
Setelah puas meluapkan kekesalannya pada semua barang milik Rehan di ruang kerjanya, ia pun beralih menuju kamarnya menghubungi Aldo untuk menceritakan semua yang terjadi pada pria itu.
Tapi setelah beberapa kali panggilan tidak terjawab, Desi pasrah dan berpikir mungkin saat ini Aldo sedang sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu. Ia pun hanya mengirim pesan pada Aldo untuk memintanya datang saat makan malam di rumahnya.
Ia kemudian menghubungi Rehan untuk membuat meluapkan sisa emosinya. Tapi sayang, nomer nya itu sudah tidak aktif.
"Berani nya dia memblokir nomerku. Awas aja kamu akan menerima akibat dari perbuatan mu ini, aku akan pastikan kamu masuk ke penjara karena sudah melarikan diri bersama semua sertifikat dan surat tanah milikku dan juga semua perhiasanku, aku yakin banget sekarang pasti semuanya sudah mereka jual dan menghabiskan semua uanh milikku! Dasar ba jingan memang kamu Rehan, aku akan pastikan hidupmu lepas tidak akan pernah tenang dan bahagia....". Gumam Desi bertekat dalam hatinya.
*
*
Di rumah sakit CendraWasih tempat Aisyah di rawat, ia sengaja meminta Alena di rawat satu ruangan dengan dengannya supaya mereka bisa saling ngobrol, saling menjaga dan lebih aman.
"Kamu serius ingin setuju dengan syarat yang di berikan Rehan?". Tanya Alena lemah.
"Aku nggak ada pilihan lain....". Jawab Aisyah pasrah.
"Aku lihat tadi Pak Panji dan tante Mega tampak nggak setuju banget dengan keputusan kamu, Zack juga lebih seram lagi mukanya tadi...". Ujar Alena. "Tapi kerena menghargai keputusan kamu dan mereka juga nggak bisa berkata - kata lagi kerana Rehan adalah orang yang telah menyelamatkan kita, makanya mereka juga ikut pasrah...". Sambungnya sesuai ekspektasi yang terlihat.
"Aku juga bingung, sebenarnya ogah banget tahu nggak rujuk dengan lelaki seperti itu tapi aku juga harus berpegang pada kata - kata yang sudah ku ucapkan, lagipula di antara kami ada Albar yang menjadi pertimbangan lagi bagiku". Sahut Aisyah bingung.
"Terus apa bezanya kamu dengan Desi kalau begitu? Dulu dia yang merebut Rehan dari kamu sekarang kamu mau merebut Rehan darinya meskipun dari awal memang rencana mereka tapi tetap aja jika suatu saat wanita itu kesal dan malah menyebut kamu pelakor bagaimana? Kamu sanggup dengar panggilan seperti itu di tujukan padamu?". Cerca Alena.
"Kita lihat saja lah nanti gimana? Aku juga pusing kalau mikirin hal ini, kita istirahat aja yuk! Mumpung mereka pergi semua, besok kita udah di bolehkan pulang jadi nikmati sisa fasilitas rumah sakit selagi sempat". Kata Aisyah mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Kamu pikir aku ini miskin banget sampai merasa sayang banget kalau nggak dinikmati kamar mahal ini, aku mah ogah, lebih baik di ruangan biasa aja bisa ngobrol dengan pasien yang lain daripada di sini samamu kamu malah ikut pusing mikirin masalah kamu, heh...". Alena membuang muka lalu memposisikan tubuhnya ingin tidur.
Aisyah hanya tersenyum menanggapi celoteh sahabatnya dan menyusul tidur. Tapi baru saja menutup mata sejenak, ponsel nya berdering.
Aisyah menatap bingung layar ponselnya melihat siapa yang menghubunginya sekarang. "Untuk apa lagi ni pelakor cari aku?". Gumamnya dalam hati. Tapi karena penasaran ia tetap mengangkat panggilan dari rivalnya itu.
"Em, ada apa?". Tanya Aisyah to the point.
"Santai napa? Gue cuma mau ketemu lo ingin mengatakan sesuatu yang penting dan pasti akan membuat lo sadar dari kekeliruan". Jawab Desi di sebarang panggilan.
"Aku nggak ada waktu untuk ladeni wanita seperti kamu". Tolak Aisyah jujur.
"Jadi orang jangan sombong dulu, sebelum aku berubah pikiran dan kamu akan menyesal di kemudian hari". Sindir Desi mulai kesal dengan tanggapan Aisyah.
"Siapa?". Bisik Alena kepo.
"Temui saja, siapa tahu bisa ada jalan agar kamu bebas dari mantan suamimu". Saran Alena membujuk agar Aisyah setuju bertemu pelakor bernama Desi.
Aisyah berpikir sejenak sedangkan Desi di sebenarnya sana masih saja mengoceh nggak jelas. "Baik la, besok aku ada waktu seharian, kamu tetapkan aja waktu dan lokasi nya aku akan datang". Jawan Aisyah pada akhirnya menyetujui permintaan Desi.
"Begitu dong, lagi pula ini tidak aja merugikan lo kok malah menguntungkan". Setelah mengatakan itu Desi akhirnya mematikan panggilan.
"Dasar perempuan aneh". Cerca Aisyah cengkel.
Dua wanita cantik itu pun melanjutkan istirahat mereka yang sempat tertunda akibat panggilan dari seorang pelakor.
__ADS_1
*
*
"Kamu serius ingin bersembunyi di sana bersama mereka?". Tanya Zack pada wanita di hadapannya.
Wanita itu tampak menghela nafas berat sebelum memberi jawaban. "Aku sudah tidak sanggup hidup bersama keluargyan rfcc rtgs £ lagi Zack, bahkan kamu juga kini udah buat aku jijik tahu nggak". Jawab Jasmin tidak suka melihat Zack tapi pria itu yang telah membawanya keluar dari jerat keluarganya yang menurutnya sangat kejam.
"Maaf kalau saya ikut mencela tapi nona tidak bisa berkata seperti itu terhadap bos kami, kami memang membunuh tapi kami membunuh untuk membela keadilan, menyelamatkan orang dari kesengsaraan, bahkan saya sama sekali tidak pernah menyesali pekerjaan saya karena niat awal tuan Zack membangun klan mafia ini bukan untuk bersaing melainkan menunjukkan pada orang zalim jika orang baik juga bisa berbuat Zalim jika di tindas semena - mena oleh mereka, keadilan kami sedikit bisa membuat mereka berpikir beberapa kali untuk menyakiti orang lain....". Jelas Dilan tidak suka dengan tatapan Jasmin terhadap Bosnya, Zack.
"Ya tapi tetap aja kalian menghilangkan nyawa seseorang tapi aku salut sama kalian, niat kalian harus di acungkan jempol tapi apa kah selamanya kalian akan bergelut dalam bidang ini? Kita masih ada tuhan yang dapat membalas kejahatan dan kezaliman orang di muka bumi ini, kita hanya perlu berdoa, walaupun ayah, kakak dan keluarga ku yang lain melakukan semua yang ku benci tapi aku tidak pernah membenci mereka bahkan selalu mendoakan agar mereka berubah ke jalan yang benar termasuk kalian juga". Ucap Jasmin tulus dari hatinya.
Zack hanya tertunduk sambil tersenyum menanggapi ucapan Jasmin, yang di katakan wanita itu memang benar adanya tapi dirinya belum puas jika masih melihat kezaliman di depan matanya apalagi jika sudah menyinggung kellmuarga dan orang terdekat jangan harap jika Zack akan berhenti menjadi mafia.
"Tapi sekarang aku udah nggak sanggup lagi setiap hari melihat wajah mereka yang masih bergelut dalam dunia hitam itu, bahkan aku anak mereka sendiri di jadikan korban keserakahan mereka, aku ....aku....". Jasmin mulai meneteskan air matanya, ingin berkata jujur pada Zack tentang masalah yang sedang ia hadapi tapi ia tidak mau membebani sm pikiran sahabatnya itu.
Dua bulan yang lalu ayah Jasmin mengenakal seorang pria yang juga merupakan seorang mafia sama seperti nya. Sering memaksa Jasmin menerima lamaran pria itu tapi Jasmin tetap menolak, bukan karena tidak suka pada pria itu, Jasmin hanya mengajukan syarat dan pria itu sendiri yang tidak menyanggupinya.
Syarat yanhmg di ajukan Jasmin cukup simpel, hanya meminta pria itu berhenti menjadi mafia, berhenti membunuh orang dan memulai lembaran hidup baru bersamanya sebagai rakyat biasa. Tapi pria yang sudah terlahir dengan jiwa mafia memang tidak mudah untuk menyetujui syarat dari pura itu.
Ayah Jasmin meminta pria itu berbohong pura - pura setuju dengan syarat itu tapi pria tidak ingin berbohong, dia ingin Jasmin mencintainya apa adanya tidak mau pernikahan mereka nanti bermasalah jika ia ketahuan berbohong.
Ayah Jasmin yang sanga sangat mengidamkan pria itu menjadi menantu dengan teganya menebak sang putri dan pria itu meminum obat perangsang dan akhirnya menf menghabiskan malam panas berdua. Keesokan harinya Jasmin syok dan memarahi ayahnya yang sudah tega padanya.
Bukan hanya tidak meminta pertanggung jawaban, Jasmin malah meminta pertolongan Zack agar membawanya pergi dari kehidupan keluarganya yang kelam. Tapi Jasmin berubah pikiran karena mendapati Zack tidak berbanding jauh dari keluarganya. Akhirnya dia memutuskan hidup bersama sahabatnya yang bernama Maher di sebuah perkampungan yang cukup terpencil dan dia yakin keberadaan nya tidak akan pernah terendus jika Zack menolongnya.
__ADS_1
"Baik lah, jika kamu sudah bulat dengan keputusan itu maka aku juga tidak bisa berkata lagi hanya bisa menolongmu sebisa mungkin, kamu tenang saja di sana, jalani hidup yang selama ini menjadi impianmu. Aku sebagai sahabat selalu berdoa yang terbaik". Balas Zack pada akhirnya setuju dengan keputusan sahabatnya.
"Aku juga selalu berdoa agar kamu dan Aisyah segera mendapatkan jalan untuk bersatu". Goda Jasmin.