
Sesampai di depan, Aisyah di sambut hangat oleh Panji yang langsung memintanya tunduk agar dia mudah untuk memeluk wanita muda itu. Tanpa di undang, air matanya menetes mengenai bahu Aisyah yang polos tanpa kain.
Awalnya Aisyah bingung dengan respon Panji yang tampak berlebihan menyambutnya, tapi dia sama dengan apa yang dia rasakan kepada Mega, ibunya Zack. Sama - sama ada rasa yang aneh menjalar di dalam dirinya saat melihat mereka berdua.
"Perkenalkan dia anak angkat kami, Nur Aisyah,..". Ucap Mega memperkenalkan Aisyah pada calon besan dan keluarga besarnya yang lain. Semua tampak bingung, karena setahu mereka Mega dan Panji hanya ada dua anak angkat yaitu Zack dan Mawar yang sekarang tidak di ketahui keberadaannya. Tapi keluarga besar Purbalingga dan Keluarga besar dari Panji sama sekali tidak ambil pusing kecuali calon besan mereka, Anjas dan Shela terlihat cuek dan tidak suka menatap Aisyah untuk pertama kalinya.
Aisyah tampak bingung berada di tengah - tengah keluarga konglomerat yang tajir melintir ini, dia gugub sekaligus insevure dengan dirinya sendiri apalagi di perkenalkan sebagai anak angkat keluarga ini secara tiba - tiba. Padahal dia baru pertama kali bergabung bersama mereka.
Dia melirik Zsck sekilas, lelaki itu tampak biasa - biasa aja sama sekali tidak keberatan dengan keberadaanya sebagai saudara dadakan. Kemudian dia melirik wanita di samping Zack yang bernam Cleo. Wanita itu memang tersenyum ke arahnya, tapi dapat terbaca dari cara dia menatap Aisyah bahwa dia mengirim sinyal perang pada wanita yang baru saja dia lihat itu.
"Aku akan pastikan seseorang yang berani mengusik hidup nya akan mati di tanganku !". Bisik Zack tanpa menoleh sedikit pun dan fokus menatap lurus ke arah Aisyah, ucapannya hanya bisa di dengar oleh Cleo membuat wanita itu meliriknya jengkel.
"Kita lihat saja nanti, bakal suamiku ! Setelah pesta pernikahan kita aku akun pastikan wanita itu akan kembali lenyap seperti yang lainnya, ha ha ha ". Gelak Cleo dalam hati.
Pesta berlangsung sangat meriah dan menghibur, tiada jenuh dan bosan bagi tamu undangan yang hadir, makanan yang di sediakan semua dari restoran bintang lima. Ada saja kejutan pihak tuan rumah selenggarakan untuk semua tamu undangan sekalian.
Hingga pukul satu malam, tamu undangan mulai meninggalkan gedung, begitu pula dengan Aisyah yang sedari tadi terasa duduk di kursi panas tidak tenang karena tatapan tajam dari pihak besan dan Cleo sediri. Dia sudah beberapa kali pamit pulang, tapi ada saja alasan Mega menahannya tetap berada di pesta ini sampai habis.
__ADS_1
"Sekarang saya sudah bisa pulang kan, mami?". Tanya Aisyah penuh harap.
"Emm, kamu menginap di rumah aja, lagi pula ini sudah sangat malam loh. Rumah kamu bukannya jauh memakan perjalanan selama 3 ke 4 jam". Tolak Mega.
"Tapi mami, ana....". Aisyah mencoba mencari alasan tapi cepat di potong oleh Mega.
"Sudah! Mami tidak suka penolakan, ayoh! Sekarang kita pulang bareng..". Ajak Mega.
"Iya, kamu nurut aja sama mami kamu nak! Dia pasti tidak ingin berpisah dulu dengan kamu, begitu pula dengan daddy sendiri. ..". Panji turut membenarkan ucapan istrinya.
Zack hanya diam memperhatikan kedekatan mereka, entah apa yang dia pikirkan, sehingga tidak lagi memikirkan untuk mencari cara untuk berterus terang yang sebenarnya. Tapi melihat keakraban merea bertiga, sunggu menyejukkan hatinya.
"Antar aku pulang yah, sayang !". Pinta Cleo pada Zack.
"Baik". Jawab Zack singkat. Dia kemudian menggampiri kedua orang tua angkatnya yang asik mengobrol dengan Aisyah.
Cleo tersenyum sumbringan, dia mengikuti langkah Zack untuk berpamitan kepada calon mertuanya. "Mami, daddy, Cleo pulang dulu yah...". Pamit Cleo.
__ADS_1
"Zack yang hantar yah, sayang. Zack hantar tunangan kamu sekarang, dia terlihat begitu capek, kesihan bakal menantu mami!". Ucap Mega.
"Sudah tentu mami, tapi aku ajak Aisyah yah !". Cleo melirik tajam Zack. "Jika aku pulang kan tidak sepi dan mengantuk mami, ada yang di ajak ngobrol selama perjalanan pulang ke mansion". Sambung Zack beralasan.
"Aku menginap di mansion aja kalau begitu, sayang! Boleh kan mami?". Cleo berubah pikiran karena tidak ingin Aisyah ikut serta.
"Sudah tentu boleh dong sayang, kalian pulang aja duluan yah! Daddy dan mami ada kepentingan yang harus di selesaikan di sink sebelum pulang...". Ucap Mega di sambut senyum hangat calon menantunya. "Eh, sekalian ajak Aisyah pulang ke mansion juga yah, dia terlihat sudah capej juga itu..". Sambung Mega.
Cleo membulatkan matanya jika dia tetap harus satu mobil pulang bersama dengan Aisyah, rival terbarunya.
"Baik mami". Setuju Zack. "Ayo Aisyah, kita pulang!". Ajaknya pada Aisyah meninggalkan Cleo yang masih bengong di tempatnya.
Aisyah terpaksa menurut, dia tidak di beri sedikit pun peluang untuk menolak. Dia melirik Cleo yang menatapnya semakin tajam.
"Kenapa kamu masih di sini, sayang? Itu mereka sudah keluar gedung, kamu nyusul gih..". Mega sama sekali tidak melihat ke arah Cleo yang cemberut.
Dengan perasaan emosi, ia keluar dari gedung dengan nafas berat menyiksa dadanya. Saat sampai di depan, mobil Zack sudah menunggunya, ia membuka pintu hadapan samping kemudi tapi Aisyah sudah duduk manis di sana.
__ADS_1
"Maaf, biar aku saja yang duduk dibelakang". Segan Aisyah tidak enak melihat tatapan tidak suka Cleo.
"Sudah kamu di belakang saja, Aisyah sudah duduk di depan. Sana duduk di belakang!". Usir Zack dingin.