
Tanpa disadari, Aisyah berada di depan ruangan telah mendengar semua yang keluar dari mulut pak Santo mengenai pengakuannya. Ia masuk memasang wajah yang tidak bisa di tafsir seperti apa, ada raut marah, sedih, kecewa tapi juga bahagia yang pasti juga merasa bersalah telah berburuk sangka pada kedua orang tuanya hingga membenci mereka selama ini.
"Aisyah". Panji dan Mega serentak memanggil nama anak mereka.
Wanita yang di sebut hanya termagu di tempatnya, ingin rasanya ia memeluk mereka berdua tapi dia tidak bisa memaafkan diri sendiri tentang kebodohannya selama ini telah percaya begitu saja omongan Fatima yang memfitnah kedua orang tuanya, rela menyembunyikannya demi keuntungan sendiri.
"Aku kecewa sama kamu Anjas, selama ini aku pikir kamu teman yang baik, rela menolong aku dari kecelakaan itu bertaruh nyawa dan kononnya tidak sempat menolong anak kami yang sudah di bawa lari yang sebenarnya orang itu kamu sendiri, dasar pengecut kamu Anjas! Apa sebenarnya salahku sama kamu? bukankah kita sama - sama merintis usaha dari nol hingga terbangunlah dua perusahaan yang cukup di segani, tapi kenapa kamu sanggup melakukan ini semua hanya karena ingin menjadi satu - satunya pemenang?". Panji akhirnya mengeluarkan unek - uneknya tapi masih dalam keadaan tenang.
Kekuatannya telah lengkap dengan kehadiran Melodinya dan sang buah hati di dekatnya.
Anjas membuang muka dengan wajah kesal tanpa merasa bersalah. Selama ini ia tidak pernah memikirkan tentang perjuangan mereka berdua, semenjak melihat nama perusahaan Panji berada di rangking teratas dalam negara Indonesia, ia tidak suka dan mulai menanam dendam dalam dirinya untuk mengalahkan Panji secara halus.
"Lanjut kan saja pak". Titah Zack pada pak Santo yang syok melihat keberadaan anak yang dulu sempat ingin dia bunuh sewaktu masih bayi kini berada di hadapannya.
"Pak Panji dan Bu Mega sudah melewati masa terpuruk mereka dengan Redho pada ketentuan yang telah terjadi dalam hidup mereka, dulu istri saya sering melakukan pendekatan pada bu Mega dan pada akhirnya Bu Mega termakan rayuan untuk mengadopsi anak saja untuk menghiburnya daripada terus terpuruk memikirkan bayi yang hilang itu. Tapi itu semua tidak luput dari saran mereka, mereka berdua tahu jika kami memiliki bayi lelaki yang cukup tampan sedangkan anak mereka bayi perempuan, mereka berniat menjodohkan kedua bayi kami saat besar, dan telah jadi kenyataan sekarang mereka telah bertunangan...". Sambung pak Santo, dia tidak ingin di salahkan seorang diri. Cukup selama ini ia dihantui rasa bersalah hingga membuat tubuhnya sakit - sakitan.
"Hanya itu?". Tanya Zack lagi dengan nada penuh penekanan.
"Stop kalian semua! Hanya dengan pengakuan lelaki bangsat ini kalian pikir bisa memenjarakan aku, tidak akan semudah itu". Kata Anjas meremehkan. Dia yakin ia tidak kan bisa di penjarakan hanya dengan omongan bacot pak Santo, ia telah memilik kuasa hukum yang begitu handal.
__ADS_1
"Bukakan pintu untuk mereka!". Giliran Mega meminta pada bawahannya di luar untuk mempersilahkan seseorang masuk.
Saat pintu terbuka, terlihat aparat kepolisian memasuki ruangan yang berjumlah beberapa orang. Mereka langsung menghampiri Anjas dan Cleo untuk di bawa ke kantor polisi.
"Kami mendapat laporan tentang jenayah yang telah terjadi beberapa tahun lalu dan juga yang juga baru saja terjadi beberapa bulan terakhir, terdapat beberpa jenayah salah satunya pembantrasan keluarga pak Jaya hingga tak tersisa, ini surat penangkapannya, anda haru saya bawa untuk di soal siasat". Ujar pak Sambo, salah satu anggota polisi menunjukka surat penangkapa resmi atas nama Anjasmara.
"Apa - apaan ini, kalian tidak boleh menangkap saya tanpa bukti yang kukuh! Lepaskan saya sekarang, kalian akan saya tuntut atas pencemaran nama baik". Geram Anjas saat tangannya sudah di borgol.
"Sila bapak jelaskan di kantor polisi". Jawab salah satu anggota polisi yang memegangnya.
"Kenapa saya juga di pegang Bu?". Bingung Cleo. Ia bertanya dengan sopan dan tidak memberontak seperti papi nya. Tangannya sudah di pegang oleh seorang polisi wanita.
"Ini surat penangkapan anda". Jelas pak Sambo lagi menunjukkan surat penangkapan atas nama Alana Cleo Anjasmara.
"Karena perbuatan kejam kamu telah menculik, menyiksa, dan membunuh beberapa korban wanita. Kamu pasti tahu hal itu, jadi jangan lagi kamu sok lugu wanita iblis!". Bukan pihak polisi yang menjawab, malah Zack yang menekankan ucapannya hingga Cleo tampak kaget.
"Sejak kapan dia tahu?". Gumam Cleo dalam hati. "Kamu jangan fitnah aku Zack, lihat aku bagaimana! Tidak mungkin aku sanggup melakukan itu semua, tega kamu sebut aku wanita iblis. Jika kamu membenciku tapi tidak sampai kek gini juga, aku ini tunangan kamu Zack!". Mata Cleo mulai bercucuran air mata, wajahnya tampak sangat sedih dan kecewa. Lakonkan yang bagus.
"Heh, kamu pikir masih ada yang percaya? Jika saja kamu menjadi pelakon, aku yakin kamu pasti akan mendapatkan award sebagai pelakon wanita terbaik". Kata Zack dengan sinis.
__ADS_1
"Lepaskan suami dan anak saya! Kalian tidak bisa membawa mereka! Mereka tidak bersalah, semua ini fitnah! Lepaskan mereka!". Shela sedari tadi tidak terima jika Anjas dan Cleo di perlakukan seperti ini. Dia mulai memberontak dan mencoba mendorong polisi yang memegang keluarganya, tapi aksinya itu cepat di hentikan oleh salah seorang polisi wanita yang tidak memegang apa - apa. Tangan Shela di pegang dengan kuat hingga wanita itu meringis kesakitan.
"Sakit sia lan! Lepaskan tangan aku!". Geram Shela.
"Ibu tenang! Jika ingin melakukan pembelaan di kantor polisi, bawa pengacara anda untuk membela suami dan anak ibu. Jika anda bersikap bar - bar di rumah sakit ini, terpaksa ibu juga kami tahan karena mengganggu pekerjaan kami". Tegas polisi wanita itu dengan penuh penekanan.
Shela tercengang, walau bagaimanapun ia tidak ingin ikut mendekam di dalam pencaya, ruangan sempit, tanpa alas tidur yang layak, makanan yang menjijikkan, sungguh membuat Shela ketakutan. Ia mulai tenang dan polisi wanita itu melepas pegangan pada tangan Shela.
"Bawa saja mereka sekarang pak Sambo! Saya muak melihat wajah mereka, ingin saya blender saja jika bisa". Ucap Mega mulai kesal dengan kerusuhan yang terjadi di ruangan suaminya.
"Baik Bu, kami permisi dulu". Jawab pak Sambo. Ia kemudian memerintahkan rekannya untuk membawa Anjas dan Cleo keluar untuk di bawa ke kantor polisi.
Anjas dan Shela meraung memberontak tapi tidak di hiraukan oleh pihak aparat kepolisian, karena takut menimbulkan keributan mulut Anjas di lakban dan di tutupi masker ajar tidak mengganggu pasien di ruang sakit ini ulah suaranya yang nyaring. Cleo tetap bersikap tenang seolah ia tidak bersalah, sedangkan Shela masih di ruang rawat Panji untuk membuat perhitung pada keluarga sahabatnya itu.
"Aku akan membalas semua perlakuan ini!". Shela tampak murka kembali dan menunjuk semua orang dengan tatapan dendam.
"Bukan saat nya Tante membalas kami, tapi kami! Jangan pura - pura pikun dengan semua yang telah Tante dan suami Tante itu lakukan dulu dan masih berlanjut hingga detik ini lebih baik Tante mencari keberadaan pak Brahma untuk menemani masa tua Tante mulai sekarang!". Sindir Zack. Pak Brahma adalah pengawal Bu Shela dulu yang di tugaskan oleh pak Anjas untuk membuat istrinya itu hamil, alias ayah biologis Cleo.
"Kamu!". Shela semakin murka, tapi di juga malu karena rahasia itu juga tidak luput dari pengetahuan calon menantunya, eh mantan calon menantunya.
__ADS_1
"Mulai sekarang jangan anggap aku sahabat mu! kamu tak lain hanya musuh di dalam selimut, aku muak lihat muka kamu, mulai hari ini juga pertunangan Zack dan Cleo di batalkan, pergi kamu dari sini, sekarang!". Usir Mega dengan wajah sinis pada Shela.
"Kalian lihat saja pembalasan aku nanti! Aku akan pastikan hidup kalian menderita bukan aku". Sorat mata penuh dendam di tunjukkan Shela, setelah mengatakan itu, dengan langkah yang dihentakkan ia keluar dari ruang rawat Panji.