Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 291 Tamat


__ADS_3

Sebelum kembali membuka bicara, Zack kembali menghela nafas. "Albar di culik dan di sembunyikan oleh tunangan Jasmin!". Jelas Zack dengan cepat. "Dan sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan keberadaan Albar. Maaf kan aku, aku memang nggak becus menjaga nya untuk mu". Sambungnya merasa bersalah.


Mata Aisyah membulat sempurna, ia tidak menyangka jika perkara yang di sembunyikan Zack adalah mengenai keberadaan Albar, putra sulung nya.


"Kenapa semua ini bisa terjadi, Zack? Anak aku...". Lirih Aisyah dengan tatapan kosong.


Meskipun Zack sudah berusaha supaya Aisyah tidak syok dan kembali drop. Buktinya Aisyah malah tiba - tiba pingsan, beruntung Zack sigap menangkap tubuh nya sehingga tubuh lemah nya tidak mencium tanah.


Zack panik, ia segera mengangkat tubuh wanita nya dan membawa nya ke mobil. Supir segera menghidup kan mesin dan melaju menuju rumah sakit. "Maaf kan aku, Syah". Lirih Zack sambil memeluk kepala Aisyah yang sedang berada di pangkuannya.


Sepanjang perjalanan, Zack tak habis menangis merasa besalah dengan kelalaian nya sehingga mengakibatkan Albar hilang dan Aisyah kembali drop. Ia tidak takut di benci oleh wanita nya tapi melihat Aisyah sakit membuat nya jauh lebih merasakan sakit nya. Terasa bagai di hentam batu besar dengan rasa bersalah yang ia rasakan.


Sesampai di rumah sakit, Aisyah langsung di larikan ke ruang UGD untuk di rawat. Memandang kan ia baru saja sadar dari koma nya beberapa hari yang lalu, dokter memutuskan untuk kembali menahan Aisyah untuk melakukan perawatan intensif lagi.


Mawar menghampiri Zack yang sedang sedih menunggu Aisyah di dalam ruang UGD. Mawar dan beberapa penghuni mansion sudah datang ke rumah sakit untuk menjenguk Panji dan Mega yang di kabarkan sudah sadar dari koma beberapa jam yang lalu.


"Kamu yang sabar, Zack. Aku tahu semua ini berat untuk di terima Aisyah. Tapi alangkah lebih baik jika daru awal dia tahu hal sebenar. Meskipun kita pandai menyembunyikan masalah itu dari nya, tapi sebagai seorang ibu ia pasti feeling. Ia bisa merasakan apa yang sedang anak nya rasakan meskipun jarak memisahkan kedua nya. Kita sama - sama memberi nya dukungan yah. Kamu jangan menyerah membuat nya bahagia, berjuang lah! Buktikan jika cinta yang kamu miliki untuk nya sangat besar". Imbuh Mawar membujuk saudara angkat nya.


"Emmm". Hanya itu yang bisa Zack keluarkan sebagai balasan. Hati nya sudah cukup sakit memikirkan bagaimana keadaan Aisyah saat ini setelah mengetahui tentang kabar Albar yang sebenarnya.


Tiba - tiba ruang UGD terbuka dan dokter yang menangani Aisyah keluar. Zack bergegas menghampiri dokter itu di ikuti Mawar di belakang nya. ..


"Bagaimana keadaan Aisyah, dok? Dia baik - baik saja kan?". Cerca Zack terlihat masih sangat cemas.


"Tuan Zack tenang saja. Non Aisyah hanya mengalami syok berat sehingga pingsan. Tubuh nya yang masih kurang stabil membuat nya sangat terpukul mendengar kabar buruk. Saya sudah mengatakan untuk tidak membuat nya syok terlebih dahulu tapi semua nya sudah terlanjur jadi kita hanya perlu sabar saja...". Balas sang dokter.


Zack tertunduk merasa semakin bersalah.


"Terima kasih ya dokter. Apa kami boleh menemui nya?". Tanya Mawar.


"Untuk saat ini pasien sedang istirahat, jadi nggak boleh di ganggu dulu. Pasien akan saya pindahkan ke ruangan lain kemungkinan sekitar dua jam kemudian baru bisa di jenguk. Kalau begitu saya pamit dulu". Imbuh sang dokter.


"Terima kasih dokter. Silahkan". Jawab Mawar.


Mawar kemudian menghampiri Zack. "Sudah lah. Sekarang lebih baik kita ke ruang rawat mami dan daddy. Mereka berdua dari tadi cariin kamu dan Aisyah. Aku nggak mau mereka khawatir maka nya aku beralasan kalian sedang ke perusahaan aja..". Ujar Mawar pada Zack.


Zack mendongak lalu menghela nafas berat. Ia nggak boleh terus terpuruk seperti ini. Kedua orang tua nya baru saja sadar dan pasti sangat menginginkan keberadaan nya ada di sisi mereka berdua.


Mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk bareng ke ruangan Mega dan Panji. .


"Assalamualaikum". Sapa Zack dan mawar serentak.


Panji dan Mega tersenyum pada kedua nya. Tapi wajah mereka kembali murung karena Aisyah tiada bersama mereka. "Aisyah mana? Kok kalian nggak mengajak nya ke sini juga?". Tanya Mega..

__ADS_1


Zack dan Mawar saling melempar pandangan bingung. Mereka bingung harus memberi alasan apa pada kedua orang tua angkat mereka.


"Kok kalian malah bengong?". Bingung Mega.


"Aisyah sedang capek banget mami. Tadi saat menunggu Zack bersiap ia malah ketiduran di sofa jadi aku tidak membangun kan nya...". Sahut Zack memberi alasan..


Beruntung Mega percaya dengan alasan yang di berikan oleh Zack dan mengabaikan firasat buruk yang ia rasakan..


*


*


Beberapa jam bercengkrama di ruangan Mega dan Panji. Dokter masuk untuk memeriksa keadaan mereka berdua dan memberikan mereka obat istirahat dengan nyenyak. Semua orang di minta untuk keluar terlebih dahulu agar tidak mengganggu istirahat pasien.


Zack memutuskan untuk menemui Aisyah karena sebentar lagi masuk waktu dua jam semenjak ia meninggalkan wanita itu untuk istirahat. Ia ingin masuk tapi perawat yang menjaga nya menghadang Zack untuk masuk.


"Maaf tuan. Pasien sudah mengatakan pada saya kalau ia tidak ingin ketemu dengan anda untuk sementara waktu.". Imbuh perawat wanita itu..


"Apa?". Zack kaget tapi tetap pasrah dengan keinginan Aisyah. "Ya udah nggak papa". Sahut Zack. Ia kemudian duduk di kursi yang ada di depan pintu.


Mawar yang me dengar itu pun tidak ingin mengganggu mental Zack. Sebelum masuk ia lebih dulu bertanya pada perawat. "Kalau saya bagaimana sus?".


"Pasien sih hanya melarang tuan Zack tapi tidak dengan orang lain. Jadi silahkan anda masuk saja". Perawat itu membuka kan pintu untuk Mawar. Saat pintu terbuka. Pandangan Zack bertembung dengan mata Aisyah yang langsung membuang muka dari nya.


"Aku akan bantu membujuk nya". Batin Mawar.


Pintu pun tertutup lagi. Zack kembali tertunduk lesu. "Mungkin ini adalah hukuman dari Aisyah atas kesalahan ku. Aku akan sabar dan tak keberatan dengan semua sikap mu, sayang. Hukum lah, aku pantas mendapatkan hukuman ini".


Dalam ruangan pula, Aisyah menangis tersedu - sedu dalam pelukan Mawar. Wanita itu menumpahkan segala kesedihan nya dalam pelukan saudara angkat nya itu.


"Kamu yang sabar ya, Syah. Kita semua juga sedih atas kabar buruk yang menimpa Albar. Tapi yang harus kamu tahu orang yang paling sakit saat ini setelah kamu adalah, Zack. Dia juga sangat terpukul dan sekaligus merasa bersalah pada kita semua. Dia sudha mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi kita semua, tapi apa lah daya dia seorang bisa melindungi kita semua sekali gus. Karena kesibukannya menyelesaikan masalah lain sehingga membuat musuh mengambil kesempatan untuk menculik Albar dan Jasmin. Tapi merek hanya berhasil membawa Albar sedangkan Jasmin masih bisa di selamatkan. ...". Jelas Mawar.


"Aku tahu, aku tahu pasti kewalahan melakukan semuanya sendiri. Aku nggak menyalahkan nya, aku hanya merasa bersalah sudah membebani nya begitu banyak. Aku nggak mau ketemu dia karena aku malu pada nya....". Ucap Aisyah lirih.


Ternyata wanita itu tidak menyalahkan Zack atas hilangnya Albar. Melainkan ia menyalahkan diri ny sendiri atas semua kejadian ini...


Tiba - tiba pintu terbuka, Zack mendengar semua keluh kesah Aisyah pada Mawar. Ia nggak tahan sehingga nekat menerobos masuk tanpa izin dari Aisyah. Ia langsung menghampiri Aisyah dan memeluk wanita itu erat.


Mawar sedikit memberi ruang untuk mereka meluapkan perasaan masing - masing.


"Maaf kan aku, Zack. Kalau aku nggak nekat kabur hari itu mungkin semua masalah ini nggak akan membebani mu. Aku memang nggak....".


Zack segera membungkam mulut Aisyah dengan bibir nya. Aisyah kaget dan langsung tidak bisa berkata - kata.

__ADS_1


"Semua ini bukan salah mu, sayang. Aku yang salah. Aku pantas menerima hukuman dari mu tapi jangan larang aku ketemu kamu. Aku nggak akan pernah sanggup jika sehari saja nggak meluk kamu". Kata Zack jujur.


Aisyah menatap mata Zack dalam - dalam. Selama nya ia nggak akan pernah sanggup menghukum pria itu. Bahkan apa yang di rasakan Zack sesuai ucapannya tadi pun di rasakan Aisyah juga.


"Aku tetap akan menghukum mu, Zack...". Sahut Aisyah dengan tatapan aneh.


"Silah kan, aku akan terima. Katakan apa hukuman yang harus aku jalani?". Tanya Zack sangat penasaran.


"Jadi suami aku!". Sahut Aisyah sedikit menahan malu.


Bukan hanya Zack yang kaget dengan ucapan Aisyah. Mawar yang sedari tadi memperhatikan mereka pun ikut syok dan seperti tidak percaya.


"Kamu serius ingin menikah dengan ku?". Tanya Zack memastikan.


Aisyah mengangguk malu. "Aku ingin mendampingi mu. Menyelesaikan semua masalah yang sedang kamu hadapi dan yang lebih penting kita bisa sama - sama mencari keberadaan Albar tanpa menyalakan satu sama lain". Sahut Aisyah dengan yakin.


"Tapi aku menolak!". Seru Zack membuat Mawar kesal dan membuat Aisyah tertunduk sedih. "Aku nggak mau menikah dengan mu jika seperti ini. Aku ingin menjadi seperti pria lain yang melamar wanita nya dengan sangat gentle. Bukan malah aku yang di lamar, kamu pikir aku ini apa, hah?". Sambung Zack membuat Aisyah lega.


"Kamu tunggu saja yah. Jika waktu nya tepat, aku akan membuat kejutan untuk kamu". Batin Zack sambil memeluk Aisyah erat.


*


*


Tiga hari kemudian, Aisyah, Mega dan Panji sudah di benarkan untuk pulang. Mejlis kesyukuran menyambut kepulangan mereka pun di laksanakan pada hari itu.


Di hari yang sama, sesuai janji Zack. Setelah acara selesai, semua orang di minta ke halaman belakang yang sudah di hias dengan sangat cantik. Tiada siapa pun yang tahu apa yang akan terjadi seterusnya kecuali Zack, Mawar dan beberapa anak buah mereka sehingga....


Pomm...pommm....pommm


Bunyi kembang api mengaget kan mereka dan sekali gus membuat semua terharu. Tertulis di langit "will you marry me".


Aisyah menutup mulutnya saat melihat Zack sudah berlutut di hadapannya di saksikan semua keluarga dan orang terdekat.


"Aku tahu aku banyak melakukan kesalahan pada mu. Tapi aku janji akan menebus semua kesalahan itu dengan menyayangi mu dengan segenap jiwa ku. Aisyah, mau kah kamu menikah dengan ku?". Seru Zack dengan hati yang berdebar - debar.


Aisyah melirik kedua orang tua nya. Mega dan Panji mengangguk meyakinkan putri nya. Aisyah kembali menatap Zack yang sedang menatap nya penuh harap.


Aisyah mengangguk malu.


"Yes! Yes! Yes! Mami aku di terima!". Seru Zack bersorak gembira sambil memeluk Mega.


Suasana haru di rasakan oleh semua orang. Meskipun banyak masalah yang akan menghadang mereka di kemudian hari, tapi mereka berjanji akan menjalani nya bersama - sama.

__ADS_1


Tamat.


__ADS_2