Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 49 Angan - angan tak terbatas


__ADS_3

Maaf karena seharian kemarin tidak update.


Kalian pasti tahu berita terkini yang paling trendi alias viral. Penyanyi yang yang terkenal dengan sifat baik hati, lembut, manja dan tidak sombong kepada semua kalangan masyarakat. Penyanyi yang begitu banyak di cintai sebagian besar penduduk indonesia bahkan penduduk luar negeri juga karena suaranya yang merdu dan memiliki aktitiut yang baik.


Setelah melihat berita dia mengalami KDRT, sungguh membuat author syok. Kemesraan yang selama ini di umbar kan ke publik ternyata hanya settingan. Suami yang amat dia cintai, menerima segala masa lalu kelam ternyata tega menyiksanya sedemikian rupa.


Dari sini kita lihat, bagaimana perjuangan istri tetap menyembunyikan kesedihannya dan tetap memperlakukan suami dengan baik, karena dia berharap sang suami berubah dan membalas cintanya. Tapi sayang, perjuangannya sia - sia. Semua hanya membuatnya makin tersiksa fisik dan batinnya. Apa kah dia bodoh tetap bertahan?


Tentu tidak, dia punya hak untuk menunjukkan cintanya pada sang suami, tapi jika itu tidak cukup membuat suaminya mencintainya, bercerailah jalan terakhir untuk nya. Saya berharap yang terbaik saja untuk keduanya. Amin.


Sekarang kita lanjut pada ceritanya yah....


Les's go....


"Dia menulis keinginan yang paling dia harapkan untuk dikabulkan oleh tuhan. Hanya satu dan tak ingin lebih... Dia hanya ingin bertemu wanita yang telah melahirkannya ke dunia. Walau hanya dalam mimpi dan sebentar saja ....setelah membaca diary nya, mami ikut sedih dan bertanya pada pak Santo, ayahnya Mawar tentang keberadaan istri pertamanya itu, tapi jawaban pak Santo semakin menusuk relung hati mami. Ternyata mamanya Mawar meninggal saat melahirkan gadis malang itu....". Mega semakin terisak dalam pelukan anaknya.


"Ternyata bukan hanya aku yang menjadi korban sifat busuk pasangan itu! Kakak yang terlahir dari ibu yang berbeda tapi sama - sama tersiksa ulah ayah kami yang sama. Aku baru tahu, ternyata selama ini, Pak Santo telah membohongi anaknya bahwa ibu kandung nya telah meninggal, sedangkan setahu aku Mawar di bawa lari meninggalkan bik Saras demi menikahi wanita lain, yang tak lain ibu kandungku sendiri". Gumam Zack dalam hati. Mendengar Mega menangis dalam pelukannya semakin membuatnya geram. Bukan karena tangisan wanita itu, tapi ucapannya yang membuatnya kembali naik pitam.


"Mami takut Mawar pergi untuk menemui sang ibu di sana, mami sangat sayang dengannya, mami tidak sanggu kehilangan kalian yang sudah mami anggap anak mami sendiri, cukup la anak kandung mami yang hilang sampai sekarang belum ketemu, jangan kalian! Mami tak sanggup!". Lirih Mega terdengar sangat menyayat hati.


" Mami tenang saja! Mawar pasti baik - baik saja kok!". Sahut Zack menekan gejolak yang menyisakan tubuhnya. Geram yang sudah tidak bisa di bendung lagi. Dia kemudian melepas pelukannya perlahan dari sang ibu angkat.


"Lebih baik sekarang kita pulang dulu, hapus air mata mami, jangan sampai daddy lihat membuatnya cemas dan kembali drop. Kita harus merahasiakan perkara ini dari daddy dulu untuk kesehatannya, mami mau kan?". Tanya Zack sambil mengusap air mata wanita dihadapannya.


"Mami masih mau disini nemenin Mawar". Lirih Mega lagi.

__ADS_1


"Nggak boleh mami! Daddy pasti curiga nanti, Mawar disini aman kok, Zack sudah menempatkan beberapa pengawal menjaga nya disini, dan juga beberapa perawat khusus untuk merawatnya. Jadi mami tak perlu khawatir, ok". Bujuk Zack.


"Tapi mami bisa datang sesekali kan?". Tanya Mega dengan wajah memelas.


"Sudah tentu! Tapi sekarang kita harus pulang dulu". Selalu bersikap lembut pada wanita yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang yang tulus, bukan lah settingan alias sandiwara belaka. Tapi itu cara dia membalas semua perlakukan yang dia terima dengan tulus juga.


Mega mengangguk perlahan, setuju untuk pulang menemani suaminya di rumah, kesedihan yang dia rasakan terpaksa dia simpan demi menyembunyikan kenyataan pahit ini dari sang suami tercinta. Lelaki itu juga begitu menyayangi Mawar sudah seperti putri kandungnya sendiri sama seperti mereka menyayangi Zack.


Wanita paruh baya itu pulang di hantar oleh supir pribadi miliknya, sedangkan Zack dengan mata yang merah menahan geram berjalan menulusuri koridor rumah sakit menuju parkiran dimana Danial, asistennya sudah lama menunggu sambil menyusun rencana selanjutnya sesuai perintah bosnya.


"Sekarang kita mau kemana tuan?". Tanya Danial pada Zack yang tampak menaham emosi yang memunjak.


"Datang ke kantor milik Anjas, lelaki itu harus menerima dampak dari kekejaman yang telah dia lakukan pada kakak kandungku dan orang lain yang berhasil dia bunuh, dia harus mati di tanganku sekarang!". Ujar Zack dengan nafas naik turun menahan emosi.


"Aaaaacckk". Zack berteriak sambil menjambak rambutnya frustasi. Yang di ucapkan Danial sangat benar adanya. Dia tidak boleh gegabh dalam bertindak.


"Bawa aku ke tempat biasa!". Tegas Zack tidak ingin di bantah.


Dania menghidupkan mesin mobil, kemudian melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalan menuju tempat yang di maksud bosnya itu.


*


*


Sementara Aisyah yang berada dalam mobil yang telah dia sewa untuk menemani bik Saras datang ke Kota Makasa, menemui anaknya yang sedang sakit kini menuju pulang ke kota tempat tinggalnya sekarang.

__ADS_1


"Kamu kenapa melamun, nak?". Tanya bik Saras, dia yang seharusnya sedih melihat kondisi sang anak malah biasa - biasa aja, tapi majikannya ini yang tampak sedih dan termenung.


"Ah...nggak kok ibu! Aku sedang bingung aja....". Jawabnya dengan suara dikecilkan.


"Bingung? Bingung kenapa, nak?". Tanya bik Saras lagi.


"Tadi aku ketemu perempuan, saat bersitatap dengarnya membuat aku merasakan hal yang aneh, yang aku sendiri sukar untuk jelasinnya, apa lagi saat aku memeluknya, sungguh membuat aku tidak ingin lepas darinya...". Aisyah menjawab tapi pandangan tetap mengarah ke luar jendela.


"Kamu nggak kenal dengan perempuan itu?". Bik Saras semakin kepo.


"Awalnya aku tidak kenal, tapi setelah seseorang yang amat aku kenal datang, aku baru tahu dia itu adalah ibu kepada orang itu, lelaki yang selalu memberi pertolongan saat aku memerlukan". Ucap Aisyah.


Bik Saras terkejut, tidak menyangka Aisyah bisa bertemu dengan seseorang yang sangat di tegaskan padanya supaya jangan sampai mereka bertemu. Dia terdiam larut dalam ketakutan. Ancaman demi ancaman yang dia dapatkan sebelumnya kembali terngiang dalam benaknya. Dia tidak tahu sebab apa mereka tidak bisa bertemu, dia hanya bertindak sesuai perjanjian. Kini dia takut jika kembali dipisahkan oleh sang buah hati yang selama ini dia cari akibat kecerobohannya. Walaupun bertemu anaknya dalam keadaan kritis, setidaknya permintaannya pada sang tuan muda terpenuhi.


Dia hanya perlu berdoa demi kesembuhan sang anak, dia akan berada di baris hadapan untuk kesembuhan anaknya, jika terdapat organ yang memerlukan pendonor, dia siap mendonorkan semua organnya demi kesehatan anaknya. Demi membuktikan kasih sayang yang begitu tulus untuk anaknya itu dan untuk menukarkan masa - masa yang terbuang antara mereka.


Suasana dalam mobil kembali hening, tiada pembicaraan lagi di antara Aisyah dan bik Saras. Mereka berdua larut dalam perasaan mereka masing - masing. Sedangkan supir yang membawa mereka juga tidak banyak membuka mulut dan baby Albar juga tampak enteng tertidur dalam pangkuan sang bik Saras.


"Kita sudah sampai buk..". Tegur pak supir setelah sampai di depan gerbang kontrakan milik Aisyah.


Aisyah tersentak, tidak menyangka mereka sudah sampai di tempat tujuan. Perjalanan yang di tempuh sekitar empat jam an, terasa singkat menurutnya, mungkin karena sepanjang perjalanan dia hanya sibuk melamun tak jelas. Selain memikirkan ibu dari sang bos, sosok bos itu sendiri juga bisa membuatnya larut dalam angan - angan tak terbatas. Tapi dia sadar diri, tak pantas untuk di sandingkan dengan lelaki kelas atas yabg sudah tentu banyak yang ngantri untuk mendapatkannya, sedangkan dia hanya seorang wanita sederhana yang akan menjadi janda di usia yang masih muda.


Aisyah merogoh seikat uang merah di dalam tasnya lalu menyerahkan kepada pemilik mobil, Saat baru ingin melangkah masuk ke dalam halaman kontrakan, tanpa sengaja matanya melihat sebuah mobil berhenti tak jauh dari sekitar kontrakan. Tiba - tiba dia merasa ketakutan jika orang yang selama ini dia hindari kembali mengusik kehidupannya.


"Mudah - mudahan ini hanya firasat ku saja, jangan sampai mas Rehan mengetahui keberadaan ku di sini". Gumamnya dengan cemas.

__ADS_1


__ADS_2