Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 198 latihan pertama


__ADS_3

"Assalamualaikum, mboh Darmi. Perkenalkan kami adalah anak buah dari pria yang pernah mboh dan mbah Suryo rawat sebelumnya. Kami mendapat tugas untuk tinggal di sini selama tiga hari untuk menjalani hukuman sekaligus latihan agar ilmu bela diri kami meningkat sesuai harapan tuan Zack...". Imbuh Dilan setelah menyalami tangan mboh Darmi secara takzim.


Mereka semua turut mengikut apa yang di lakukan oleh Dilan, yaitu menyalami mboh Darmi dengan hormat.


Mboh Darmi dan suami nya saling menatap, ia tidak menyangka jika Zack mengirim enam orang pria muda untuk mengganti kan nya selama tiga hari. Mboh Darmi sama sekali tidak keberatan, cuma mbah Suryo yang tampak tidak percaya diri bisa melatih keenam orang ini cuma dalam kurung waktu tiga hari.


"Jika kalian ingin nginap di sini boleh - boleh saja, nak. Tapi untuk berlatih bela diri, rasanya tidak cukup jika hanya tiga hari, tiga hari tidak akan meningkatkan apa - apa dalam diri kalian". Tutur mbah Suryo bingung.


"Mbah Suryo dan mboh Darmi sila dengar kan dulu rekaman suara tuan Zack. Setelah mendengar ini pasti mbah dan mboh akan lebih mengerti". Ujar Dilan mulai mengutak -atik ponsel nya untuk memutar rekaman suara bahkan ada juga rekaman video singkat yang di tujukan untuk mereka.


"Baik". Sahut mbah Suryo setuju.


Meskipun sedikit bingung tapi mboh Darmi anya bisa ikut dengan pendapat sang suami tercinta.


(Assalamualaikum, mbah Suryo dan mboh Darmi. Saya berharap kalian berdua sehat - sehat saja di sana. Jangan terlalu memikirkan aku di sini, aku akan baik - baik saja selagi kalian juga baik - baik juga di sana. Aku sudah mengirim enam ekor anak ayam untuk kalian ubah menjadi serigala. Perintahkan apa pun kepada mereka, jangan segan apa lagi takut pada mereka. Penampilan mereka memang sedikit, eh bukan hanya sedikit tapi sangat seram. Tapi hati mereka itu seperti anak ayam yang selalu mengikuti induk nya. Dan sekarang kalian lah induk kepada keenam induk anak ayam itu...).


(Mereka akan bergantian menemani kalian di sana sambil latihan, selama tiga hari mereka akan tinggal serentak di sana tapi setelah tifa hari mereka akan bergantian untuk tinggal di sana karena aku juga memerlukan mereka di sini untuk menolongku menyelesaikan masalah di kota. Jadi aku harap mbah Suryo tidak keberatan melatih mereka, mboh Darmi juga jangan segan atau takut untuk meminta tolong mereka. Tapi jangan khawatir, saya sudah meminta bergerak sebelum mboh meminta. Mereka sedikit sudah tahu apa yang akan merek lakukan di sana, cuma tugas mboh adalah mengingatkan mereka agar tidak malas...)


(Sekian dulu yah, saya harap mereka bisa menemani kalian di sana. Anggap lah mereka seperti anak kalian sendiri, pukul aja kalau nakal, ha ha ha. Assalamualaikum).

__ADS_1


Mboh Darmi sampai meneteskan air mata setelah mendengar suara Zack. Meskipun hanya suara tapi sedikit bisa mengobati rindu di hati nya pada pria muda itu.


"Kalian pasti capek udah jalan jauh, istirahat aja dulu. Saya akan memasakkan kalian makanan untuk kalian makan nanti...". Imbuh mboh Darmi seraya menghapus air matanya.


"Nggak usah repot - repot mboh". Seru mereka serentak mencegah mboh Darmi berdiri dari duduk nya.


"Kami akan memasak sendiri, mboh cukup duduk manis aja dan perhatikan kami, jika kami perlu tunjuk ajar baru mboh tunjukkin. Mboh istirahat aja, biar kami yang memasak...". Imbuh Pama membujuk mboh Darmi agar duduk manis saja.


Mereka akhirnya berpencar setelah berbagi tugas yang perlu mereka kerjakan masing - masing ikut keahlian mereka saat ini. Arpa yang suka kemping di hutan kini memberi tugas kepada mereka sedangkan dia bertugas untuk memasak di dapur sederhana milik mboh Darmi.


Dilan awal nya sedikit keberatan di perintah oleh Arpa tapi kembali di ingatkan oleh mereka jika sekarang posisi mereka sama, tiada yang berada di atas, siapa yang ahli dalam bidang ini maka dia yang mengatur semua nya, kecuali mereka besok, mereka haru belajar melakukan semua nya karena setelah tiga hari mereka akan melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.


Dua jam kemudian, lima orang udah duduk mengatur nafas mereka yang mulai ngos - ngosan. Sedangkan Arpa yang hanya duduk di dapur memasak hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah rekan - rekannya.


Mboh Darmi ingin berdiri mengambil kan air minum untuk mereka tapi dengan cepat di cegah oleh Dilan. "Mboh mau kemana? Biar saya saja yang ngambilin". Tawar Dilan..


"Kalian memang anak - anak yang baik tapi mboh juga harus gerak nak supaya tidak pegal duduk terus. Lagi pula cuma ambil air tidak terlalu berat untuk di lakukan...". Imbuh mboh Darmi.


"Oh, ya udah tapi saya tolong ya mboh". Tawar Dilan lagi.

__ADS_1


"Nggak perlu, sebaiknya kalian mandi bersihkan diri kalian. Makanan mboh libat udah hampir matang semua. Mandi di sini aja, nggak perlu ke sumur, supaya besok kalian dan kerja lagi untuk angkat air nya". Saran mboh Darmi.


"Benar yang di katakan mboh Darmi, jika air di rumah ini belum habis maka besok tidak perlu angkat air lagi. Jadi supaya kita setiap hari angkat air dari sumur, kita harus habisin air dir rumah ini. Mboh Darmi pjnter juga ya". Sahut Arpa menyetujui saran mboh Darmi.


Yang lain turut membenarkan, mereka serentak mandi bersama menikmati air yang sudah susah paya mereka angkat sampai tidak tersisa.


Setelah membersihkan diri, makanan juga sudah siap terhidang. Mboh Darmi, mbah Suryo dan dua orang lain makan bersama dalam talam yang sama. Sedangkan Dilan dan tiga yang lain nya juga makan di talam yang lain bersama.


"Baru kali ini aku makan begitu nikmat banget padahal hidangan yang kita makan ini cuku sederhana, sangat sederhana. Tapi aku tidak bisa berhenti untuk mengunyah terus...". Seru Pama yang merupakan pria pemilih dalam makanan.


"Benar yang kamu katakan, Pam. Aku juga merasakan hal yang sama. Mungkin efek terlalu lapar dan capek makanya apa saja terasa lezat...". Sahut Rafa membenarkan ucapan Pama.


"Di sini lah keberkahan nya. Nikmatnya suatu makanan bukan di nilai dari mahal nya atau lezatnya hidangan itu, tapi berkah nya yang membuat makanan itu nikmat, jika sebelumnya kita mencari makanan bukan hanya untuk mengisi perut saja, tapi kalau bisa beli yang banyak padahal kita tidak butuh pada akhirnya terbuang sia - sia. Coba sekarang, saat kita penat dan betul - betul lapar maka apa saja yang ada di depam mata terlihat sangat lezat. Iya kan mbah...". Arpa berkata terdengar seperti ustad mencari perhatian mbah Suryo dan mboh Darmi.


"Habiskan makanan kalian, lepas ini giliran latihan bela diri yang perlu kalian pelajari". Tutur mbah Suro cuek.


Yang lain malah tertawa karena rekan nya yang mencoba mencari perhatian malah di cuekin. "Maka nya bro, jangan asal jari ustas kesiangan. Kan di cuekin, ha ha ha". Seru Dilan tergelak.


Arpa tertunduk malu pada rekan - rekannya. Mbah Suryo memang seperti itu, ia hanya pafam sedikit tentang agama, jika soap berkah dan cara orang kota menikmati makanan ia kurang paham. Ia ragu membenarkan karena kurang paham dengan maksud Arpa.

__ADS_1


A


__ADS_2