
Rehan juga mengeluarkan tembak nya lalu mengarahkan pada polisi yang menembaknya lebih dulu. Tidak terima dengan sikap polisi yang sama sekali tidak hormat padanya, ia akan memberi balasan setimpal akan tindakan polisi itu.
"Ba bapak tenang dulu, rekan saya pasti tidak sengaja menembak anda. Di dia sedang tidak enak badan sehingga tidak berpikiran jernih...". Rekan pak Sambo berusaha menenangkan Rehan. Berdiri di antara pak Sambo dan Rehan untuk mencegah perkelahian senjata antara kedua nya.
"Semoga bapak ini mau memaafkan perbuatan pak Sambo yang melakukan sesuatu tanpa berpikir dulu". Batin rekan pak Sambo yang bernama Moli.
"Minggir atau kamu yang akan aku tembak di sini. Kalian tidak kenal aku? Aku Rehan, CEO perusahan Purbalingga. Berani kalian macam - macam sama aku maka nyawa kalian yang kan menjadi taruhannya!". Ancam Rehan dengan sorot mata tajam.
Moli terlihat ketakutan setelah mendengar ancaman Rehan, tapi Pak Sambo malah biasa - biasa saja tida takut sama sekali.
"Hari ini adalah hari penurunan jabatan anda pak Rehan, makanya anda melampiaskan kekesalan anda di jalan. Membahayakan pengendara yang lain yang sedang menggunakan jalan. Saya sama sekali tidak takut pada anda. Saya bekerja untuk menegakkan keadilan, anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan anda yang membuat banyak kerugian pada ramai pengendara lain. Jika anda ingin menuntut di pengadilan saya siap meladeni anda dengan senang hati". Sahut Sambo dengan percaya diri.
Tiba - tiba bunyi siren polisi mendekati posisi mereka saat ini, dan jumlah mereka terdengar begitu banyak sehingga Alena tambah syok di dalam mobil mendengar bunyi siren di luar.
Pak Sambo semakin berkacak pinggang karena bala batuan akan datang padanya. Sementara Rehan mulai gentar karena di kelilingi mobil polisi. Tapi ia tidak akan terlihat lemah di hadapan mereka semua, jika ia terpaksa harus menjalani masa sidang, ia sanggup mengeluarkan banyak uang untuk kebebasannya.
"Ada apa ini?". Tanya salah satu rekan pak Sambo yang baru datang.
Moli menghampiri para polisi yang baru datang dan membisikkan perkara sebenar yang sedang terjadi antara pak Sambo dan Rehan.
"Dia adalah pak Rehan, menurut sepengetahuan kami hari ini adalah hari penurunan jabatannya di perusahaan Purbalingga dari posisi CEO menjadi karyawan biasa. Karena stres akibat masalah ini, ia ngebut di jalan dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan banyak kerugian pada pengendara lain. Kami mencoba menahan nya tapi pak Rehan melayangkan tonjok nya ke perut pak Sambo sehingga....". Jelas Moli.
"Pak Sambo melakukan kesalahan lagi dengan menghakimi pelaku? Makanya tangan pak Rehan berdarah akibat tembakan?". Potong pak polisi yang lain yang sudah tahu sifat asli pak Sambo.
__ADS_1
Moli mengganguk membenarkan.
"Kita akan kerja berat lagi nih lepas ini akibat ulah pak Sambo". Sahut yang lain membuang nafas berat.
"Sebaiknya kita ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah ini. Jika di sini kita hanya akan mengganggu pengendara lain yang sedang melakukan aktifitas juga". Imbuh Pak Raka memberi solusi.
"Baik lah, aku akan ke kantor polisi sendiri". Sahut Rehan ingin masuk ke dalam mobil.
"Tidak bisa pak Rehan, anda harus ikut ke dalam mobil kami. Lagi pula tangan anda tidak mungkin membawa mobil dalam keadaan seperti itu...". Halang Moli.
"Kalian tidak percaya sama aku? Aku ini Rehan, CEO Perusahaan Purbalingga, aku selalu berpegang pada kata - kata kalau tidak bagaimana perusahaan itu bisa besar seperti sekarang..". Kata Rehan meyakinkan.
"Mantan CEO pak Rehan. Saya ingat kan kembali yah pak kalau anda sekarang hanya karyawan biasa di perusahaan itu. Jadi kami tak akan percaya dengan kata - kata anda sedangkan sekaranhmg saja anda sedang berbohong. Kami bukan orang bodoh pak, kami selalu update berita terkini dalam kota, tapi aneh nya wajah anda sama sekali kami tidak kenal". Ujar Pak Sambo menyindir Rehan..
Dorrrr....
Alena yang dari tadi mendengar setiap yang terjadi kembali di buat syok dengan suara tembakan yang mengagetkannya. Tubuhnya bergetar hebat akibat trauma dengan adegan yang terjadi di sekitar nya saat ini.
Sementara pak Sambo memegang dada bagian kanan yang terkena tembakan Rehan. Beberapa polisi langsung menghampiri Rehan untuk mengamankan senjata yang ia pegang, sementara Moli dan dua orang polisi lain menolong Pak Sambo masuk kedalam mobil dan langsung melaju ke rumah sakit.
Sementara Rehan, ia langsung di bawa ke kantor polisi untuk di buat keterangan tentang semua masalah yang sudah ia lakukan. Rehan meronta - ronta menolak untuk di bawa ke kantor polisi tapi tenaga nya tidak bisa mengalahkan tenaga beberapa orang polisi yang memegang nya dengan paksa.
Adegan itu di saksikan oleh ramai orang, ada juga yang mengabadikan adegan itu dengan melakukan siaran langsung yang di saksi akan oleh ramai orang.
__ADS_1
Sementara Alena yang dalam mobil di hampiri oleh seorang polisi yang akan membawa mobil Rehan ke kantor polisi. Tubuhnya yang bergetar hebat menyadarkan polisi itu jika ia sedang ketakutan dan trauma berat saat ini.
"Maaf jika saya lancang nona. Saya harus membawa anda ke rumah sakit spesialis kejiwaan untuk menjalani pengobatan. Anda pasti akan baik - baik saja". Imbuh polisi itu pada Alena.
Alena mengangguk setuju.
*
*
Sementara di gedung pencakar langit yang merupakan kantor utama perusahaan Purbalingga, Zack sedang menyaksikan siaran langsung yang di lakukan oleh orang yang tidak ia kenal. Siaran langsunh Adegan di pinggir jalan utama kota yang melibatkan Rehan dan beberapa orang polisi langsung Viral dan menjadi berita harian utama di seluruh indonesia.
"Tampaknya pak Rehan akan mengalami masalag besar karena mengakibatkan begitu banyak kerugian di jalan utama kota. Saya rasa kita bisa mengambil kesempatan ini untuk menyingkirkan pria arogan itu dari perusahaan kita secara total. Jika ia terbukti mengalami gangguan kejiwaan yang cukup berat dan tidak bisa di sembuhkan dalam waktu dekat, maka saham yang ia pegang pada perusahan kita akan mudah kita ambil kembali dari tangan nya". Imbuh Pundas pada Zack
Zack tidak menggubris ucapan Pundas tapi ia juga mengiyakan apa yang di katakan anak buah kepercayaan itu. Ia memikirkan bagaimana cara menyingkirkan Rehan dari dunia ini da tidak lagi akan mengganggu ketenangan keluarga nya. Ia akan selalu melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan keluarganya terutama Aisyah.
Di tempat yang berbeda, seorang wanita paruh paya sedang menangis teresak esak menangisi nasip anak nya yang sedang mengalami masalah besar. Perasaan nya menjadi sangat cemas, meskipun Rehan sering melakukan kesalahan dan harus melakukan sidang untuk menyelesaikan masalah itu, tapi ia sama sekali tidak pernah secemas ini.
Ia bisa merasakan jika yang Rehan lakukan adalah akhir dari segala yang mereka peroleh saat ini. Semua yang mereka korbankan akan sia - sia jika Rehan tidak berhasil menyelesaikan masalah ini.
"Rehan! Apa yang sudah kamu lakukan ini nak?
"
__ADS_1