
"Kamu serius ingin menjenguk mereka?". Aisyah tampak tidak percaya jika Zack begitu mudahnya di bujuk.
Zack mengangguk perlahan, meskipun sedikit ragu tapi perkataan Aisyah tadi berhasil menyentil hatinya. Ia juga sudah melakukan kesalahan yang menurutkan juga cukup fatal dengan ia mencoba memberi maaf sesuai saran Aisyah, ia juga berharap jika suatu saat ia sudah siap mengungkapkan kesalahan yang pernah di lakukan ia juga akan mendapat maaf dari orang yang ia aniaya.
"Ok, hari ini jadwal kita padat, kamu tukar dulu pakaian kamu mengunakan pakaian santai nggak perlu mengenakan setelan kantor kayak gini segala, aku juga akan bersiap dan pamit pada ibu dan memintanya untuk menjaga Albar sementara kita dan bu Saras pergi". Imbuh Aisyah seraya membersihkan meja makan.
Zack yang perhatian pun menolong sebisanya. "Bik Saras ikut juga?". Tanyanya.
"Iya, soalnya aku ingin ikut menjenguk Mawar di rumah sakit, perkembangan kesehatannya sudah sampai tahap apa sekarang karena aku takut naik mobil berdua aja dengan kamu yah sekalian ajak bu Saras juga ke sana...". Jawab Aisyah.
Zack sebenarnya ingin mengingatkan jika bu Saras adalah istri pertama bapak kandungnya, dan Mawar merupakan saudara se bapaknya tapi ia bimbang mengatakan itu. Biar lah keadaan yang menjawab nya nanti.
Setelah memberikan meja makan, Aisyah berniat mencuci piring tapi bik Ijj melarangnya dan meminta majikannya itu segera bersiap saja.
*
Sejam kemudian Aisyah sudah bersiap mengunakan gamis modis, rambut yang terurai cantik dengan wajah yang di baluti dengan make up yang terlihat natural. Ia melangkah ke kamar baby Albar yang sedang asik bermain dengan nenek Saras dan oma Mega.
"Bu Saras sudah siap?". Tanya Aisyah pada bu Saras.
"Sudah, nak". Jawabnya mencium pipi gembul baby Albar dengan gemas.
"Mama pergi dulu ya sayang, bersenang - senang lah di rumah bersama oma yah!". Pamit Aisyah mencium kening anaknya lembut. "Aish pamit pergi dulu ya ibu, titip Albar yah". Pamit Aisyah pada Mega.
"Titip, titip! Emang barang main titip - titip. Ini cucu ibu, biar kamu nggak minta pun ibu pasti akan menjaganya dengan sepenuh hati. Nggak usah pakai titip - titip segala, ibu nggak suka!". Kesal Mega ngambek jika cucunya di perlakukan seperti barang titipan.
__ADS_1
"Iya, iya Aish minta maaf. Kan Aish sengaja, ha ha ha". Aisyah tergelak dan langsung lari keluar kamar saat Mega tampak kesal dengan ucapannya.
"Dasar anak per bawa berkat!". Teriak Mega dengan kesal.
"Terima kasih doanya ibu!". Teriak Aisyah dari luar membuat Mega menggeleng kepala tersenyum.
"Kenapa nggak ajak Albar sekalian, anak lucu itu pasti bosan juga di rumah terus". Ujar Zack.
"Boleh aja di ajak tapi lihat dulu kita mau kemana? Penjara dan rumah sakit Zack! kalau kita nak ke taman atau tempat wisata lain ya patut kita ajak dia ikut serta. Tapi lain kali sekarang kita selesaikan urusan kita jika sudah kelar baru kita ajak dia pergi jalan - jalan ke taman". Jawab Aisyah.
"Ya udah, ayok". Ajak Zack.
Bu Saras yang tidak mendengarkan pembicaraan di antara Aisyah dan Zack pun tidak protes. Saat melihat mereka sudah ingin masuk ke dalam mobil, bu Saras yang menunggu di teras pun mengekori dari belakang.
*
"Iya buk, kita mau ke kantor polisi dulu, setelah urusan Zack selesai baru kita ke rumah sakit jengukin mbak Mawar, nggak papa kan buk?". Jawab Aisyah.
Bu Saras yang mengetahui akan ke kantor polisi seketika perasannya menjadi gelisah.
"Mungkin den Zack hanya datang melihat perkembangan kasus penganiayaan yang terjadi pada Mawar". Gumam bu Saras mengalihakan pikirannya.
Sesampai di kantor polisi, bu Saras memilih tinggal di dalam mobil saja. "Ibu tunggu di mobil saja yah, soalnya ibu nggak ada urusan juga di dalam". Ujarnya sebelum Aisyah mengajaknya ikut masuk.
"Kita harus memberi dukungan untuk Zack, bu. Mumpung ada ibu yah bisa tambah - tambah dukungan agar hatinya jadi lebih tenang". Tapi Aisyah tetap membujuk agar bu Saras ikut masuk memberi support pada Zack.
__ADS_1
Bu Saras yang merasa nggak enak hati menolak terpaksa menurut tapi dalam hatinya berdoa agar tidak dipertemukan dengan seseorang dari masa lalunya.
Zack yang melihat bu Saras tampak gelisah merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi Aisyah sama sekali tidak mengetahui hubungan di antara mereka.
Zack pergi sendiri menemui pihak polisi untuk meminta izin bertemu tahanan bernama Santo dan Bu Yanti secara serentak. Sedangkan Aisyah dan bu Saras memilih duduk di kursi tunggu.
Saat sudah mendapat izin, bu Saras lagi - lagi berniat ingin menolak tapi Aisyah tetap ngotot mengajak bu Saras masuk untuk memberi dukungan untuk Zack.
Mereka bertiga sekarang sudah berada di rungan yang di sediakan untuk menjenguk tahanan. Bu Saras terus merasa gelisah hingga saat mendengar beberapa tapak kaki sedang menuju masuk ke ruangan, ia tak sengaja mengangkat wajahnya dan menatap siapa yang sedang berdiri di hadapannya.
"Saras!". Panggil pak Santo dengan wajah terkejut. Terakhit bertemu di rumah sakit saat ia menjelaskan detail kejadian pada keluarga Panji di depan keluarga Pak Anjas yang merupakan dalang di dalam kejadian itu.
Tatapan antara kedua sempat bertembubg tapi Pak Santo malu menegur mantan istrinya karena sedang di seret oleh pihak polisi, ia yang masih merasa bersalah hanya mampu tertunduk tanpa menyapa.
"Ka kamu apa kabar mas?". Tanya bu Saras dengan suara bergetar. Ternyata hingga sekarang rasa untuk mantan suaminya masih ada, walaupun sudah sering di sakiti.
"Hei, untuk apa kamu datang ke sini? Mau mencari perhatian sama suami aku!". Bu Yanti yang tidak suka melihat rivalnya ada dalam ruangan menjadi kesal dan membentak bu Saras.
"Hei, ada apa ini? kalian sudah kenal sebelumnya?". Bingung Aisyah.
"Iya, nak. Saya adalah mantan istri pertama lelaki ini, tapi karena dia sudah kepincut dengan perempuan ini sampai hamil saya dengan ikhlas mengalah dan memilih undur diri dari pernikahan kami. Saat saya ingin pergi, dia tidak mengizinkan membawa anak kami, aku yang tidak berdaya untuk melawan terpaksa pergi meninggalkan anak kami yang berusia dua tahun di asuh olehnya bersama calon istri barunya...". Jelas bu Saras.
"Tunggu - tunggu, jadi Mawar adalah anak ibu dengan pak Santo yang merupakan bapak dari Zack. Jadi Mawar dan Zack adalah Saudara?". Sahut Aisyah memastikan.
"Iya, saat meninggalkan mereka dan tinggal di Kalimantan bekerja sebagai buruh, wanita ini sedang mengandung kan Zack entah berapa bulan. Setelah pergi ibu tidak lagi mendengar cerita mereka hingga beberapa bulan lalu ibu kembali ingin bertemu anak ibu setelah hampir tiga puluh tahun tidak bertemu, ibu pikir hidup Mawar bahagia tinggal bersama bapaknya karena selama ini memang sangat di manjakan...". Sambung Bu Saras.
__ADS_1
"Karena sangat sayang sama anak mu, suamiku lebih memilih menitipkan anak kami yang baru berusia tiga bulan ke panti asuhan dari pada harus berpisah dengan anak manja mu itu. Saat Zack berhasil masuk ke dalam keluarga Purbalingga ia juga nggak mau kalah dan mencari perhatian pak Panji untuk mengadopsi anak sia lan itu agar setaraf dengan hidup anak kami yang saat itu hidup bergelimangan harta". Cerca Bu Yanti kesal tapi masih bertingkah santai dengan duduk melipat tangan di dada.