
Dengan perasaan yang amat terpukul, Zack menghampiri jenazah Aisyah yang sudah di baluti kain putih hingga ke Wajahnya. Memeluk tubuh dingin itu dengan erat sambil menangis meraung. Beberapa dokter dan perawat menatap Zack dengan turut sedih di hati mereka.
"Aisyah tolong jangan tinggalkan aku, aku tidak akan sanggup hidup tanpa kamu, Syah. Tolong kembali lah, jangan buat aku seperti ini. Ku mohon jangan!". Lirih Zack sedih.
Zack menggoyang - goyang kan tubuh mungil itu dengan perlahan berharap usahanya bisa membangunkan Aisyah kembali.
Mawar masuk menghampiri Zack untuk menenangkan nya. Tapi sentuhan tangan nya di bahu Zack di tepis dengan kasar oleh pria itu. "Jangan begini Zack. Kamu....". Mawar mencoba membujuk Zack tapi ucapannya di potong oleh Zack.
"Kamu jangan meminta ku tenang lagi, Mawar! Bagaimana aku bisa tenang jika wanita yang aku cintai selama ini meninggalkan aku secepat ini sebelum aku berhasil membahagiakannya. Selama ini aku hanya selalu menunda - nunda untuk membuat nya tersenyum dengan cintaku, tapi saat aku baru ingin memulai nya ia malah pergi duluan. Aku tidak bisa terima ini, Mawar! Aku tidak bisa". Potong Zack mengngkapkan penyesalannya.
"Iya aku mengerti perasaan kamu, Zack. Tapi kamu harus ingat pada...". Mawar terus berusaha menenangkan Zack tapi pria itu sama sekali tidak ingin mendengar apa pun.
"Aku ingat pada tuhan, Mawar. Aku baru saja kembali dari menunaikan sholat sunnah untuk mendoakan Aisyah. Aku meraung meminta padanya tapi ia masih ingin mengambil Aisyah dari ku. Jika itu masih belum cukup maka aku berjanji setelah ini aku akan rajin beribadah tapi ku mohon kembalikan Aisyah padaku. Aku akan memiliki mati saja jika ia juga nggak ada di dunia ini. Aku mau mati saja!". Imbuh Zack mulai tidak karuan.
"Istighfar, Zack. Kamu tidak bisa ngomong kayak gitu. Kamu harus tetap kuat meskipun Aisyah sudah tiada, dia pasti...". Ucapan Mawar lagi - lagi di potong oleh Zack.
"Kalau dia mau lihat aku bahagia harusnya dia tidak ninggalin aku, harusnya dia bertahan. Dia adalah sumber kebahagiaan aku, jika ia tiada maka dunia ini terasa hambar, Mawar!". Lirih Zack.
"Kamu sudah salah paham Zack. Dengarkan aku dulu, sebenarnya...". Mawar ingin menjelaskan sesuatu pada Zack tapi Zack tidak mau mendengar apa pun dari Mawar.
Dokter juga sampai menatap bingung pada Zack. Mereka saling melempar tatapan bingung antara satu sama lain tapi mereka tidak bisa berbuat apa - apa, mereka pasrahkan pada Mawar saja untuk menjelaskan semua yang terjadi.
__ADS_1
"Stop, Mawar. Tinggal aku sendiri di sini. Aku ingin menemani Aisyah untuk terakhir kalinya". Sahut Zack meminta Mawar meninggalkannya.
"Terserah kamu mau menangis sepuasnya di sini Zack. Tapi kamu harus dengar aku terlebih dulu, jangan memperlihatkan kebodohan kamu di sini di depan ramai orang. Dokter dan perawat pasti menatap kamu ini gila...". Mawar mulai kesal dan mengeluarkan kata - kata yang memancing emosi Zack.
"Terserah kamu mau bilang aku bodoh atau gila sekali pun. Aku tidak peduli! Aku memang bodoh karena kehilangan Aisyah, aku ingin menjadi gila saja dari pada punya akal tapi dalam pikiran aku hanya Aisyah yang sudah tidak bisa ku genggam". Zack bangkit dan membenarkan ucapan Mawar.
"Kamu memang bodoh, Zack. Lihat siapa yang sedang kamu tangisi ini. Lihat dengan jelas siapa orang yang kamu raung - raung kan ini...". Mawar membuka kain yang menutup wajah pasien yang meninggal itu.
Mata Zack membulat sempurna. Melihat siapa yang sebenarnya tergeletak di brangkas itu.
"Dia bukan Aisyah! Dia orang lain. Sila kan kalau kamu mau menangisi nya tapi jangan anggap dia Aisyah. Dia bukan Aisyah". Mawar beralih menatap para dokter yang menangani pasien. "Siapa nama dia dokter?". Tanya Mawar.
"Kami belum kenal pasti nama pasien. Pasien merupakan korban tabrak lari. Orang yang membawanya tidak mengenali korban, ia hanya membantu mengurus administrasi untuk korban". Jelas salah satu dokter.
Zack bagai di tampar sesuatu, ia sangat malu dengan sikap nya tadi. Tapi dengan santainya dia menghapus sisa air matanya lalu ikut keluar dari ruangan. Berusaha mengejar Mawar untuk meminta maaf.
"Mawar tunggu aku". Panggil Zack sambil berlari.
"Kenapa kamu ikut keluar, tinggal aja di dalam menangis kayak orang bodoh, salah orang gila!".kesal Mawar.
"Maaf kan aku. Aku pikir terjadi sesuatu dengan Aisyah sehingga kamu menangis tadi. Lalu suster tadi bilang ada pasien yang sudah tidak bisa di selamat kan. Jadi aku pikir Aisyah...". Sahut Zack malu.
__ADS_1
"Jadi apa yang kamu ingin kan sekarang? Lakukan saja sesuka hatimu, aku tidak bisa berlama - lama di sini, aku harus pergi sekarang". Imbuh Mawar melepas genggaman tangan Zack..
"Jelas kan dulu padaku, kenapa kamu menangis saat aku kembali dari mushola?". Tanya Zack penasaran.
"Kamu tetap di sini saja, aku akan pergi sendiri". Elak Mawar tidak mau menambah beban pikiran Zack.
"Terserah kamu tapi jelaskan dulu kenapa kamu menangis, jangan buat aku mati penasaran". Tutur Zack penasaran.
Mawar terdiam, ia bingung harus mengatakan hal ini atau tidak pada Zack. Ini memang sangat berkait rapat dengan mereka berdua tapi Zack pasti juga tidak akan terlalu memperdulikan masalah ini.
"Aisyah membutuhkan mu di sini, Zack. Jangan khawatirkan benda lain, fokus lah menjaga Aisyah di sini. Biar aku sendiri yang mengurus masalah ini". Imbuh Mawar memilih tidak mengatakan pada Zack.
"Kamu mau mengatakan nya sendiri atau tidak aku pasti akan mengetahui nya lambat atau cepat. Jadi sebelum aku mengetahui dari orang lain dan masalah ini membuat aku kesal padamu maka lebih baik kamu katakan secara langsung sekarang. Aku tidak akan memaafka mu jika ternyata masalah yang kamu sembunyikan ini terkait rapat dengan ku". Ancam Zack pada Mawar.
Mawar paling takut dengan ancaman Zack. Ia tidak akan pernah kuat dengan apa pun yang di ancaman padanya. Apa lagi jika Zack mengancamnya untuk tidak memaafkan nya..
"Sebenarnya perkara ini tidak begitu penting bagi kamu tapi kalau kamu memaksa aku juga harus mengatakannya padamu...". Baru Mawar ingin mengatakan yang sebenarnya tapi Zack yang sudah terlanjur penasaran membentak Mawar untuk langsung pada inti nya saja.
"Katakan saja cepat, Mawar! Jangan bertele - tele kalau ngomong...". Bentak Zack berpikir kalau Mawar ingin merahasiakan ha penting darinya.
"Sebenarnya ayah kandung kita sudah meninggal, beberapa menit belum kami kembali dari mushola tadi. Aku tidak mengatakan nya padamu karena aku tahu kamu tidak menyayangi ayah bagaimana aku menyayanginya. Aku tahu kamu pasti tidak peduli dengan nya setelah apa yang telah ia lakukan pada kamu, Aisyah, mommy dan Daddy. Sekarang aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas. Izinkan aku pergi". Izin Mawar dengan lirih.
__ADS_1
"Pergi lah, kamu benar. Aku sama sekali tidak peduli dengan nya. Mau dia sakit atau mati sekali pun aku juga tidak peduli seperti dia yang tidak peduli padaku. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri sehingga tega membuang ku ke panti asuhan. Hanya kamu anak nya, anak yang selalu dia jaga dengan segenap hatinya, melakukan apa saja untuk kebahagiaan mu termasuk rela membuang ku demi mencukupi keperluan mu...". Imbuh Zack mengingat kembali kisah kelam keluarga nya.