
"Baik lah, kalau daddy nggak ingin basa basih. Silakan langsung saja, apa yang ingin daddy sampaikan pada aku?". Tanya Danish turut duduk di sofa kosong sambil menyilangkan kaki.
Ia ingin mendengar sampai mana Robert dan Ronal membuka rahasia nya pada ayah mertuanya. Ia tidak boleh langsung memberi pembelaan pada dirinya sendiri, sedangkan ia masih kurang pasti sebab ayah mertuanya datang dalam keadaan marah. Ia tidak mau malah dirinya sendiri yang membuka kedok yang selama ini ia sembunyikan.
"Ini! Jelas kan apa semua ini? Jadi selama ini kamu telah membohongi kami? Berapa banyak kebohongan yang sudah kamu sembunyikan dari aku, keluarga istrimu bahkan istri kamu sendiri juga tidak mengetahui nya..". Ayah mertuanya melemparkan sebuah dokumen berisi keterangan diri Danish yang sebelumnya. Di dalam nya juga terdapat foto Danish memakai seragam pengawal dan menjaga seorang wanita yang di yakini majikan sekaligus selingkuhan nya.
Danish tercengang, ternyata ancaman dua saudara itu tidak main - main. Tapi ia tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan, ia harus benar - benar menyusun kata agar ayah mertuanya percaya..
"Kenapa malah bengong. Lihat sendiri apa yanh ada di dalam itu! Aku mau kamu menjelas sendiri mengapa ada laporan seperti itu sampai ke meja kerja ku?". Tegas ayah mertua Danish.
Danish mengambil setumpuk kertas itu lalu membacanya sekilas. Satu hal yang dapat ia simpul kan dari dokumen dan foto yang ada, ia sama sekali tidak terbukti menjadi selingkuhan majikan nya sendiri.
"Aku sama sekali tidak ingin membantah semua bukti ini. Semua nya benar, tapi apa yang membuat daddy sampai bisa marah banget sama aku, datang ke markas aku hany untuk memastikan ini nggak perlu marah - marah, dad. Aku bisa jelaskan karena ini hanya masalah kecil menurut aku". Sahut Danish dengan santai.
"Apa kamu bilang? Masalah kecil? Aku dan keluarga ku paling tidak suka dengan penipuan, apa lagi Meranti, ia pasti tidak menerima jika selama ini kamu tidak jujur tentang masa lalu kamu". Imbuh ayah mertua nya masih terlihat kesal.
__ADS_1
"Iya aku tahu. Aku minta maaf sama daddy karena tidak pernah bercerita pada kalian tentang hal ini. Tapi munurut saya, masalah ini nggak perlu di perbesar - besar kan. Lagi pula ini hanya masalah identitas, aku mengubah nya karena khawatir musuh dari masa lalu ku datang mengusik hidup ku yang damai saat ini. Aku tidak mau membuat Meranti terbebani dengan masa lalu ku yang cukup kelam...". Danish berbicara lembut menjelaskan pada ayah mertuanya.
"Apa maksud kamu, mas? Jadi selama ini kamu menyembunyikan sesuatu dari aku?". Tiba - tiba Meranti muncul dari balik pintu membuat Danish gugup untuk menjawab pertanyaan nya yang mendadak.
"Meranti??". Gumam Danish.
"Cepat katakan, mas! Apa sebenarnya semua ini?". Tanya Meranti tersulut emosi..
"Kamu tenang dulu ya, sayang. Sini duduk, mas akan jelaskan pada kamu dan daddy tentang semua ini. Masalah kecil yang di timbulkan Robert dan Ronal berhasil membuat kalian datang dengan marah - marah seperti ini". Tawar Danish menepuk sofa kosong di sampingnya.
"Dengar, ya. Dulu memang nama aku bukan Danish Sumarta, tapi Dani Sarmanta. Dulu aku bekerja sebagai seorang pengawal dari agen rasmi. Tapi karena kematian istri ku yang pertama, membuat aku ingin membuka lembaran baru bersama kamu maka nya aku mengubah semuanya. Tidak ingin mengingat masa lalu termasuk nama yang aku gunakan. Itu sebab aku juga nggak mau kalau kamu tahu maka selalu mengungkit masa lalu ku. Hanya itu rahasia yang aku tidak ceritakan, karena menurutku itu bukan masalah besar selagi aku tidak merahasiakan yang lain..". Jelas Danish.
"Kamu jangan bohong! Kamu dulu juga selingkuh dengan majikan kamu sendiri, kan?". Bantah ayah mertua masih belum puas dengan penjelasan menantu nya.
"Dari mana daddy tahu akan hal itu? Tiada bukti yang mengarah ke sana, dad. Jika daddy berhasil provokasi dengan ucapan dua bocah itu yang hanya memfitnah aku, maka aku yang akan kesal dengan kalian berdua. Dari dulu aku sudah bilang aku ini adalah seorang duda, Jasmin adalah putri kami yang ia tinggal mati saat melahirkan nya. Kami hanya menikah siri makanya status kami tidak tercatat di kantor KUA. Untuk apa aku selingkuh dengan majikan ku, jika aku sudah memiliki seorang istri yang sudah berhasil memberi ku seorang putri...". Jelas Danish.
__ADS_1
Meranti dan ayah nya saling melempar tatapan. Mereka terdiam mendengar penjelasan Danish, mereka merasa bersalah sudah berpikiran buruk pada Danish. Yang membuat mereka nyamperin Danish dengan keadaan kesal dan marah bukan karena identitas yang sudah di udah tapi karena Robert dan Ronal telah memfitnah nya.
Ayah mertua kembali mengecek semua yang tertulis di dalam dokumen itu dan semua foto yang di berikan oleh cucu - cucu nya yang berhasil membuatnya kesal pada menantu kesayangan nya. Dan benar saja, tiada apa - apa yang membuktikan Danish pernah selingkuh dengan atasan nya sehingga melahirkan seorang putri. Di gambar itu hanya menunjukkan bahwa Danish sedang mengawal kemana pun majikan nya pergi. Semua kontak fisik antara mereka hanya untuk melindungi majikannya.
"Maaf kan aku, ya mas. Sebelumnya mas sudah pernah memperingati agar tidak percaya dengan ucapan dua ponakan ku, tapi aku dan daddy malah percaya begitu saja dengan ucapan mereka yang memfitnah kamu tanpa bukti akurat. Aku minta maaf sekali lagi, mas". Lirih Meranti kini menggenggam tangan Danish memohon maaf.
Danish akhirnya bisa bernafas lega. Ternyata bukti yang di miliki Robert dan Ronal sama sekali tidak bisa menjatuhkannya begitu saja. Kini malah ia yang di sanjung oleh istri dan ayah mertuanya.
"Daddy juga minta maaf. Hanya karena gambar yang tidak pernah daddy lihat sebelumnyael membuat daddy percaya begitu saja dengan ucapan mereka tanpa pikir matang datang ke markas kamu dengan marah - marah nggak jelas. Tapi kamu tetap salah dalam hal ini, kenapa menyembunyikan identitas kamu yang sebenarnya, tapi seperti yang kamu bilang, ini bukan masalah besar, nggak perlu di besar - besar kan sehingga berniat untuk berpisah". Ayah mertua Danish juga kini sudah terlihat lebih tenang.
"Terima kasih daddy, sayang. Kalian berdua sudah mau memaafkan aku. Tapi aku bisa jamin kok kalau hanya perkara itu yang aku belum ceritakan pada kalian, karena aku ingin membuang semua tentang masa lalu aku. Aku tidak mau mengingat ibu kandung Jasmin lagi karena sudah ada kamu yang menggantikan posisi nya di hati ku dan menjadi mami yang sempurna untuk Jasmin...". Imbuh Danish.
Mereka bertiga kini mengobrol santai di dalam ruangan Danish sambil menikmati cemilan yang di sediakan oleh bawahan Danish. Setelah beberapa jam, ayah mertua Danish pamit pulang karena ada urusan dan Meranti memutusakan untuk menghantar daddy nya. Usia ayah mertua Danish yang tidak muda dan tidak cerdas lagi membuat Meranti kahwatir dan ingin selalu menemani kemana pun ia pergi.
Kini Danish sendirian dalam ruangan nya.
__ADS_1
"Dasar bocah tak guna! Berani mereka mengatakan hal itu pada mereka, tapi sayang nya bukti yang kalian berikan sama sekali tidak ada yang menunjukkan bahwa aku selingkuh, ibu dari Jasmin adalah majikan ku dulu, yaitu Shela. Bukan nya membuat mereka benci tapi malah membuat mereka semakin sayang sama aku". Gumam Danish kesal pada dua ponakan istrinya.