
Desi terloncat kaget di sebab kan sentuhan di bahunya.
"Ma mas Rehan? Mas nggak ngantor?". Desi terdengar gugup.
"Sekarang kan udah waktunya makan siang, tadi ibu kirim pesan hari ini nggak masak jadi mas di minta makan di luar aja". Jawab Rehan. "Kamu mau makan juga? Sekalian aja temenin mas makan yuk!". Ajak Rehan.
Bu Wahida memang sempat mengirim pesan pada Rehan, mumpung Desi keluar dan nggak bawel minta di masak kan olehnya, sekalian aja nggak masak dan memilih bermalas - malahan di kamarnya.
"Tapi mas....". Desi ingin menolak tapi tangannya sudah di gandengan menuju meja kosong oleh Rehan.
Rehan langsung memanggil pelayan dan memesan makanan.
"Kamu mau apa, sayang?". Tanya Rehan saat istrinya hanya melamun entah memikirkan apa.
"Mbak ini baru habis makan mas dengan teman nya, jadi saya sempat hran juga kok mbak ini kembali duduk dengan pria lain?". Ujar pelayan wanita itu.
Desi melotot menatap pelayan itu, aneh aja kok ada pelayan yang suka sekali ikut campu urusan orang pakai ngadu domba kayak gini lagi.
"Ya nggak papa deh, saya saja yang pesan, saya pesan menu ini aja....". Rehan menunjuk gambar di buku menu dan menyebut namanya sesuai tulisan.
Setelah menerima pesanan pelayan itu pun pergi dari hadapan pasangan itu.
"Apa maksud pelayan tadi kamu makan dengan seorang pria? Siapa dia?". Selidik Rehan.
Desi menelan slavina kasar tidak mungkin jika ia mengatakan yang sejujunya pada suaminya itu. Tapi satu ide melintas di benaknya untuk menggunakan alasan bertemu dengan Aldo adalah untuk melancarkan aksi mereka menggait hati Aisyah untuk Rehan kembali.
"Oh itu teman aku, aku sengaja minta bertemu dengan dia untuk membincang kan sesuatu soal rencana kita". Jawab Desi enteng.
__ADS_1
"Hah, maksud kamu?". Rehan bingung.
"Tadi itu aku rencana nya keluar rumah ingin bertemu Aisyah lagi, tapi saat menunngu pesanan aku datang terlintas sebuah ide cemeelang gitu di pikiranku. Jika kita berpisah tanpa bukti nyata kan kayak kurang cemerlang gitu, jadi aku berencana meminta teman ku untuk menjadi kekasih aku di depan Aisyah supaya lebih meyakinkan. Bagaimana menurut kamu mas, cemerlang kan?". Desi memainkan alisnya sambil tersenyum lebar.
Rehan yang sependapan dengan Desi pun sontak memuji istrinya. Makan siang itu di habiskan dengan menyusun rencana selanjutnya yang akan mereka ambil untuk mengelabuhi mantan istri Rehan agar mau rujuk bersama nya.
Kebetulan Rehan mendapat info bahwa Aisyah hari ini akan mengatakan pelantikan nya sebagai CEO Purbalingga Group menggantikan Zack.
*
*
Beberapa hari kemudian Aisyah sudah menjalankan posisinya sebagai CEO dengan baik dan tentunya masih di dampingi oleh Zack. Sedangkan Panji setelah pelantikan itu memilih pensiun dari urusan kantor untuk menghabiskan waktunya setiap hari bersama istri dan cucunya, tapi bila - bila di perlukan ia siap turun tangan untuk membantu anak - anaknya.
Hari ini Aisyah di jadwalkan untuk mendatangi kantor cabang yang sedang di pegang oleh Rehan, mantan suaminya. Dengan perasaan dongkol, Aisyah terpaksa nurut walau bagaimana pun ia harus bersikap profesional hingga tiba waktunya ia akan memberi pelajaran pada mantan suaminya itu.
"Bagaimana kabar mu Aisyah? Nggak nyangka kita akan bertemu di sini sebagai seorang atasan dan bawahan". Sambut Rehan saat melibat Aisyah berjalan ke arahnya.
"Maaf pak Rehan, sekarang kita sedang dalam waktu kantor sila jaga sopan santun anda sebagai bawahan". Tegur Aisyah ketus. Ia kaget Rehan lancang menyapanya tanpa ada embel - embel ibu di hadapannya namanya.
"Oh, maaf kan saya bu Aisyah, belum terbiasa, he he he". Balas Rehan menahan malu. "Mari saya hantar ke ruangan". Ajak Rehan.
Rehan mempersilahkan Aisyah dan Alena beserta beberapa ajudannya untuk masuk, Rehan dengan bangga berjalan di samping mantan istrinya di ikuti oleh asisten dan juga beberapa bawahannya yang turut menyambut CEO baru mereka. Sepanjang perjalanan seperti biasa saat menyambut Zack datang berkunjung, semua karyawan di kantor itu menunduk sopan ketika Aisyah melalui mereka yang sudah menunggunya.
Aisyah yang tidak terbiasa akan merasa tersanjung tinggi tapi tidak suka dalam satu masa. Menurutnya hal itu akan membuat pekerjaan mereka lambat selesai hanya karena menyambutnya, ia lebih suka jika para karyawan duduk di posisi masing - masing dan tidak perlu over mencari perhatian.
Aisyah menghentikan langkahnya di ikuti semua orang yang mengiringinya. Rehan tampak bingung dan menanyakan pada Aisyah. "Ada yang perlu saya bantu bu Aisyah!".
__ADS_1
"Katakan pada karyawan pak Rehan supaya segera ke tempat masing - masing, selesaikan tugas mereka dan tidak perlu menyambut saya sampai segitu nya!". Tegas Aisyah.
Rehan tampak kaget, cara penyambutan ini merupakan salah satu caranya untuk mengambil hati CEO terdahulu yaitu Pak Panji dan berlangsung ke Tuan Zack yang hanya cuek dan tidak menghiraukan mereka. Rehan kembali menggunakan cara yang sama pada Aisyah karena pikirnya ia adalah anak dari pak Panji yang suka dengan penyambutan ini tapi sayangnya malah sebaliknya.
"Kenapa diam saja? Cepat suruh mereka kerja!". Aisyah kembali menegaskan perintahnya pada Rehan.
"Eh, maaf bu". Sahut Rehan menunduk kemudian menatap para bawahannya dengan tajam. "Kalian dengar kan apa yang CEO kita bilang, cepat pergi ke tempat kalian masing - masing nggak perlu buang - buang waktu di sini!". Bentak Rehan kesal.
Segera semuanya bubar dan kembali ke meja masing - masing dan pura - pura fokus mengerjakan tugas mereka yang sempat tertunda karena Asisten direktur memerintahkan agar standby menyambut CEO yang sudah sampai.
Setelah para atasan sudah pergi baru lah mereka menampakkan wujud asli mereka yang tidak suka dengan sikap direktur mereka.
"Eh, pak Rehan itu memang nggak tahu malu yah! Dia yang mewajibkan kita untuk menyambut bu Aisyah, giliran tidak di terima malah kita yang dijadikan kambing hitam". Ujar salah satu karyawan wanita.
"Biasa, pasti cari perhatian sama mantan istrinya yang sudah jadi CEO sekarang...". Balas yang lain.
"Pasti dia nyesel banget tuh udah buang berlian berharga hanya demi batu kerikil terbuang di jalanan. Pak Rehan pasti sedang berusaha memikat mantan istrinya kembali deh...".
"Bagus kalau keterima kembali, kalau di pecat malu coyyyy....".
Ha ha ha ha ha
Mereka serentak menertawakan atasan mereka.
Sementara di ruang meeting Aisyah dengan fokus mencerna semua yang apa saja yang di sampaikan Rehan. Setelah perdebatan yang ia buat untuk membuat lelaki itu mati kutu karena permintaannya yang menginginkan Rehan yang mengambil alih tugas bawahannya untuk menyampaikan semua hal kepadanya.
Rehan yang tidak ada persiapan sama sekali menjadi salah tingkah dan gugup tapi pikirnya adalah 'Mungkin Aisyah rindu mendengar suara dan menatap wajahku lebih lama, makanya sengaja memintaku untuk tampil menggantikan si Hardoyo dari pada harus menatap pria tua itu sepanjang meeting lebih baik aku, kan! Bilang saja Aisyah, aku juga rindu kamu kok'. Batinnya kembali membuatnya kembali bersemangat.
__ADS_1
Dengan PD tingkah dewa, Rehan mengambil alih tugas Hardoyo.