
"Bila dia bisa di bawa keluar dari rumah sakit dan melakukan rawat jalan saja, dok?". Lagi - lagi Mawar mendahului Zack untuk bertanya, tapi Zack tidak keberatan karena itu menandakan mereka berdua sama - sama menginginkan hal yang sama.
"Seminggu lagi pasien sudah bisa rawat jalan. Tapi kalau bisa tetap selalu menjaga pola makan nya..". Sahut Dokter.
"Benar kah". Zack tampak antusias membuat Aisyah tersipu malu.
Semua nya tidak bisa menyembunyikan rasa bersyukur mereka. semua nya memutuskan untuk pulang setelah Aisyah di suntikkan obat tidur agar ia istirahat dengan tenang. Hanya Zack yang memilih tetap tinggal di samping nya. ia bertekat tidak ingin meninggalkan Aisyah sedetik pun.
sementara yang lain pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan sambutan meriah untuk Aisyah saat kembali nanti. Mbah Suryo pula menuju ruangan Panji dan Mega untuk memeriksa kondisi mereka berdua.
"Tampak nya kondisi mereka juga semakin membaik, kemungkinan besar beberapa minggu terdekat mereka juga akan sadar dan kembali kumpul bersama yang lain". Gumam mbah Suryo sambil tersenyum lega.
Melihat wajah bahagia Zack tadi membuat mbah Suryo nggak sabar untuk memberi kejutan kedua pada pria itu. Setelah merasa tugas sudah selesai, baru lah mbah Suryo merasa tenang untuk menyusul istri tercintanya menemui sang pencipta kehidupan.
Sementara Zack, ia sedang menatap wajah Aisyah dengan lekat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Meskipun sudah sadar, tapi kesehatan Aisyah belum benar - benar pulih sepenuhnya. Untuk sementara waktu, ia belum bisa terlalu banyak gerak dan banyak pikiran yang bisa membuat nya stress dan bisa mengganggu masa pemulihannya. Ia masih harus banyak istirahat demi memulihkan kesehatannya.
"Jika waktu yang tepat aku akan mengatakan nya dengan jujur. Tapi bukan sekarang, kamu harus benar - benar siap menerima kabar buruk ini. Aku nggak mau ambil resiko sehingga kehilangan kamu untuk kesekian kali nya...". Zack bergumam dalam hati nya.
Meskipun tubuh nya sudah sangat kelelahan, tapi Zack tidak bisa terjaga, ia masih betah menatap wajah Aisyah yang kini sudah tidak terlalu pucat lagi. Merasa sangat bahagia sehingga ia takut jika ia terbangun dari tidur nya mka semua kebahagiaan ini akan lenyap bersama mimpi lena nya.
"Kamu nggak tidur, Zack?". Tiba - tiba pipi nya di sentuh oleh Aisyah tanpa ia sadari.
"Eh, kamu bangun, yah? Maaf kalau aku mengganggu kamu". Lirih Zack merasa bersalah karena ia membuat Aisyah terjaga dari istirahat nya.
"Kamu kenapa nggak tidur? Ini udah jam satu malam loh". Tanya Aisyah cemas pada Zack.
__ADS_1
Zack melirik jam tangan nya dan ternyata yang di katakan Aisyah memang benar. "Aku sampai lupa waktu sekarang saking takut nya kehilangan kamu lagi". Batin Zack sambil menggenggam tangan Aisyah lembut lalu mengecup nya.
Aisyah sampai tersipu dengan perlakuan lembut Zack pada nya.
"Sebenarnya aku penasaran banget kenapa kamu bisa memakai baju yang aku berikan pada orang lain? Apa kah cuma kelihatan sama atau baju itu memang baju yang aku beli untuk nya?". Tanya Aisyah penuh selidik.
Zack menatap mata Aisyah, ia ingin memastikan perasaan Aisyah saat ini sama ada lebih menyukai diri nya yang bagaimana. Sama ada suka pada Zack yang dulu atau Syakir yang bersifat bertolak belakang dengan sifat asli nya.
"Jika ia lebih suka pada Syakir aku akan jujur pada nya siapa sebenarnya Syakir dan aku akan berubah menjadi yang dia suka asal dia bahagia". Batin Zack.
"Jawab dong, Zack! Jangan hanya menatap aku seperti itu!". Titah Aisyah kesal.
"Jika pria yang kamu maksud ada di sini di antara kita dan di antara kami hanya satu yang bisa menemani kamu di sini, kamu akan memilih siapa di antara kami?". Tanya Zack penasaran. Apa pun pilihan Aisyah akan ia terima dengan lapang dada. Karena mereka adalah orang yang sama.
"Jika itu permintaan mu aku akan selalu memenuhinya, Syah. Aku akan melakukan apa saja untuk kamu agar kamu bahagia. Aku nggak mau egois". Balas Zack memberi pengertian pada Aisyah.
"Zack! Bagaimana pun keadaan kamu, seperti apa pun perlakukan kamu pada ku, aku akan menerima nya asal itu kamu. Kamu mau bersikap seperti apa pun aku tetap sayang kamu. Tapi sebagai wanita sudah semestinya nya mau di manja tapi semua itu tidak terasa jika tidak berasal dari sini". Aisyah menunjukkan dada Zack yang saat ini berdegup kencang karena perkataan Aisyah.
"Jadi kamu tahu kalau Syakir dan aku ada orang sama?". Tanya Zack malu..
"Awal nya aku sempat ragu tapi kalau di pikir - pikir mustahil hati bisa mencintai dua orang sekaligus. Jadi aku mulai menyelidiki nya sendiri. Dan ternyata benar tangan kalian berdua sama. Lihat tahi lalat di jari kelingking sebelah kanan kamu. Itu menjadi penanda kalau kalian berdua adalah orang yang sama...". Jawab Aisyah dengan sangat yakin.
Zack mempercantik tangan kanan nya dan mencari tahi lalat yang di maksud Aisyah. "Kamu bahkan lebih mengenaliku berbanding diri aku sendiri, Syah". Batin Zack merasa bahagia.
"Kamu tidak marah setelah tahu hal ini?". Tanya Zack.
__ADS_1
Aisyah menggeleng. "Malah aku bersyukur banget, berkat kekonyolan kamu aku bisa yakin bahwa perasaan ini sama sekali tidak salah. Tiada sebab mengapa kita harus menahan semua nya. Seperti sekarang kan lebih baik". Ujar Aisyah sambil mengukir senyuman indah di bibir nya.
Melihat senyuman itu, Zack seakan terhipnotis, ia memajukan wajah nya mendekati wajah Aisyah. Perlahan mata kedua nya tertutup bersamaan. Tapi belum sempat bibir mereka tertaut pintu si ketuk dari luar.
Zack tersadar lalu segera menghilang dari Aisyah dengan merasa malu. Aisyah juga sama, ia malu karena sempat berpikir yang tidak senonoh.
"Kamu istirahat kah, aku harus keluar menemui seseorang". Pamit Zack sambil mengelus kepala Aisyah mesra.
Aisyah menahan tangan Zack. "Jangan lama, yah. Kembali lah untuk istirahat di samping ku". Imbuh Aisyah dengan wajah memelas.
Zack tersenyum dengan perhatian yang di berikan Aisyah pada nya. "Iya aku hanya sebentar kok". Sahut Zack membuat Aisyah melepas tangan nya.
Zack meninggal kan Aisyah sendiri dalam ruangan. Di luar terlihat Pundas dengan penyamaran nya.
"Katakan cepat! Aku tiada masa meladeni kamu tengah malam begini. Aisyah sedang menunggu ku di dalam". Bisik Zack tidak ingin Aisyah mendengar obrolan mereka berdua.
"Tapi ini sangat gawat tuan". Sahut Pundas ikut berbisik tapi tidak bisa menyembunyikan wajah cemas nya.
"Gawat kenapa? Masalah apa lagi yang muncul?". Tanya Zack penasaran.
"Rafa berhasil di bawa kabur oleh seorang yang menyamar jadi perawat. Semua dalam ruangan sedang tertidur sementara pengawla yang menjaga ruangan mereka di beri minuman yang mengandungi obat tidur". Imbuh Pundas melaporkan kejadian.
"Apa? Rafa berhasil di bawa kabur? Jadi yang lain bagaimana?". Tanya Zack khawatir pada sahabatnya, Titin dan keluarga nya.
"Beruntung, pengawal kita yang pergi membuang air kecil segera kembali dan mengamankan yang lain nya. Jasmin tidak berhasil di culik sementara Titin dan keluarga nya bukan sasaran mereka jadi aman - aman saja setakat ini". Jelas Pundas.
__ADS_1