
"Baik lah, akan segera memusnahkan keluarga itu secepatnya. Kalian tidak perlu khawatir tentang aku, aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat sambil menyelidiki jadwal pewaris tunggal itu. Aku juga sangat ingin menyingkirkan nya karena dia adalah penyebab utama keberhasilan ku selalu diambang ke hancuran. Jadi kalian jangan takut aku tidak menyelesaikan tugas ini, karena hakikatnya aku juga mau membunuhnya demi diriku sendiri". Ujar Rehan..
"Bagus kalau kamu berpikir seperti itu, ingat! Waktu kamu hanya tersisa seminggu dari sekarang. Jika kamu belum berhasil melakukannya maka jangan salahkan aku jika tubuh yang kamu bangga - bangga kan itu masuk ke lubang kubur...". Ancam Robert lagi.
"Tenang saja, aku akan segera menyelesaikan tugas ku, tapi bisa kah aku.....". Baru saja Rehan ingin memohon pertolongan tapi tiba - tiba...
Tut,, tut,, tut.
"Sial memang si Robert ini. Dia pasti tidak mau menolongku nyelesaikan tugas ini. Dia berharap aku menyewa orang lain untuk membunuh Aisyah dan keluarganya, mana pembunuh bayaran sekarang pada mahal - mahal lagi sewa nya. Dasar si Robert sialan!". Gumam Rehan kesal.
Tanpa di sengaja setiap ucapan Rehan tadi terekam jelas di pendengaran Alena. Saat ia ingin menghampiri Rehan di tingkat dua rumah makan miliknya, tidak sengaja ia mendengar semua pembicaraan yang di lakukan Rehan bersama seseorang melalui panggilan telepon.
"Jadi dia hanya ingin mempermain aku. Dasar kamu Rehan tidak guna! Aku sampai rela menikah dengan kamu karena kamu berjanji tidak akan mengganggu Aisyah dan keluarga nya lagi. Tapi nyatanya apa? Diam - diam kamu merencanakan ingin membunuh mereka lagi. Awas kamu Rehan, tunggu palajaran dari ku". Gumam Alena dalam hati.
Ia pun mengubah mimik wajahnya yang semula geram dan kesal kini kembali terlibat manja seolah - olah tidak tahu apa - apa tentang pembicaraan Rehan tadi bersama seseorang.
"Hai mas. Maaf ya buat mas nunggu lama. Di bawa banyak banget pelanggan jam segini, tapi tenang saja aku udah di izinkan ayah untuk fokus melayani mas, kok...". Sapa Alena keluar dari persembunyiannya.
Rehan sampai kaget di buat Alena. Ia takut jika wanita itu tahu jika ia hanya membohonginya selama ini. "Se sejak kapan kamu datang?". Tanya Rehan sedikit gugup.
"Kamu kenapa guguo gitu sih, mas? Ada yang kamu sembunyikan dari aku?". Selidik Alena.
__ADS_1
"Hah, e e enggak kok.. Aku cuma kaget aja. Kamu tiba - tiba muncul kayla jelangkung saja". Elak Rehan. "Dia pasti tidak mendengar pembicaraan aku tadi, jika ia dengar pasti sekarang ia sudah marah besar dan mengusirku. Tapi aku akan pastikan dia tidak akan bis berbuat apa - apa. Aku Rehan! Tiada yang tidak bisa aku lakukan, jika aku bis membunuh orang lain kenapa aku tidak sanggup membunuh calon mertua ku sendiri hanya untuk mengancam wanita lugu ini". Batin Rehan menenangkan perasaan gugupnya..
"Jelangkung? Ha ha ha, kamu ada - ada aja mas menyamakan aku dengan makhluk seperti itu. Sudah ah, anggap usah bercanda lagi, ayo kita makan, makanan di meja pasti udah sejuk sekarang". Alena menarik lengan Rehan menuju meja makan dengan manja.
Rehan tersenyum dengan sikap manja Alena. Sudah beberapa gadis ia temui tapi baru Alena yang bisa mululuhkan hatinya untuk melupakan perbuatan dua wanita yang pernah menjadi istrinya yaitu Aisyah dan Desi. Bahkan sampai sekarang dua wanita itu selalu daja mengusik kedamaian dan ketentraman hidup nya.
"Semoga kamu adalah wanita yang tepat untuk menemani hidupku. Aku tidak peduli dengan keseharian mu, aku akan membawa mu dan menjadikan mu ratu di dalam istana ku nanti". Gumam Rehan sambil menatap lekat wajah Alena yang sibuk melayani nya bagai seorang istri sah.
*
*
"Aku menerima kalian menjadi bagian dari kami, tapi ingat sekali lagi jika di antara kalian ada yang berkhianat maka tiada satu pun di antara kalian yang akan hidup. Kalian faham kan maksud saya??". Zac berucap dengan lembut sambil tersenyum hangat tapi tatapan nya cukup bisa membuat mereka takut dan nurut.
"Tuan tenang saja. Kamu sama sekali tidak ada niat untuk berkhianat sekarang dan juga kemudian hari. Jika di antara kami ada yang terbukti berkhianat maka kami sendiri yang akan membunuhnya". Tutur salah seorang dari mereka yang merupakan ketua di antara mereka.
"Hushh, nggak perlu banyak ngomong. Aku tidak perlu ucapan seperti itu, tapi bukti. Kepala yang kalian bawa ini tidak cukup meyakinkan kan ku jika kalian akan selama nya setia. Saya ingin kan kepala tuan Danish Mahesa sebagai jaminan jika kalian bukan mata - mata dari nya. Apa kalian sanggup membawa kepala nya ke hadapan ku?". Kata Zack memancing emosi mereka.
Sesuai perkataan Pundas waktu itu, jika di antara mereka terdapat mata - mata yang di kirim oleh Danish. Terlihat dari raut wajahnya yang tampak kesal saat Zack meminta kepala Danish untuk di bawa ke hadapannya. Walau pun tidak terlalu jelas tapi Zack bisa melihati siapa di antara mereka yang merupakan mata - mata dari klan Black Tiger.
"Kalian jangan tegang gitu. Aku tahu kalian pasti ragu untuk memenuhi pemintaan ku, lihat dia! Dia yang merupakan tangan kanan ku di sini pun sampai sekarang belum bisa membawa kepala si Danish itu ke hadapanku. Tapi kedudukan nya sudah sangat menjamin kesetiaan nya padaku. Jadi kalian nggak perlu terburu - buru. Cukup berada di setiap pertempuran membunuh lebih banyak pihak musuh udah bisa membuat aku senang...". Zack menunjuk Dilan sebagai contoh sambil merangkul bahu pria yang ia yakini seorang mata - mata.
__ADS_1
"Kalian bisa keluar, saya ingin istirahat". Usir Zack pada mereka semua.
"Terima kasih tuan telah menerima kami, kalau begitu kami pamit dulu...". Pamit salah seorang dari mereka.
Setelah mereka semua keluar dari ruangan wajah Zack berubah tidak bersahabat. "Awasi pergerakan mereka di markas dan di mana pun. Batasi gerak mereka sebatas ruangan ini saja. Jangan sampai mereka tahu dena markas senjata ini. Mereka hanya datang karena bayaran, terutama pria yang banyak bicara itu dan pria yang miliki senyum menjijikan kan itu". Titah Zack pada Dilan.
"Baik tuan, saya akan pastikan mereka tidak memiliki akses untuk melangkahkan kaki lebih jauh dari batas yang tuan berikan. Saya akan tingkatkan keamanan markas ini secara automatis. Saya juga akan memastikan mereka akan mati saat pertempuran selanjutnya...". Tutur Dilan sepemikiran dengan Zack.
"Bagus! Tanpa aku katakan kamu bisa memahaminya. Aku tidak salah menjadikan mu tangan kanan ku....". Ucao Zack bangga.
*
*
"Apa yang di katakan oleh bajingan itu?". Tanya Danish memastikan Rehan sanggup atau tidak menyelesaikan tugas dari nya.
"Dia berjanji akan segera menyingkirkan wanita itu dan keluarga nya, tapi bajingan itu meminta bantuan dariku untuk bersama nya menyelesaikan tugas itu. Aku ma ogah membantunya, ada tugas lain yang perlu aku kerjakan yang lebih penting. Biarkan saja dia memikirkan sendiri bagaimana melakukan tugas nya sendiri. Lagi pula tugas ini juga menguntungkan baginya karena jika Aisyah dan keluarga nya masih hidup maka posisi nya di perusahan Purbalingga itu akan semakin terancam". Jelas Robert panjang lebar.
"Bagaimana dengan mereka?". Danish beralih menanyakan keberhasilan mata - matanya masuk ke dalam klan musuhnya.
"Seperti perkiraan kita, merea sangat memerlukan orang untuk menambah tenaga melawan kita, jadi begitu mudah nya mereka masuk menjadi bagian dari klan Naga Merah. Hanya dengan mengorbankan si bodoh itu, rencana kita bisa berjalan dengan mulus". Jawab Robert dengan bangga.
__ADS_1