
Hati Shela memanas mendengar perkataan Zack yang mengatakan dirinya sama sekali tidak di kenali oleh putrinya sendiri. Tapi yang di katakan Zack benar adanya. Jasmin memang tidak mengenali dirinya, ia sendiri yang meminta pada Dani waktu itu untuk tidak menceritakan pada putri nya bahwa dia lah wanita yang telah melahirkan dirinya.
Karena Zack tidak ingin mengatakan padanya keberadaan Jasmin, putrinya. Shela melangkah dengan menghentakak kaki keluar dari ruangan Zack. Pintu juga di hempaskan dengan kuat membuat Zack tersenyum sinis.
"Kasihan Jasmin terlahir dari orang tua seperti mereka. Satu kejam seorang lagi licik. Cleo adalah perpaduan kejahatan mereka sedangkan Jasmin entah perpaduan dari mana? Menurutku mereka berdua sama sekali tidak ada sisi baik nya...". Gumam Zack.
Pintu di ketuk tiga kali dan masuk lah sekertaris Zack untuk mengajaknya pergi. "Semua dokumen sudah lengkap tuan, kita bisa pergi sekarang. Pak Zulkifli juga sudah menunggu". Imbuh sekertaris nya bernama Maudi.
Zack memperbaiki jas nya dan segera melangkah lebih dulu keluar dari ruangan di susul oleh Maudi.
Mereka menggunakan dua mobil menuju rumah sakit di mana Rehan di rawat.
Sementara bu Wahida baru saja bersantai menikmati makanan nya yang sempat ia pesan melalui online. Tidak pernah semenit pun ia meninggalkan Rehan tanpa pengawasan perawat. Ia hanya meninggalkan putra nya ketika ingin membersihkan diri atau masuk WC itu pun ketika Rehan ditemani seorang perawat jika tidak ia rela menahan semuanya demi keselamatan anak nya itu.
Ia masih trauma saat Rehan di hajar oleh warga, tidak mau putra nya itu kembali mengalami hal yang sama sehingga nyawanya terancam seperti saat ini. Ia yakin jika ada segelintir kerabat dari korban yang menaruh dendam pada putranya dan pasti akan datang kembali meluapkan emosinya pada Rehan.
Tok,,, tok ,,, tok,,,
Pintu di ketuk beberapa kali dari luar. Bu Wahida was - was membuka pintu karena saat ini hanya dirinya yang menjaga anak nya, sedangkan pihak polisi sedang tidak menjaga putranya karena beberapa alasan.
Dengan hati - hati, bu Wahida menghampiri pintu dan membuka perlahan pintu itu untuk mengintip terlebih dahulu siapa yang berada di luar. Ia membuang nafas lega melihat Zack dan beberapa gerombolannya yang datang.
__ADS_1
"Untuk apa kalian datang ke sini?". Tanya bu Wahida ketus.
"Selamat siang bu, boleh kita berbincang di dalam?". Sapa pak Zulkifli.
"Putra saya sedang sakit dan kini di rawat intensif, tidak sebarang orang yang di benarkan masuk. Sila pergi karena saya tidak ingin di ganggu". Tolak bu Wahida mengusir Zack dan semuanya.
"Kalau begitu kita berbincang di ruangan lain saja, kami datang membawa kabar gembira untuk ibu. Jadi saya harap ibu ada waktu untuk makan siang bersama kami". Tawar pak Zulkifli.
Mendengar ucapan Pak Zulkifli, membuat Bu Wahida penasaran kabar gembira apa yang akan di sampai kan mereka pada nya. Tapi meninggal kan putranya membuatnya ragu.
"Jika ibu takut, tuan Zack membawa beberapa orang pengawal untuk menjaga di sini agar ibu lebih tenang ikut bersama kami...". Sahut pak Zulkifli lagi.
Zack hanya berdiri dengan sangat berkharisma membiarkan pak Zulkifli menjalankan tugasnya.
"Sabar bu Wahida, kamu datang ingin menawarkan pertolongan yang tentu nya sama - sama memberi keuntungan pada dua pihak, ia itu anda dan juga kami. Tapi jika bu Wahida menolak maka sama sekali tidak akan merugikan kami tapi malah merugikan bu Wahida sendiri. Saya dengar sekarang ibu sedang memerlukan dana yang tidak sedikit, jadi kami datang menawarkan bantuan...". Jelas pak Zulkifli tidak ingin menyerah.
Bu Wahida teringat biaya apa saja yang perlu ia bayar, mana lagi beberapa kerabat korban menuntut agar pampasan di tambah kan. Yang di katakan pak Zulkifli benar ada nya, ia sekarang sedang memerlukan uang yang tidak sedikit.
"Saya setuju untuk berbincang bersama anda tapu tidak dengan pria satu ini! Saya tidak sudi melihat wajah nya lebih lama lagi". Ujar bu Wahida sambil menunjuk tepat ke wajah Zack.
Pak Zulkifli melirik sebentar atasannya lalu menjawab ucapan bu Wahida. "Maaf bu, jika anda mengusir atasan kami maka urusan di antara kita akan di batalkan. Kami akan pergi bersama atasan kami, silakan ibu selesaikan sendiri masalah keluarga anda...". Ucap Pak Zulkifli pasrah.
__ADS_1
Bu Wahida tiada pilihan lain selain membiarkan Zack turut serta. Ia sangat memerlukan uang dalam jumlah besar dalam waktu dekat, jika bukan sekarang maka bila lagi ia akan mendapatkan bantuan.
Zack tersenyum sinis melihat ekspresi bingung di wajah bu Wahida. Ia sebenarnya tidak perlu ikut serta dalam perbincangan ini, cukup pak Zulkifli yang menghandle. Tapi ada perkara penting yang harus ia bicarakan dengan bu Wahida setelah selesai urusan penyerahan saham perusahaan.
"Baik lah, saya akan ikut kalian". Imbuh Bu Wahida mengalah.
"Baik lah, sila ikut dengan kami. Kita ke berbincang di restoran sambil menikmati makan siang. Anda pasti sedang makan saat kami datang dan belum kenyang tapi terpaksa ikut dengan kami". Ucap pak Zulkifli menggoda bu Wahida.
Wajah bu Wahida ternyata sedang belepotan akibat makanan di wajahnya. Saking takutnya dia tadi sehingga ia tidak menyadari jika wajahnya saat ini sedang penuh dengan sisa makanan. Pantesan semua orang dari tadi menutup mulut mereka kecuali Zack dan pak Zulkifli. Bukan tanpa alasan, mereka berusaha menahan gelak karena wajah bu Wahida.
Paham dengan candaan pak Zulkifli, bu Wahida pergi untuk bercermin melihat wajahnya. Betapa malu nya dia saat melihat wajahnya itu kotor, ia sedang menikmati makanan nya karena terlalu merasa lapar, tapi ia kaget akibat ketukan pintu sehingga lupa jika wajahnya sedang belepotan.
Tapi bu Wahida berusaha biasa saja tanpa memperlihatkan ekspresi malu di hadapan semua orang. Ia pamit masuk untuk membersihkan wajahnya sebentar. Setelah beberapa saat, bu Wahida kembali keluar dan bersikap seperti tidak terjadi apa pun sebelumnya.
Bu Wahida ikut di mobil pak Zulkifli ke restoran. Sesampai di sana, mereka masuk ke ruang VIP yang sudah di pesan oleh pak Zulkifli sebelumnya. Ruangan yang cukup luas dan selesai untuk mereka berbincang.
"Sekarang katakan bagaimana kalian bisa membantuku keluar dari masalah yang sedang ku hadapi?". Tanya bu Wahida ketus.
"Sabar ya, bu Wahida. Sila baca dulu semua yang ada dalam dokumen ini. Setelah bu Wahida baca maka akan lebih memahami apa yang akan kami sampai kan nanti. Yang tertulis di dalam membuktikan jika kami tidak ada niat untuk menipu atau memanfaatkan keadaan...". Jelas pak Zulkifli sambil memberikan sebuah dokumen kepada Bu wahida.
Bu Wahida mulai membacanya.
__ADS_1
"Di situ tertulis jika saham perusahan saat ini sedang mengalami penurunan harga. Maka saham yang anda pegang saat ini tidak mampu menutupi kekurangan dana yang ibu Wahida perlukan sekarang. ..". Jelas pak Zulkifli pada bu Wahida yang terlihat syok membaca dokumen yang ia berikan.