
Pak Santo hanya tertunduk merasa bersalah, penilaian orang mengatakan dia adalah seorang ayah yang tidak becus benar ada nya.
Bu Yanti beralih menatap Zack, "Jika kamu kecewa pada mama yang telah menelantarkan kamu di panti asuhan, salahkan saja bapak kamu ini yang lebih menyayangi anak perempuannya berbanding menyayangi kamu. Mama setiap hari memikirkan keadaan kamu, jika ada waktu dan uang, mamah sempatkan datang menjenguk kamu di panti dan memberikan kamu hadiah secara diam - diam..."
"ketika mendengar Bu Mega ingin mengadopsi anak karena tidak kunjung menemukan anak nya, mamah antusias dan mengusulkan ia mengadopsi kamu yang memiliki paras yang tampan dan kecerdasan di atas rata - rata. Beruntung bu Mega setuju mengadopsi kamu, mamah merasa lega melihat kamu saat itu sudah hidup bercukupan, percaya lah nak yang mama lakukan hanya untuk kebaikan kamu, jika tidak kamu pasti tidak akan jadi seperti sekarang". Lirih bu Yanti berusaha menggapai tangan Zack tapi dengan cepat pria itu mengelak.
"Terima kasih, berkat semua itu aku berhasil masuk kedalam keluarga yang penuh kehangatan dan jauh dari pasangan serakah yang hanya mementingkan diri mereka sendiri". Ujar Zack Ketus.
Ucapan Zack berhasil menyentil relung hati bu Yanti, sebagai seorang ibu walau jalan yang dia pilih adalah salah tapi yang ia inginkan hanya kebahagiaan anaknya. Jika orang tua lain selalu ingin anak mereka berada dekat dengan mereka meski hidup jaub dari kata cukup, tidak bagi bu Yanti yang lebih memilih anaknya tinggal di panti asuhan agar hidup lebih baik dan bisa di adopsi oleh orang kaya dari pada terus hidup bersamanya tapi menderita karena kekurangan uang.
Baginya, asal anaknya hidup bahagia ia juga turut bahagia dari kejauhan.
"Bagaimana keadaan Mawar sekarang?". Kini pak Santo tidak bisa menahan lagi untuk menanyakan kondisi anak perempuan nya.
"Heh, lihat sekarang aja yang ada dipikirannya hanya anak perempuannya, kamu yang ada di hadapannya sama sekali tidak di endah kan. Memang bapak nggak becus!". Maki bu Yanti pada suaminya.
Pak Santo salah tingkah, lelaki paruh bayah dengan tubuh kurus karena sering sakit - sakitan itu beralih menatap ana lelaki nya. "Maaf kan bapak nak! Bukannya tidak peduli dengan keadaan kamu, sedari tadi ingin memeluk tapi bapak yakin kamu nggak sudi memeluk lelaki tua ini, bapak bersyukur kamu masih mau datang menjenguk bapak dan mama kamu di sini, melihat keadaan kamu yang baik - baik saja makanya bapak hanya bertanya kabar Mawar". Jelas pak Santo, matanya sudah mulai berembun menahan haru, sedih, penyesalan dan kecewa dalam hatinya.
"Kondisi Mawar semakin membaik, semoga perempuan yang telah menganiayanya mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang dia lakukan". Jawab bu Saras.
Pak Santo bernafas lega, kedua anaknya sekarang dalam keadaan baik - baik saja dan tentu dalam pengawalan ketat, ia tidak perlu khawatir dengan keselamatan mereka berdua lagi.
"Saras!". Panggil Pak Santo.
__ADS_1
"Iya". Jawab bu Saras tapi matanya malah menatap bu Yanti yang sedang menatap tidak suka ke arahnya.
"Saya titip anak - anak yah, tolong jaga mereka! Aku yakin kamu adalah seorang ibu yang penuh kasih sayang dan cinta, maaf jika selama ini aku menjadi bapak yang payah untuk anak kita, sekarang aku sudah mendapat balasannya. Aku harap walaupun Zack bukan anak kandung kamu, kamu tetap bisa menyayanginya seperti anak kamu sendiri...". Kata Pak Santo berlinang air mata.
"Maaf jika sebelumnya aku sudah menyakiti kamu, aku bersyukur di berikan peluang untuk bertemu kamu, Zack dan Aisyah. Aku ingin memanfaatkan waktu ini untuk memohon maaf sebesar - besarnya pada kalian. Aku tidak tahu sampai kapan usia ini akan berjalan, mungkin saja ini adalah kali terakhir bertemu jadi saya mohon maaf sekali lag, tolong sampai kan juga permohonan maaf saya pada pak Panji dan Bu Mega". Imbuh Pak Santo dengan tulus.
"Saya secara pribadi sudah memaafkan bapak, meskipun sulit tapi saya yakin semua ini adalah takdir yang sudah Allah rencanakan untuk kita semua, pasti ada hikmah di balik semua kejadian ini. Walaupun baru bertemu dengan ibu dan ayah kandung ku tapi aku juga bersyukur karena selama ini aku bisa mengenal beberapa orang lain yang begitu tulus menyayangiku selain mereka". Sahut Aisyah berlapang dada.
"Sekarang bapak jangan banyak pikiran yah, saya akan bawa ibu dan ayah untuk datang menjenguk bapak di sini. Saya ada hadiah untuk bapak". Juara Aisyah mengambil sesuatu di dalam tasnya.
Pak Santo mendongak ketika sesuatu di sodorkan ke hadapannya. "Apa ini, nak Aisyah?".
"Buka saja pak hadiahnya". Jawab Aisyah.
"Bapak gunakan yah pak, kita dan tasbih ini pasti bisa mengobati kesepian yang bapak rasakan". Pesan Aisyah dengan seulas senyuman tulus.
"Terima kasih ya nak". Balas pak Santo terharu.
"Maaf, waktu besuknya sudah hampir habis". Imbuh petugas polisi yang dari tadi mengawasi mereka.
"Untuk saya ada nggak, kalau boleh yang lebih kelas sedikit lah, seperti CD dan bra. Yang saya gunakan saat ini sudah sangat usang". Bu Yanti dengan percaya diri meminta hadiah pada Aisyah.
Aisyah yang dari awal tidak suka dengan cara bicara bu Yanti memilih cuek dan menyerahkan rantang berisi makanan kepada pak Santo. Sebenarnya ada dua rantang, tapi Aisyah tidak ingin menyerahkan pada bu Yanti dan memilih menyerahkan kedua rantang itu pada pj Santo.
__ADS_1
"Kok saya tidak dapat? Satu rantang ini saya ambil". Bu Yanti yang memang tidak memiliki rasa malu merebut satu rantang dari tangan pak Santo.
Aisyah dan bu Saras menjelang tidak suka tapi tidak bisa mencegah karena memang niatnya untuk diberikan padanya. Sementara Zack lebih memilih berdiri diam di belakang mereka. Bu Yanti melihat anaknya ingin memeluk sebelum kembali masuk ke dalam sel.
"Jangan mendekat!". Tolak Zack.
Bu Yanti terpaksa menelan pil kecewa dengan penolakan anaknya.
Aisyah hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi kecewa wanita paruh baya itu. 'Niat untuk membuat mereka saling memaafkan, tapi sikap ibu ini memang jahat dan merasa tidak bersalah sama sekali. Berbanding terbalik dengan pak Santo, wajahnya dan ucapannya sangat tulus dari hati, aku yakin dia merasa menyesal dengan apa yang telah ia lakukan'. Gumam Aisyah.
Saat berada di dalam mobil yang melaju ke rumah sakit, Aisyah yang merasa bersalah menatap bu Saras.
"Maaf ya bu, Aish nggak tahu jika pak Santo adalah mantan suami ibu dan Zack sendiri adalah saudara sebapa dengan Mawar". Lirih Aisyah sambil menggenggam tangan keriput milik bu Saras.
Bu Saras tersenyum hangat, "Nggak papa, nak! Ibu juga lega melihat bapak anak - anak baik - baik saja. Kamu nggak perlu merasa bersalah seperti itu, nak". Imbuh bu Saras membelai pipi Aisyah lembut.
"Maaf kan aku yah Zack". Aisyah beralih menatap Zack yang duduk di samping kursi kemudi.
Zack menoleh ke belakang, "Kenapa malah minta maaf sih? Seharusnya aku yang berterima kasih sama kamu karena sudah memaafkan kesalahan mereka". Sahut Zack.
"Iya. Soalnya aku yang mengajak kamu bertemu bapak dan mama kamu tapi malah aku yang nggak suka dengan mamah kamu yang.....kamu paham lah, he he he". Kata Aisyah.
Zack tidak menjawab dan kembali menatap ke hadapan.
__ADS_1
"Apa kah dia marah?". Gumam Aisyah dalam hati.