbalingga. Apa dia bilang tadi, tuan yang di sayangi?". Goda Arpa menahan tawa mengejek Dilan yang kedengaran bucin pada tuan Zack.


"Terserah kalian mau bilang aku bucin. Aku harus pergi sekarang. Bye bye". Dilan berlari meninggalkan rekan - rekannya keluar dari ruang rawat.


Tapi setelah bener apa saat ia menutup pintu, Dilan kembali membuka pintu itu membuat mereka semua bingung.


"Kenapa kembali bang Lan?". Tanya Pama mewakili kebingungan mereka.


"He he, aku cuma mau tanya sekarang tuan Zack di mana?". Tanya Dilan sedikit menahan rasa malunya.


"Aku sudah menduga hal itu sebelumnya. Tapi maaf bang Lan. Kami di minta merahasiakan lokasi keberadaan tuan pada siapa pun. Jika bang Lan ingin menemuinya hubungi tuan saja secara langsung". Saran Arpa.


Dilan pasrah, ia menutup kembali pintu ruangan lalu menghubungi kontak Zack untuk membuat temu janji bertemu.

__ADS_1


__ADS_2